Menceritakan seorang pria berumur 30 tahun, di kantornya dia bekerja sebagai pemrograman developer game. Pria tersebut hampir saja tertabrak truck, dan dia telah terinkarnasi ke dunia fantasi. Tempat yang dimana kemungkinan di penuhi oleh berbagai ras seperti manusia, elf, monster, Iblis, dll.
Dunia yang berlatar belakang kerajaan, "Perkenalkan, Namaku Yuji. Apa - apaan ini, statusku terlihat seperti sampah?" Dia pun di cap sebagai seorang reinkarnator sampah. Apakah dia bisa bertahan hidup di kehidupan keduanya tersebut?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DD18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15 - Kebohongan
~Guild Petualang~
"Ehh, tunggu. Sebanyak ini? Uweeeehhh." Tanya Amelia yang terkejut.
Para petualang yang berada di ruangan itu pun juga melongo, melihat Yuji tengah mengeluarkan semua barang-barang yang di dapatkan ketika menjalankan misi untuk pergi berburu ke dalam hutan.
[Penjelasan Barang]
+ Core Kalajengking 120x
+ Core Orc 3x
+ Core Goblin 30x
+ Core Kelalawar 120x
+ Core Laba-laba 50x
+ Mata Orc 3x
+ Kuping Goblin 30x
+ Mayat Kelalawar 120x
+ Mata Laba-laba 100x
"Weeeeh." Ucap para petualang dengan kagetnya.
"Tu, Tuan Yuji. Apa kamu berburu sendirian di dalam hutan?" Tanya Amelia yang terbata-bata.
"Iya, memangnya mengapa?" Jawab Yuji.
"Ti, tidak apa-apa Tuan. Ini terlalu banyak untuk Guild kami." Ucap Amelia.
"Heeh, apa semua ini tidak bisa di jual?" Tanya Yuji yang terlihat kurang semangat.
"Bukan begitu, Dana Guild kami justru kurang. Tetapi saya bisa mengajukannya terlebih dahulu kepada atasan." Jawab Amelia.
"Baiklah." Ucap Yuji.
"Kami mempunyai sebagian dana, jadi untuk sebagian lagi nanti Tuan ambil ke sini." Ucap Amelia.
"Baiklah." Ucap Yuji.
"Apa saya boleh melihat kartu anda Tuan Yuji?" Ucap Amelia.
"Boleh." Jawab Yuji.
"Bagus, sekarang anda telah naik ke pringkat F. Selamat!" Ucap Amelia.
"Ternyata benar, kartu ini memang otomatis ya?" Ucap Yuji dalam hati.
"Yosh, sekarang aku naik ke peringkat D. Bahagianya diriku ini hehehe." Ucap Yuji dalam hati dengan gembiranya.
"Terima kasih Amelia." Ucap Yuji.
"Sama-sama Tuan." Ucap Amelia.
Yuji pun berjalan keluar dari Guild tersebut dengan membawa kantung berisi emas yang sangat banyak, mulai dari menjual core dan dari peti harta karun saat berada di gua. Dari kejauhan terlihat petualang yang sedang mengintai dirinya, yaitu party dari pemimpin yang bernama Grit sewaktu di tabraknya dahulu secara tidak sengaja.
Gradakk, gradak, gradak.
Di tengah perjalanan sepanjang jalan kota, terdengar suara dari buah yang berjatuhan. Tampaknya anak kecil perempuan dari ras hewan kucing itu sedang mengalami kesulitan. Buah yang di bawanya tersebut terjatuh dan sedang terinjak-injak oleh grobak yang sedang lewat.
Ketoplak, ketoplak, ketoplak.
Craaaat.
"Hey bisa minggir tidak!" Ucap pak kusir.
"Aww, tidak. Buahku, hiks-hiks." Ucap anak kecil perempuan itu.
Yuji pun memberanikan diri mendekati anak kecil tersebut dan mulai menolongnya untuk mengambil buah yang berjatuhan itu di tengah jalan. Semua pedagang yang ada di sana juga melihat kejadian tersebut, sayangnya tidak ada seorang pun yang ikut membantu mereka berdua itu.
"Adik kecil, kamu tidak apa-apa?" Tanya Yuji sambil menganalisis.
[Status Player]
Nama : Coel
Umur : 13 tahun
Ras : Hewan Kucing
Lv. 10/10
HP : 10000/10000
MP : 10000/10000
"Terima kasih kakak." Jawab Coel yang terlihat sedih dan menatap buahnya yang terinjak-injak.
"Tenanglah, kakak akan membeli semua buah-buahanmu ini." Ucap Yuji sambil melihat anak kecil yang sedih itu.
"Benarkah?" Tanya Coel yang imut itu.
Ckling.
"Tentu, ambil ini." Ucap Yuji sambil memberikan 10 koin emas.
"Wahhh, makasih kakak. Kali ini aku bisa membeli obat untuk ibu yang sedang sakit." Ucap Coel dengan senangnya.
"Ahh, begitu mulianya anak ini. Aku jadi merasa kangen dengan paman Ronald dan semuanya." Ucap Yuji dalam hati.
"Coel chan, di mana kamu nak?" Tanya pria dewasa dari kejauhan.
"Wahh, Ayah." Jawab Coel.
"Kakak aku pergi dahulu ya." Ucap Coel.
"Iya." Ucap Yuji sambil melambaikan tangannnya ke anak itu.
"Ternyata dia mempunyai keluarga yang masih utuh ya? Apa paman Ronald dan yang lainnya baik-baik saja ya?" Ucap Yuji dalam hati sambil mengenang keluarganya pertama kalinya di Desa Loctus dahulu.
"Aku berharap mereka semua baik-baik saja, ya mau bagaimana lagi. Ini juga sudah jalan yang aku pilih." Ucap Yuji dalam hati sambil berjalan lagi.
Kruuuk, kruuuuk.
"Ahh, perutku terasa lapar." Ucap Yuji dalam hati sambil memegang perutnya.
"Mungkin aku akan membeli banyak persediaan makanan juga." Ucap Yuji dalam hati.
Yuji pun berjalan mengelilingi kota, dia juga terlihat sedang mondar-mandir untuk membeli beberapa bahan makanan. Banyak sekali pedagang yang berjualan beraneka ragam makanan unik.
"Humm, enak sekali makanan di sini." Ucap Yuji sambil memakan makanannya.
"Mungkin setelah ini aku akan beli perlengkapan untuk berburu. Tidak-tidak, jika aku membeli perlengkapan yang pasti identitasku ketahuan." Ucap Yuji dalam hati.
"Mungkin aku akan berpakaian sederhana saja seperti ini." Ucap Yuji dalam hati.
~Bar~
Di dalam bar tersebut terlihat banyak para petualang berkumpul untuk minum sake. Mereka semua sangat gembira, bernyanyi dan mabuk. Di depan meja barista juga terlihat Blast yang baru datang untuk memesan minuman beralkohol.
"Apa kamu mempunyai informasi tentang pahlawan kerajaan?" Tanya Blast.
"Informasi di sini sangat berharga Tuan." Jawab Joe sang ras hewan serigala itu sambil melirik Blast.
"Apa kamu mau tukar informasi denganku?" Tanya Blast.
"Cukup menarik." Jawab Joe dalam hati.
"Jika kamu mau memberiku informasi, aku akan menceritakan kisahku setelah berkelana dan datang ke sini. Ini juga berhubungan dengan sang pahlawan." Ucap Blast.
"Setuju." Ucap Joe.
"Sebenarnya ketiga pahlawan telah dipanggil oleh penyihir kerajaan. Tetapi ke duanya itu mati karena salah satu dari mereka bertiga itu serakah demi mendapatkan kekuatan." Ucap Joe.
"Hem. Apa benar pahlawan sekarang berada di dungeon?" Tanya Blast.
"Iya benar, sudah lima hari berlalu. Bagaimana kamu bisa mengetahuinya Tuan?" Ucap Joe.
"Sebelum datang ke tempat ini aku berkelana dari daerah timur. Di tengah perjalanan aku tidak sengaja memasuki sebuah dungeon, di situlah aku bertemu dengan sang pahlawan." Ucap Blast dengan penuh kebohongan.
"Apa kamu serius?" Tanya Joe sambil menatap mata Blast.
"Apa wajahku ini terlihat sedang bercanda?" Jawab Blast dengan penuh kebohongan.
"Maaf, lanjutkan!" Ucap Joe.
"Hem, kami sempat melawan monster-monster yang ada di dalam dungeon itu. Setelah mengalahkan Raja skeleton, kami berdua adu cekcok dan mulai berdebat. Si pahlawan tetap angkuh, dan ingin terus menjadi kuat." Ucap Blast dengan penuh kebohongan.
"Lalu, aku penasaran dengannya. Aku mencoba untuk mengikutinya dari belakang dan tiba-tiba, aku tidak sengaja mendengar perkatannya yang akan membunuh Raja Bart setelah kembali ke Kerajaan." Ucap Blast dengan penuh kebohongan.
Daak.
"Itulah informasi yang aku dapat. Jadi aku akan kembali, terima kasih untuk minumannya." Ucap Blast dengan menaruh minumannya ke meja.
Cklekk.
Blast pun keluar dari bar tersebut, setelah dia menyebarkan berita bohong agar citra pahlawan buruk. Wajah Blast yang tadinya serius tiba-tiba tampak senang, karena rencananya berhasil.
"Hahahaahah, akan aku tunggu berita ini sampai terdengar ke kuping yang mulia Raja Bart." Ucap Blast dalam hati dengan gembira.
"Dasar para petualang yang bodoh. Aku tidak sabar melihat kerajaan ini hancur." Ucap Blast dalam hatinya.
~Di tengah Kota~
Yuji tampaknya sedang berjalan menuju penginapan, dari kejauhan terlihat seorang yang memantau gerak-gerik Yuji. Dia tidak sadar, bahwa Yuji sedang di ikuti ketiga orang hingga sampai ke penginapannya.
Bersambung...
tetap semangat thor nulisnya😀