NovelToon NovelToon
Jerat Hasrat Pangeran Gaib

Jerat Hasrat Pangeran Gaib

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Suami Hantu / Dunia Lain / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Ketika sedang berlibur bersama teman-teman kerjanya ke sebuah wisata air terjun, tanpa sengaja Mila menemukan sebuah kalung berlian berwarna merah.


Tidak lama setelah itu, sesosok mahluk gaib muncul di hadapannya dan mengaku sebagai pemilik kalung tersebut. Mahluk itu menjerat Mila ke dalam hubungan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Cerita ini hanyalah sebuah karangan Author belaka. Jadi, harap maklum jika di dalamnya terdapat cerita yang tidak masuk akal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rangga Jaga Jarak

"Ya. Kamu akan jatuh pingsan setelah melihat ketampanannya," sahut Mila sambil melengos.

"Lah, kalau benar dia tampan sama seperti yang kamu ceritakan. Lalu, kenapa kamu malah ketakutan seperti itu?" tanya Rika yang kini berjalan beberapa langkah di belakang Mila.

Mila menghentikan langkahnya. Gadis itu memutarkan ked bola mata kemudian berbalik menatap Rika.

"Karena kamu tidak tahu apa keinginan lelaki itu sebenarnya. Aku pun ingin hidup normal sama seperti gadis lainnya, Rika. Aku ingin punya kekasih kemudian menikah lalu punya anak!" celetuk Mila.

"Ehm, apa maksudmu, Mil? Aku tidak mengerti," tanya Rika sembari menautkan kedua alisnya heran.

Mila menarik napas dalam kemudian mengembuskannya dengan kasar.

"Dia begitu terobsesi padaku. Dia ingin menikahi aku dan membawaku ke alamnya. Dan bukan hanya itu, dia pernah bilang padaku bahwa aku adalah reinkarnasi dari kekasihnya dulu. Gila 'kan?" jelas Mila dengan wajah yang tampak kesal.

"Apa?!" pekik Rika yang begitu terkejut. Matanya membulat sempurna dan mulutnya pun ikut menganga.

"Kamu serius? Ya ampun, itu sangat menakutkan! Oh ya, satu pertanyaan lagi, kenapa kamu baru menceritakannya sekarang? Padahal aku ini 'kan sahabatmu, Mil?"

Mila kembali melenggang. "Hhh, buat apa? Palingan juga kamu akan bilang bahwa aku hanya berhalusinasi, sama seperti biasanya."

"Iya, juga sih, ya." Rika kembali berjalan kemudian mensejajarkan langkahnya bersama Mila.

Keesokkan harinya.

Setelah selesai sarapan dan lain sebagainya, kedua gadis itu pun bersiap melanjutkan aktivitas rutin mereka. Keduanya sedang asik melenggang menuju jalan besar, sama seperti biasanya. Kemudian menunggu bus yang akan mengantarkan mereka ke toko kue, tempat di mana mereka mengais rejeki.

"Sshhtt, Mila!" bisik Rika di samping telinga Mila.

"Ya?" Mila menoleh kemudian menatap sahabatnya itu.

"Apa pangeranmu itu ada di sini?" tanya Rika, masih dengan berbisik.

Mila mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. "Tidak ada. Bahkan ia tidak menampakkan batang hidungnya sejak menghilang dari tempat orang pinter itu," jawab Mila.

Rika menghembuskan napas lega. "Huft! Syukurlah. Aku pikir dia mengikuti kita."

"Sebenarnya aku tidak yakin, sih. Bisa saja ia terus memperhatikan aku tanpa memperlihatkan wujudnya di hadapanku 'kan? Seseorang seperti dia tidak bisa di tebak, Rik."

"Ish! Aku tidak bisa membayangkan jika aku berada di posisimu. Bisa-bisa aku gila karena tidak bisa bebas," celetuk Rika.

"Ya. Lambat laun aku pun akan menjadi seperti itu," jawab Mila.

Rika menekuk wajahnya kemudian memeluk Mila dari samping. "Jangan bilang begitu dong, Mil. Sahabatku 'kan hanya kamu seorang. Teman itu memang mudah di cari, tetapi sahabat yang sepertimu, yang selalu setia di dalam suka maupun duka itu sulit di temukan."

"Hmmm, iya-iya deh."

Sebuah bus besar berhenti tepat di hadapan kedua gadis itu. Mereka pun bergegas naik kemudian duduk di salah satu kursi yang masih kosong di dalam bus tersebut. Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di depan toko kue.

"Huft! Akhirnya sampai juga." Rika bergegas turun dari bus yang membawa mereka kemudian disusul oleh Mila dari belakang.

"Eh, Mil. Coba lihat di depan. Sepertinya mas Rangga sudah kembali sehat dan dia terlihat sangat tampan, sama seperti biasanya. Benar 'kan?" goda Rika sambil menyenggol pelan lengan Mila yang kini berjalan di sampingnya.

Mila melihat ke arah Rangga yang sedang berbincang dengan salah seorang karyawan wanita di depan meja kasir. Lelaki itu berdiri membelakangi mereka dan hanya terlihat punggungnya yang lebar dan tegap serta pakaiannya yang begitu rapih.

Mila tersenyum tipis. "Syukurlah kalau Mas Rangga sudah sembuh."

Kedua gadis itu masuk ke dalam toko kemudian menghampiri Rangga yang masih asik berbincang dengan karyawan bagian kasir tersebut.

"Mas Rangga!" panggil Rika sembari berdiri di samping Rangga. Sementara Mila berdiri di belakang sahabatnya itu.

Rangga menoleh lalu menatap kedua gadis itu secara bergantian. Tak ada balasan yang keluar dari bibir tipis nan seksi tersebut. Selain itu, tatapan Rangga kali ini tampak berbeda. Ada sorot kebencian yang terpancar di matanya, apalagi ketika ia menatap Mila.

"Senang melihat Mas Rangga yang sudah sehat kembali." lanjut Rika.

Bukannya membalas sapaan Rika, Rangga malah kembali fokus pada teman bicaranya. Ia berpamitan kepada wanita itu sebelum ia melenggang, meninggalkan tempat tersebut.

"Oh ya, aku ke sana dulu ya. Ada pekerjaan yang harus aku kerjakan sekarang."

"Baik, Mas," sahut wanita itu sambil tersenyum hangat.

Rika dan Mila saling tatap dengan wajah heran. Kedua gadis itu bingung melihat sikap Rangga yang tiba-tiba dingin terhadap mereka. Bahkan lelaki itu sudah pergi menjauh seolah tidak ingin bertemu dengan mereka berdua.

"Mas Rangga kenapa, Mil? Apakah ada yang salah saat aku menyapanya?" tanya Rika kepada Mila yang juga tak kalah bingung.

Mila menggeleng pelan dengan tatapan yang terus tertuju pada Rangga. "Entahlah. Tapi menurutku tak ada yang salah, kok."

"Sebentar, aku penasaran, Mil." Rika yang begitu penasaran berlari kecil dan menghampiri Rangga yang berhenti di depan etalase kue.

"Mas Rangga! Mas Rangga kenapa? Apa Mas Rangga marah padaku?" tanya Rika dengan lekat menatap Rangga.

Rangga membuang napas kasar kemudian berbalik menatap Rika. "Aku tidak marah. Hanya saja aku sedang malas bicara sekarang ini."

Rika menautkan kedua alisnya heran. Bagaimana bisa Rangga berkata malas bicara, sedangkan ia dan Mila baru saja melihat lelaki itu berbincang bersama wanita yang bertugas menjadi kasir di toko tersebut dengan santainya.

"Serius, Mas Rangga tidak marah padaku, 'kan?" tanya Rika lagi dengan wajah cemas.

Ternyata Mila pun menyusul Rika dan Rangga. Ia penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada lelaki itu. Rangga yang saat itu ingin menjawab pertanyaan dari Rika, mendadak memasang wajah masam ketika Mila datang mendekat.

"Maaf, aku barus pergi!" ucap lelaki itu sembari melenggang pergi dan meninggalkan Rika yang masih menunggu jawaban darinya.

"Mas Rangga, Mas ...!" panggil Rika.

Namun, lelaki itu tidak menghiraukannya. Ia terus melangkahkan kakinya menjauhi Mila dan Rika.

"Apa yang sebenarnya terjadi pada Mas Rangga? Kenapa tiba-tiba saja ia pergi setelah melihatku datang mendekat? Apa jangan-jangan dia marah kepadaku?" gumam Mila dalam hati.

Tanpa pikir panjang, Mila langsung menyusul Rangga. Ia ingin memastikan lelaki pujaannya itu tidak sedang marah kepada dirinya.

"Mas Rangga, tunggu!" panggil Mila yang kini berada di belakang Rangga.

Mendengar suara Mila memanggil, Rangga pun segera menghentikan langkahnya. Dengan cepat ia berbalik menghadap Mila kemudian mengangkat tangan kanannya ke hadapan gadis itu.

"Berhenti di sana!" titah Rangga dengan wajah serius menatap Mila.

Mila tersentak kaget dan ia pun segera menghentikan langkahnya. "Ta-tapi kenapa, Mas?"

"Mulai sekarang menjauhlah dariku, Mila!" sambung Rangga.

...***...

1
abang kakak adek
selamat ya 2R
abang kakak adek
tega amaad pangeranbgaibbitu jebak rangga dan rikaa
kan kasiian
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indahnya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu...
Yunerty Blessa
tak terasa dah selesai, cerita nya sungguh terbaik...tak berbelit,mantap....
Yunerty Blessa
pasti Mila anak mereka
Yunerty Blessa
seperti nya Mila bukan orang sembarangan...
Yunerty Blessa
padan muka kau Raja Edward
Yunerty Blessa
baru sedar langsung minta jatah 🤭 biar betul ni Pangeran Hans
Yunerty Blessa
mungkin Pangeran Hans cuma pengsan saja... semoga ada keajaiban buat Pangeran Hans...
tahniah buat kehamilan Mila...
Yunerty Blessa
syabas, Pangeran Hans sampai pada tepat masanya...
Yunerty Blessa
belum sempat kalian mengeksekusi Mila, Pangeran Hans sudah tiba untuk menyelamatkan Mila...
Yunerty Blessa
pasti ini ulah Raja Edward dan Putri Serena....bisa² Mila akan diculik
Yunerty Blessa
aku yang panas sejuk membacanya 🤣🤣
Yunerty Blessa
begitu mudah nya Raja Edward terhasut dengan cerita Putri Serena padahal dalam hati nya,dia menginginkan Pangeran Hans menjadi suaminya... mimpilah Putri Serena
Yunerty Blessa
syabas Mila, jangan gentar menghadapi Raja Edward
Yunerty Blessa
jawapan Pangeran Hans sungguh tegas....
Yunerty Blessa
satu restu sudah di genggam oleh Pangeran Hans dan Mila...
Yunerty Blessa
Mila pasti akan dijaga dengan rapi oleh Pangeran Hans
Yunerty Blessa
bersabarlah Mila menghadapi cabaran nanti, semoga Pangeran Hans akan selalu menjaga mu dari kejahatan Raja
Yunerty Blessa
rasakan Lulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!