NovelToon NovelToon
Only You

Only You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Berbaikan
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Yang tak suka, silahkan minggir!

Perceraian tak lantas menyudahi hubungan diantara Bagaspati Samudera dan Adinda Ayuningtyas. Sebab masih ada penghubung diantara mereka, sayangnya penghubung mereka hilang entah kemana.

"Dua tahun belakangan ini, Eyang sakit, Dind. Beliau mau ke Jakarta, dan ingin menginap di rumah kita," kata Bagas.

"Lalu, apa masalahmu? Bukankah Eyang sudah tahu kita berpisah?" sahut Adinda sengit.

"Itulah masalahnya, Ingatan Eyang mulai kacau sejak dokter memvonis beliau menderita demensia. Please, Dind, anggap saja ini permintaan terakhir Eyang pada kita."

Apakah permintaan Eyang Tuti pada Bagas dan Adinda?

Apakah Adinda sanggup menurutinya, sedangkan mereka bukan pasangan halal seperti dulu?

Berhasilkah mereka merajut kembali benang pernikahan yang dulu tercerai berai? Lantas bagaimana nasib putri kecil mereka yang hilang beberapa tahun silam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

#29

Dinda membuka pintu kamar Abel lebih lebar, ketika tangisan Bagas terdengar semakin keras dan memilukan. Sama halnya seperti Dinda waktu itu, Bagas ternyata punya trauma tersendiri ketika masuk ke kamar ini. 

Pria itu menangis sambil bersimpuh di depan box bayi, Dinda masuk dan tanpa pikir panjang dipeluknya tubuh mantan suaminya. Keduanya menangis bersama, sama-sama hancur, dan sama-sama berusaha saling menguatkan. 

Karena yang hilang adalah bagian dari diri mereka, maka kepedihan itu adalah milik bersama, bukan hanya satu orang saja yang merasa sakit dan hancur. 

•••

“Kenapa Mas nggak bilang kalau Mas juga punya ketakutan saat masuk ke kamar ini?” 

Mereka duduk bersisian setelah tangis reda, dan perasaan sesak di dada sedikit lega. 

“Bagaimana aku bisa bilang, kalau kamu sudah pergi meninggalkan aku. Lagipula aku ingin menjadi tempatmu bergantung dan menangis, jika aku juga sama cengengnya denganmu mak—”

“Dua orang cengeng, jika bersama bisa menjadi setengah tegar dan kuat.” 

Bagas tertawa sumbang, “Serius, Sayang. Kamu nggak mau balik lagi sama aku?” 

“Ck! Mulai lagi, deh. Udah, ah. Ayo anterin aku pulang,” jawab Dinda jengah. 

“Ini sudah hampir dini hari, loh. Nginep di sini aja, deh.” 

Dinda akhirnya mengangguk pasrah, membenarkan ucapan Bagas. Nanti saja memikirkan alasan untuk Mama Juwita. 

•••

“Mbak Dinda.” 

Seseorang memanggilnya, Dinda pun menoleh, sejenak berpaling menatap siapa yang memanggilnya. Rupanya Biandra, dengan wajahnya yang mendung. 

Dinda sampai mengucek kedua matanya beberapa kali, “Bi— ini beneran kamu? Tapi, kamu, kan—” Dinda membekap mulutnya. 

Tiba-tiba air mata Biandra luruh mengalir melalui kedua pipinya yang pucat. “Maafkan aku, Mbak. Aku cuma ingin minta maaf sama Mbak Dinda.” 

Biandra menggantung dirinya sendiri di kamarnya tak lama setelah Abel menghilang, mungkin ia mendatangi Dinda karena merasa belum mengucapkan maaf pada kakak iparnya itu. “T-ta-tapi, kamu, kan—”

Belum selesai kalimat Dinda, wanita itu tiba-tiba membuka mata, ternyata benar hanya mimpi, tapi kenapa tiba-tiba sekali? Sebelum-sebelumnya, Biandra tak pernah mendatanginya satu kali pun, dan kini tiba-tiba datang, apakah ada sesuatu yang ingin dia sampaikan? 

Sudah jam 5, Dinda menoleh ke sofa, dan Bagas masih terlelap. Kantuk Dinda menghilang begitu saja, maka wanita itu pun memutuskan untuk mandi lalu membantu Bi Sani menyiapkan sarapan. 

“Kok, semalam Eyang dengan suara tangis?” cetus Eyang Tuti saat mereka sarapan pagi. 

Dinda dan Bagas saling pandang, ragu, bingung bagaimana cara menjelaskannya. 

“Kami, yang menangis, Eyang.” Bagas akhirnya menjawab. 

“Lho, kenapa? Kalian nggak bertengkar, kan?” tanya Eyang langsung cemas. 

Dinda segera meletakkan sendok dan garpunya. “Nggak, kok, Eyang,” jawab Dinda buru-buru, takut Eyang kena serangan jantung lagi. 

“Lantas karena apa?” 

“Karena kami— rindu Abel,” jawab Dinda dengan suara bergetar. 

Wajah Eyang Tuti kembali murung, “Maafkan Eyang, ya. Karena dulu Eyang yang menyarankan Biandra tinggal di rumah kalian, alih-alih membawanya ke rumah sakit jiwa,” ucap Eyang Tuti dengan perasaan sedih, sebab Biandra adalah cucu Eyang Tuti yang paling manja padanya. 

Mana tega melepaskannya ke rumah sakit jiwa? Rasanya seperti memberi pukulan telak pada diri sendiri. “Eyang jangan sedih, karena hari ini kami bangun dengan sangat baru, keyakinan kuat, bahwa Abel akan segera kami temukan.” 

Eyang mengangguk haru, sebab ia masih melihat pancaran semangat dari sorot mata Dinda. “Eyang yakin, kali ini pasti berhasil, Abel pasti segera ditemukan.” 

“Amin.” Bagas dan Dinda sama-sama mengaminkan harapan Eyang, karena harapan mereka pun sama. 

•••

Dinda malas kemana-mana hari ini, jadi ia mengerjakan pekerjaannya dari rumah, jika mendadak ada klien datang, barulah ia pergi ke butik. Jadi hari ini hanya Bagas yang pergi ke tempat kerjanya. 

Ditambah lagi semalam Biandra datang ke mimpinya, membuat pikiran Dinda tertuju ke kamar yang dulu ditempati adik iparnya itu. 

Saat pintu kamar Biandra terbuka, aroma parfum Biandra tercium oleh Dinda, masih tertinggal di sana seperti sebagian barang-barangnya. 

“Mbak Dinda! Aku mau wisuda!” 

Dinda tiba-tiba teringat, suatu siang, Biandra pernah mendatangi rumah orang tua Dinda, saat itu, hubungan Dinda dan Bagas masih calon suami dan istri. Masih dengan seragam sekolah menempel di tubuhnya, serta senyumannya yang cerah ceria seperti biasa. 

“Buatin aku kebaya yang cantik,” pintanya tanpa sungkan. 

“T-tapi, Bi— Mbak belum pernah buat kebaya, kalau hasilnya jelek, gimana?” 

“Aku percaya, karya Mbak Dinda pasti bagus.” 

Berbekal kepercayaan calon adik iparnya, Dinda akhirnya berhasil menjahit sendiri kebaya untuk acara wisuda SMA Biandra. Dinda ingat, Biandra sangat bahagia melihat hasil kebaya berwarna maroon itu. Bahkan di hari wisuda, Biandra memaksa Dinda untuk hadir, dan foto bersama untuk kenang-kenangan. 

“Nanti, kalau Mbak Dinda jadi desainer terkenal, aku bakal susah foto bareng Mbak Dinda,” katanya dengan bangga saat itu. 

Tangan Dinda terangkat, bermaksud mengusap kepala dan pipi adik iparnya, “Bi—” 

Namun, sayang, bayangan Biandra tiba-tiba hilang dari hadapannya. Ternyata itu hanya sekelebat ingatan Dinda saja, tapi rasanya seperti baru kemarin terjadi. 

Dinda menatap sekeliling kamar tersebut, tidak seberapa luas dan minim barang-barang, karena dirumah Bagas belum ada kamar khusus yang memadai untuk tamu. 

Langkah kaki Dinda berhenti di depan meja, tak ada foto, buku, atau apapun, hanya ada cermin serta lampu tidur. Laci-laci meja pun kosong, haruskan ia mendatangi rumah orang tua Bagas? 

Tapi, sebelum sempat Dinda beranjak, tiba-tiba ia ingat satu hal lagi, yakni keterangan Biandra setelah ditemukan terlunta-lunta di jalanan. 

“Bayiku, dia mengambilnya, wanita itu mengambilnya dariku, aku mengejarnya, tapi katanya dia akan membawa bayiku ke tempat persembunyian yang aman, supaya pria itu tak mengambilnya.” 

Dinda tak mampu lagi mendengarkan ucapan Biandra, rasanya setiap kata yang keluar, terasa seperti sayatan pedih di dalam dadanya. Harusnya saat itu Dinda dengarkan sampai tuntas, meski Biandra tak sepenuhnya waras, tapi perkataannya tak semua mengacau. 

Bisa saja ada fakta terselip di dalamnya. 

Dan sekarang, Dinda harus berusaha mencari jarum tipis di gunungan jerami. Agar fakta dibalik menghilangnya Abel, bisa terungkap. Siapa pria dan wanita yang dimaksudkan Biandra dalam kisahnya. 

1
Felycia Fernandez
mulai ke bongkar...
Shee_👚
😭😭😭😭😭
ko ya ikut bahagia
Shee_👚
ada gak baju yang punya abel ya
Shee_👚
apa disini alisya bakalan ngenalin baju²nya dia, siapa tau ada baju yang sama saat ketemu sama dokter candra
Shee_👚
nah mulai mode soang dah🤣
Shee_👚
biar dapet restu ya gas🤣
Shee_👚
silahkan membusuk di penjara😤
Shee_👚
jelas aku juga bakalan nganan kaya dara🤣
apa lagi yang jemput orang bisa di percaya jadi gasss
Bunda Aish
nah, semoga ini jadi jalan untuk memastikan Alisha adalah Abel
hasana
akhirnya
Esther
Masih ingat baju yg dipakai Abel saat terakhir kali ya Dinda.
vania larasati
lanjut
Sh
Moon jahat atau baik ? dulu Miranda ,bapak dan emaknya masuk penjara, tapi berhasil hidup menjadi wanita yang baik... Apakah anak Livia dibuat kejam sengsara hidupnya, atau masih membuktikan orangtua tidak baik, anak belum tentu tidak baik juga... kita tunggu kebaikan atau ketegaan Moon terhadap anak Livia
moon: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

aku separuh medusa 🐛 separuh dewi kwan im... 😇
total 1 replies
muthia
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Linda Yohana
Bagus jalan cerita novelnya
Shee_👚
dah segitu jelasnya dan banyak sakti serta bukti malah masih ngeyel. bener2 si igun gak ada hatinya sama sekali😤😤
Shee_👚
mampus, biar pecah sekalian itu hati, percuma di kasih hati malah gak tau diri😤😤
Patrick Khan
iblis kau igun🤬🤬🔨
Patrick Khan
pertanyaan q kemana abel🤔🤔🤔😭
Patrick Khan
bener orang terdekat adalah iblis sesungguhnya🤬🤬igun ku tandai kau🔨🔨🔨🤬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!