"Aku mencintainya, tapi jika dia mencintai kakakku, maka aku ikhlas."
Rheana Dwika Chandrama, seorang gadis cantik keluarga kaya yang jatuh cinta kepada seorang pria hanya dalam pandangan pertama.
Namun cintanya harus kandas sebelum dimulai saat dirinya mengetahui bahwa pria yang ia cintai, malah mencintai kakaknya sendiri.
Hati Rheana hancur, namun tidak ada yang bisa ia lakukan selain mengikhlaskan cintanya untuk sang kakak.
Rasa ikhlas dan ketulusan Rheana tidak dipercaya oleh kakaknya, Velia. Wanita itu menganggap bahwa Rheana bersandiwara untuk mendapatkan perhatian kekasihnya, sehingga ia nekat melakukan rencana jahat kepada adiknya.
Tepat di hari pernikahan Velia dan Cakra, Velia dinyatakan hilang usai mengalami kecelakaan mobil, dan Rheana yang dijadikan tersangka karena ia yang terakhir bersama Velia.
Sejak hari itu, kehidupan Rheana yang indah berubah menjadi mengerikan. Dipaksa menikah untuk dijadikan objek balas dendam.
Follow ig : Alfianaaa05_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obsesi Velia
Seminggu pasca wisuda Rheana, Cakra dan Velia kini disibukkan dengan persiapan pernikahan mereka yang akan dilaksanakan 3 hari mendatang. Hal ini juga lah yang menjadi alasan Cakra untuk melarang Rheana pergi ke Amerika.
Cakra tentu ingin Rheana hadir dalam acara pernikahannya, karena bagaimanapun juga gadis itu telah membantu dalam hubungannya dengan Velia, bahkan bisa sampai ke jenjang yang lebih serius.
Sampai detik ini juga Cakra tidak mengetahui perasaan Rheana terhadapnya, dan alasan pasti Rheana ingin melanjutkan pendidikannya di negara orang.
Rheana melakukan hal itu tentu saja bukan karena ia tergila-gila dengan gelar, namun karena ia ingin segera menghapus perasaan nya terhadap Cakra, agar Velia tidak lagi berburuk sangka padanya.
“Saya ingin menikah dengan kamu sebagai saksinya, Rhea.” Ucapan Cakra yang menghentikan keberangkatan Rheana dua hari lalu.
Rheana awalnya ragu karena ia takut Velia tidak setuju dengan permintaan Cakra. Namun siapa sangka bahwa Velia menyetujuinya, dan meminta Rheana untuk tetap berada di Indonesia sampai mereka menikah.
Rheana tentu saja senang, setidaknya ia bisa melihat pria yang sempat singgah di hatinya akan bahagia dengan pasangan nya.
Namun sayang sekali, perkiraan Rheana itu salah. Velia yang ia kira menyetujuinya untuk tetap berada disana, kenyataanya tidak. Kakaknya itu hanya bersandiwara di hadapan Cakra saja.
“Senang kan kamu pasti karena Cakra mau kamu tetap disini?” tanya Velia dengan nada tidak bersahabat.
Rheana terdiam untuk beberapa saat, ia harus bisa mengontrol emosinya dan memperluas kesabarannya. Bagaimanapun juga Velia adalah kakaknya dan ia harus menjaga agar hubungan mereka tetap baik-baik saja, meskipun hanya ia yang berusaha dan Velia tidak.
“Jika kakak tidak setuju aku tetap disini, mengapa tidak mengatakannya waktu itu?” tanya Rheana dengan tenang.
Velia tampak geram, namun beberapa saat kemudian ia tersenyum secara terpaksa.
“Tentu saja aku harus melakukan itu, sebab aku punya rencana sendiri untuk membuat Cakra benar-benar membencimu tanpa harus mengotori namaku dulu.” Jawab Velia tersenyum sinis.
“Kak, kenapa kakak jadi gini?” tanya Rheana heran, ada raut kesedihan di wajah cantiknya.
“Kau masih bertanya kenapa?" Beo Velia.
"Jelas saja karena kau menyukai kekasihku dan mustahil jika dalam hati dan otakmu tidak ada keinginan untuk merebutnya.” Jawab Velia sambil mengacungkan jari telunjuk di depan wajah Rheana.
Bagai tersambar petir disiang bolong, Rheana langsung meremas bajunya saat mendengar ucapan kakaknya barusan.
"KAK!!" sentak Rheana kesal.
"Kakak itu kenapa sebenarnya, aku sungguh tidak punya niat seperti itu. Aku sudah tidak lagi menyukai kak Cakra!" tambah Rheana dengan mata berkaca-kaca.
"Benarkah?" tanya Velia merendahkan.
"Kalau begitu buktikan, pergi dari sini setelah aku dan Cakra menikah. Kami akan hidup bahagia bersama, tanpa kehadiranmu." Lanjut Velia lalu mendorong bahu adiknya pelan.
"Ya, jika perlu aku pergi sekarang." Timpal Rheana kemudian berlalu meninggalkan kakaknya.
Velia menatap kepergian Rheana dengan senyuman simpul. Ia sengaja membiarkan adiknya tetap berada di rumah agar ia bisa melancarkan aksinya.
Velia berpikir sangat panjang, namun tidak memikirkan resikonya. Ia menyusun sebuah rencana yang akan membuat Cakra benar-benar membenci Rheana bahkan enggan melihat wajahnya.
"Aku bukan hanya ingin kau menjauh dari Cakra, tetapi aku ingin Cakra juga membencimu." Gumam Velia dengan tangan terkepal erat dan mata yang merah.
Velia terobsesi oleh cinta, dan dibutakan oleh kecemburuan. Tanpa ia sadari, bahwa perlahan hal itu akan membuatnya tercebur ke dasar jurang yang dalam.
UPDATENYA TIPIS-TIPIS AJA YA, YANG PENTING RUTIN🖤
Bersambung.............................