NovelToon NovelToon
Akulah Sang Pemakan Takdir

Akulah Sang Pemakan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action / Sistem / Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.

Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.

**Sistem Pemakan Takdir.**

Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.

Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Lantai Kedua yang Berubah

Langkah Lin Yuan terhenti tepat di depan lorong batu yang gelap gulita, merasakan hawa dingin yang sangat menusuk.

Kegelapan di bawah sana terasa sangat berbeda, seolah seperti mulut seekor monster raksasa yang sedang menunggu mangsanya datang.

Di sampingnya, Penjaga Makam menatap lorong itu tanpa berkedip dengan ekspresi yang terlihat sangat serius.

Tangannya yang selama ini selalu tenang kini menggenggam tongkat batu sedikit lebih erat daripada biasanya.

Lin Yuan menoleh perlahan ke arah lelaki tua itu. "Kenapa kau terlihat sangat waspada sekarang?" tanyanya.

Penjaga Makam tidak langsung menjawab, tatapannya masih tertuju lurus ke dalam lorong yang gelap dan sunyi.

Beberapa saat kemudian, dia mengembuskan napas panjang. "Aku berharap hari yang mengerikan ini tidak pernah datang kepadaku."

Ucapan itu membuat hati Lin Yuan menegang seketika, karena dia belum pernah melihat lelaki tua itu menunjukkan rasa khawatir.

Namun sekarang, raut wajah Penjaga Makam dipenuhi oleh kewaspadaan tinggi yang belum pernah ditunjukkan selama berada di sini.

Tiba-tiba, kabut merah muncul dari sudut Balai Takdir dan berputar perlahan membentuk sosok wanita berjubah merah yang anggun.

Komandan Bayangan Takdir melangkah mendekati lorong, sepasang mata emasnya menatap lurus ke dalam kegelapan yang sangat pekat tersebut.

Tatapannya tetap sedingin biasanya, namun kali ini ada sedikit gurat kesedihan yang sulit untuk disembunyikan olehnya.

"Jangan pernah turun ke sana!" suaranya terdengar pelan namun menggema kuat ke seluruh penjuru Balai Takdir yang luas.

Lin Yuan mengerutkan kening karena bingung. "Kenapa? Bukankah sistem baru saja mengatakan Lantai Kedua telah terbuka?"

Komandan mengangguk pelan. "Benar, Lantai Kedua memang telah terbuka, tetapi itu bukan lagi tempat yang dulu."

Keheningan menyelimuti ruangan aula, sementara Lin Yuan merasakan bulu kuduknya perlahan berdiri akibat suasana yang semakin mencekam.

"Bukan lagi tempat yang dulu... apa maksudmu?" tanya Lin Yuan dengan suara bergetar.

Komandan memejamkan mata sesaat seolah sedang mengenang masa lalu.

"Dahulu, Lantai Kedua adalah tempat untuk menguji hati setiap pewaris. Di sanalah mereka belajar menghadapi ketakutan terdalam, mengalahkan penyesalan masa lalu, dan memutus belenggu yang selama ini mengikat mereka."

Nada suaranya perlahan berubah menjadi sangat berat. "Tetapi setelah perang besar itu terjadi, semuanya telah berubah menjadi sangat mengerikan."

Lin Yuan menangkap kata perang tersebut dan teringat bayangan peperangan yang pernah dia lihat di Dinding Kenangan sebelumnya.

Langit yang retak, lautan api yang membara, dan pendekar berjubah hitam yang berdiri tegak di depan sebuah gerbang raksasa.

Semuanya terasa saling berkaitan satu sama lain. Penjaga Makam menutup kedua matanya dengan ekspresi penuh kepedihan.

"Lantai Kedua saat ini telah dicemari oleh kekuatan yang sangat gelap," ucapnya dengan nada yang terdengar sangat lirih.

Lin Yuan menatap keduanya bergantian. "Siapa yang telah mencemari tempat suci ini?" tanyanya penasaran.

Komandan membuka matanya perlahan, tatapan emasnya dipenuhi kesedihan. "Bukan musuh luar ataupun penjajah yang melakukan perbuatan keji ini."

"Melainkan salah seorang pewaris Gerbang itu sendiri yang telah melakukan pencemaran tersebut," jawabnya dengan nada yang sangat berat.

Mata Lin Yuan membelalak lebar karena terkejut. "Salah seorang pewaris? Bagaimana mungkin seorang pewaris melakukan hal sekeji itu?" tanyanya.

Penjaga Makam mengangguk pelan. "Dahulu, ada seseorang yang dipilih oleh Gerbang dan dia memiliki bakat yang sangat luar biasa."

"Bahkan bakatnya jauh melampaui semua pewaris sebelumnya, tetapi sayangnya dia gagal dalam mengendalikan hati dan juga nafsunya sendiri."

Lin Yuan mengepalkan tangannya dengan kuat. "Lalu apa yang terjadi selanjutnya kepada pewaris berbakat yang telah gagal tersebut?" tanyanya.

Komandan menjawab dengan suara yang hampir menyerupai bisikan pelan. "Dia memilih jalan yang berbeda dari jalan pewaris yang seharusnya."

"Dia tidak lagi memangsa Takdir musuh-musuhnya, melainkan dia justru memilih untuk menelan Takdir miliknya sendiri secara paksa dan kejam."

Begitu kalimat itu terucap, Gerbang Pemakan Takdir di dalam jiwa Lin Yuan bergetar hebat hingga suara dentingan rantai menggema kuat.

KLANG!

Rantai-rantai emas berdenting tanpa henti, sementara suara sistem langsung berbunyi memberikan peringatan bahaya yang sangat mendesak.

[Peringatan Bahaya! Terdeteksi jejak energi tidak dikenal. Kategori: Takdir Tercemar. Harap meningkatkan kewaspadaan maksimal!]

Jantung Lin Yuan berdetak semakin cepat mendengar peringatan sistem tersebut. "Takdir ternyata bisa tercemar juga?" tanyanya di dalam hati kecilnya.

Belum sempat dia bertanya lagi, seluruh Balai Takdir mendadak berguncang hebat akibat sebuah benturan keras yang berasal dari dasar lorong.

DUUUM!

Suara benturan itu terdengar berulang kali, seolah ada sesuatu yang sangat besar sedang berjalan naik menuju ke arah mereka.

Perlahan namun pasti, setiap langkah kaki tersebut membuat dinding Balai Takdir bergetar hebat dan debu-debu kuno mulai berjatuhan lagi.

Komandan Bayangan Takdir langsung mencabut pedangnya dengan gerakan yang sangat cepat. SRAANG! Tatapan tenangnya kini telah berubah menjadi sangat tajam.

Penjaga Makam pun segera mengangkat tongkat batunya. "Dia sepertinya sudah menyadari kehadiran kita semua di tempat ini sekarang," ucapnya waspada.

Lin Yuan perlahan menggenggam pedang besinya, tatapannya tidak lepas sedikit pun dari lorong gelap gulita yang berada di depannya tersebut.

Lalu, dari dalam kegelapan yang sangat pekat itu, terdengar suara tawa pelan yang terdengar sangat serak dan penuh kegilaan.

"Hahaha..." Suara tawa itu menggema di seluruh aula, meskipun terdengar gila namun anehnya tetap terdengar seperti suara seorang manusia.

Tubuh Lin Yuan langsung menegang seketika, dia yakin bahwa pemilik suara misterius tersebut saat ini sedang berjalan mendekati mereka semua.

Tawa itu kembali terdengar semakin jelas dan dekat, setiap gema suaranya membuat dinding Balai Takdir terus bergetar tanpa henti.

Retakan-retakan kecil mulai muncul di lantai batu aula, sementara Lin Yuan mengangkat pedang besinya untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan.

Tatapannya menembus kegelapan lorong, namun dia tidak melihat apa pun selain kegelapan tanpa ujung yang sangat dingin dan mencekam.

Suara sistem segera berbunyi memberikan laporan mengenai aktivasi Mata Takdir untuk melakukan analisis terhadap area di sekitar.

[Mata Takdir aktif! Menganalisis area sekitar... Analisis gagal! Target tidak berada dalam jangkauan deteksi Takdir normal saat ini!]

Pupil mata Lin Yuan mengecil karena terkejut. "Analisis gagal? Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?"

Bahkan pria berjubah putih yang sangat kuat sebelumnya masih bisa dideteksi sebagai makhluk tanpa Takdir oleh sistem miliknya.

Namun kali ini, Mata Takdir bahkan tidak mampu menemukan keberadaan fisik dari lawannya yang sedang mendekat dari arah kegelapan lorong.

Komandan Bayangan Takdir menggenggam pedangnya semakin erat. "Jangan pernah gunakan Mata Takdirmu untuk melihat sosok yang berada di bawah sana!"

Lin Yuan menoleh dengan cepat. "Kenapa aku tidak boleh menggunakannya?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

"Semakin lama kau menatapnya dengan Mata Takdir, maka semakin besar pula peluang bagi dirinya untuk bisa menemukan keberadaan jiwamu sekarang."

Kalimat peringatan itu membuat bulu kuduk Lin Yuan berdiri tegak akibat rasa takut yang mulai merayapi seluruh tubuh miliknya.

"Menemukan jiwaku? Bukankah lawan itu sejak awal sudah mengetahui keberadaan kita semua di dalam aula ini?" tanya Lin Yuan bingung.

Penjaga Makam menjawab dengan suara yang terdengar sangat berat. "Yang dia rasakan sekarang hanyalah keberadaan Gerbang Takdir yang kau miliki."

"Tetapi kalau kau terus menggunakan Mata Takdir untuk melihatnya, maka dia akan berhasil menemukan letak jiwamu yang sebenarnya secara akurat."

Seketika itu juga, Lin Yuan segera mematikan fungsi Mata Takdir miliknya, dan kegelapan pun kembali memenuhi seluruh pandangan mata kanannya.

Namun anehnya, perasaan seperti sedang diawasi oleh sesuatu yang sangat jahat justru terasa menjadi semakin kuat daripada sebelumnya.

Tok... Tok... Tok...

Suara langkah kaki itu kembali terdengar, dan kali ini posisinya terasa sudah berada sangat dekat dengan mereka.

Dari dalam kegelapan lorong, perlahan muncul sebuah cahaya redup yang bukan berasal dari api ataupun energi spiritual yang biasa dia lihat.

Melainkan sepasang mata berwarna merah gelap yang perlahan terbuka lebar, menatap lurus ke arah mereka semua dengan tatapan sangat lapar.

Lalu, sebuah senyuman tipis muncul dari balik kegelapan, dan sesosok pria berjalan keluar dengan jubah yang sudah sangat compang-camping.

Rambut hitamnya menjuntai hingga ke pinggang, sementara separuh wajahnya tertutup oleh retakan hitam yang terus bergerak seperti makhluk hidup yang mengerikan.

Yang paling mencolok adalah di dada kirinya terdapat sebuah lubang besar yang menganga lebar tanpa ada jantung di dalam lubang tersebut.

Di dalam lubang itu tidak ada jantung manusia, melainkan yang berdenyut di sana hanyalah segumpal kabut hitam yang sangat pekat.

Pria itu menghirup udara dalam-dalam seolah sedang menikmati aroma di sekitarnya. "Sudah sangat lama aku tidak mencium aroma pewaris."

Tatapannya perlahan beralih lurus kepada Lin Yuan, dan senyumnya pun menjadi semakin lebar menyingkapkan deretan gigi yang tampak sangat tajam.

"Masih sangat muda, masih hidup, dan Gerbang itu benar-benar telah memilihmu sebagai pewaris barunya," ucapnya dengan nada yang mengerikan.

Lin Yuan tidak memberikan jawaban apa pun, naluri bertarungnya terus menjerit tanpa henti memberikan peringatan bahaya yang sangat besar.

Pria di depannya ini terasa jauh lebih berbahaya daripada siapa pun yang pernah dia hadapi selama berada di dalam Makam Takdir.

Komandan Bayangan Takdir melangkah maju ke depan, pedangnya diarahkan lurus ke arah pria misterius tersebut dengan tatapan mata yang tajam.

"Berhenti di sana! Kau tidak memiliki hak sedikit pun untuk keluar dari wilayah Lantai Kedua ini!" seru Komandan dengan tegas.

Pria itu tertawa pelan mendengar gertakan tersebut. "Kau masih tetap sama seperti dulu, selalu mematuhi aturan yang sudah sangat usang."

Dia melirik ke arah Penjaga Makam dengan tatapan meremehkan. "Lalu kau, masih setia menjaga makam yang sudah lama kehilangan tuannya?"

Penjaga Makam tidak terpancing oleh ejekan tersebut, tatapannya tetap dingin dan tenang. "Selama Gerbang masih ada, tugasku tidak akan pernah berakhir."

Pria itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis. "Kasihan sekali kalian semua, masih percaya bahwa Gerbang mampu menyelamatkan dunia yang hancur ini."

Mata merahnya kembali menatap lurus ke arah Lin Yuan. "Katakan padaku, apakah mereka semua sudah menceritakan kebenaran yang sesungguhnya kepadamu sekarang?"

Lin Yuan mengernyitkan dahinya karena merasa bingung. "Kebenaran yang sesungguhnya? Apa maksudmu dengan berkata seperti itu kepadaku sekarang ini?"

Pria itu mengangguk perlahan. "Bahwa setiap pewaris yang dipilih oleh Gerbang, pada akhirnya hanya akan berakhir menjadi santapan bagi Gerbang itu sendiri."

Begitu kalimat itu terucap, Gerbang Pemakan Takdir di dalam jiwa Lin Yuan bergetar hebat hingga suara dentingan rantai emas terdengar sangat keras.

KLANG! KLANG!

Rantai-rantai emas berdenting semakin keras, sementara suara sistem muncul dengan nada yang terdengar jauh lebih cepat daripada biasanya.

[Peringatan Bahaya! Target menyebarkan informasi yang bertentangan dengan inti warisan. Sistem tidak dapat memverifikasi kebenaran dari pernyataan tersebut!]

Lin Yuan membeku seketika karena terkejut. Sistem miliknya ternyata tidak memberikan bantahan terhadap ucapan yang baru saja dilontarkan oleh pria tersebut.

........

Bersambung...

1
Hadi Hadi
😍😍😍💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
bantai 💪
nanonano
bab mengulang lagi
nanonano: ada 2 bab yang mengulang thor. judul bab beda tp isi sama dengan bab sebelumnya
total 2 replies
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪
Otna Forever: Makasih, sehat selalu 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!