Di jaman kerajaan, Putri Lexi adalah istri kesayangan kaisar Qin, karena kasih sayang kaisar Qin terhadap putri Lexi mumbuat para selir iri. Puncak kemarahan para selir adalah ketika putri Lexi akan di angkat menjadi permasuri. Dengan dendam yang membara para selir menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh putri Lexi. Pembunuhan pun terjadi namun jiwa putri Lexi time travel ke era modern dimana jiwanya masuk ke tubuh bernama Lexiani yang selalu di bully karena tubuhnya yang subur. Akan kah putri Lexi bisa bertahan di era modern ??
Kalo penasaran yuuuk simak novel ini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cucu Nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sebuah Ketulusan
Hari hari Lexi sekarang sudah berwarna, dia menikmati masa masa remajanya.
Teman teman sekelasnya sudah mulai menghormati dan berteman dengan Lexi.
Lexi sekarang sudah mengikuti arus gaya teman temannya. Namun dia masih tak bisa hilang, kebaikan dan keluguannya.
Beberapa hari ini Lexi merasa aneh, karena Hendra sudah beberapa hari ini tidak masuk sekolah.
Lexi : Dera sepertinya kita sudah lama tak melihat Hendra.
Dera : aduuuh ngapain sih ngurusin orang itu, aku tuh benci ama dia, dia yang suka membully mu.
Lexi : haaiiis jangan begitu, nanti cantikmu hilang, tuh lihat kerutan di dahimu muncul, candanya.
Dera : apaa aku ada kerutan ??? Dia langsung berlari ke kamar mandi untuk bercermin.
Sementara Lexi tertawa melihat Dera yang panik karena kerutan di wajahnya.
Sepulang sekolah Lexi tidak langsung pulang ke rumah, tapi dia datang mengunjungi rumah Hendra. Dengan cepat dia naik taxi untuk menuju ke rumah Hendra.
Rumah Hendra sangat besar, mungkin Hendra arogan dan usil karena dia anak orang berada. Di depan gerbang Lexi memijat bel, nunggu beberapa menit baru ada seorang paruh baya datang dengan tergopoh gopoh.
" nona mencari siapa?"
Lexi : maaf paman apa ini rumahnya Hendra?
Paman : betul, ayoo masuk lebetulan Hendra ada di dalam.
Lexi masuk rumah Hendra, saat bertatap muka dengan Hendra, Hendra sangat terkejut.
Hendra : Lexi mengapa datang kemari?
Paman : Hendra, alangkah baiknya, temannya di suruh duduk dahulu.
Hendra : baik Paman terimakasih.
Mereka pun duduk di ruang tamu yang begitu luas.
Lexi : maaf aku datang mendadak, aku menghawatirkan mu karena kamu tak ke sekolah berhari hari.
Hendra menunduk sedih dia bingung harus berkata apa, karena keluarganya sedang terpuruk.
" terimkasih, kamu orang pertama yang mengunjungiku. keluargaku sedang kena musibah, ayahku sakit, dan ibuku juga sakit karena perusahaannya bangkrut."
Lexi : aku turut prihatin Hendra, apa yang bisa ku bantu agar bisa meringankanmu.
Hendra makin terkejut, dia sangat malu pada Lexi karena dia selalu membullynya.
Hendra : Lexi aku tak pantas di bantu olehmu, aku malu sama kamu.
Lexi : yang lalu jangan diungkit lagi, kita adalah teman.
Hendra : terimakasih Lexi, kedatanganmu adalah obat buatku saat ini. Karena dapat meringankan bebanku.
Hendra
Lexi : kamu jangan sungkan, ayoo apa yang bisa ku bantu? Apa aku boleh melihat ayah dan ibumu?
Hendra mengangguk dia mengajak Lexi ke kamar orang tuanya.
Saat Lexi masuk terlihat kedua orang tua Hendra wajahnya tampak pucat, dia sedang di kompres oleh kain handuk basah.
Lexi : apa sudah di bawa ke dokter?
Hendra : belum, aku bingung tak punya biaya untuk sekarang.
Lexi mengeluarkan Kartu ATM, " hendra bawalah orang tua mu ke dokter, di kartu ini ada uang cukup buat membawa kedua orangtuamu ke Dokter.
Hendra termenung, dia bingung apakah harus di ambil atau tidak bantuan dari Lexi.
Jujur dia sangat malu terhadap Lexi yang begitu baik padanya.
Hendra semakin menyesal telah membully Lexi sangat lama. Bila waktu bisa di putar dia tak ingin membully Lexi lagi.
Ini adalah sebuah ketulusan dan kebaikan seorang gadis yang selalu di bully dan dikasari oleh Hendra. kedepannya Hendra berjanaji akan bersikap dan membela Lexi.
Cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada nama, tempat yang sama author mohon maaf yaa
Jangan lupa like dan comentnya...