allea aulia ghassani gadis dewasa berusia 22 tahun.. yg di jodohkan dengan pria..dingin..cuek agak kasar yang bernama abraham bayu aji wijaya keduanya di jodohkan karena janji kedua orang tua mereka apakah kehidupan rumah tangga mereka akan harmonis,kisah cinta yg berawal dari benci karena suaminya telah memiliki kekasih sebelumnya bagaimana kah kisah allea apakah akan berakhir bahagia ataukah menyakitkan dan berujung perceraian... simak kisah nya.. check this out..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evoy yoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERKUNJUNG
Sore harinya sepulang Bram dari kantor ia langsung masuk ke dalam rumah.
"bersih, wangi, Allea bener-bener bersih, dia berasa jadi pengantin baru rupanya" Bram tertawa licik
Bram membuka kulkas dan mengambil air minum botolan lalu ia meminumnya.
"kruyuuuuk" suara perut Bram.
"siall.. laper lagi tadi di jalan ga laper sampe rumah malah laper" gerutu Bram dalam hatinya.
samar-samar ia mendengar Allea sedang bersenandung di kamarnya Bram terdiam di depan pintu kamar Allea, matanya terpejam seolah menikmati suara Allea yang sedang menyanyi. tiba-tiba Allea keluar dari kamarnya betapa terkejut ia mendapati Bram yang sudah berdiri di depan kamarnya.
"astagfirullah ...! mas, bikin kaget ajah" Allea terkejut ia memegang dadanya yang berdegup kencang karena terkejut.
"emang lo ga masak?" tanya Bram ke Allea
"gak..! nanti klo aku masak percuma mas ga bakal makan." Allea menjawab seenaknya.
"heummm" Bram memandang Allea dengan dingin .
"bikinin gue mie instan gue lapar, lagian juga gue males ke cafe bawah, cepetan ga pake lama.." Bram meninggal kan Allea
"mas tunggu....!!" Allea mengejar braym yang sudah mau masuk ke kamarnya
"apa lagi...???!!" Bram menjawab dengan kesal
tiba-tiba Allea meraih tangan Bram dan bersalam mencium tangan bram, Bram terkejut atas sikap Allea
"aku di ajarin orang tuaku untuk selalu cium tangan ke suami sebelum ia berangkat ke kantor dan sepulang ia dari kantor, walaupun sang suami tidak suka.." Allea tersenyum manis ke Bram, Bram terdiam sesaat memandang wajah Allea.
"o.. oke.." Bram terlihat canggung ia segera masuk ke kamar nya sendiri .
"Bram, Bram ngapain lo bengong kek orang bego begitu emang istri mah kudu cium tangan ke lakinya" Bram menggerutu dalam hati sambil membuka dasinya, tak lama berselang Allea mengetuk kamar Bram.
"tok..tok...took." Allea mengetuk dengan hati-hati
"mas, mie nya udah siap" Allea memberitahukan ke Bram.
"iyaa ntar gue makan" sahut Bram dari dalam kamar.
Allea hanya diam dan ia pun segera masuk ke kamarnya sendiri.
Selang beberapa menit Bram keluar dan menyantap mie instan yang telah di buatkan oleh Allea ia memandang ke kamar Allea.
"hmm, cewek polos atau pura-pura polos" Bram melanjut makannya setelah selesai ia kembali ke kamarnya untuk beristirahat
Pagi itu adalah hari sabtu jam /6 pagi Bram sudah mengetuk kamar Allea dengan cepat Allea membuka pintu kamarnya.
"ada apa mas?" tanya Allea
"cepetan mandi dandan kita di suruh ke rumah mami" singkat Bram ia kembali meningglkan Allea dan masuk ke kamarnya
Jam 8 pagi Bram sudah rapi dan wangi ia bersiap untuk kerumah orang tuanya pagi itu karena setelah menikah Bram belum berkunjung ke rumah orang tuanya dan juga orang tua Allea.
"llea, cepetan gue nunggu di depan lift.." suara Bram meninggi.
"iyaa nanti aku nyusul" Allea cepat-cepat menyelesaikan dandanannya dan ia bergegas menuju lift karena Bram sudah menunggu Allea di sana.
Allea berjalan menghampiri Bram saat itu Allea berdandan sangat simpel namun elegan. ia mengenakan Levis agak menggantung ia mengenakan kemeja berwarna biru langit, ia juga mengenakan sepatu heelsnya yang berwarana hitam Allea berjalan tergesa-gesa, rambutnya yang panjang dan hitam ia biarkan tergerai, tas di tangannya pun masih belum dengan benar ia pegang karena ia sibuk memakai jam tangannya.
Bram terdiam melihat Allea, tanpa sadar Bram tersenyum manis melihat Allea pagi itu.
"ehh ngapain gue kek begitu ke Allea" Bram sadar akan tingkah nya itu.
"ayoo mas" Allea mengajak Bram untuk segera naik ke lift, di dalam lift Bram melirik ke Allea berkali kali ia merasa aneh dengan sikapnya pagi itu kenapa matanya tak henti-hentinya melirik ke Allea.
Sesampinya di rumah mami Ajeng Semua keluarga Bram menyambut hangat kedatang Allea.
"Allea ...! kamu tambah cantik" puji mami ke Allea.
"Allea gimna, betah ga tinggal sama Bram??" tanya papi ke Allea.
"betah pi, mas bram baik, perhatian ke Allea" sahut Allea.
"pastinya dong, Bram gitu loh.. , iyaa kan sayang" Bram memeluk pinggang Allea. Allea hanya tersenyum
"lagi lagi harus berpura-pura" bisik dalam hati Allea.
Setelah berbincang-bincang Allea membantu mami memasak di dapur.
"llea, Bram pernah kasar ga ke kamu" tanya mami ke Allea
"heumm, enggak kok mi, mas Bram baik." Allea menjawab pertanyaan mami sambil memberikan senyumnya.
"Alhamdulillah, sepertinya Bram udah mulai menerima perjodohan ini," bisik hati mami.
tiba-tiba Bram masuk ke dapur dan mengalungkan tangan ke leher Allea, Bram memeluk Allea dari belakang
"sayang kamu masak apa..!?" tanya Bram kepada Allea
"hmm kata mami ini kesukaan kamu, semur daging sapi" Allea menoleh ke Bram yang ada di belakangnya wajah mereka sangat dekat.
"ohh okee yang enak yaa" Bram melepaskan pelukannya ia terlihat gugup mendapatkan tatapan dari Allea
mami yang melihat hanya tertawa bahagia.
"sumpah, muak banget lihat kelakuan Bram, pengen cepet-cepet pulang, untuk apa dia romantis sama gue tapi kenyataannya cuma pura-pura"gerutu Allea tanpa henti.
Sementara itu Bram cepat-cepat masuk ke toilet dan mencuci mukanya.
"siall sejak kapan si allea punya mata tajam kek bgitu dan bikin gue grogi." gerutu Bram.
"hahaha.. ayolah bram.. singkirkan Allea dari pikiran elu".
lagi-lagi Bram berbicara dengan diri sendiri,ia tak menyadari ia mulai merasa tertarik pada Allea namun ia masih menyangkal akan perasaan yang perlahan mulai ada dalam hatinya
.