NovelToon NovelToon
Mendadak Menikah

Mendadak Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:734.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dek La

Sekuel Terpaksa Menikah.

Yang langsung mau baca season dua juga boleh, ada di sini semua ya gaes.

Chelsi Amira Putri berusaha menghindari perjodohan yang dibuat oleh ayahnya. Namun, dia malah terjebak dalam kesalahannya sendiri. Dia menjadikan Alaska Lencana kambing hitam untuk menolongnya agar terhindar dari perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Khilaf Lagi

Dua manusia berbeda jenis kelamin memilih masuk ke dalam kamar masing-masing setelah terjadi perdebatan kecil. Amira meminta bertukar kamar menjadi kamar milik Laska, tetapi pria itu menolak karena tak ingin barang-barangnya hilang. Hingga akhirnya Amira merajuk dan masuk kamar lebih dulu. Pria yang saat ini duduk di tepi ranjang hanya bisa membuang napas kasar, dia lelah dengan sikap kekanak-kanakan Amira.

Laska ingin tak peduli, tetapi hatinya tak bisa. Akhirnya dia memunguti barang-barang yang dirasa penting dan menaruhnya di dalam lemari. Setelah itu Laska keluar, pastinya untuk membujuk Amira.

“Amira,” panggil Laska sembari mengetuk pintu kamar yang terbuat dari kayu ini.

“Amira!” Masih belum ada jawaban, sepertinya sanga empu benar-benar merajuk.

Huff. Helaan napas Laska terdengar jelas, pria itu memilih duduk di sofa depan pintu kamar Amira, seraya menunggu gadisnya keluar.

Sedangkan gadis yang berada di dalam ruangan bernuansa merah muda, kini tengah asyik mendengarkan musik dari earphone. Berjoget-joget hingga terjatuh, Amira lakukan itu terus menerus.

Bukannya merajuk dia tak membuka pintu, tetapi karena tidak dengar. Inilah salah satu kebiasaan Amira kalau sedang galau.

“Asekkk, tarik jos!” teriaknya sembari melompat-lompat di kasur.

Akbar yang mendengar teriakan gadis itu merasa khawatir. Berulang kali dia menempelkan telinga di daun pintu, untuk mendengar suara orang di dalam. Namun tak terdengar suara apa-apa.

“Amira, buka pintunya!” teriak Laska sambil mendorong-dorong pintu.

Masih nihil. Dengan kekuatan yang cukup, Laska mendobrak pintu kamar tamu miliknya. Hingga terlihat jelas aktivitas Amira yang tengah berguling sembari tersenyum menikmati alunan lagu. Bahkan gadis itu tak sadar jika ada yang memerhatikan.

“Kalau dipanggil itu nyaut,” ketus Laska sambil menarik earphon Amira.

“Is, Om apa-apaan sih?” amuk sang istri.

“Pindah,” titah Laska, Amira segera menggeleng.

“Aku gak mau! Uda kembaliin itu!”

“Gak akan!”

“Om!” Amira memasang wajah cemberut.

“Apa? Mau aku bikin lebih hamil?!”

Keduanya nyaris terdiam dengan pikiran masing-masing. Amira mulai membayangkan yang tidak-tidak, sedangkan Laska memalingkan wajah karena malu.

Mendengar decapan dari bibir Laska, membuat Amira langsung menoleh sambil menelan ludah sendiri. Bayangan-bayangan adegan berciuman mulai memenuhi ruang pikirannya.

“Kamu—“

Cup

Mata Laska melotot sempurna saat merasakan benda kenyal menempel di bibirnya. Tampak jelas mata sipit milik Amira tengah terpejam, menikmati setiap apa yang dia lakukan. Ingin sekali Laska mendorong tubuh mungil ini, tetapi kalah telak karena Amira sudah lebih dulu membawanya ke dalam kenikmatan. Bahkan gadis itu mendorong tubuh Laska hingga terjatuh ke ranjang.

Sepuluh menit Amira menciumi Laska hingga akhirnya gadis itu melepaskan dan bangun dengan perasaan campur aduk. Dia sudah seperti sugar baby, sangat brutal.

“Emm, itu tadi khilaf om,” ucapnya seraya mengusap bibir.

“Kamu ....”

“Aku duluan!” Amira langsung berlari keluar kamar meninggalkan Laska. Gadis itu melesat hingga masuk ke dalam kamar sang suami dan langsung mengunci pintunya.

Laska mendecih sambil mengusap bibir, pria itu terus memegangi bibirnya yang tampak bengkak karena ulah Amira. Astaga, Laska tak bisa membayangkan apa yang terjadi barusan. Dia seperti pelacur yang siap dimangsa oleh Amira.

“Dasar gadis bar-bar plus mesum!” umpatnya dalam hati.

**

Langit hitam bertabur bintang bergemerlap menjadi saksi kesetiaan janji sepasang suami istri. Akbar dan Kia tengah duduk santai tapi romantis di balkon. Wanita dan pria yang sudah memasuki usia empat puluh empat tahun, bersikap layaknya pasangan yang sedang kasmaran.

Memeluk, mencium dan memberikan kehangatan Akbar lalukan membuat Kia nyaman berada di dalam pelukannya.

“Umi merasa, Laska begitu tertekan dengan pernikahan ini, Bi.”

“Kita tidak bisa berbuat banyak. Semua ada di tangan Alaska, yang terbaik untuk masa depannya. Kita hanya bisa mendoakan anak-anak untuk menjadi lelaki bertanggung jawab,” ucap Akbar sembari mengusap pucuk kepala Kia yang terbalut hijab.

Sang istri terdiam, dengan pikiran tak menentu. “Menurut Abi menantu kita itu seperti apa?”

“Dia cantik, baik, dan tentunya ceria. Laska yang menceritakan semuanya di kantor. Tapi sayang, kekurangan gadis itu banyak, salah satunya tak bisa memasak,” jelas Akbar.

“Hais, memasak itu bisa dilakukan kapan saja. Maksud Umi, sikapnya tampak aneh. Apalagi pas Umi nanyai usia kandungannya.” Kia menampilkan wajah bingung sekaligus cemberut.

“Jelas Umi, dia ‘kan malu. Kita sebagai orang tua hanya bisa mensupport keduanya.”

“Hmm iya Abi.”

Keduanya kembali menikmati bintang, dengan sentuhan angin yang bergerak liat menerjang tubuh mereka. Dingin mulai menjalari tulang-tulang Akbar, pria itu semakin mendekap istrinya.

“Masuk yuk, di sini dingin. Sekalian ehem-ehem,” ucapnya sambil cengengesan, tentu saja mengundang kemarahan sang istri.

“Kamu ini gak ingat umur!” amuk Kia.

“Selagi bisa kenapa enggak.” Kia tersenyum mendapat godaan dari sang suami. Mereka segera masuk dan menutup pintu balkon.

**

Pukul 01.00 pas, Amira terbangun karena kebelet pipis. Dia berlari mendorong pintu kamar mandi dengan kasar, setelah itu membuang hajatnya.

Karena merasa lapar, Amira berniat turun untuk membuat mie rebus. Lagi-lagi dia harus mengurungkan niat karena takut, terutama setelah mendengar gonggongan anjing tetangga yang ditugaskan untuk menjaga rumah mereka.

“Aduh, gimana ya.” Amira bolak balik sambil memegangi perut yang sudah terasa sakit. Dia memang belum makan sejak kembali dari belanja bersama Cinta karena masih kenyang. Dan efeknya terjadi malam, dia kelaparan.

“Apa bangunin om Laska ya?” tanyanya pada diri sendiri. Lalu meraih benda pipih berbentuk persegi panjang dari nakas.

Takut-takut Amira berjalan ke depan pintu kamarnya dulu. Mengetuknya pelan namun tak ada jawaban. Kini lebih kencang tetapi hasilnya tepat sama, nihil. Sepertinya pria di dalam sana tengah tertidur pulas.

“Om Laska!” panggil Amira setengah berteriak.

“Om!”

“Om!”

Terus Amira berteriak hingga akhirnya pintu berwarna cokelat tua itu terbuka.

“Apa sih? Ganggu orang tidur saja!” ketus Laska sambil mengucek-ngucek mata.

“Laper,” ucap Amira dengan nada manja sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya.

“Terus?”

“Buatin mie rebus,” pinta Amira sambil mengedip-ngedipkan matanya yang sukses membuat Laska jijik.

Dengan terpaksa bahkan sangat terpaksa Laska menuruni anak tangga. Berulang kali dia menguap karena merasa masih mengantuk. Sedangkan Amira, mengekor di belakang sambil memegang ujung baju Laska.

Mengambil mie, sawi dan telur. Laska kembali ke dekat kompor. Menghidupkan api, setalah itu dia menaruh panci di atasnya.

“Kamu ngapain ngikutin saya terus?” tanya Laska dengan perasaan kesal sebab Amira masih mengintil di belakang. Sungguh membuatnya risi.

“Hehehe takut,” jawab Amira sambil cengengesan.

Lima belas menit menunggu, akhirnya mie rebus matang. Karena merasa sangat lapar, Amira makan dengan sedikit cepat. Mengundang ke-tidak-percayaan Laska.

“Kamu lapar?” tanyanya basa basi.

“Hmm, iya. Aku tadi tidak makan malam Om.” Amira sudah meletakkan mangkuk kembali di meja. Lalu dia mengambil gelas dan menuang air minum.

“Ini mie saya, buat kamu,”

“Wah, rezeki anak salihah. Makasih Om baik, tampan dan segala-segalanya,” ucap Amira penuh pujian. Justru membuat Laska ingin muntah.

“Tapi boong! Hayu!” teriak gadis itu lagi. Sukses membuat sang empu mengamuk dan siap menggetok kepala dengan piring.

 

1
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
CEWEK LEMAH,BODOH DAN EGOIS..MENGORBAN KAN SAHABAT DEMI KEBAHAGIAAN SENDIRI,APA ITU YG NAMANYA SAHABAT,Pantes aja Laska dan juga Alfha gak tertarik sama kamu,kayak cewek murahan..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa peran Amira disini kayak cewek tukang pengemis sih,Kesel aku lama2..
Qaisaa Nazarudin
MENDING BERSAMA DENGAN ORANG YG MENCINTAI KUTA DARI ORANG YG KITA CINTAI MIRA..DI CINTAI DIA AKAN MERATUKAN KITA DLM ISTANA CINTANYA, SEDANG KAN MENCINTAI KITA YG AKAN TETLUKA KARNA TDK PERNAH DI ANGGAP,CINTA ITU TDK BISA DIPAKSA.
Kamu masih muda,Kamu juga cantik,kamu juga gak benaran hamil kan,terus kenapa harus ngemis2 cinta sama orang..
Qaisaa Nazarudin
Kalo udah tau begini,Kalo aku jadi Amira, Bikin perasaan Laska jungkir balik, Setelah itu tinggalkan dia,Biar tau rasa,kalo emang dia suka biarkan dia yg ganti berjuang mendapatkan hati mu..
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampe menjilat ludah sendiri..Aku sih gak apa2 Kalo bilang gak CINTA, Bisa aja seiring waktu dan dengan seringnya bersama,bisa saling MENCINTAI,Tapi jangan bilang KAMU BUKAN TIPE KU,Aku gak terima aja,Seakan hina banget seorang isteri di bilang gitu,Sedang kan ntar hujung2 nya kamu sendiri yg Bucin dan jilat Ludah sendiri..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Rasain tun Glora emang enak di tolak mentah2 , Kepedean banget..
Qaisaa Nazarudin
Ya salam..Semakin di hindarin kok malah makin dekat aja..
Qaisaa Nazarudin
Sholat..
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini Laska kan..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Alaska akan balas dendam nih akibat Amira menjebaknya dlm pernikahan..
Qaisaa Nazarudin
Kasian Laska yang gak tau papa langsung dapet nogem mentah..Ckk Amira..
Azizach
Q terharu sama benda panjang berwarna putih ada kepalanya trus ad daunnya 2🤣🤣
Nur Adam
lnjht
said191
lanjutan'a mna ya?
Eva kusrini
gaje singkatan ga jelas... semangat
Gratika Anandita
Aku juga pernah bahkan sampai hampir 3 tahun, walaupun seminggu/ 2 minggu sekali ketemu tergantung kesibukan suami dulu. Rasanya ya nano nano deh. Cuma kuncinya 3, yaitu komunikasi, kepercayaan dan kejujuran klo lagi LDR-an. jika menerapkan 3 hal itu insya allah semua akan akan terkendali saat LDR-an.
Gina Putri Dental
ringan ja kak
Gina Putri Dental
Amira bikin ngakak 😂😂
Gina Putri Dental
Amira
awas Lo bucin sama om om 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!