Agnes Agatha Delano seorang gadis yang sangat cantik, baik hati dan sangat pintar karena kecantikannya membuat adik tirinya iri hati karena pria yang selama ini dikejarnya ternyata lebih memilih kakaknya dari pada dirinya.
Hingga adiknya mempunyai rencana licik dan kejam dengan cara mengajaknya pergi ke pesta ulang tahun temannya di sebuah hotel. Adiknya memberikan minuman yang sudah diberikan sesuatu, tanpa curiga kakaknya meminumnya hingga habis.
Di bawah pengaruh obat adiknya beserta teman - temannya membawa ke kamar dan diberikan ke pria yang sudah sangat berumur, keberuntungan menghampiri Agnes dirinya berhasil kabur dari kamar tersebut.
Agnes keluar dari hotel dan bertemu dengan sopir pribadinya hingga terjadilah cinta satu malam bersama sopir pribadinya.
Akankah mereka bersatu dalam pernikahan setelah mengetahui bahwa sopir pribadinya ternyata seorang mafia yang amat kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wasiat Dari Tuan Alex
" Itulah manusia yang tamak tidak akan pernah puas." Ucap Romi
" Bagaimana keadaan adik tiriku paman?" tanya Agnes
" Adik tiri nona mengalami koma dan ada beberapa tulang yang patah dan membutuhkan perawatan." Ucap Romi menjelaskan!
Agnes hanya menganggukkan kepalanya kemudian berpamitan dengan paman Romi menuju ke kamar ayahnya.
ceklek
Agnes duduk di ranjang sambil memeluk foto figura ayahnya.
" Ayah, kenapa tidak pernah memeluk Agnes padahal Agnes sangat menging.-inkan pelukan ayah." ucap Agnes dan tidak berapa lama air matanya keluar membasahi pipinya yang mulus karena lelah Agnes berbaring di ranjang milik orang tuanya dan tidak berapa lama Agnes terlelap.
xxxxxxx
Pagi ini Agnes, kepala pelayan, pengacara keluarga dan paman Romi duduk diruang keluarga beserta penghuni mansion.
" Saya akan membacakan wasiat dari tuan Alex." Ucap pengacara keluarga.
" Dalam surat wasiatnya, tuan Alex menyerahkan seluruh aset kekayaannya berikut perusahaannya untuk diserahkan ke putrinya yang bernama nona Alena Delano sedangkan untuk nona Agnes Agatha Delano mendapatkan rumah minimalis yang ditempati sekarang, mobil dan uang tunai dua puluh milyar." Ucap pengacara keluarga.
Semua orang saling memandang seakan tidak percaya tuan Alex tega dengan nona Agnes. Nona Alena yang sangat sombong, angkuh dan berbuat semena - mena mendapatkan warisan yang sangat banyak lebih dari sembilan puluh lima persen sedangkan nona Agnes yang sangat baik hati dan suka menolong mendapatkan warisan tidak sampai lima persen.
" Paman, uang tunai yang dua puluh milyar aku ingin sepuluh milyar untuk penghuni mansion dan juga termasuk sopirku bernama Ponimin dan pelayan yang bernama Lastri berdasarkan berapa lama mereka bekerja, untuk paman Romi mendapatkan empat milyar karena paman Romi asisten setia dan orang kepercayaan ayahku dan sisa enam milyar untuk diberikan ke berbagai panti asuhan dan juga orang - orang yang membutuhkan pertolongan." Ucap nona muda Agnes.
Semua orang sangat terkejut mendengar ucapan nona muda Agnes yang tidak silau dengan harta.
" Jika nona tidak menerima uang dua puluh milyar nona hanya mendapatkan rumah sederhana dan mobil apalagi tuan Alex menyerahkan uang itu untuk nona." Ucap pengacara.
" Benar apa yang dikatakan pengacara nona, apalagi dengan uang dua puluh milyar nona bisa membayar uang sekolah hingga lulus kuliah dan biaya hidup." Ucap Romi.
Romi bukanlah tipe orang yang matre atau silau dengan harta apalagi harta milik orang lain karena orang tuanya mengajarkan tentang kebaikan.
" Tidak apa - apa paman kebetulan aku sering menerima hadiah uang dari lomba yang diadakan di sekolah ataupun di luar sekolah dan mengenai biaya sekolah aku mendapatkan beasiswa jadi hanya mengeluarkan uang sedikit. Aku rasa tabungan ku cukup untuk sehari - hari." Ucap nona muda Agnes.
Mereka terdiam tapi dalam hatinya sangat salut dan bangga dengan Agnes yang bukan gadis mata duitan.
" Paman, bolehkah aku mengambil foto ayah dan ibuku karena aku sangat merindukan orang tuaku." ucap Agnes dengan wajah sendu.
" Silahkan nona." Jawab Romi
" Kalau begitu Agnes minta ijin setelah mengambil foto Agnes akan pulang ke rumah." Ucap Agnes sekalian berpamitan.
" Baik nona, semoga nona sukses selalu dan hati - hati." ucap Romi
" Amin." Jawab Agnes
" Amin." Jawab semua penghuni mansion bersamaan dengan Agnes.
Agnes membalikkan badannya dan berjalan ke kamar orang tuanya untuk mengambil foto mereka. Setelah mengambil Agnes keluar dari kamar orang tuanya dan keluar dari mansion tempat dirinya dulu tinggal sejak masih bayi.
Enam Bulan Kemudian
Sejak kejadian jatuh dari tangga Alena mengalami koma selama lima bulan hingga di bulan ke enam Alena baru tersadar dari komanya.
Alena membuka matanya dan melihat Romi asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan ayahnya tuan Alex.
" Di mana aku!" tanya Alena
" Nona ada di rumah sakit, nona mengalami koma selama enam bulan akibat terjatuh dari tangga." Ucap Romi menjelaskan.
hening
hening
" Bagaimana dengan ayahku?" tanya Alena setelah berhasil mengingatnya apa yang telah terjadi waktu itu.
" Tuan Alex meninggal dan sudah dikuburkan enam bulan yang lalu." Ucap Romi.
" Apa??? bagaimana mungkin?" tanya Alena dengan nada terkejut
" Tangganya lumayan tinggi nona dan beberapa tulang milik tuan Alex mengalami patah tulang akibat terjatuh." Ucap Romi
" Aku ingat waktu kami turun dari anak tangga kami menginjak lantai anak tangga sangat licin pasti ada seseorang yang sengaja mencelakakan kami." ucap Alena dengan tatapan penuh dendam.
" Benar nona dan pelakunya adalah ibu nona." Ucap Romi
" Apa??? bagaimana mungkin ibu setega itu padaku?" pekik Alena
" Itulah yang terjadi nona." Jawab Romi.
" Apakah ibuku sudah di tangkap?" tanya Alena dengan tatapan penuh kebencian.
" Sudah nona dan sudah di penjara selama lima belas tahun." Ucap Romi
" Hukuman lima belas tahun aku rasa itu terlalu ringan. Aku ingin ibuku mendapatkan hukuman mati bagai mana pun caranya karena telah membunuh ayahku juga membuatku sampai koma." Ucap Alena dengan menahan amarahnya.
" Baik nona." Ucap paman Romi dengan nada terkejut.
" Paman tahu seharusnya enam bulan yang lalu kami keluar dari kamar berencana mau mencoba gaun pengantin karena seminggu lagi kami akan menikah tapi ibu sangat jahat membuat orang yang aku cintai meninggal dan aku mengalami koma jadi sudah sepantasnya ibuku di hukum mati." ucap Alena dan tidak berapa lama air matanya keluar.
" Lalu bagaimana dengan semua harta milik ayahku?" sambung Alena mengubah kesedihan menjadi serius.
" Semua atas nama nona sesuai permintaan nona waktu tuan masih hidup." Ucap paman Romi dengan nada terkejut karena secepat itukah perubahan pada wajahnya? apakah nona Alena mempunyai kepribadian ganda pikir Romi.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
" Alena sayang, ayah lagi horni nih kita main lagi yuk?" bujuk ayahnya.
" Kita main tapi dengan satu syarat aku ingin semua aset milik ayah berikut perusahaan? atas namaku bukan nama ibuku ataupun atas nama kakak tiriku." ucap Alena
" Baiklah sayang, ayah akan lakukan sekarang." Ucap ayahnya patuh
xxxxxxx
Tanpa sepengetahuan ayahnya Alena meminta bantuan dukun agar ayahnya selalu patuh terhadap dirinya dan menuruti apapun permintaannya. Alena mengetahui hal seperti ini dari temannya yang mengatakan ayah tirinya selama ini selalu jahat dan suka menyiksa ibunya hingga akhirnya ibunya pergi ke dukun dan hasilnya ayahnya sangat patuh terhadap ibunya dan tidak pernah menyiksanya lagi.
xxxxxxx
" Ayah hubungi paman Romi baru aku memberikan servis yang sangat memuaskan." ucap Alena
Tuan Alex pun menghubungi asisten kepercayaannya untuk datang ke mansion. Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya paman Romi datang ke mansion.
" Aku ingin semua aset milik ku berikut perusahaan atas nama putriku Alena Delano." Ucap tuan Alex
" Apa?? bagaimana dengan nona Agnes Agatha Delano?" tanya Romi dengan nada terkejut.
" Untuk nona Agnes Agatha Delano mendapatkan mansion baru dan rumah minimalis yang ditempati sekarang, mobil dan uang tunai dua puluh milyar." ucap tuan Alex
Tuan Alex kini sudah tidak membenci Agnes karena tuan Alex sudah mencintai Alena yang masih kecil dan sangat tidak pantas karena masih sekolah dasar tapi tuan Alex tidak perduli jika dirinya di sebut pedofil.
" Aku tidak setuju ayah." ucap Alena
" Kenapa tidak setuju? bukankah bagianmu lebih banyak dari punya kakakku?" tanya tuan Alex dengan nada terkejut begitu pula dengan Romi.
" Memang benar tapi mansion baru itu aku masih suka dengan mansionnya jadi aku tidak mau mansion itu diberikan oleh kakak. Jadi kakak hanya mendapatkan rumah minimalis yang ditempati sekarang, mobil dan uang tunai dua puluh milyar." ucap Alena
Tuan Alex hanya menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menatap Romi.
" Lakukan apa yang dimintanya dan juga siapkan pernikahanku secara sederhana." Ucap tuan Alex
" Apa?? ayah mau menikah lagi aku tidak setuju." Protes Alena
" Apa tuan mau menikah lagi?" tanya Romi dengan nada sangat terkejut.
" Aku ingin bercerai dengan istriku ibunya Alena dan menikah dengan putriku Alena." Ucap tuan Alex tanpa memperdulikan ucapan Alena dan asisten pribadinya.
" Maaf tuan, apa tuan tidak salah nona Alena masih kecil dan juga masih sekolah dasar." Ucap Romi.
" Paman tidak usah ikut campur lakukan apa yang di minta ayahku." Ucap Alena
" Kamu dengar apa yang dikatakan oleh calon istriku?" tanya tuan Alex
" Baik tuan." Jawab Romi pasrah walau dalam hatinya ingin memaki bosnya yang tidak mempunyai otak sama sekali.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Bagus aku suka cara kerja paman." Ucap Alena memuji paman Romi.
" Sekarang urus semua administrasi kita pulang ke mansion sekarang." Ucap Alena
" Baik nona." Jawab Romi.
Romi pun mengurus semua biaya rumah sakit dan kini mereka sudah sampai di mansion. Alena menikmati kekayaannya ayah tirinya dan malas untuk belajar.
Enam Bulan Kemudian
" Paman Romi aku tidak naik kelas, minta kepala sekolah menaikkan kelasku." Perintah Alena
" Baik nona." Jawab Romi
Alena pun pergi meninggalkan paman Romi dan bersenang - senang dengan teman - temannya membuat Romi menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Sampai kapan aku harus bertahan bekerja dengan nona Alena sepertinya aku harus mencari pekerjaan lain." Ucap Romi sambil berjalan meninggalkan mansion.
Siapa dia
oleh pawang masing²🤭