Sebelum membaca mari jadikan favorit biar tidak ketinggalan ceritanya☺️
Seorang gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan CEO dingin di sebuah toko roti dan di pertemukan lagi di sebuah perjamuan pesta.
Tapi siapa sangka dipertemukan dengan kejadian yang tak terduga!!!
Sikap dinginnya malah membuat gadis yang bernama Sherly Cristine ini semakin tertarik ingin terus mengejarnya
Akankah gadis ini berhasil meluluhkan hati seorang CEO yang dingin? atau sebaliknya
Takdir apa yang sudah menunggu mereka di depan sana?
Penasaran ???? ayo ikuti terus jalan ceritanya 😉
.
.
Jangan lupa like, komentar dan vote untuk selalu mendukung author dan dijadikan favorit juga biar nggak ketinggalan jalan ceritanya. Terimakasih pengertiannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aliya02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedih
✨ Happy Reading ✨
.
.
.
****Kenzie POV
Seketika Tessa mematung mendengar perkataannya Kenzie tak percaya, tubuhnya bergetar dan tak bisa berkata-kata, pergi meninggalkan Kenzie.
Keesokan harinya di kantor....
"Felix masuk!" Panggil Kenzie dingin dari dalam ruangan.
"Iya tuan" Ucap Felix memasuki ruangan.
"Apakah sudah beritahu orang terdekat wanita itu?!" Tanya Kenzie datar.
"Sudah tuan" Ucap Felix sopan.
"Jaga disana sampai teman nya datang" Ucap Kenzie datar.
"Tapi tuan, saya tidak bisa membiarkan anda sendirian" Ucap Felix hati-hati.
"Ini perintah!" Ucap Kenzie dingin dengan tatapan mengintimidasi.
"Baik tuan" Ucap Felix pasrah tidak bisa membantah perkataan tuannya.
"Baiklah" Ucap Kenzie dingin sambil mengibaskan tangannya tanda menyuruh Felix keluar .
**** Ghia POV
*** Flashback On ***
La ... la ... la ....
Berjalan ke balkon kamarnya sambil mengamati indahnya bintang yang bertebaran di langit dan menikmati hembusan lembut angin malam membuat rambutnya yang tergerai berterbangan.
"Damainya coba setiap hari kayak gini, bahagianya" Ucap Ghia sembari mengamati lingkungan sekitar nya.
Tiba-tiba konsentrasi nya terpecahkan saat mendengar suara deringan ponsel miliknya di saku.
Kring ... kring ... kring ....
"Siapa sih malam-malam kek gini nelpon?" Ucap Ghia jengkel melihat nomor yang tak di kenal.
Lalu memutuskan mengangkat telepon itu....
"Halo ... apakah benar ini dengan nona Ghia?" Tanya Felix memastikan.
"Iya betul kok, ini kalau boleh tau dengan siapa ya?" Balas Ghia bingung.
"Ini dengan saya Felix, saya mau berbicara mengenai nona
Sherly" Ucap Felix datar.
"Sherly...apa terjadi sesuatu dengannya?" Batin Ghia nggak tenang setelah Felix bilang nama Sherly yang keluar dari mulutnya.
"Iya, apa yang terjadi dengan Sherly?" Tanya Ghia aneh dan firasat nya mengatakan sesuatu buruk yang akan terjadi.
"Begini, nona Sherly mengalami kecelakaan sekarang ia berada di rumah sakit X di jalan X" Jelas Felix.
"Terima kasih" Ucap Ghia lemah dan memutuskan sambungan telepon.
Mendengar hal tersebut membuat Ghia terkejut tak percaya....
"Sherly... itu tidak mungkin kamu kan Sher" Batin Ghia perih dan terduduk lemas di balkon dan air mata turun membasahi pipinya.
Hiks ... hiks ... hiks ....
"Hiks ... hiks ... jangan sampai kamu kenapa-kenapa Sher" Tangis Ghia, hatinya perih mendengar telah terjadi sesuatu pada sahabatnya yang sudah dia anggap sebagai saudaranya .
Terdengar tangisan dari bilik kamar Ghia, mamanya menghampiri Ghia di balkon sambil mengelus kepalanya dengan lembut dan memeluknya dengan hangat.
"Kenapa...kamu menangis nak" Tanya mamanya dengan tatapan lembut.
"Ma... Sherly ma... hiks" Sambil tersedu-sedu.
"Ada apa dengannya nak?" Tanya mamanya serius.
"Hiks...ma Sherly kecelakaan, tadi ada yang memberitahuku hiks..." Tangis Sherly pecah.
Seketika mama Ghia terkejut mendengar hal itu, firasatnya mengatakan bahwa Sherly pasti akan baik-baik saja. Sebenarnya dalam hatinya sangat khawatir dengan keadaannya Sherly tetapi berusaha tetap tenang di hadapan anaknya.
"Percayalah sama mama nak, Sherly pasti akan baik-baik
saja" Jelas mamanya lembut dan menenangkan anaknya.
"Sekarang istirahat ya, besok kita sama-sama ke rumah sakit ya nak" Menuntun Ghia ke tempat tidur lalu memberi kecupan di dahinya.
.
.
Keesokan harinya ....
Ghia menatap kosong ke arah papan tulis, ia tak memperhatikan pelajaran maupun yang diterangkan guru, mengingat kejadian tentang Sherly penuh di pikirannya.
Saat jam istirahat....
"Ghia" Panggil Veny dari luar kelas melihat hanya Ghia saja berada di dalam kelas.
"Ghia ... kok nggak di jawab sih" Ucap Veny sembari membangunkan Ghia yang menunduk dari mejanya.
Veny celingak-celinguk mencari keberadaan nya Sherly.
"Ghia bangun ... kamu kenapa sih hari ini aneh? mana Sherly? ke WC ya?" Ucap Veny sembari menggoyang badannya Ghia.
Ghia mengangkat kepalanya dengan wajah sembab
"Kamu kenapa Ghia? kamu nangis, sebenarnya apa yang terjadi? Sherly mana kok ditungguin belum datang? lapar nih mau ke kantin" Ucap Veny dengan raut wajah cemberut sembari memegang perutnya dan duduk di depannya Ghia.
"Veny... Sherly dia kecelakaan
Ven" Ucap Ghia sedih menahan air matanya yang hampir menitik dari matanya.
"Kamu... bilang apa? Sherly kecelakaan?" Ucap Veny terkejut tak percaya.
"Iya Ven hiks ...Sherly kecelakaan semalam dan aku tidak tau bagaimana ...?" Ghia tak bisa melanjutkan kata-katanya. Air matanya sudah jatuh satu persatu membasahi pipinya.
"*S**emoga kamu tidak terjadi apa-apa Sherly* " Batin Veny sedih dan berharap.
"Udah, jangan nangis lagi nanti sepulang sekolah sama-sama ya ke rumah sakit" Ucap Veny sambil menenangkan Ghia.
Brak....
"Apa tadi kamu bilang Ven? sebenarnya apa yang terjadi dengan Sherly? jawab aku!" Ucap Herry keras dari arah pintu Menuju kearah Veny meminta penjelasan dengan memegang lengan Veny dengan erat.
"Auww...sakit her, lepasin dulu tanganmu!" Ucap Veny meringis kesakitan.
"Maaf ... maaf aku nggak sengaja Ven, tadi aku terlalu
emosional" Ucap Herry bersalah.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama Sherly? cepat jelaskan kepadaku!" Ucap Herry serius.
"Sherly kecelakaan semalam sekarang di berada di rumah
sakit" Ucap Veny melemah.
"Apa! nggak mungkin Sherly kecelakaan" Ucap Herry dengan nada tak percaya.
"*K**amu harus baik-baik aja Sher ! kali ini aku nggak akan biarkan kamu terluka lagi*" Batin Herry yakin dan mencengkram erat tangannya.
\*\*\*\*
Seusai pulang sekolah mereka bertiga sepakat pergi ke rumah sakit dimana Sherly dirawat, sesampainya disana mereka bertiga menuju ke meja resepsionis.
"Maaf sus mau nanya? kamar rawat pasien yang bernama Sherly Cristine dimana ya sus" Tanya Veny pada salah satu seorang suster yang berjaga.
"Sebentar ya kak, saya periksa dulu datanya" Ucap suster itu ramah.
Veny tersenyum menanggapi, mereka memperhatikan suster yang sedang asyik dengan layar monitor di depannya.
"VVIP kamar 2, lantai 3" Tutur suster tersebut menjelaskan, Veny mengangguk tanda ia paham.
"Baiklah sus, terimakasih" Ucap Veny sopan dan mereka segera menuju ke ruang inap yang Sherly tempati.
Mereka menuju ke lift diikuti langkah Ghia dari belakang
"Ghia kamu sakit?" Tanya Veny memastikan karena melihat wajahnya Ghia sedikit pucat.
"Nggak kok... jangan khawatirkan aku" Ucap Ghia
"Kamu yakin baik-baik aja" Tanya Herry memastikan.
Ghia hanya mengangguk, sesampai di ruang inap tempat dimana Sherly dirawat melihat seseorang yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Anda siapa ya" Tanya Herry dengan tatapan tajam.
"Apakah kalian dari temannya nona Sherly?" Ucap Felix memastikan dan mengabaikan perkataannya Herry dan membuat Herry kesal.
"Iya benar" Ucap Ghia.
"Tapi maaf...anda kenapa bisa
disini" Ucap Ghia polos.
"Ini perintah dari tuan saya untuk menjaga nona Sherly sampai orang terdekatnya menjenguknya" Tutur Felix.
"Baik... terimakasih sudah menjaganya tuan" Ucap Ghia ramah.
"*Tuan...tuan siapa? siapanya Sherly*?" Batin Herry penasaran.
Herry perlahan-lahan membukakan pintu tersebut, melihat Sherly terbaring lemah di atas ranjang dengan tubuhnya dipasang infus membuat hatinya terasa sesak dan perih. Setelah itu disusul dengan mereka berdua dari belakang punggung nya Herry.
"Sherly...." Lirih mereka bertiga menghampiri Sherly.
.
.
.
✨ Happy Reading ✨
Jangan lupa terus dukung author dengan like setiap part-nya dan tinggal kan jejak.
Jadikan favorit 🤭 maaf bila ada kekurangan , kasih tau ya dengan kritik and saran. Terima kasih 🙏\*\*
mampir juga ya kak hehe
maaf jika kurang sopan nyempil promo di sini.
Judul ceritanya "TWINS FLAME"
"perjalanan hidup Eden"
nanti difeedback kok
lope2 deh..😍
salam dari Duke's Evil Daughter
Semangat terus thor
Masih lama tunggu kelanjutannya lagi