ANDI ALDA MAROLAH merupakan putri tunggal mantan Anggota DPRD. Ia terlahir dari garis keturunan bangsawan suku bugis. Andi Alda berprofesi sebagai ASN PNS. Guru di salah satu SMA di Kota Makassar.
Suatu hari ia dipertemukan dengan seorang pria yang bernama IBNU RAJAB. Keduanya jatuh cinta. Namun, orang tua Alda tidak merestui. Mereka memilih menjodohkan putrinya dengan ANDI PANGERANG ADAM. Seorang pria berusia 45 tahun dan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata.
Bagaimana akhirnya? Yuk mampir! Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote dan komentar🥰
Salam
AAH❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AAH♥️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DILEMA TAK BERKESUDAHAN
Cuaca Kota Makassar begitu cerah. Matahari bersinar dengan gagahnya. Langit tampak indah dengan warna biru yang menenangkan. Awan putih bak kapas yang diterbangkan dengan bebas.
Sebagian besar tampak bersemangat menjalani rutinitas hari libur. Namun tak jarang sebaliknya.
Sama halnya di kediaman keluarga besar mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yakni Andi Shadam Marolah, para penghuninya sibuk mempersiapkan penyambutan tamu istimewa yang akan berkunjung hari ini.
Yah, dia adalah pria yang akan disandingkan dengan Andi Alda Marolah. Pria yang berasal dari garis keturunan yang sama dengan keluarga tersebut.
Semua orang bersuka cita kecuali, wanita cantik itu. Seharusnya dia ikut larut dalam romansa kebahagiaan yang menyelimuti rumahnya namun sebaliknya. Alda hanya berdiam diri di dalam kamar seraya menatap keluar jendela.
Ia merasa takut, sedih dan bimbang. Rasa itu telah bersatu padu dalam dirinya. Membuatnya sesak dan ingin menghindar. Tapi apakah dia mampu?
"Huurfff ...."
Alda sama sekali tak punya kuasa. Dia terkungkung dalam sangkar orang tuanya. Lalu bagaimana nasib cinta dengan Ibnu?
Ia baru saja memupuk rasa dengan pria itu. Bahkan telah berjumpa dengan Ibu Hilda. Wanita paruh baya yang telah melahirkan Ibnu. Menumbuhkan benih harapan dalam hatinya. Namun sayang, semua harus dipatahkan oleh keinginan Ayah-ibunya.
Tok tok tok!
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan. Kepalanya menoleh menatap benda persegi panjang yang berada tepat di belakang.
Ketukan kedua, dengan langkah yang berat dia berjalan mendekat. Alda menghela napas panjang dan memutar handle pintu. Tampak sosok Andi Erna berdiri dengan senyum merekah di bibir.
Keduanya telah beriringan menuju sofa yang tersedia dalam ruangan tersebut.
"Kenapa belum bersiap, Nak?" Andi Erna mencoba memulai pembicaraan dengan hati-hati.
Sebagai seorang Ibu, dia tahu apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh puterinya. Dari raut wajah Alda sudah terlukis bahwa dia tidak sedang baik-baik saja.
Terlebih dia sudah tahu sosok yang dekat dengan wanita cantik itu. Tapi sungguh, dia pun tak setuju.
"Jam berapa mereka tiba?" tanyanya balik.
Andi Erna menatap benda bundar yang melekat pas di dinding. "Sekitar setengah jam lagi. Pak Ruslan sedang menjemput mereka di hotel tempat mereka menginap."
Alda terdiam.
"Alda ... calon suamimu sebentar lagi datang, Nak. Sambut ia dan keluarganya dengan senyuman."
Wanita cantik itu menatap ibunya dengan mata yang mengembun. Sekali kedipan buliran air mata membasahi pipinya. "A-apa harus ...." suaranya tercekat. Dia menggigit bibir menahan isakan.
Andi Erna meraup puterinya ke dalam dekapan. Melihat itu, hatinya ikut berdenyut. "Nak ... semua orang tua hanya ingin yang terbaik untuk anaknya."
Tidak ada balasan dari Alda selain pundak wanita paruh baya itu yang semakin basah.
"Jika kami menjodohkanmu dengan Andi Adam semata-mata demi kebaikanmu. Percayalah pada kami, Nak."
Alda tahu, tapi bukan ini yang diinginkan oleh hatinya. Dilema tak berkesudahan semakin menguasai dirinya.
"Coba berikan kesempatan kepada Andi Adam, Nak. Biarkan kalian kenal lebih jauh. Ibu yakin, perasaan cinta akan tumbuh diantara kalian."
Andi Erna membangkitkan puterinya dan merapikan rambut wanita itu yang menutupi wajah cantiknya. Sedangkan Alda, dia menengadah dan mengusap wajah.
"Segeralah bersiap, Nak ....." Andi Erna tersenyum lembut dan bangkit dari duduk. Dia berharap setelah apa yang diucapkan, mampu menguatkan Alda dan tetap menyetujui perjodohan ini.
*****
Mobil Pajero berwarna hitam milik Andi Shadam memasuki halaman dan berhenti tepat di depan teras rumah. Dikendarai oleh Pak Ruslan yang diperintahkan untuk menjemput tamu istimewa mereka.
Selang beberapa detik, seorang pria berwibawa berusia 45 tahun keluar dari kendaraan mewah tersebut. Kacamata hitam menghiasi wajahnya. Diikuti dengan sepasang suami istri lanjut usia tak lain dan tak bukan adalah orang tua Andi Pangerang Adam.
Tujuh orang menyambut mereka dengan wajah yang berseri-seri. Sedangkan Alda, ia masih berada di dalam kamar. Menyisir rambut dengan sangat perlahan. Wajahnya yang bengkak karena menangis kini tertutupi oleh polesan bedak.
Dia sangat cantik, namun tak seberseri biasanya.
.
.
.
.
.
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal afiat.
Instagram : asriainunhasyim
Salam
AAH♥️
smg ibnu jg bisa mncintai nana