NovelToon NovelToon
Mempelai Pengganti

Mempelai Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Cintamanis / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: ZiOzil

Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada orang tua angkatnya, Arabella bersedia menyamar dan menikah dengan Fardhan, lelaki yang sebenarnya dijodohkan dengan kakak angkatnya.

Fardhan adalah lelaki berhati dingin yang terluka karena cinta sebelumnya. Meskipun dia tahu keluarga angkat Bella telah menipunya, tapi dia tetap menikahi gadis itu.

Tapi cinta masa lalu Fardhan hadir kembali, merusak apa yang sudah terjalin dan membuat dia dilema. Sementara Bella merasa bersalah karena sudah membohongi Fardhan dan Ibunya.

Akankah Fardhan dan Bella mampu mempertahankan rumah tangga mereka setelah semua rahasia terbongkar?
Atau justru berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Setelah melakukan sungkeman, Fardhan meminta izin keluar. Sedari tadi dia gelisah memikirkan Keyla, dia benar-benar cemas dengan mantan kekasihnya.

Wajah tampannya sama sekali tak terlihat bahagia, Bella yang menyadari hal itu, hanya bisa terdiam penuh tanya.

"Bu, aku keluar sebentar." ucap Fardhan dan segera melangkah pergi tanpa menunggu persetujuan sang ibu.

Ranti yang menyadari kegalauan hati putranya itu segera menyuruh Bella menyusul Fardhan, dia takut Keyla masih berada di luar kediaman Hartono.

"Karin, cepat susul suamimu! Jangan biarkan dia bertemu wanita itu." bisik Ranti dan Bella pun menuruti permintaan mertuanya.

Fardhan celingukan kesana-kemari, berusaha mencari sosok Keyla dan juga Bara, tapi tentu mereka sudah tak ada disana. Dia kemudian mengambil ponselnya lalu menghubungi Keyla, tapi tak bisa. Akhirnya Fardhan memutuskan untuk menghubungi Bara.

"Halo, Dhan ...."

"Bagaimana Keyla? Apa yang terjadi dengannya? Apa kau masih bersamanya sekarang?" Fardhan bertanya dengan tak sabar.

"Tenanglah, Keyla baik-baik saja. Aku sudah mengantarkan dia pulang ke rumah orangtuanya."

"Apa dia mengatakan sesuatu?"

"Nggak, nggak ada kok! Eh, bagaiamana acaranya? Sorry, aku jadi nggak bisa ngikutin acaranya sampai selesai."

Fardhan menghela nafas, dia tahu Bara sedang mengalihkan pembicaraan.

"Nggak apa-apa. Kalau begitu aku tutup dulu, nanti aku akan tanya langsung ke Keyla saja." ucap Fardhan sedikit kesal karena dia tahu Bara pasti menyembunyikan sesuatu darinya.

"Tapi Dhan, kau ...."

Fardhan bergegas mengakhiri sambungan telepon sebelum Bara sempat melanjutkan kata-katanya.

Bella yang sedari tadi berdiri di belakang Fardhan memberanikan diri untuk mendekati suaminya itu.

"Waktu itu katamu, kau dicampakkan. Apa wanita tadi yang melakukannya? Mau apa dia kesini?" tanya Bella tanpa tedeng aling-aling.

Fardhan langsung berbalik dan memandang Bella dengan wajah yang masam, dia sedikit kaget mengetahui Bella ada dibelakangnya.

"Bukan urusanmu! Baru beberapa menit jadi istri, kau sudah mau tahu segalanya." jawab Fardhan ketus.

Bella terkesiap mendengar jawaban ketus Fardhan itu. Walaupun selama ini wajah Fardhan selalu datar, tapi sebelumnya dia tak pernah kasar ataupun ketus seperti ini. Tapi sekarang?

"Aku kan cuma bertanya, kenapa kau marah?" Bella mengernyit heran.

"Di dalam hatimu, kau pasti tahu kenapa?"

Bella semakin bingung mendengar kata-kata ambigu Fardhan itu.

"Aku nggak ngerti apa maksudmu!"

"Saat aku jatuh miskin dan nggak punya apapun, orang-orang yang mengenalku mendadak mengabaikan ku. Itu saja sudah cukup menyakitkan. Tapi hari ini aku tahu mana yang lebih menyakitkan antara diabaikan dan dibohongi karena rasa kasihan." ucap Fardhan menohok dengan sorot mata yang tajam, kemudian berlalu pergi meninggalkan Bella yang masih terdiam canggung di teras rumahnya.

"Dia kenapa? Apa dia tahu kalau aku bukan Karina yang asli?" gumam Bella pelan dengan jantung yang berdebar.

***

Hari mulai beranjak gelap, acara pun sudah selesai, Fardhan ngotot untuk segera kembali ke rumahnya. Padahal Risha dan Ranti sudah memaksanya untuk tetap disini karena kamar pengantin mereka sudah disiapkan, tapi Fardhan tetap bersikeras dengan keinginannya. Mau tak mau, semua orang harus mengalah.

"Aku pamit ya, Bu." Bella mencium punggung tangan Risha.

"Baik-baik disana ya, Nak. Sekarang kau sudah menikah, jadilah istri yang baik." Risha mengelus punggung belakang Bella dengan penuh haru.

"Iya, Bu. Sampaikan salam ku untuk Ayah. Aku sayang kalian semua." ucap Bella sambil menyeka air matanya.

"Iya, kami juga sangat menyayangimu." Risha langsung memeluk Bella dengan erat. Memang sejak menemukan Bella, dia tak pernah berpisah dari anak angkatnya itu.

Kini giliran Fardhan yang berpamitan dengan Risha, dia hanya mencium punggung tangan mertuanya itu dengan ekspresi yang datar.

"Dhan, Ibu titip Karina ya. Jaga dia baik-baik." ujar Risha.

Fardhan hanya mengangguk tanpa menjawab ucapan Risha, di dalam hatinya benar-benar merasa geram karena dibodohi.

"Sandiwara yang cukup bagus." batin Fardhan sinis.

Mereka pun akhirnya meninggalkan kediaman Hartono dengan memakai mobil milik orang tua Bara yang mereka pinjam.

Selama diperjalanan, Fardhan tak sekalipun membuka suara, dia hanya memandang keluar jendela mobil, memperhatikan jalanan dan deretan pohon yang mereka lalui.

Dia masih memikirkan Keyla, dia yakin telah terjadi sesuatu dengan mantan kekasih yang masih dia cintai itu.

Sementara Bella dan Ranti sedang mengobrol ringan, meskipun jauh di dalam hati Bella, dia merasakan kegalauan mengingat sikap dan ucapan Fardhan tadi.

Mendadak rasa takut dan bersalah menyelusup masuk ke dalam relung hatinya.

***

1
Nur Hayati Dzacaulnaufin
Luar biasa
Shifa Burhan
pertanyaan simpel author kan membenarkan pertemanan dan semua intraksi bella dan raka

jadi begini misalnya suami author punya teman cewek yang perhatian pada suami author (kayak perhatian raka dan bella) dan suami author dengan senang hati menerima segala kebaikan cewek itu, dan suami author berinteraksi dengan cewek itu kayak intraksi raka dan bella
bagaimana perasaan author

coba tanyakan pada dirimu thor
*jika kau Terima suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain (kayak interaksi raka dan bella) maka pola pikir mu tidak ada masalah
*tapi jika kau tidak suka suamimu berteman dan berinteraksi dengan cewek lain ( kayak interaksi raka dan bella), maka pola pikir mu ada masalh thor

renungkan lah

saat di novelmu, kau membenarkan seorang istri berteman dan diperhatikan pria lain dan semua interkasi sang istri dengan pria lain kau benarkan maka tanya kan pada dirimu sendiri apakah kau Terima juga jika suamimu punya teman cewek dan diperhatikan oleh cewek lain

renungkan lah
Jenk Ros
kren
Prida Siregar
kisah yg sangat mengharukan tapi semua indah pada waktunya
Nia Kania
Sedih bngt. dgn nasib Bella
Beauty JK
😍
Ninik Klein
Bela tidak salah Han yg salah orang tua angkat nya
Maun Rr
ttp sabar untuk bella
merti rusdi
tadi Keyla bilangnya tante Clara
merti rusdi
Melihat novel ini krn lewat di home, trus cek babnya ga terlalu banyak, dan biarpun temanya pasaran, tapi penokohannya sedikit berbeda. Ngga ada CEO tajir melintir tujuh turunan delapan tanjakan sembilan tikungan
Rosa Rosiana
kyknya pernah baca
Rilly
bagus
Rara Kusumadewi
bapaknya Raka kayaknya....yang hamilin ibu bara
Rara Kusumadewi
pasti Danar.... bunganya itu yang ngaku reksa sahabat fardan
Rosa Rosiana
hadir
emma sukmawati utami
ringan dibacanya ga bertele2,ga kayak siinetron yg terus berkembang tokoknya ampe pusing,mantap thor.
halimah abdul hayes
Bukan kah fardan ada mobil?
Author Gabut.: kan udah dijual waktu keluarga nya bangkrut kak, makanya dia beli motor.
total 1 replies
Dahln Harun
suka ax klu critax enggak trlalu panjang dan enggak bertele2..makasih Thor atas karyax.
EBI
menarik
EBI
segitunya ya klo lg cemburu 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!