NovelToon NovelToon
Supir Untuk Sang Nyonya

Supir Untuk Sang Nyonya

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Black_queen

NOVEL PERTAMA YANG BELUM MENGENAL ILMU LITERASI. Harap maklum dan berkomentarlah yang positif. Masih tahap belajar sedikit demi sedikit.


Aku hanyalah lelaki yang hidup dari keluarga sederhana. Tak banyak yang bisa di harapkan dari ku. Sebuah tragedi mengharuskan aku merantau ke sebuah kota di pulau S.
Disanalah titik balik hidup ku bermula.
Disanalah aku bertemu dengan seseorang yang membuatku lebih berarti.
Walaupun aku hanyalah seorang supir, tapi dia mengubahku menjadi sosok menawan dan mencintai diri sendiri.

Ikuti kisahku, seorang MALIK JAYADI yang hanyalah seorang supir yang mampu menaklukkan kerasnya hidup..

harap bijak dalam memilih bacaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black_queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Rumah sakit

Terlihat sebuah kendaraan bermotor

berhenti mendadak....dan....

Bruaaakkkkk......

Mobil itu bermanuver dan langsung menabrak

pembatas jalan raya.

Orang-orang menghampiri, mengerumun

melihat kondisi sang pengendara.

Di balik kaca mobil terlihat seorang

perempuan tak sadarkan diri, kepalanya

berdarah setelah terbentur setir mobil di

depannya.

Selang beberapa puluh menit, Mobil

ambulance datang membawa brankar beroda.

Mengangkat tubuh perempuan itu, memasang

oksigen dan langsung menuju rumah sakit

terdekat dari tempat kecelakaan.

...----------------...

Zainab yang baru saja selesai pengajian,

keluar dari masjid mencari Malik, entah

mengapa firasatnya tak enak. Dia hanya mau

segera pulang ke rumahnya.

Setelah semua anggota pengajian masuk,

Malik langsung melesatkan angkotnya

kembali.

Mungkin karena letih mendengarkan ceramah

pak Ustadz di acara pengajian tadi, semuanya

diam dengan pikiran masing-masing,

memikirkan bekal akhirat kelak.

Sebuah suara memecah kesunyian isi angkot

"Nak Malik....bisa ngebut dikit lagi gak?

firasat ibu kok gak enak ya? semoga gak ada

pa-pa sih , cuma ibu was-was pengen cepet

pulang," seru Zainab.

"Iya buk...mumpung jalanan sepi, jadi saya

bisa menambah kecepatan," sahut Malik.

"Sabar bu Zainab...berdoa saja supaya gak

kenapa-kenapa dengan semuanya," Sambung

ibu bergamis merah.

Ibu-ibu yang lain hanya mengangguk dan

mengiyakan saja.

Tak lama, terlihat pak Ahmad yang tidak sabar

menunggu kepulangan istrinya.

Sambil mondar-mandir dengan perasaan

gelisah, beliau memandang jalan raya,

berharap istrinya cepat pulang.

"Ya Allah....akhirnya Zainab pulang juga,"

setengah berlari menghampiri angkot yang

mulai masuk halaman rumah.

Sebelum orang-orang turun, pak Ahmad

langsung mencari istrinya.

"Ibuk....ayo kita kerumah sakit, cepat turun!"

sambil menggandeng lengan istrinya agar

keluar dari angkot.

Zainab hanya mengikuti suaminya yang

menuntun menuju mobilnya, tanpa

memberitahukan kenapa mereka pergi

kerumah sakit.

Malik dan lainnya hanya menatap heran

kepada pasangan suami istri itu. Kehadiran

mereka disana seolah tak dipedulikan.

Mereka saling menatap sambil

bertanya-tanya ada apa gerangan.

Derttttttt......derttttt....

Terdengar suara ponsel bergetar, Malik

mengeluarkan ponselnya, dahinya mengernyit

melihat nama dilayar ponsel bututnya.

"Bu Zainab, kenapa nelpon aku ya? lirihnya

sambil menekan tombol hijau ponselnya.

"Assalamualaikum....kenapa buk?" sapaku

tanpa basa-basi.

"Waalaikumsalam nak Malik, begini nak....Ibu

sama bapak sekarang menuju rumah sakit

Harapan Bangsa, Fatma kecelakaan dan

sekarang dirawat disana, makanya kami

cepat-cepat pergi melihat keadaan Fatma.

Ibu dan bapak sudah menghubungi Toni, tapi

ponselnya gak aktif, nanti tolong nak Malik

sampaikan kalo Toni pulang, beritahukan

dia nak keadaan Fatma dan kami berada,"

suruh Zainab pada Malik.

"Iya buk...nanti saya kesini lagi mencari mas

Toni, kalo sudah ketemu orangnya....saya

sampaikan pesan ibu, ibu dan bapak hati-hati

dijalan! jangan tergesa-gesa! salam buat

bapak." Aku mengiyakan permintaan bu Zainab.

Aku menghela nafas dan menghembuskannya

perlahan, banyak pasang mata menatapku.

Seakan bertanya-tanya keberadaan bu Zainab

dan pak Ahmad.

"Kenapa gusar nak Malik?" tanya ibu

bergamis merah.

"Fatma bu....dia kecelakaan dan dirawat di

rumah sakit Harapan Bangsa, bu Zainab dan

pak Ahmad pergi melihat keadaannya disana,"

jawabku menjelaskan.

"Innalillaahi wa inna ilaihi raajiuun," seru

semuanya kompak.

"Ya sudah mas, nanti kalo sudah ada

perkembangan tentang keadaan Fatma,

kamu kasih tau kita ya! ini nomer telpon ku

kamu simpan dulu! jangan lupa kasih tau

kami, insya Allah kami menjenguk kesana."

Aisyah menyodorkan ponselnya.

Setelah bertukar nomor, mereka semua

membubarkan diri menuju rumah

masing-masing.

"Aku harus nyoba menghubungi mas Toni,

biar dia bisa melihat keadaan Fatma,"

gumamku seorang diri.

"Ck...masih gak aktif ponsel mas Toni,

biarlah...aku pulang dulu, nanti setelah

maghrib aku kesini lagi," gumamku seorang

diri seraya mengendarai motor butut

kesayangan kembali pulang.

...----------------...

Sampai dihalaman rumahku yang sederhana.

Aku mengucapkan salam dan seperti biasa,

Nissa yang selalu menunggu kepulanganku,

melebarkan tangannya ke arahku.

Sambil menggendong Nissa, aku menceritakan

kejadian yang menimpa Fatma, kami semua

khawatir karena sampai sekarang belum

mendengar kabar lebih lanjut mengenai

keadaan Fatma.

Nissa mendengarkan kami mengobrol

tentang Fatma, wajahnya berubah jadi sedih

karena tante sekaligus temannya sedang

berada dirumah sakit.

Suara Nissa tertahan sambil berkata.

"Ayah...kita hayus ke yumahcakit yah... aku

mau liat tante Fatma."

Sambil mengusap kepalanya.

"Biar ayah yang

kerumah sakit, anak kecil kan gak boleh

menjenguk orang di rumah sakit, nanti

malah ketularan sakitnya lho." Bujukku pada

Nissa.

Nissa hanya mengangguk lemah karena aku

sudah menolak permintaannya.

Aku tersenyum dan menambahkan.

"Nissa nanti boleh kok jenguk tante Fatma,

tapi kalo tante Fatma sudah pulang kerumah ya."

Wajahnya kembali lebih ceria setelah aku

mengatakan itu kepadanya.

Nissa hanya menganggukkan kepalanya

semangat sambil sumringah.

"Sudah sore nak, kita mandi dulu yuk...biar

ayah yang mandikan Nissa!" masih

menggendong Annisa aku melangkah

kebelakang menuju kamar mandi yang

sempit di rumah ini.

...----------------...

"Bu, aku harus ke rumah Fatma, udah

berkali-kali aku menelpon mas Toni, tapi

ponselnya masih gak aktif. Dia belum tau

kalo orang-orang dirumahnya ada dirumah

sakit semua," pamitku pada ibu yang berada

di dipan kayu teras rumah. Sementara bapak

dan Nissa menonton acara kesayangan

mereka.

"Kalo Toni belum pulang juga, lebih baik

kamu langsung hubungi bu Zainab," saran ibu.

"Siap bu...sekarang aku berangkat dulu ya!"

sambil melangkah pergi setelah

mengucapkan salam.

......................

Ku letakkan motorku di depan teras rumah,

terlihat lampu sudah menyala terang

di rumah ini.

"Mobil mas Toni gak ada, tapi kenapa

lampunya udah nyala? mas Toni apa

bu Zainab yang di dalam ya?" batinku

bertanya-tanya.

"Assalamualaikum....," sambil mengetuk pintu

rumah Fatma.

Tidak ada suara menyahut didalamnya.

Kuulangi lagi ketokan semakin sering dan

keras.

"Iya....iya...bentar!" terdengar sebuah teriakan

dari dalam rumah.

Click....ceklek...

Kenop pintu memutar tanda kunci sudah

dibuka dari dalam.

Pintu terbuka lebar, mas Toni dengan wajah

kusutnya khas bangun tidur keluar dengan

malas.

"Syukurlah mas Toni udah pulang, kenapa

ponselnya mati mas? susah banget di

hubungin," cecarku padanya.

"Aku lupa bawa ponsel Lik, ponselku ada

diatas nakas, mati sendiri kali, baterainya

abis mungkin," jelas mas Toni sambil

menguap, pertanda ngantuk masih menguasai.

"Emang mas tuh gak kepikiran ya...ibu sama

bapak kenapa gak ada dirumah?" tanyaku.

"Palingan mereka lagi melipir Lik," jawabnya

enteng.

"Ibu sama bapak ada dirumah sakit mas,

mereka.......," sebelum melanjutkan

perkataanku, mas Toni sudah memotong

dengan tak sabar.

"Ibu sama bapak....sakit apa Lik? dirumah

sakit mana? kenapa mereka bisa disana?"

cecar mas Toni kepadaku.

"Sabar dulu mas... biar aku jelaskan, kalo

sebenarnya yang sakit bukan ibu dan bapak,

tapi Fatma mas, Fatma kecelakaan." Terangku

padanya.

"Duh...anak itu kenapa bisa dia...ah....

sudahlah, aku mandi bentar Lik, kamu masuk

dulu....kita susul mereka ya!" sambil beranjak

meninggalkanku.

Aku duduk di sofa ruang tamu yang empuk,

kuperhatikan ruangan dalam rumah ini.

"Ehmmm...ternyata perabot rumah ini

bagus-bagus ya. Pasti mahal, selama ini

aku hanya keluar masuk kalo mau ngambil

kunci angkot tanpa memperhatikan

perabotnya," batinku seorang diri sambil

mengedarkan pandanganku ke sekeliling

ruangan ini.

Mas Toni sudah rapi dan siap untuk berangkat,

tapi dia tiba-tiba saja teringat sesuatu.

"Ah...mobilku, aku lupa kalo dipake Cindy,"

sambil menepuk jidatnya.

"Kenapa mas?" tanyaku ketika mendengarnya

bergumam.

"Mobilku....Lik, dipake Rudi....tadi dia yang

anterin aku pulang," jawabnya.

"Kirain ada apa mas, kan kita bisa naik

motor mas, atau naik angkot juga boleh kok,"

cengirku .

"Motor di garasi lama gak aku pake, aku

khawatir nanti kalo dipake malah mogok di

tengah jalan.

"Pake motorku aja mas," tawarku pada

mas Toni.

Mas Toni melihat motor bututku yang selama

ini aku pakai.

"Aku juga takut Lik....nanti kita malah gak

sampe-sampe," senyumnya lebar.

"Berarti jalan satu-satunya kita pake angkot

kerumah sakitnya mas, ayo biar aku yang

nyetir! mas Toni bisa lanjut tidur di sebelah,"

tawarku padanya.

Kami mengendarai angkot menuju rumah sakit,

angin malam yang semilir menerpa wajahku,

ketika aku membuka jendela kaca

disampingku.

Mas Toni yang duduk di sebelah, sudah

memasuki alam mimpinya.

Aku hanya fokus menyetir sambil memikirkan

keadaan Fatma.

1
Suyatno Galih
kisah MJ yg pahit menyayat leher, ini cm cerita apa lagi kl kisah nyata, hmmm pahit madu n gula pun jd pahit apalagi Brotowali /Sob//Sob/
Eko Nur Yanto
ceritanya kok muter2 terus bikin yang baca bosan
Eko Nur Yanto
Luar biasa
Mas Gigo
Mantaps,,, realita kehidupan,,,
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
2 KK BERADIK IPAH & IMAH BRNASIB SAMA, IPAH & ANAKNYA DITELANTARKN RUDY, IMAH DICERAIKN SUAMINYA
Sulaiman Efendy
PASTI KAK MAH TU YG MNGGIL IPAH,,
SUNGGUH TRAGIS NSIB RUMAH TANGGA IPAH. DISELINGKUHI SUAMINYA DN DITELANTARKN.
Sulaiman Efendy
TERNYATA MALIK MSH KATROK JUGA..😁😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
SI ANDI ANJING,, HRSNYA YG BNCI KE ELO ITU MALIK,, BKN ELO YG BENCI KE MALIK, KRN ELO PEBINOR.., MERAYU, MEREBUT & BAWA KABUR ROSYANTI DARI MJ,, HINGGA TINGGALKN MJ & NISSA YG MSH BUTUH ASUPAN ASI..
Sulaiman Efendy
TUMBEN ELISA GK HAMIL, APA ELISA PKE KB ATAU MJ NGELEPASIN NYA DI LUAR SAAT MRK TERJEBAK BIRAHI DIKAMAR ELISA,, DN TRNYATA ELISA MSH VIRGIN, KRN GK MAU DISENTUH CIPTO..
Sulaiman Efendy
KLO DIKATAKN TEGA, SBENARNYA ELISA CUKUP TEGA, TPI MSLH HATI & PRASAAN GK BSA DIPAKSAKN.. APALAGI PRLAKUAN ANAK2 CIPTO & ADIKNYA SI SANDRA KE ELISA SANGAT KTRLALUAN, TEGA GK TEGA, ELISA HRS TEGA
Sulaiman Efendy
ULAH JESSY TU KCELAKAAN MRK, ORG JAHAT, DPT BLASAN DRI ORG JAHAT LAINNYA..
Sulaiman Efendy
YA ALLAH, SEDIH JUGA DGN KISAH CINTA AISYAH .
Sulaiman Efendy
QISAS & AZAB BUAT LO WANITA IBLIS..
Sulaiman Efendy
KASIAN JUGA SAMA AISYAH.....
Sulaiman Efendy
MMPUS LO SANDRA, JAHAT LGI LO MA MJ & LISA..
Sulaiman Efendy
RASAIIN LOO IBLIS BETINA, MMPUS2 LOO
Sulaiman Efendy
GK ADA MESRA2NYA ANTARA MJ & LISA, INTRIK2 TERUS,, DN TOKOH MJ JUGA GOBLOK, MNTANG2,CMA TMAT SMP, BNAR2 DIBUAT BODOH SAMA OTHORNYA..
Sulaiman Efendy
KONTAK BATIN ORG TUA & ANAKNYA....
Sulaiman Efendy
KATANYA BUKAN ORG BODOH DN GK KJEBAK, MSH AZA TERJEBAK, DASAR LKI2 GOBLOK NI SI MJ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!