Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4 RASA SESAL
"KAMU NGOMONG APA TADI?HAH?!". kedua mata Oma pun memelototi pada cucunya di hadapannya itu dengan kesel dan marah." KAMU HARUSNYA JANGAN KURANG AJAR PADAKU, KENAPA BICARA SEPERTI ITU PADA OMA?HAH?". Tegas Oma hingga mengeluarkan urat di leher nya ia begitu kesel dengan sikap cucunya sendiri.
KASIH tersenyum ledek dan tengil pada Omanya, ia mendekatkan wajahnya pada Oma dan berkata____
"oma...ko makin keriput sih...hemmm!!'". Ujar Kasih dengan nada pelan, ledek sambil tersenyum tengil menatap mata pada Omanya
Omanya Rajab pun terkejut mendengar perkataan Kasih yang semakin kurang ajar dan tidak sopan padanya
Kasih pun melangkah melewati mereka begitu saja sambil berjalan tengil
Rajab yang memperhatikan adik tirinya hanya menggeleng - geleng kepala dirinya hanya heran saja dengan sikap nya Kasih sudah mulai tidak sopan pada Omanya itu.
"LIHAT TUH! KELAKUAN ADIK TIRIMU, SUDAH MULAI KURANG AJAR PADAKU!". Ia mengge lontarkan kekesalannya pada cucu laki-laki nya yaitu pada Rajab oleh kelakuan adik tiri Rajab yaitu Kasih. Oma pun melangkah jalan pergi begitu saja dengan ekspresi wajah kesel.
Rajab terdiam merenung merasa dirinya tidak bisa mendidik adik tirinya yaitu Kasih, ia memang benar Rajab tidak pernah memberikan kepedulian pada Kasih dirinya sibuk dengan hati lama orang yang ia cintai yaitu Sofia, Rajab sampai lupa peran seorang kakak dan menjadi kepala keluarga ini.
Lelah memikirkan masalah hidup dirinya yang masih belum selesai Rajab hanya merenung di dalam kamar sambil merebahkan tubuhnya yang kaku, Rajab memandangi sebuah foto yang ada di tangan nya, foto itu adalah Sofia, ia meratapi wajah Sofia dengan penuh penyesalan nya. Berlahan kedua matanya berkaca-kaca dengan renungan hati yang pedih sambil jari-jari tangan mengusap - gusap wajah foto Sofia dengan lembut.
****
****
****
suatu pagi yang cerah tampaknya Vendra lagi asik joging di sebuah taman hiburan yang tidak jauh dari rumah kedua orang tuanya. Terlihat dirinya terus berolahraga lari berkeliling taman sambil melihat -lihat sekitar, ia tersenyum senang sudah lama dirinya tidak ke sini, Vendra sangat rindu tempat taman dan sekitaran komplek rumah. Tidak ada yang berubah hanya sedikit berubah sih...tapi tidak melupakan momen waktu dirinya kecil saat masih SMA bersama teman laki-lakinya dulu.
Vendra berhenti lari melangkah duduk di kursi panjang di pinggir taman, cukup capek dan melelahkan tapi menyenangkan setelah sekian lama tidak berolahraga.
"VENDRA? KAMU VENDRA KAN?". Sahut seorang laki-laki datang memanggil dirinya
VENDRA pun terheran _heran bingung memanggil dirinya, ia melihat dengan seksama entah mengapa dirinya mengenal wajah pria itu.
"Denis?" VENDRA pun menyebut namanya sambil memperhatikan lebih jelas."ah! DENIS!" VENDRA tidak menyangka akan bertemu dengan teman lamanya. Ia pun langsung memeluk pria tampan itu dengan Sumringah
"astaga...apa kabar kamu?'". Tanya denis senyum senang
"baik, gimana dengan mu" tanya balik Vendra melangkah mendekat ke kursi lalu duduk
"kabarku juga baik, sejak kapan kamu ada di sini?". Denis pun ikut duduk samping Vendra
"kemarin, aku rindu ke lahiran ku sudah lama aku tidak ke sini" Jawab Vendra sambil memandangi taman itu
"ouhh!! Oh, iya, dua tahun yang lalu kenapa tidak datang pemakaman?". Tanya Denis menoleh ke arah Vendra
" saat itu aku, tidak tahu apa yang telah terjadi, Ayahku tidak memberitahu ku apa yang di alami kak Sofia. dari pernikahan dan terjadi meninggal nya kak Sofia! cukup kaget!". Jawab Vendra merenung kesel
Selama Vendra Kuliah di luar kota dirinya tidak pernah tahu apa yang telah terjadi pada kakak kandung nya, ia sibuk mengejar Skripsi kuliah hingga hampir dirinya sulit menghubungi keluarga nya sendiri. Setelah menyelesaikan. Skripsi nya, Vendra membaca sebuah pesan dari sang ayah yang menyatakan bahwa kak Sofia meninggal dunia. Dari titik itu lah membuat Vendra terpukul tidak percaya dari sebuah pesan ayah nya.
"terus kenapa kamu tidak kesini setelah kamu tahu!? ". Denis masih bingung, karena jawaban Vendra tidak bisa di pahami seharusnya Vendra datang
" Iya! saat aku ingin balik ke sini! terlanjur Sudah masuk akademi sekolah militer. Aku di larang pulang dulu sampai urusan Akademi beres! Ayah ku saja larang pulang, sampai akhirnya. aku tidak jadi pulang dan melanjutkan Akademi sekolah Militer! ". Jelas nya dengan hati yang sedih. Vendra merasa bersalah dan menyesali dalam hidup nya.
" Ohh! pantesan! lalu sekarang kenapa bisa pulang? apa sudah selesai di sekolah Militer nya? ". Tanya Denis sembari melihat wajah Vendra
" Tidak! aku kabur, meninggal kan tanggung jawab ku di sana!". jawabnya dengan ekpresi wajah tenang
"HAH? Maksudnya? Kamu keluar jadi Militer? ". Tanya Denis kaget, ia tidak menyangka kalau Vendra keluar sekolah Militer begitu saja tidak berfikir panjang terlebih dulu
" Bisa di bilang begitu! Aku terpaksa lakukan itu! kalau aku tidak melakukan nya selamanya aku di sana terus! engga bakalan bisa pulang-pulang yang ada! Lagian ada hal yang harus aku lakukan ". Jawabnya lantang pada Denis.
" Ampun dah!! terus kedua orang tua mu tahu kalau kamu udah keluar dari akademi itu? ". Tanya Denis
" Tidak! aku menjawab kuliah bukan ikut Akademi sekolah Militer, mereka tidak pernah tahu soal aku ikut Militer. dari sejak dulu ayah tidak mengizinkan aku masuk Militer! ". Jawabnya ngegas pada Denis
" lalu urusan apa yang kamu maksud kan? ". Tanya Denis rasa ingin tahu
" Balas dendam kematian kakak ku! ". Jawabnya Tegas pada Denis
" HAH!!". seketika Denis kaget mendengar ucapan Vendra yang akan membalas kan dendam.
Saat ini tampaknya mereka ada di sebuah pemakaman melangkah jalan setiap melewati kuburan yang mereka langkahi
Sampai lah depan pemakaman sang kakak. Mereka berdua melangkah mendekat. Tampaknya Vendra sedih melihat batu nisan yang sudah tertulis nama kakak nya itu. Bernama Sofia Boyce Cindy Binti Hendra Cindy ayahnya. Vendra berlahan men jongkok meratapi sebuah kuburan sang kakak yang telah pergi selamanya.
Hati kecil Vendra masih ada rasa sesal yang paling dalam. Berlahan air mata jatuh di wajah pipinya. Denis yang berdiri diam memperhatikan Teman perempuan nya ikut sedih merasakan apa yang di rasakan Vendra. Tangan kanan menyentuh batu nisan sebuah nama kakaknya, Sofia Boyce Cindy jari-jari tangan berlahan mengusap lembut dengan hati yang pedih.
"Kak! maafkan aku, seandainya, aku berada di samping mu, mungkin kakak tidak mengalami seperti ini... hiks! ". Di wajah pipinya, Vendra bercucuran berlinang air mata hingga kedua hidung nya sulit untuk bernafas normal terasa sulit mencium aroma nafas segar.
" Apa kamu yakin? ingin membalas semua perbuatan mereka? ". tanya Denis pada Vendra yang lagi meratapi kesedihan di sebuah batu nisan itu. Denis mengerti perasaan Temannya itu. tapi ada hal yang bikin Denis khawatir