NovelToon NovelToon
Adinda

Adinda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: AzieraHill

COVER FROM PINTEREST
.
.
Dinda tidak mengingat apa yang terjadi pada dirinya, dia hanya mengingat bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan dan tak hanya itu, dia masih mengingat jelas ketika pria yang dia cintai itu merenggut masa depannya. Namun dengan tatapan mata pria itu, Dinda bisa memastikan bahwa ada jutaan rahasia yang tidak dia ingat. Termasuk tentang bayi perempuan yang baru dia lahirkan. Bayi itu..., sangat mirip dengannya dan pria brengsek itu.

"Dia anak kita yang ke dua, Dinda," ucapnya dan mulai dari situ Dinda merasa semakin gila karena tidak bisa mengingat apapun.

Bagaimana dia bisa mempunyai anak ke dua sedangkan anak ke satu pun dia tidak mengingat siapa namanya.


PERHATIAN!
Cerita ini memiliki alur maju-mundur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzieraHill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Daniel POV

Setelah memastikan brankas yang Belinda maksud. Aku pun asyik dengan belanjaan di tanganku. Tak lupa membeli bahan makanan yang akan memenuhi kulkasku. Kemudian membeli beberapa es krim dan cemilan untuk Dinda. Bukankah wanita sangat suka es krim dan cemilan. Oh ya aku juga membeli bahan-bahan untuk membuat kue karena kemarin aku sudah mencoba kue buatan Dinda dan itu sangat enak sekali.

Aku tidak menyangka kalau uang di brankas cukup banyak. Aku juga tidak menyangka kalau saham itu masih Belinda urus dengan seimbang. Masih sama seperti dari terakhir aku pegang dan itu malah terlihat jauh lebih baik. Karena itu saat aku datang ke kantor. Tak ada niat sedikit pun untuk memecat mereka--- karyawan yang Belinda pekerjakan. Meski dari sebagian dari mereka ada juga pekerjaku dulu. Mereka terlihat histeris dan menyalamiku, tapi satu yang terlihat aneh saat aku datang.

Wanita bernama Clara---sekretaris Belinda itu nampak bersemangat sekali membantuku membongkar semua dokumen-dokumen yang ada. Dia bahkan terlihat begitu membantuku untuk segera nyaman di kantor. Padahal aku hanya ingin melihat-lihat saja, tapi dia sudah menyodorkan berkas yang harus aku tanda tangani. Bahkan nama-namanya segera dia ganti dengan namaku. Dia begitu gesit dan memang seekor ****** pasti akan segera menurut pada Tuannya. Jadi, aku mewajarkan sikapnya padaku.

Mobil kulajukan menuju kampus Dinda. Aku berjanji akan menjemputnya dan mungkin lebih baiknya jika aku mengajaknya untuk makan di luar. Uang di rekening sudah cukup penuh dan di dompetku pun begitu.

Hpku berdering menampilkan wajah keponakanku. Aku segera mengangkatnya dan menggunakan headseat karena sedang fokus dengan perjalanan. Terdengar suara dari sebrang sana.

“Daniel!” teriak Gilang membuatku terkejut mendengarnya. Suaranya mampu merusak gendang telingaku hanya dalam sekejap saja.

“Slow down, Bro. Aku masih bisa mendengarmu dengan baik," kataku lalu kudengar kembali tawanya.

“Apa benar wanita itu sudah tertangkap, hah? Jangan coba membohongiku,” katanya membuatku sangat ingin memukul kepalanya. Dia memang selalu meragukanku. Padahal aku mampu menjadi detektif. Tidak tahu saja dia kalau aku ini multi talent.

“Apa aku perlu mengirimi uang untukmu, agar kau kembali ke rumah?”

Gilang kembali tertawa. “Aku akan kembali ke rumahmu, Daniel. Tunggu saja kedatanganku,” betapa senangnya aku mendengar ini. Rasanya rumahku akan kembali hidup karena ada dua pemuda yang membangunkan sisi mudaku kembali.

“Tentu saja. Aku akan menunggu kedatanganku, pria nakal.”

...................................

Aku menunggu Dinda di depan kampusnya sangat lama. Jam sudah berganti menjadi pukul 6 sore dan Dinda tidak juga menunjukkan keberadaannya. Aku masih setia menunggu hingga setengah jam berlalu pun dia tidak menunjukkan dirinya. Apa seperti ini rasanya mengkhawatirkan orang yang kutunggu. Perasaan yang sudah lama tidak pernah aku rasakan karena tak ada satu pun yang harus kutunggu lagi setelah terakhir Mia meninggal. Sekarang kembali aku rasakan saat aku bertemu Dinda. Rasanya ingin segera melihat keberadaannya dan memeluknya karena pikiranku mulai berkelibatan kemana-mana. Rasa traumaku mulai terasa kembali menghantuiku.

Dulu pun aku menunggu Ibuku di depan gerbang perusahaan Ayahku. Ayah bilang tidak bisa mengantar Ibuku pulang karena ada beberapa hal yang akan Ayah selesaikan hingga malam. Aku menunggu Ibu sampai kembali menghubungi Ayahku. Ibu tak mengangkat teleponnya dan ternyata..., siapa yang tahu kalau Ibu dibunuh. Aku terus menghubungi Ayahku dan suara menyeramkan terus menggeliang di telingaku setiap malam.

Kakiku mulai bergetar hanya dengan mengingat itu. Mungkin lebih baik aku bertanya pada mereka yang masih terlihat asyik ngobrol dengan temannya. “Selamat sore, Nona. Apa kau mengenal Adinda Agustin?” tanyaku. Kulihat mereka saling berbisik kemudian tertawa pelan dan kembali memperhatikanku dari atas hingga ke bawah.

“Apa ini pacar Dinda yang baru? Waahhhh pantas saja dia memutuskan Mika.” Kudengar suara mereka yang menggosip membuatku meninggalkan mereka.

Apa Dinda seterkenal itu di kampusnya. Bahkan hubungannya yang kandas harus digosipkan dengan teman-temannya. Aku pun memutuskan untuk pulang saja. Mungkin Dinda sudah di rumah.

.

.

.

HAYO!! JANGAN DIAM AJA, KOMEN DONG :(

1
Praditta
Seruuu
Reni Rachmawati
keren
lee ailee
trauma dan.kesakitan apa yg sudag Daniel torehkan kepada Dinda sampai ingatan 5 tahunnya hiang....kok aku mulai nyesek ya sama nasib Dinda
lee ailee
banyak pertanyaan dibenakku thor baca novel ini tapi aku menikmati alurnya tidak membosankan so enjoy aja
lee ailee
ayahnya kok bisa nitipin anak gadis sama laki.laki singel khan bahaya ini mah
Winda Nurmayani
ya kecewa..ceritanya pendek skl..padahal ceritanya bagus
Heni Ratna
jadi penasaran😊
Wish Me luck
aku baru baca thor, tp menurutku ini memang bagus..alurnya mengalir aja, ngga yg terlalu dipaksakan, pemilihan kata sama bahasanya jg ringan, mudah dipahami. karya yg kayak gini yg aku suka. tata bahasa mu jg bagus thor, jd pembaca jg bisa menyelami jln ceritanya, ngga yg lu gue gt tp ringan. ini kalo dibuat film bagus sih, kita hrs mikir tp ngga yg terlalu berat. dr jalan ceritanya jg nguras emosi, aku dr awal yakin dia bakal happy end..tp cerita happy end nya itu lho, ngalir dan ngga maksain cerita..soft bgt..salut aku thor
Herni Kurnianingsih
kok panggilan nya august,kaya nama cowok🤔.jadi nya kaya manggil nya agus🤭🤭
Seathy Diman
keren lah... butuh kekhusuan untuk mencermati dan memahami isi dan alur ceritanya.. relax tenang santai.. jgn terburu2 untuk mendapatkan feel nya..
TOP epribadeeeeehhhh ...👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Seathy Diman
jadi mantan nya tuh sepupu ya..?... 🤔🤔🤔🤔🤔
Nofriyanti Vivi
novel ini,sungguh mmbuat ku deg2 ser,setiap bait kata sampai akhir cerita ini💕,mmbcnya penuh dg ketelitian sehingga endingnya happy,the best untuk mu thor😘.💕💕.
pink magenta
jujur pas baca sinopsis aku gemes. ini cerita apa coba bikin penasaran. alur yang maju mundur syantiiiiikkk dibuat apik banget karrna penulisan yang rapi juga no typo huhuu aku terharu. ga berasa terus dibuat tertarik buat baca lagi dan lagi buat mecahin rasa penasaran ini yang mana bagian yang mana maju terus mundur terus sekarang. aaahhhh kamu hebat thor..pokonya vote like buat kamu.
Rita Zhu
aduh Thor...jgnlh berendam air panas...seger kagak...melepuh Iya..😀..
Jenni Manullang
👍👍👍👍👍👍👍
Wiko Wiko
🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀🤦🏻‍♀dinda... kirain kamu gadis baik2, ternyata segampang itu jatuh kepelukan pak tua...!!!
Angrani
kpan lnjut lgi thor
Silvana Maria Supit
crita ini apa maju mundur terus sampai tamat khaa,,?
suci lestari
lnjt
suci lestari
mmpir dl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!