NovelToon NovelToon
Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Seina dan Sora adalah saudari kembar yang dibuang oleh orang tua kandung mereka. Takdir membawa Seina diadopsi keluarga kaya, sementara Sora tumbuh dalam kemiskinan.

Diliputi iri hati, Sora berusaha merebut kehidupan adiknya. Namun, ambisinya berakhir tragis. Seina pun tewas setelah diracuni oleh kakaknya.

Ketika waktu berputar kembali, Seina memilih menyerahkan semua yang dulu menjadi miliknya.

"Kalau memang itu yang kau inginkan... ambillah semuanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Raka tertegun.

Adiknya memang bukan lagi balita, tapi bukankah usia enam tahun masih tergolong anak kecil? Sementara ia sendiri sudah beranjak dewasa, namun entah mengapa setiap berbicara dengan Seina, ia merasa seolah sedang menjaga anak kecil yang rapuh. Apakah hanya perasaannya saja?

Ah, sudahlah. Kali ini ia akan percaya pada kata-kata adiknya.

Keduanya tiba di Kota. Saat melewati Jalan Barat, tiba-tiba bulu kuduk Seina meremang. Ia mendongak dan segera paham alasannya.

Di hadapannya, berjalan perlahan dengan aura sedingin es, adalah Pangeran Julian

Seina menatapnya lekat-lekat. Seharusnya Pangeran itu baru berusia tiga belas atau empat belas tahun. Namun meski masih remaja, wibawanya begitu mengintimidasi. Bahkan dengan pakaian sederhana layaknya rakyat biasa, ia tak bisa menyembunyikan keagungan yang terpancar dari dalam dirinya.

Merasa ada yang memperhatikan, Julian pun menoleh. Seina terkejut dan segera menoleh ke arah kakaknya, merengek pelan. "Kak, aku ingin makan kue beras."

Raka melirik sekilas, benar saja ada penjual kue beras di pinggir jalan. Meski ingin segera bergegas, ia tetap menatap adiknya dengan lembut.

"Dek... bersabarlah sebentar. Nanti kalau Kakak sudah punya uang, pasti Kakak belikan sebanyak yang kau mau."

"Baiklah."

Melihat hanya seorang gadis kecil yang merengek minta jajan pada kakaknya, Julian pun memalingkan wajah kembali dan melanjutkan langkahnya. Seina menghela napas lega saat ia lewat. Pria itu bukan orang sembarangan, terlalu tajam dan penuh perhitungan. Bahkan udara di sekitarnya terasa berat dan menyesakkan.

Ingat dendam masa lalu, di mana Julian kerap bersaing dengannya merebut usaha dagang, api amarah kembali menyala. Kali ini, ia tak akan membiarkan hal itu terulang.

Tiba-tiba sebuah ide terlintas. Tepat sekali! Keluarga mereka sedang kekurangan uang. Dan bukankah saudara kelima mereka memiliki hubungan darah dengan kalangan bangsawan? Meminjam sedikit saja takkan mengurangi harta mereka, bukan?

Jika dulu saudara kelimanya mengenali kerabatnya lewat liontin giok berbentuk naga dan tanda lahir khusus...

Ah, andai saja ia tahu siapa sebenarnya saudara kandungnya yang terpisah itu. Seina tak sabar membayangkan wajah pria itu nanti saat tahu kebenarannya.

"Kak, tunggu sebentar di sana ya?" tanyanya tiba-tiba.

Ia baru saja melihat seorang anak pengemis sekitar sepuluh tahun berdiri di dekat penjual manisan hawthorn. Di saku masih tersisa dua puluh koin yang diam-diam diberikan ayahnya untuk jajan.

Namun Raka langsung menarik tangannya erat. "Tidak boleh. Kau harus tetap di sampingku."

"Kakak..."

"Jangan memohon. Bagaimana kalau kau tersesat? Apa yang akan kukatakan pada Ibu dan Ayah nanti? Ikutlah perintah Kakak."

Seina merapat ke sampingnya, lalu berbisik pelan: "Kak, kau ingin membantu meringankan beban keluarga kan?"

Raka menoleh, penasaran. "Maksudmu?"

Yang paling dibutuhkan saat ini memang uang. Apa yang bisa dipikirkan anak sekecil itu?

"Aku punya cara untuk mendapatkan uang. Tapi Kakak harus membiarkanku bergerak sebentar. Aku janji takkan pergi jauh..."

"Katakan saja apa pun, Kakak takkan melepaskanmu."

Seina menggenggam tangan kakaknya erat.

"Kak, lihatlah Ibu sakit karena kekurangan ini. Tidakkah kau ingin sedikit meringankan beban yang dipikul mereka?"

Raka terdiam ragu. "Kau yakin benar-benar bisa melakukannya?"

Beberapa hari bersama adiknya, ia mulai menyadari betapa cerdas dan tangkasnya gadis itu.

"Aku bisa mencobanya."

"Baiklah. Tapi Kakak akan selalu mengawasimu. Lakukan apa yang kau mau, asalkan tak lepas dari pandanganku."

Seina tersenyum tipis. Akan sulit bergerak bebas jika diawasi, namun melihat ketegasan kakaknya, sepertinya ini jalan tengah yang paling mungkin.

"Baiklah. Tapi Kakak tidak boleh ikut campur apa pun yang kulakukan."

Melihat mata adiknya yang memohon, entah mengapa Raka akhirnya mengangguk setuju.

"Kak, tahu tidak tempat yang menyediakan jasa tulis-menulis di sekitar sini?"

Meski bingung, Raka tetap menjawab: "Ikut aku."

Seina sempat melirik sekilas ke arah Pangeran Chen. Pria itu berjalan lambat, sesekali bertanya pada pemilik toko seolah sedang mencari sesuatu. Sepertinya ia takkan pergi sebentar lagi.

Mereka pun berbelok di tikungan dan menemukan sebuah kios kecil di samping klinik yang menyediakan jasa penulisan surat. Seina maju, membayar dua koin untuk selembar kertas dan pena, lalu menulis sesuatu dengan cepat.

Raka memperhatikan diam-diam. Ia tahu adiknya belum diajarkan membaca dan menulis. Pasti hanya coretan tak berarti, pikirnya. Namun ia memilih diam dan membiarkannya.

"Ayo kembali, Kak."

Kembali ke Jalan Barat, Pangeran Julian masih di sana, tampak sedang berbincang dengan penjual toko. Seina mengerutkan kening, 'apakah dia sedang mencari jejak saudara kelimanya?'

Ia menghampiri anak pengemis tadi yang berdiri di depan penjual manisan. "Kau lapar?"

Anak itu mengangguk pelan.

"Kakek, satu manisan hawthorn."

Penjual tua itu tersenyum ramah, kagum melihat kebaikan hati gadis kecil itu. Anak pengemis itu menunjuk satu batang.

"Itu saja."

"Ini ambil saja."

Anak itu menerima dengan mata berbinar namun tak langsung memakannya.

"Terima kasih."

"Kenapa tidak dimakan?"

"Aku ingin menyimpannya untuk adikku. Dia belum pernah merasakan manisan ini."

Meski air liur menetes, ia tetap menahan diri demi adiknya. Seina terharu, lalu menyodorkan tiga koin lagi.

"Kakek, ambilkan satu lagi yang paling besar."

"Ini Nak."

"Di mana adikmu?" tanya Seina.

Anak itu tersenyum bahagia. "Mari, aku antar!"

Raka hanya memperhatikan dari belakang. Meski tak sepenuhnya setuju uang itu terpakai begitu saja, ia membiarkan saja demi melihat apa sebenarnya yang direncanakan adiknya.

Mereka berjalan tak jauh dari sana hingga sampai di mulut gang sempit. Di sana, terbaring seorang gadis kecil yang menggigil kedinginan, hanya terbalut kain lusuh. Saat melihat kakaknya datang, gadis itu berucap lemah:

"Kakak... aku tidak mau permen. Tolong jangan tinggalkan aku sendiri..."

Ia merasa tubuhnya semakin lemas. Seperti ibunya dulu, yang tiba-tiba tak bisa bergerak. Ia takut ditinggal sendirian.

"Lihat apa yang Kakak bawakan."

Aroma manis-asam langsung tercium. Mata gadis itu membelalak tak percaya.

"Manisan haw... itu benar-benar manisan haw!"

1
Dewi Habibah
lanjut 😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Sri Rejeki rahayu
bagus .itulah arti sebuah keluarga sesungguhnya .saling membantu .oh ya aku menumpang promosi 2 cerita takdir yg direnggut da transmigrasi .mungkin awalnya jelek tp bacalah sampai setengahnya bagus apa tidaknya itu terserah kalin .dan juga aku baru pertama kali menulisnya .maaf kalau ada salah kata mohon dimaklumi ya.trims banyak🙏
Sekar
bukanya keluarga sia ya?
aku
🌹 semangat tor 💪🏻
aku
jangan ditebas dulu kepala livia ya adrian, bikin ngesot gk bisa jalan aja klo dy nurutin usulan kk sm ortunya 😁😁 sekalian anak kedua yg usul bkin cacat. jadika rakyat jelata kluarga sia 🤣🤣 seru 🤣🤣
seno
karya nya bagus
cerita nya juga seru
aku
tor 😭 typo masih 😌
aku
pratama tor 😭 kukira aq salah baca ternyata typo 😭😭
aku
gk jd putri kesayangan malah bru ktemu dh jd target permusuhan 🤣
aku
seina apa sora 😭😭 alamak bingung 😌😁
Sekar
ckckck dasar pickme
Sekar
lanjut thor💪💪
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
wajahnya mc seperti apa ya Thor! 🍯
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kali ini aku ajkan baca perlahan perlahan 💓
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
akhirnya 🍯💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!