Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumit
Saat bersembunyi seseorang membongkar paksa jendela yang ada di ruangan dapur.
"Ayo kita pergi dari sini",titah nya sambil membantu menolong ariana dan alveric keluar dari dalam sana.
"Kamu siapa?" tanya alveric yang kaget mengetahui dirinya dibawa secara paksa.
"Saya di suruh oleh tuan aru",jelasnya.
"Aru kenapa dia bisa tahu?"
"Sudahlah kak alveric ayo keluar dari sini",ajak ariana.
Saat alveric hendak keluar,orang yang mencari carinya itu melihat bahwa mereka hendak kabur.
"ARIANA" teriaknya menggema di seluruh penjuru ruangan.
Ariana tampak cemas,dia tak berhenti menatap ke belakang,seolah takut kejadian itu terulang lagi.
"Ayo kak cepat"
"Sebentar ariana,kita tidak tahu akan dibawa kemana"
Laki laki parubaya itu mengantar ariana dan alveric kesebuah mobil sport mewah berwarna maroon.Dibukakan pintu belakang dan tampaklah aru tengah duduk dan memainkan gadget nya.
"Hallo",aru melambaikan tangannya pada ariana dan alveric.
Ariana tersenyum kala melihat aru,syukurlah dirinya diselamatkan aru orang yang mereka kenal.
"Ayo cepat masuk"
Setelah mereka pergi,daren dan anak buah nya tampak kebingungan mencarinya.
"Mereka tidak akan jauh,ayo cepat cari kerahkan semua orang jika perlu"
Ditengah kekacauan itu adi salah satu bawahan daren menghampirinya dan berbisik padanya,"Tuan daren ternyata tuan muda zein sejak tadi ada di belakang kursi penumpang"
Mendengar perkataan itu daren semakin naik darah,ada saja hal yang selalu menimpanya.
Daren menghentakan kakinya,tangan nya diposisikan dikepala seperti sedang berpikir keras.
"Begini saja,aku tidak mungkin membawa anak kecil saat seperti ini.."
"Adi kau urusin zein jangan sampai dia kabur atau lepas dari pengawasanmu,mengerti?"
"Baik tuan daren"
Sementara itu willy dan vivian mendengar kabar bahwa alveric dan zein didatangi oleh orang yang menghabisi keluarga ariana.
Mereka segera bergegas kerumah nya,namun yang mereka dapati justru malah rumah yang kacau dan tidak ada seorang pun di sana.
Disemua ruangan mereka mencari namun nihil,"Bagaimana ini anak kita dan ariana tidak ada disini".
"Tenang vivian kita akan melihat CCTV rumah ini", jawab willy sambil menenangkan istrinya.
Saat mereka hendak keruangan keamanan,willy melihat asisten rumah tangganya tergelatak pingsan tak jauh dari sana.
"Kamu urus ini dulu ya,biar aku yang melihat CCTV nya",titah willy.
"Baiklah,sayang kamu hati hati ya"
Willy mengangguk paham,dia segera membuka laptopnya dan melihat CCTV rumahnya.Saat melihat semuanya dia menyimpulkan bahwa orang yang mencelakai keluarga ariana nekat sampai sejauh ini.
Willy memperhatikan orang orang yang masuk kedalam rumahnya.Namun ada wajah yang tampak tak asing.
Willy membulatkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"DAREN?"
Suasana berganti dimana alveric dan ariana tiba di kediaman aru,"Wah rumah kak aru besar banget ya".
"Tentu saja ariana,ini adalah rumah hadiah ulang tahun dari ayah dan ibuku",jelas aru.
"Sombong",timpal alveric.
"Kenyataan nya kan memang seperti itu,kamu saja yang iri yah kan? rambut silver"
"Apa silver katamu,kau mengejekku?"
Ariana memisahkan alveric dan aru,namun kedua anak laki laki itu masih saja saling ejek.
Ariana mendekati bodyguard aru dan membungkuk,"Terimakasih paman sudah membantu menyelamatkan ariana dan kak alveric".
"Sama sama nona,sudah kewajiban saya untuk menjalankan tugas apa yang tuan muda aru perintah", jelas nya.
"Aku masih penasaran bagaimana bisa,kamu tahu aku dan ariana sedang dalam masalah?"
Bukan nya menjawab aru justru semakin memancing alveric yang sangat mudah tersinggung.
"Penasaran?", tanya aru.
Alveric menatap malas aru,"Jawablah".
"Rahasia"