NovelToon NovelToon
Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Satu malam, Syafiya (21) salah masuk ke kamar Zeffan (32)—kakak angkatnya sendiri. Malam terlarang itu mengubah segalanya.

​Zeffan yang terbiasa dingin kini terobsesi menjadikan Syafiya wanita simpanannya. Padahal, Zeffan sudah memiliki istri anggun, Valerie (28), dan bayi berusia satu tahun.

​Syafiya terjepit di antara utang budi pada Mommy Marlina dan cengkeraman obsesi Zeffan. Bisakah ia kabur, atau justru makin tenggelam dalam dosa terlarang ini?

​"Kamu yang masuk ke kamarku malam itu, Syafiya. Jadi jangan mimpi bisa lepas dariku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan di Balik Pintu

​"Kak Valerie kembali?" tanya Syafiya kaget saat membuka pintu utama mansion pagi itu.

​Hendra mengantar Valerie pagi itu sesuai dengan omongan kemarin. Pria paruh baya itu hanya mengangguk tipis pada Syafiya dengan raut wajah canggung dan penuh beban, lalu berpamitan pergi setelah memastikan putrinya dan Elvano melangkah masuk.

​"Kakak berarti mau kembali ke rumah ini?" tanya Syafiya dengan lembut, mencoba meraih tangan Valerie untuk menyambutnya.

​Namun, Valerie langsung menepis tangan Syafiya dengan kasar. Matanya menatap tajam adik iparnya dengan pendar kebencian yang makin mendalam.

​"Jangan terlalu polos, Syafiya! Padahal kamu senang kan aku dimarahi oleh kakakmu?" desis Valerie tajam. "Sadar diri, Syafiya... kamu itu cuma anak angkat di rumah ini!"

​"K-Kak... Aku tidak senang saat Kakak dimarahi oleh Kak Zeffan," bisik Syafiya terbata-bata, menggelengkan kepalanya cepat dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Aku bahkan sudah membujuk Kak Zeffan untuk minta maaf kepada Kakak. Tapi Kakak tahu sendiri bagaimana karakter Kak Zeffan..."

​"Banyak alasan kamu, Syafiya!" potong Valerie dengan nada menyindir yang dingin. Matanya menyipit, menatap Syafiya dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan curiga. "Apa kamu mempunyai hubungan khusus dengan Zeffan?"

​Jantung Syafiya serasa berhenti berdetak seketika. Lidahnya mendadak kaku, dan napasnya tertahan di tenggorokan.

​"K-kenapa Kakak malah ngomong begitu?" sahut Syafiya berusaha keras menutupi kepanikan yang menghantam dadanya. "Aku membela Kak Zeffan bukan berarti ada hubungan apapun, Kak! Karena tanpa Mommy, Daddy, dan Kak Zeffan, aku tidak akan pernah ada di dunia ini. Aku menyayangi mereka semua sebagai keluargaku sendiri! Jadi... apa aku salah kalau membela Kak Zeffan yang merupakan kakakku sendiri?!"

​"Kakak?" Valerie terkekeh sinis, melangkah satu tapak makin mendekati Syafiya hingga jarak mereka begitu dekat. "Kakak mana yang sampai harus masuk ke kamar adik perempuan angkatnya saat istrinya tidak ada? Kakak mana yang aroma parfumnya tertinggal di atas tempat tidurmu, Syafiya?!"

​Degh!

​Syafiya membelalak kaget, wajahnya mendadak pucat pasi seperti kertas.

​"K-Kak Valerie... waktu itu Kak Zeffan cuma mau melihat Elvano yang sedang tidur..." alibi Syafiya dengan suara gemetar hebat.

​"Kamu pikir aku bodoh, Syafiya?!" bentak Valerie pelan namun penuh penekanan, menunjuk dadanya sendiri dengan mata yang memerah menahan air mata. "Aku ini istrinya! Aku hapal betul bagaimana cara Zeffan menatap wanita! Tatapan matanya ke kamu itu bukan tatapan seorang kakak ke adiknya!"

​"Nggak, Kak... Demi Allah nggak begitu..." tangis Syafiya akhirnya pecah, tak sanggup menahan tekanan dituduh tepat di wajahnya atas rahasia haram yang memang benar-benar terjadi.

​"Kalaupun kamu tidak ada hubungan dengannya, kamu itu parasit!" bisik Valerie penuh racun di telinga Syafiya. "Kamu memanfaatkan kasih sayang Mommy dan Daddy untuk bikin posisi aku makin tersudut di rumah ini. Tapi ingat ya Syafiya... sampai kapan pun, statusmu di sini cuma anak angkat yang dipungut dari jalanan!"

Dada Syafiya benar-benar sakit saat mendengarnya. Isak tangisnya membuat dadanya sesak, memegang dadanya sendiri yang terasa dihantam beban teramat berat.

"Baik... kalau memang Kakak berpikiran aku hanya membuat posisi Kakak terpojok," bisik Syafiya dengan suara serak dan napas yang terengah-engah, menatap Valerie lewat pandangan yang kabur oleh air mata. "Aku akan ngomong sama Mommy dan Daddy nanti untuk pergi dari rumah ini. Agar posisi Kakak tidak akan lagi terpojok."

Valerie menyunggingkan senyum sinis, melipat kedua tangannya di dada tanpa ada raut penyesalan sedikit pun di wajahnya.

"Pergi?" ejek Valerie dingin. "Jangan berakting seolah-olah kamu korban di sini, Syafiya! Kamu pikir dengan pura-pura mau pergi, Mommy sama Daddy bakal mengizinkanmu? Yang ada mereka malah makin membenciku dan menganggapku mengusir anak kesayangan mereka!"

"Aku serius, Kak..." tangis Syafiya pecah, menggelengkan kepalanya pasrah. "Aku tidak pernah punya niat merusak rumah tangga Kakak. Aku cuma ingin rumah ini damai..."

"Kalau mau damai, harusnya dari awal kamu tidak usah ikut campur!" tegur Valerie dengan nada menajam. "Jangan sok menjadi pahlawan di depan Mas Zeffan atau Mertua! Kamu itu cuma benalu yang bikin Mas Zeffan punya alasan untuk terus merendahkan aku!"

Syafiya memegangi dadanya yang semakin berdenyut nyeri. Kata-kata Valerie bagaikan sembilu yang menguliti harga dirinya habis-habisan.

"Aku tidak pernah minta dilahirkan atau dibawa ke rumah ini kalau akhirnya harus jadi alasan kehancuran Kakak..." cicit Syafiya lirih, tubuhnya gemetar hebat menahan tekanan batin. "Nanti malam... setelah Daddy dan Mommy pulang, aku akan kemasi barang-barangku."

"Lakukan saja kalau kamu benar-benar punya keberanian!" tantang Valerie tajam, melangkah satu tapak mendekati Syafiya. "Tapi kita lihat saja, apa Mas Zeffan akan membiarkan 'adik kesayangannya' ini pergi begitu saja, atau dia akan makin menggila menekan keluargaku!"

Syafiya membeku seketika. Ancaman terselubung dari ucapan Valerie membuat ingatan tentang cengkeraman dan gertakan gelap Zeffan kembali merayapi benaknya. Syafiya tahu betul... Zeffan tidak akan pernah melepaskannya semudah itu.

1
Lilik Juhariah
aku baca sampe mrebes Miki, mungkin kl aku di posisi Fiya , pasti itu yg kulakukan, buat apa marah dendam bikin penyakit baru, lanjutkan Fiya, nanti kl Ka Zeffan marah jelasin pake tampang imut pasti luluh deh
Lilik Juhariah
makasih dah up lagi kak, Fiya kamu sudah menang dari dulu , kak Zeffan begitu mencintaimu , egois kerasnya pasti akan takluk di depan wanita yg dicintainya, Valeri stres kan Krn sikap Zeffan juga
Chenyu Wang
mangkin kesini mangkin suka ceritanya update nya yg byk ya thor🙏🤭
Lilik Juhariah
gitu dong menghadapi laki laki yg jelas inginkan kita itu mudah bangeeet
Lilik Juhariah
syukurlah ada langkah yg lebih maju , Fiya manja manja galak pasti Zeffan akan tertawa , dan bucin
Lilik Juhariah
naaah kan gitu kak , gak usah marah marah, biar Fiya gak takut, Fiya juga gitu tatap lurus kedepan dunia ini Fiya jgn menangis dan menunduk,
Lilik Juhariah
sekali kali.sehari up 2 bab kak🤣
Lilik Juhariah
yuuops gitu kan enak , Valeri kan sudah diceraikan scr agama tinggal scr hukum , Zeffan tarik nafas dan coba duduk , menangislah jika mau menangis Krn penghiatan, Valeri kamu SDH dimaafkan , selesai kan , Krn wanita yg sudah menolak suaminya dua tahun dan hamil anak orang sudah gak pantas dibersamai lagi , aaaah lega , skrng Zeffan dah gak ada alasan marah marah lagi yaaa, Krn cintamu memang untuk Fiya
Lilik Juhariah
kak Zeffan itu baik sebenarnya , cobalah bicara pakai hati Fiya , mungkin dg didikan Zeffan kamu akan menatap dunia dg bahu tegak, lembut sederhana boleh tapi harus tegas , sifat Fiya lembek dan suka nangis
Lilik Juhariah
baguslah punya temen sprt Karin yg mengatakan salah kalau itu salah, kok bisa selevel Zeffan ditolak
Aditya hp/ bunda Lia: bener banget
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
fatal kamu Valerie ... yakin zeffan gak akan maafin kamu dan Karin ayo terus ingetin si Val buat ngaku terus terang ajah ke zeffan
falea sezi
safi yanti kayak pret blooooooooon
Lilik Juhariah
berpikir lah logis , jangan kayak di novel novel DNA palsu , suap , punya orang dalam , Karin haruslah jadi Sahabat yg tidak menjerumuskan , katakan salah dan Buruk sesuai perbuatannya, dah salah kan Valeri , ya udah , lah elvaro itu anak siapa , jebakan atau gimana
Lilik Juhariah
agak gemes juga baca karakter Fiya , kebanyakan tanya , terlalu penakut, terlalu polos ,
Aditya hp/ bunda Lia: bener
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
👍👍👍👍👍
Lilik Juhariah
coba Fiya sekali kali bilang , kenapa sih kak gak bisa nahan emosi , Fiya kl kakak gitu malah takut 🤣🤣jangan diem menyerah , perasaan itu hrs diubgkapin Fiya , Kak Zeffan itu cinta kamu dari dulu
Aditya hp/ bunda Lia: bener tuh
total 1 replies
Lilik Juhariah
banyakin dong kak , jangan sehari satu🤣
Lilik Juhariah
Fiya yg bodoh , kan bawa hp kenapa GK langsung Tlp Zeffan
Dinda Putri
lanjuut
Aditya hp/ bunda Lia
waah, ... sekretaris gila kamu lagi gali kubur buat dirimu habis kamu Maya ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!