NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 BASAH!!

*Di kantor_____*

Terlihat Elina terdiam duduk di depan meja kerjanya, Ia tidak tahu mengapa akhir-akhir ini dirinya terus teringat dengan seorang pria aneh itu, Brayen. Entah apa yang mempengaruhinya, sesuatu reaksi tubuhnya merasakan gelisah tidak menentu saat ia teringat kemarin, sentuhan brayen membuat tubuh Elina merasa terangsang tidak jelas. Apa lagi waktu itu dirinya bercumbu dengan gairah, ciuman itu membuat dirinya merasa melupakan sesuatu yang seharusnya tidak pernah ingat untuk selamanya.

"Brayen... pria aneh". Senyum tipis di bibir Elina, ia tidak tahu mengapa sangat menyukai prilakuan brayen.

Elina Menoleh ke arah ponsel di atas meja, terdiam sejenak terus ia pandang sambil berfikir. Tangan kanan meraih mengambil ponsel tersebut. Melihat layar ponsel menyala, entah mengapa isi pikiran Elina teringat brayen rasanya ingin meneleponnya tapi berubah tidak berminat, ia merasa kusut dengan apa yang di pikirkan.

"Ada apa denganku ini? Hadeh.... ". Elina berkata mengeluh rengek merasa dirinya sulit mengerti tentang dirinya sendiri.

Cinta tidak, tapi entah mengapa isi pikiran Elina merasa kotor rasanya ingin sesuatu tapi hati menolak. Elina semakin mengeluh dan tidak tahu harus bagaimana, ia merasakan tidak nyaman di balik bagian bawah sensitifnya, terasa basah, sepertinya celana dalam yang ia pakai saat ini tiba-tiba saja jadi basah saat mengingat Brayen. Ekpresi wajah Elina terlihat tidak nyaman, ia beranjak melangkah jalan keluar dari ruang kantor.

Perjalanan di lorong menuju ke toilet tidak jauh dari ruangannya, saat membelok

"Elina! ". Panggil Sanfani datang menghampiri

Ekpresi Elina berubah bete, ia berbalik menoleh sambil tersenyum terpaksa

" Apa...? ". Tanya Elina senyum berat

" Mau kemana?". Tanya balik Sanfani

"Lorong ini mengarah kemana? ".

" Hem! toilet ". Jawab Sanfani

" Kalau tahu toilet, tidak usah bertanya". Ucap Elina kesel melangkah jalan meninggalkan Sanfani begitu saja.

"........ "

Sanfani terdiam bingung tidak mengatakan apa pun

Di dalam toilet, ia cukup lega setelah membereskan masalah celana dalam yang tiba-tiba saja jadi basah, ia baru saja menggantikan celana dalam yang baru. Elina melangkah jalan keluar dari dalam toilet.

"Wah!! ".

" Argghh!! ". Elina kaget tiba-tiba saja Sanfani mengagetkan dirinya.

" Heheheheh".

"iiihhhihhhh. Apa-apa sih". Ucap Elina kesel

" Sorry. Ayo makan siang di Cafe, aku lapar. eh... lupa aku, kamu kan males bertemu dengan pria aneh yang kamu maksud kan. Apa pesan makanan aja? ". Tanya Sanfani

Elina terdiam, rasanya ingin bertemu dengan brayen.

" Hey! lebih baik kita kesana saja, bagaimana? ".

" Hem! tumben. apa kamu sudah memaafkan dia? ".

" Apaan sih, tidak! mungkin saja dia tidak ada di sana". Elina merasa gengsi mengatakan sebenarnya ia bersikap seperti orang yang gengsi

"Ohh! gitu ya". Jawab Sanfani merasa ada yang aneh

Melihat Sanfani mulai curiga membuat Elina kepikiran.

" Eh! bisi dia ada di cafe, pesan aja ok". Minta Elina langsung melangkah pergi

Sanfani langsung terdiam bingung melihat tingkahnya.

Sesampainya di dalam ruang kantor, Elina bergegas duduk di kursi depan meja kerjanya, ia merasa tidak nyaman setiap kali mengingat brayen terus menerus,. kini ia hanya menunggu kedatangan paket makanan yang di pesan Sanfani tadi, Hati Elina berharap yang datang bukan Brayen. tapi isi pikirannya berbeda ia berharap brayen, merasa tidak sabar untuk menunggu kedatangan brayen.

Elina menggeleng kepala untuk tetap sadar diri.

Tidak lama kemudian saat Elina sibuk berkerja, teleponnya berbunyi, ia rasa pasti di bagian lobby soal paket makanan sudah datang, Elina mengangkat untuk menjawab telepon

"Maaf, ada paket makanan untuk ibu bos". Ucapnya

" ok, suruh masuk ". Minta Elina menutup telepon meletakkan kembali, entah mengapa dirinya tidak sabar menunggu brayen datang.

Lama menunggu,

Tok

Tok.

Tok

Elina menoleh saat pintu di ketok oleh seseorang, sepertinya itu paket makanan,

" Iya masuk ". Minta Elina

Sebuah kaki dengan sepatu memasuki ruangannya, Elina berlahan melihat dari bawah kaki hingga ke atas kepala.

" Paket ". Ucapnya

Sudah menduga yang mengantarkan paket ternyata brayen, Elina tersenyum tipis melihat brayen datang.

Brayen melangkah menghampiri, meletakkan paket makanan di atas meja.

" Kenapa selalu kamu, yang mengantarkan paket, apa teman kerja sibuk? ". Tanya Elina duduk angkuh

Brayen tersenyum saat mendengar kalimat itu

" Ini tugas saya, apa kamu keberatan, kalau keberatan, saya minta salah satu teman saya untuk menukar posisi ". Jawab brayen senyum

Mendengar rencana itu membuat Elina tidak nyaman

" Iya seharusnya ". Ucap Elina canggung dan gengsi, hatinya berkata tidak ingin menukar tapi mulut berkata lain

" oohh!! baik lah kalau gitu, nanti saya bertanya pada mereka ".

Mendengar rencananya membuat Elina cukup kesel dan merasa tidak sesuai yang ia mau.

Melihat ekpresi wajah Elina. Brayen tersenyum tipis, ia rasa ada sesuatu yang salah, tapi tidak tahu apa itu.

" Sudah di bayar kan? ". Tanya Elina, basa-basi

" Sudah, di aplikasi " Jawabnya singkat.

"Hmmmm! begitu ya". Elina beranjak melangkah dengan pelan ia mendekat pada brayen.

Brayen hanya memperhatikannya dengan bingung.

Elina duduk di atas meja kerja dengan sexy dan angkuh, kedua tangan melipat di bawah dadanya, dengan tatapan tajam pada brayen.

Brayen di depan Elina hanya terdiam bingung melihat tingkah Elina sesuatu yang aneh.

Kini mereka berhadapan saling memandang. Lirik kan mata Elina mengarah tempat lain, tangan kanan menyentuh baju seragam yang di pakai brayen di tubuhnya, sambil melirik mengoda.

Dari tadi brayen bingung, tingkah Elina semakin aneh, ada sesuatu pada dirinya.

"Ada apa dengan mu? " Tanya brayen dengan nada pelan namun lembut, sambil menatap mata

Elina pun tarik seragam yang di pakai brayen, untuk lebih dekat, satu langkah brayen mendekat, kini kaki kiri terjepit oleh kedua kakinya Elina sedang kan kaki kanan tidak terjepit hanya samping kaki Elina.

Tiba-tiba saja brayen bergedup kencang jantung nya tiba-tiba saja berdebar dengan hebat, saat menatap lebih dekat, ada sesuatu yang lebih dari rasa ingin memiliki tapi tumbuh dengan perasaan cinta.

Elina melirik kearah dada brayen, lalu melirik kembali bola mata brayen

"Detak jantung terdengar jelas oleh ku". Ucap Elina dengan nada lembut.

" Aku tidak tahu ada apa dengan mu, apa terjadi sesuatu di tubuh mu, terlihat gemetar saat seperti ini". Ucap brayen senyum melihat Elina semakin berani

"Kalau kau tahu itu, harus sadar bukan? ".

" Hem! tapi sayangnya, kita belum menikah, Maaf" Ucap brayen melepaskan tangan Elina yang dari tadi pegang seragam,

Cup

brayen kecup kepala kening Elina dengan singkat, ia berbalik melangkah jalan pergi begitu saja

Elina hanya terdiam saat mendapatkan kecupan dari brayen. Ia tidak menyangka kalau brayen bisa menolak dan tidak tergoda olehnya sendiri. Seketika Elina tersenyum kekeh ia merasa tidak ada harga dirinya. Elina cukup kesel tercampur ingin ketawa geli.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!