NovelToon NovelToon
Transmigrasi Figuran: Dilamar Pakai Anjing, Berakhir Jadi Candu Sang Mafia

Transmigrasi Figuran: Dilamar Pakai Anjing, Berakhir Jadi Candu Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Mati konyol tersedak bakso akibat mencak-mencak membaca novel dark romance, Ceisya malah bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran malang yang tak dianggap. Di hari pernikahannya, sang mafia kejam—Sylus Blackwood, The Apex Sovereign penguasa Manhattan sekaligus The Crimson King bermata merah di dunia bawah Brooklyn—malah mangkir dan hanya mengirim seekor anjing berjas untuk mewakilinya.

Alih-alih menangis, jiwa mafia asli Ceisya bangkit. Ia mempermalukan keluarga toksiknya, menikahkan anjing utusan Sylus dengan anjing lain, lalu kabur usai menghajar para pengawal dengan keahlian bela dirinya.

Aksi ugal-ugalan itu justru memicu obsesi liar sang raja mafia. Di tengah kerasnya jalanan New York, perburuan maut pun dimulai, mengubah sang penguasa dingin menjadi pecandu abadi di bawah kaki istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bara di Balik Asap Mesiu dan Janji yang Mengikat Jiwa

​Aroma mesiu yang pekat, bau amis darah segar yang mulai merembes di atas lantai beton dingin, serta sisa-sisa desingan peluru kaliber besar berpadu menjadi satu di dalam gudang pelabuhan utara yang remang-remang. Lampu gantung tunggal di langit-langit berayun perlahan akibat getaran tembakan sesaat sebelumnya, memantulkan bayangan gelap yang menari-nari di dinding-dinding peti kemas berkarat.

​Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh menit, pasukan bayaran dari sindikat Ouroboros yang dipimpin oleh Vance telah dilumpuhkan tanpa sisa. Puluhan pria bertubuh kekar bergelimpangan di atas lantai dengan luka presisi tinggi di titik-titik vital—bukti nyata dari keahlian brutal pasukan elit Blackwood yang bergerak layaknya mesin pembunuh tanpa ampun.

​Vance, si pengkhianat licik yang tadi sempat tertawa meremehkan, kini terkapar bersimbah darah di dekat tumpukan palet kayu. Bahu kanannya hancur diterjang timah panas milik Sylus, sementara napasnya tersengal-sengal menahan rasa sakit luar biasa yang membakar sekujur tubuhnya. Pria paruh baya itu mencengkeram lantai beton dengan jemari yang berlumuran darah, manik matanya menatap ngeri ke arah dua sosok yang berdiri tegak di tengah medan pembantaian tersebut.

​Ceisya melangkah mendekat dengan sepatu bot taktisnya yang berderak pelan di atas pecahan kaca dan selongsong peluru kosong. Gadis itu tidak menunjukkan sedikit pun rasa jijik atau gentar. Tatapan mata hijau terangnya begitu dingin, memancarkan aura seorang penguasa sejati yang sedang menilai bangkai seekor hama pengganggu.

​"Kau tahu, Vance," suara Ceisya mengalun tenang, memecah kesunyian gudang yang kini hanya menyisakan rintihan kesakitan dari musuh yang tersisa. "Kesalahan terbesar yang kau buat bukan karena mencoba meretas sistem keamananku atau mengirim surat ancaman murahan ke rumah sakit... tapi karena kau mengira aku masih Ceisya yang dulu, gadis lemah yang bisa kau giring ke dalam perangkap rendahan ini."

​Vance batuk, memuntahkan cairan merah pekat dari bibirnya yang robek. Ia mendongak dengan susah payah, menatap wajah Ceisya yang diterangi oleh temaram lampu gantung. "Kau... kau pikir kau bisa lepas dari cengkeraman Ouroboros begitu saja, Ratu Hitam? Pimpinan pusat... mereka tidak akan pernah membiarkanmu hidup tenang bersama pria psikopat ini! Kematianmu... dan kehancuran sindikat Blackwood... sudah diatur sejak hari pertama kau menjejakkan kaki di kota ini!"

​Sebelum Vance sempat melanjutkan kata-kata provokatifnya, sebuah bayangan hitam besar bergerak cepat di samping Ceisya. Sylus Blackwood melangkah maju, menundukkan sedikit tubuhnya, lalu menginjakkan sepatu kulit mahalnya tepat di atas luka tembak di bahu Vance.

​Arghhh!

​Jeritan kesakitan yang memekakkan telinga meledak dari mulut Vance, membuat tubuh pria tua itu melengkung ke atas menahan siksaan yang luar biasa keji. Manik mata merah menyala Sylus memancarkan kemurkaan murni yang siap meremukkan tulang belulang manusia tanpa ampun.

​"Satu patah kata lagi keluar dari mulut sampahmu yang kotor untuk mengancam istriku, dan aku akan memastikan kepalamu dipenggal lalu dikirimkan sebagai hiasan meja di markas pusat sindikatmu," bisik Sylus dengan suara berat yang bernada kematian mutlak. Pria itu tidak memberikan toleransi sedikit pun pada siapapun yang berani merusak ketenangan ratunya.

​Ceisya mengangkat tangan kanannya pelan, memberi isyarat kepada sang suami untuk mengendurkan sedikit tekanan telapak kakinya. Ia lantas berjongkok di hadapan Vance, menyamakan posisinya dengan sang pengkhianat yang sekarat. Jemari lentiknya menarik keluar belati perak yang terselip di saku dada jas Vance, memainkannya dengan gerakan memutar yang sangat lihai dan mematikan.

​"Simpan ancaman murahanmu untuk neraka, Vance," bisik Ceisya tepat di dekat telinga pria itu dengan nada yang manis namun mematikan. "Bilang pada para petinggi Ouroboros yang bersembunyi di lubang tikus mereka... kalau mereka ingin merebut nyawaku, datanglah sendiri ke hadapanku. Jangan mengirim anjing-anjing kecil yang tidak berguna."

​Setelah mengucapkan kalimat penutup itu, Ceisya bangkit berdiri dengan anggun. Ia melirik sekilas ke arah para pengawal elit Blackwood yang langsung mengerti tanpa perlu diberi perintah lisan. Dalam hitungan detik, tubuh Vance diseret menjauh ke dalam kegelapan sektor belakang gudang untuk diinterogasi secara total hingga sisa-sisa rahasia Ouroboros terkorek habis.

​Suasana di dalam gudang utama mendadak kembali sunyi, menyisakan deru napas mereka berdua dan bau mesiu yang mengepul di udara.

​Sylus langsung membalikkan badan, merentangkan tangan kekarnya, dan menarik tubuh Ceisya masuk ke dalam dekapannya yang hangat dan posesif. Pria itu memeluk pinggang istrinya erat-erat, seolah memastikan bahwa gadis di hadapannya ini benar-benar utuh, nyata, dan tidak tersentuh oleh ancaman remeh temeh tadi.

​"Kau terlalu baik pada kecoa busuk seperti itu, Ratu kecilku," gumam Sylus rendah di dekat puncak kepala Ceisya, menghirup aroma wangi rambut istrinya yang bercampur tipis dengan bau mesiu. "Seharusnya aku langsung meremukkan tenggorokannya sejak detik pertama kita menginjakkan kaki di tempat ini."

​Ceisya mendengus geli, menyandarkan kepalanya sejenak di dada bidang Sylus sambil merasakan detak jantung pria itu yang berdegup kencang namun teratur. Tangannya melingkar memeluk pinggang suaminya, menikmati kehangatan mutlak di tengah reruntuhan malam yang berdarah.

​"Bukan kebaikan namanya kalau aku langsung membunuhnya, Sylus," balas Ceisya menyeringai tipis di balik dada suaminya. "Aku ingin mereka tahu rasa putus asa saat rencana busuk mereka dihancurkan berkeping-keping oleh orang yang ingin mereka musnahkan. Itu jauh lebih menyiksa daripada sekadar kematian yang cepat."

​Mendengar jawaban penuh darah dan strategi licik itu, tawa rendah yang berat bergetar di dada Sylus. Pria itu semakin mengeratkan dekapannya, merasa bahwa tidak ada makhluk lain di muka bumi ini yang diciptakan begitu sempurna untuk mendampingi singgasana kegelapannya selain wanita di dalam pelukannya ini.

​"Kau benar-benar candu paling mematikan yang pernah kutemui, Ceisya," bisik Sylus serak, penuh pemujaan yang membara.

​Tanpa membuang waktu lebih lama di tempat yang berbau darah itu, Sylus mengangkat tubuh Ceisya dalam satu gerakan mudah ala bridal style. Ceisya terkejut kecil, namun ia tidak protes; ia justru melingkarkan kedua lengannya di leher sang suami, membiarkan sang raja mafia membawanya keluar dari gudang kematian itu menuju mobil SUV hitam yang sudah menanti di halaman luar dermaga.

​Konvoi kendaraan lapis baja Blackwood segera melesat meninggalkan kawasan pelabuhan utara yang sunyi, membelah jalanan malam kota Manhattan yang basah menuju kemegahan penthouse pribadi mereka.

​Di dalam kabin mobil yang kedap suara dan temaram, atmosfer berubah menjadi jauh lebih intim dan panas. Sekat partisi kaca hitam antara kursi pengawal dan bagian belakang dinaikkan penuh, menciptakan ruang privat yang sepenuhnya terisolasi dari dunia luar.

​Sylus mendudukkan Ceisya di atas pangkuannya sepanjang perjalanan pulang. Tangan besar pria itu mulai menelusuri pinggang dan paha Ceisya di balik celana taktisnya dengan sentuhan yang menuntut, menghapus sisa-sisa kaku ketegangan pertempuran tadi dengan gelombang gairah yang membakar.

​"Sylus... kita masih di dalam mobil," protes Ceisya setengah berbisik dengan napas yang mulai memburu, manik mata hijaunya menatap tajam ke dalam sorot mata merah menyala sang suami yang dipenuhi oleh hasrat posesif luar biasa.

​"Kaca mobil ini dilapisi perisai anti peluru dan kedap suara, Ratu kecilku," jawab Sylus parau, mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka nyaris bersentuhan. "Dan di dalam dunia milikku, tidak ada satu aturan pun yang bisa menghentikanku untuk menyentuh milikku sendiri."

​Ciuman panas yang menuntut langsung meruntuhkan pertahanan terakhir Ceisya. Bibir mereka bersatu dalam pagutan yang dalam, liar, dan penuh kepemilikan mutlak. Lidah Sylus menjelajah tanpa ampun, menghisap setiap inci manis dari mulut gadis itu, seolah ingin menghapus seluruh jejak dunia luar dan menyisakan hanya aroma mereka berdua di dalam ruang sempit tersebut.

​Tangan besar Sylus meraba kancing jaket taktis Ceisya, menyingkirkannya dengan gerakan cepat untuk membiarkan telapak tangan panasnya menyentuh kulit mulus di balik pakaian dalam wanita itu. Setiap sentuhan terasa membakar, mengirimkan sengatan listrik ke seluruh saraf Ceisya dan membuat desahan tertahan lolos dari bibirnya yang bengkak.

​"Jadikan aku satu-satunya pusat duniamu, Ceisya," bisik Sylus serak di sela-sela ciuman panas yang turun menghujami leher jenjangnya, menggigit lembut kulit sensitif di sana hingga meninggalkan tanda kemerahan yang pekat. "Jangan biarkan masa lalu, ancaman Ouroboros, atau siapapun di luar sana mencuri sedetik pun perhatianmu dariku."

​Ceisya mencengkeram erat pundak Sylus, menarik pria itu semakin mendekat, menyerahkan seluruh jiwa raganya ke dalam pusaran candu yang diciptakan sang raja mafia. Di tengah perjalanan malam kota Manhattan yang berkilauan di balik kaca gelap, ikatan berdarah dan gairah mutlak di antara mereka semakin terkunci rapat, tak terpisahkan oleh waktu maupun takdir manapun.

1
Nycthophile
👣👣
CaH KangKung,
mantap
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣....🌹🌹
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah hadir kembali baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
namice: 😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Andrea
sok jual mahal Ceisya padahal hati berbunga2🤭
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Fahreziy
👣👣👣
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Andrea
😂😂😂
namice: 😘😘😘😍, terimakasih banyak ya kak sudah datang baca novel ku lagi, love you sehektar untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
toxic thor..😁
namice: 😁😁, iya salah ya kak😁😁, terimakasih banyak ya kak Infonya dan sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Cty Badria
ngak cocok tuk visual cowokny hrs berbadan tinggi besar berotot
Andrea: kayak mafia meksiko gtu ya😁😁
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku aku akan update setiap pagi kak dan setiap hari aku usahakan doubel up😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
yaaah thor ketangkapnya kok cpt amat gk serulah thor, thor buat gk gamoang sylus mndptkn cesya enak aja suapa suruh memprmalukan cesya gk banget thor
namice: 😁😁, emang sengaja kak yang ini karena kedepannya ujian mereka banyak kak, jadi permintaan seseorang pembaca ingin pasangan bucin, prianya bucin kak.. jadi mau gak mau ceisya dan Sylus menikah dulu dan Sylus mendapatkan ceisya😁
total 1 replies
°RhaiKen™
hiii...ikutan merinding disko kak 🤭🤭
namice: 🤣😁😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
horeeee👏👏👏👏👏karya baru lgi...💞💞💞
namice: 😍😍😘😘😘, love you sehektr untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 8 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
penasaran Thor buruan di selesaikan agar aku bisa membacanya
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!