NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Digital Rian

Keesokan paginya Nino dan Asep tidak langsung ke kantor. Keduanya memilih menemui Pradipta dulu.

Mereka fokus menyelesaikan kasus Prisa lebih dahulu karena petunjuknya jauh lebih jelas dibanding kasus Nilan.

Pradipta mempersilakan Nino dan Asep duduk di ruang tengah. Tak lama kemudian dia bergabung di sana sambil membawa laptopnya. Dia sudah berhasil melacak identitas digital Rian.

Bagi hacker sepertinya tidak sulit menemukan jejak digital dan semua informasi yang berkaitan dengan pria itu.

“Apa kamu sudah menemukan tentang Rian?”

“Tentu saja. Semalaman aku hampir tidak tidur demi membantu kalian.”

“Apa yang kamu dapat?” tanya Nino tanpa basa-basi.

“Nama aslinya adalah Rian Firansyah. Dia pria lajang berusia 29 tahun. Dia pernah bekerja di berbagai bidang yang berkaitan dengan dunia entertainment.

Dia juga pernah menjadi model produk apparel. Terakhir dia aktif di TokTok untuk berjualan produk yang bekerja sama dengannya.”

“Bukannya dia seorang CEO?” tanya Asep.

“CEO? Hahaha!” Pradipta tergelak sendiri. Di rekam jejak manapun tidak ada yang menunjukkan jika pria itu adalah seorang CEO. “Mana ada CEO yang masih sempat live jualan di TokTok. Ada-ada saja.”

“Jadi dia hanya mengaku-ngaku saja pada Prisa?”

“Siapa Prisa?”

“Pemilik ponsel yang kuberikan padamu. Apa kamu sudah berhasil membukanya?”

“Tentu saja, itu mudah untukku. Aku sudah menyalin semua isinya ke laptop. Kalau yang bernama Rian, kemungkinan besar ini orangnya.”

Pradipta menunjukkan foto seorang pria berwajah tampan. Ada cukup banyak foto Rian bersama Prisa di galeri ponsel wanita itu.

Nino dan Asep segera melihat wajah Rian yang terpampang di layar laptop. Wajah pria itu mirip seperti yang digambarkan Nilan.

“Apa kegiatan Rian belakangan ini?”

“Sudah sekitar seminggu dia tidak lagi live jualan di TokTok. Sepertinya dia sedang menyelesaikan pekerjaan barunya.”

“Pekerjaan apa?”

“Dia dikontrak menjadi model majalah dewasa untuk pasar luar negeri.”

Pradipta menunjukkan foto-foto Rian yang didapatnya dari hasil pencariannya semalam. Ada banyak foto Rian yang hanya mengenakan pakaian dalam. Bahkan ada beberapa gambar pria itu bermesraan di atas ranjang bersama seorang wanita.

“Apa ada catatan panggilan di ponsel Prisa dua hari yang lalu?”

“Ya, ada.”

“Apa kamu bisa melacak di mana Rian melakukan panggilan waktu itu?”

“Tentu saja. Lokasinya tidak jauh dari kampus. Dia ada di kafe yang letaknya di seberang kampus. Aku juga sudah berhasil mendapatkan rekaman CCTV di kafe itu.”

Kali ini Pradipta menunjukkan rekaman CCTV yang diretasnya dari kafe yang ada di seberang kampus. Tampak Rian duduk sendirian di meja paling pojok. Dia sedang berbicara dengan ponselnya, dan orang yang sedang diajak bicara adalah Prisa.

Waktunya berdekatan dengan kejadian Prisa terjun dari rooftop gedung fakultas ISIP.

“Apa kamu bisa putar rekaman itu dari awal dia masuk kafe?”

Pradipta membuka file lain, file yang berisi rekaman CCTV kafe secara utuh. Dia memajukan video sampai menemukan Rian memasuki kafe. Pria itu datang satu jam sebelum Prisa meloncat dari rooftop.

Pria itu langsung mengambil meja di bagian sudut kafe. Suasana kafe masih cukup lengang, belum banyak pengunjung yang datang. Sepuluh menit kemudian muncul seorang gadis memesan minuman.

Sambil menunggu pesanannya selesai, gadis itu mendekati meja Rian lalu duduk di samping Rian. Keduanya tampak mengobrol santai.

Rian memeluk bahu gadis itu dan mendaratkan ciuman di pipi sang gadis. Dari bahasa tubuh mereka, jelas sekali jika hubungan mereka cukup dekat.

Sepuluh menit berselang, pesanan sang gadis tiba. Pelayan mengantarkan pesanan ke meja Rian.

Setelah sang pelayan pergi, Rian mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Kemudian dia memasukkan sesuatu ke salah satu minuman pesanan gadis yang bersamanya.

“Itu teman Prisa,” celetuk Eris yang sudah berada di dekat Nino dan Asep. Sontak keduanya langsung menolehkan kepala.

Tahu jika Nino dan Asep tidak bisa berbicara dengannya sekarang, hantu wanita itu melanjutkan perkataannya.

“Dia teman Prisa, namanya Endah. Dia yang membelikan minuman untuk Prisa. Sebelum loncat dari rooftop, Prisa meminum minuman yang dibelikan Endah. Penunggu di kelas Prisa yang mengatakan padaku.”

“Masukkan semua video tadi ke dalam USB. Lalu di mana posisi Rian sekarang?” tanya Nino pada Pradipta.

Jari Pradipta bergerak lincah di atas laptop. Dia kembali menelusuri aktivitas digital Rian. Pria itu rajin sekali mengunggah kegiatannya di media sosial.

“Dia masih berada di apartemennya. Apartemen Braga Living, tapi unitnya aku tidak tahu.”

“Apa sudah dicopy?”

Pradipta menyerahkan USB yang sudah disiapkan sebelumnya. Di dalamnya terdapat semua informasi Rian berikut rekaman CCTV di kafe.

“Sekarang, kamu coba cari jejak rekaman CCTV di daerah ini.”

Nino memberikan secarik kertas yang berisi nama desa Ciasem, waktu dan tempat saat Nilan kehilangan nyawanya. Selain itu, dia juga sudah menuliskan nama Rama.

“Cari tahu juga soal Rama. Di hari yang sama, dia mengaku berada tidak jauh dari lokasi yang kuberikan. Cari jejaknya, ke mana dia setelah meninggalkan lokasi.

Lalu apa ada orang mencurigakan yang tertangkap kamera CCTV sekitar pukul sebelas sampai dua belas malam di hari itu.”

“Baiklah.”

“Kalau kamu sudah mendapatkannya, kirimkan saja ke e-mailku.”

Nino memberikan alamat e-mailnya. Pradipta menghela napas panjang. Rupanya cukup banyak juga pekerjaan yang harus dilakukannya sebagai anggota tambahan di tim Miko.

“Sampai kapan aku harus melakukan ini?” tanya Pradipta.

“Sampai masa hukumanmu selesai. Ingatlah berapa banyak orang yang sudah kamu rugikan selama ini.”

“Tapi tidak selamanya aku merugikan orang. Bahkan aku membantu pemerintah membuka praktek korupsi di dinas sosial,” Pradipta berkilah.

“Lalu bagaimana dengan korban yang kartu kreditnya kamu retas. Kamu membeli semua barang mewah di unit ini menggunakan kartu kredit orang lain.

Ditambah lagi kamu juga beberapa kali menjebol tabungan orang lain. Jadi sebagai penebusan dosa, gunakan kemampuanmu untuk menolong orang lain.”

Pradipta seketika terbungkam. Harus diakui jika semua yang dikatakan Asep benar adanya. Dia memang pernah membobol rekening dan kartu kredit beberapa orang demi kepentingan pribadinya.

Namun dia tidak asal pilih. Ada orang tertentu yang diincarnya, dan dia tahu jika orang itu juga mendapatkan uang dari jalur yang tidak halal.

Tanpa berlama-lama, Nino dan Asep segera meninggalkan kediaman Pradipta. Mereka kembali ke kantor dulu untuk menemui Miko agar pria itu mengeluarkan surat penangkapan untuk Rian.

Dengan bukti yang didapat dari Pradipta, sudah cukup untuk mengeluarkan surat penangkapan.

Sesampainya di kantor Polda Jabar, Nino dan Asep segera memperlihatkan semua bukti yang didapat dari Pradipta. Miko segera mengeluarkan surat penangkapan.

Duo kancing cetet secepatnya meninggalkan kantor Polda. Sekarang tujuan mereka adalah Apartemen Braga Living.

Mereka harus segera menangkap Rian dan menuntaskan kasus Prisa agar bisa berkonsentrasi menyelidiki kasus Nilan.

Keduanya segera masuk ke dalam mobil. Sebelum menjalankan kendaraan, Nino menoleh ke belakang. Di kursi penumpang, Eris dan Ahqam sudah duduk manis. Bahkan Ahqam merangkul bahu Eris dengan mesra.

“Masih pagi nggak usah keganjenan deh,” kesal Nino.

“Sirik aja. Makanya cari pacar sana!” jawab Ahqam sekenanya.

“Apa ada tugas buat kita?” tanya Eris.

“Kalian cari temannya Prisa yang tadi di kafe. Kalau sudah menemukannya, kabari kami.”

“Oke.”

Tak butuh waktu lama, keduanya langsung menghilang. Nino segera menjalankan kendaraan roda empatnya.

Dalam waktu tidak sampai setengah jam, mereka sudah tiba di gedung Apartemen Braga Living. Setelah memarkirkan mobil, dua petugas polisi itu segera memasuki lobi apartemen. Mereka langsung menuju meja resepsionis.

“Selamat pagi,” ujar Asep sambil menunjukkan kartu identitasnya.

“Pagi,” jawab sang resepsionis gugup. Pagi-pagi mereka sudah kedatangan dua petugas polisi.

“Apa Rian Firansyah memiliki atau menyewa unit di sini?” tanya Asep to the point.

“Sebentar, Pak.”

Sang resepsionis memeriksa dulu catatan penghuni gedung ini. Dia memasukkan nama Rian Firansyah.

“Maaf, Pak. Tidak ada nama Rian Firansyah sebagai pemilik atau penyewa unit apartemen di sini.”

***

CEO mau ditangkap🤭

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!