Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bisa Melihat Masa Depan
Tentu saja, hal pertama yang dilakukan Kayden adalah pergi ke garasi. Ia ingin melihat mobilnya. Belum apa-apa tubuhnya sudah gemetar karena bersemangat. Pria mana di belahan bumi ini yang tidak punya impian untuk dapat memiliki sebuah mobil mewah? Mobil sport, super car!
Dan, ketika garasi dibuka, Kayden tidak dapat menyembunyikan ekspresi terkejutnya.
"Betapa gagah dan kerennya mobil ini!" Ia berseru terkagum-kagum.
Mobil itu berwarna biru tua dengan desain hypercar yang radikal. Saat Kayden masuk, ia dimanjakan dengan interior yang mewah dan mengesankan. Bahkan Kayden, yang bukan penggemar mobil sport, mengakui bahwa mobil ini adalah salah satu yang terbaik!
"Kalau aku bawa mobil ini ke kampus, aku pasti akan menarik perhatian semua orang. Tentu saja, itu yang kuinginkan!" seru Kayden. Ia bahkan sudah membayangkan bagaimana penampilannya nanti.
Kayden ingin Reysa tahu bahwa dia jauh lebih kaya daripada Leon! Karena Reysa meninggalkannya karena Leon sangat kaya, maka cara terbaik untuk membalas dendam adalah dengan menunjukkan kepada Reysa bahwa dia lebih kaya!
Reysa mungkin akan mengelak dan tidak semudah itu percaya, tetapi Kayden akn buktikan nanti. Gadis murahan itu, akan dia buat lebih buruk dari kehinaan.
Itulah yang paling pantas bagi seorang pengkhianat.
Padahal Kayden selalu menjaganya, Kayden selalu mencintainya. Menghormati dan menghargai dia, tapi gadis itu seperti iblis berwajah peri. jadi jangan salahkan Kayden jika ia berbalik membalasnya. Balasan yang jauh lebih dari sakit, tanpa harus mengotori tangannya sendiri!
Hal ini membuat Kayden tak sabar melihat bagaimana reaksi Reysa saat nanti. Akankah ia memohon dan meminta maaf seperti perempuan murahan? Atau akankah ia menangis di kaki Kayden?
Apa pun itu, tak ada kata maaf untuknya! Kayden akan membuat Reysa merasakan apa itu pengkhianatan dan penyesalan!
Selanjutnya, Kayden memasuki rumah. Begitu pintu dibuka, ia mendapati interiornya begitu megah dan luar biasa. Lantainya terbuat dari marmer putih, dindingnya dihiasi berbagai ornamen dan lukisan unik, suasana di dalamnya membuat Kayden merasa seperti berada di dunia fantasi.
Ketika Kayden berkeliling rumah, ia menemukan fakta bahwa rumah ini memiliki empat belas kamar tidur, sebuah pusat kebugaran, tiga ruang makan, sebuah ruang pertemuan, sebuah bioskop mini, sebuah ruang permainan, sebuah kolam renang, tiga dapur, dan sebuah lapangan basket.
Di setiap dapur terdapat kulkas yang berisi berbagai macam bahan makanan. Terlebih lagi, apa yang dibutuhkan Kayden selalu ada di dalamnya. Seperti beberapa jenis daging sapi, beberapa potong ayam, berbagai makanan kaleng, dan sayuran hijau. Hal ini membuat Kayden merasa seperti memiliki minimarket sendiri. Ia tidak perlu membeli lagi!
Tak hanya itu, di setiap kamar tidur terdapat lemari pakaian besar berisi banyak pakaian mahal. Kayden tahu hal ini karena ia pernah bekerja di toko pakaian, jadi ia sangat paham kualitas pakaian-pakaian itu.
Terlebih lagi, sebagian besar pakaiannya sangat cocok untuknya. Hal ini tentu saja membuatnya berpikir, apakah semua ini juga disediakan oleh sistem?
Kayden tidak tahu jawaban pastinya. Yang jelas, semua yang ada di rumah ini miliknya!
Pada titik ini, setelah berpikir cukup lama, ia akhirnya memilih sebuah kamar untuk dirinya sendiri. Kamar itu berukuran 8x8 meter persegi di lantai dua. Ruangan itu tidak terlalu besar maupun terlalu kecil. Namun, kamar itu sangat cocok untuknya.
Setelah meletakkan semua barangnya di dalam, dia duduk di sofa dan membuka sistem.
Dia sekarang punya 17 poin. Dia ingin menggunakan poinnya untuk mendapatkan hadiah.
Sebelumnya, ia telah mendapatkan hadiah berupa peningkatan kecerdasan empat kali lipat. Hal ini membuatnya penasaran, seperti apa hadiah selanjutnya?
Oleh karena itu, tanpa membuang waktu lagi, Kayden mengklik gambar 'kotak' di tengah sistem.
Tidak lama kemudian, sebuah kalimat muncul di tengah sistem, menggantikan gambar kotak sebelumnya.
[Kamu sangat beruntung! Kamu sekali lagi mendapatkan salah satu hadiah utama. Sekarang kamu bisa melihat masa depan! Kamu bisa melihat semua yang akan terjadi di menit berikutnya!]
Setelah membaca pesan itu, Kayden mengerutkan kening, "Sekarang aku bisa melihat masa depan?! Bagaimana aku membuktikannya?!"
Sambil melihat sekeliling, Kayden mendapat ide. Ia mengambil sebuah buku tebal, lalu melemparkannya tepat di atas kepalanya.
"Mari kita lihat bagaimana cara kerjanya!"
Tak sampai sedetik kemudian, Kayden entah bagaimana mendapat penglihatan yang memperlihatkan buku tebal itu akan mengenai kepalanya. Ia tahu itu pasti akan sangat menyakitkan, melihat ekspresinya yang buruk rupa.
Menyadari hal itu akan terjadi kapan saja, Kayden segera menghindar dengan memiringkan kepalanya, sehingga buku tebal itu jatuh tepat di bahu kanannya.
Hal ini langsung membuat Kayden tersenyum puas, "Ini sangat berguna! Kalau aku bertarung dengan seseorang, aku bisa yakin orang itu tidak akan menyakitiku! Aku bisa tahu kapan dia akan menyerang, jadi aku bisa langsung menghindar sebelum serangannya tiba!"
Tentu saja, Kayden menyadari bahwa ini tidak semudah yang dibayangkannya. Ketika ia menghadapi petarung hebat, ada kemungkinan masa depan akan berubah.
Alasannya adalah karena seorang petarung hebat hanya akan menyerang ketika ia menemukan celah pada lawannya.
Ketika Kayden tiba-tiba mengubah gerakannya, ada kemungkinan orang tersebut juga akan mengubah arah serangannya, yang akan mengubah masa depan.
Hal ini membuat Kayden penasaran. Akankah ia menjadi Doctor Strange saat itu, di mana ia bisa melihat sejuta kemungkinan dalam satu situasi?
"Lupakan saja itu untuk saat ini. Memikirkannya saja bisa membuatku gila! Ada hal yang lebih penting yang bisa kulakukan dengan kemampuan ini!" kata Kayden sambil tersenyum puas.
Kayden ingat betul bahwa dulu, ketika ia baru berusia tujuh tahun, seorang pria bernama Damian datang ke rumah ibunya untuk menagih utang. Pria itu adalah seorang rentenir dan pemilik kasino.
Ia ingat saat itu ibunya memohon sedikit keringanan. Ibunya berkata, beri aku dua hari lagi. Aku janji akan membayar bunganya saat itu juga.
Kayden tidak tahu jumlah pasti utang ibunya, tetapi satu hal yang pasti, bunganya lebih besar daripada utang itu sendiri!
Tentu saja, mengingat bunganya lebih besar daripada utangnya sendiri, Damian bukanlah orang baik. Ia jelas-jelas jahat dan bejat, yang acuh tak acuh terhadap kesulitan orang lain.
Karena Damian tahu ibunya tidak sanggup membayar utangnya, Damian menyeret ibunya pergi menuju suatu tempat.
Saat itu Kayden tidak tahu apa yang terjadi, tetapi seiring berjalannya waktu, ia mengetahuinya! Ibunya dijadikan pelacur oleh Damian!
Awalnya Kayden berencana menjadikan Damian target ketiganya setelah Reysa. Namun, mengingat kemampuannya kini telah meningkat, ia memutuskan untuk mengubah rencananya. Ia menjadikan Damian target keduanya!
Kayden memutuskan untuk berjudi di kasino Damian, kemudian menghancurkan bisnisnya!
"Aku akan mengambil semua uangmu, tepat di bawah hidungmu, Bajingan!"