NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Petani Sultan

Sistem Check-in Petani Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gagal total merantau di kota, Arga terpaksa pulang kampung dengan dompet kosong dan niat setengah hati untuk bertani di lahan tua peninggalan kakeknya. Namun, nasib sialnya mendadak berbalik 180 derajat ketika sebuah layar biru hologram muncul di pagi buta, mengaktifkan "Sistem Check-in Harian" yang terus memberinya hadiah gila-gilaan setiap hari, mulai dari saldo puluhan juta rupiah, benih super ajaib, hingga barang-barang mustahil lainnya. Kini, dengan cangkul di tangan dan sistem overpower di sisinya, Arga bersiap menampar mulut julid para tetangga, menendang tengkulak serakah, dan membangun kerajaan bisnis pertaniannya sendiri untuk menjadi petani paling sultan yang pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Matahari semakin terik menghangatkan teras depan rumah tua Arga yang halamannya sudah disapu bersih.

Arga duduk bersantai sambil meminum kopi hitamnya yang sudah mulai mendingin ditebak hembusan angin.

Pikirannya melayang membayangkan berapa banyak keuntungan yang akan dia dapatkan dari transaksi hari ini.

Tidak lama kemudian suara mesin halus dari mobil MPV hitam terdengar memasuki pekarangan depan rumahnya.

Siska turun dari mobil dengan setelan blus merah marun dan rok hitam selutut yang terlihat sangat elegan.

Di tangannya terdapat sebuah map kulit berwarna cokelat tua yang memancarkan aura seorang negosiator profesional.

"Selamat pagi menjelang siang Mas Arga, semoga saya tidak datang terlambat membuat Anda menunggu." Siska tersenyum manis menyapa Arga dengan ramah.

"Tentu saja tidak Nona Siska, silakan duduk kembali di kursi singgasana kayu kita ini." Arga membalas dengan candaan ringan mempersilakan tamunya duduk.

Siska langsung meletakkan map kulit itu di atas meja dan mengeluarkan dua rangkap kertas bermaterai.

"Ini draf kontrak baru yang sudah direvisi oleh tim legal restoran saya tadi malam secara lembur." Siska menjelaskan sambil menunjuk poin-poin penting di kertas tersebut.

"Harga seratus ribu rupiah per buah tomat kristal dan pembayaran tunai di tempat sudah tercantum jelas di dalamnya."

Arga membaca sekilas kontrak tersebut dan mengangguk puas melihat klausul yang sangat menguntungkannya.

Dia langsung menandatangani kedua rangkap kontrak itu dengan pena yang disodorkan oleh Siska.

"Kerja sama yang bagus Nona Siska, mulai besok pagi armada Anda sudah bisa mengambil panen tomat ronde kedua saya." Arga menyerahkan kembali satu rangkap kontrak tersebut.

"Sempurna Mas Arga, sekarang mari kita bicarakan soal tantangan cabai sakti yang Anda sombongkan kemarin sore itu." Siska menatap Arga dengan mata penuh minat dan rasa penasaran.

"Tentu saja Nona, saya tidak pernah berbohong soal kualitas barang dagangan yang saya hasilkan dari kebun ini." Arga menjawab dengan nada penuh rasa percaya diri.

Arga pura-pura merogoh saku kemejanya padahal dia sedang memanggil satu buah Cabai Api Naga dari dalam inventaris sistemnya.

Dia meletakkan buah cabai berwarna merah menyala itu tepat di tengah meja kayu pemisah mereka.

Mata Siska langsung terbelalak lebar melihat bentuk dan warna cabai yang sangat tidak wajar tersebut.

Cabai itu berukuran sebesar jempol tangan pria dewasa dan kulitnya memancarkan warna merah pekat seolah ada bara api di dalamnya.

Aroma pedas yang sangat segar langsung menguar menembus hidung Siska membuat air liurnya tanpa sadar menumpuk di rongga mulut.

"Bentuknya sungguh luar biasa eksotis, saya belum pernah melihat varietas cabai seindah ini di pasar manapun di negeri ini." Siska bergumam takjub tanpa berkedip menatap cabai itu.

"Silakan dicicipi langsung Nona Siska, ini sampel gratis khusus untuk Anda membuktikan khasiatnya hari ini." Arga tersenyum penuh kemenangan melihat reaksi Siska.

Siska mengambil cabai itu dengan dua jari tangannya yang lentik dan bersih dari kotoran.

Dia merasa sedikit ragu karena hawa panas yang menempel di kulit cabai itu terasa sangat nyata menyengat ujung jarinya.

Namun rasa penasaran dan insting kulinernya jauh lebih kuat mengalahkan rasa takutnya akan rasa pedas.

Kress.

Siska menggigit ujung cabai itu dengan gigitan kecil yang sangat berhati-hati.

Seketika itu juga mata Siska melebar maksimal hingga tubuhnya menegang kaku di atas kursi kayu.

Rasa pedas yang luar biasa menggigit langsung meledak di ujung lidahnya menyebar liar ke seluruh rongga mulutnya.

Namun anehnya rasa pedas itu sama sekali tidak menyiksa melainkan berpadu dengan rasa gurih manis yang sangat adiktif.

"Hah hah ini pedas sekali tapi rasanya sangat luar biasa enak Mas Arga." Siska mengatur napasnya yang mulai memburu karena kepedasan.

Tanpa sadar wanita karier itu malah menggigit lagi sisa cabai di tangannya dengan gigitan yang jauh lebih besar.

Keringat seukuran biji jagung mulai bermunculan membasahi dahi dan pelipis Siska yang mulus.

Arga hanya tersenyum santai sambil bersandar di kursinya menunggu efek utama dari cabai naga itu bereaksi.

Glek.

Siska menelan kunyahan terakhirnya dan tiba-tiba perutnya mengeluarkan suara gemuruh yang sangat keras.

Krucuk krucuk grok.

Suara aneh dari perut Siska itu terdengar sangat nyaring memecah keheningan di teras rumah.

Wajah Siska yang tadinya memerah karena sensasi pedas kini langsung berubah menjadi merah padam karena rasa malu yang luar biasa.

"Maaf Mas Arga perut saya tiba-tiba terasa sangat mulas dan bergejolak hebat di dalam sana." Siska meremas perutnya dengan kedua tangan sambil meringis menahan sakit yang mendadak.

"Itu adalah reaksi normal dari proses pembersihan racun di dalam sistem pencernaan Anda Nona." Arga menjelaskan dengan nada santai tanpa panik sedikit pun.

"Kamar mandi saya ada di ujung lorong sebelah kanan pintu dapur, cepatlah lari ke sana sebelum terlambat." Arga menunjuk ke arah pintu masuk rumahnya.

Mendengar instruksi penyelamatan itu Siska langsung melompat dari kursinya membuang citra elegannya jauh-jauh.

Dia berlari terbirit-birit menembus ruang tamu Arga dengan gaya yang sangat lucu mengabaikan sepatu hak tingginya.

Brak.

Suara pintu kamar mandi dibanting tertutup terdengar cukup keras dari arah bagian belakang rumah.

Arga terkekeh pelan menyeduh sisa kopinya sambil menikmati hembusan angin siang yang semakin sejuk.

"Orang kota memang banyak makan makanan berlemak dan berpengawet jadi proses detoksifikasinya pasti sangat ekstrem di dalam perut." Arga bergumam sendiri sambil tersenyum geli.

Hampir dua puluh menit berlalu sebelum akhirnya suara pintu kamar mandi yang berderit kembali terbuka.

Siska berjalan gontai kembali ke teras depan dengan wajah yang terlihat sedikit pucat namun posturnya sangat rileks.

Anehnya meski dia baru saja mengalami proses buang air yang menguras tenaga tubuhnya justru memancarkan aura yang sangat segar.

Kulit wajahnya terlihat jauh lebih cerah merona dan matanya berbinar terang layaknya remaja usia belasan tahun.

"Ya ampun Mas Arga saya benar-benar minta maaf atas kejadian yang sangat memalukan barusan." Siska duduk kembali di kursinya sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Tidak perlu malu Nona Siska, saya kan sudah bilang dari awal kalau cabai itu berkhasiat membuang racun jahat dari tubuh manusia." Arga tersenyum maklum menenangkan rekan bisnisnya yang sedang salah tingkah itu.

Siska menurunkan tangannya dan menatap Arga dengan pandangan yang dipenuhi rasa takjub dan kekaguman.

"Anda benar Mas Arga, rasanya seperti seluruh beban kotoran dan penyakit di dalam tubuh saya terkuras habis tanpa sisa." Siska berbicara dengan nada suara yang bergetar karena gembira.

"Bahkan rasa sakit akibat asam lambung kronis yang sering menyiksa saya akhir-akhir ini tiba-tiba hilang total tidak berbekas."

1
irena
hancurkan wiratama sampai ke akarnya thor.. Arga dilawan
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
irena
seru banget thor.. kapok si baskoro... klo perlu kasih jadi gembel si baskoro kusuma
Cherlly: iya kaka nanti tunggu bab selanjut nya ya kaka😍
total 1 replies
Cherlly
sangat menarik dan kejutan tk terduga oleh sistem
Gege
emas dunia 1 gram sudah 2.7juta paling murah Thor...🤣
Gege
duit Baru ratusan juta kok bangun villa mewah..🤣
Cherlly: ya kaka, kan itu uang dr awal dia dapet sistem di kumpulin sampe bisa bangun villa mewah,dan masih ada lanjutaan bab yg mengejutkan si pembaca😊
total 1 replies
Gege
perasaan masih ratusan juta belom milyaran kok disebut milyarder Thor..🤣
Sayekti 0519
waah ... udah bisa bantu bikin rumah sakit khusus kanker gratis,mesjid panti.kan udah punya pohon uang
Sayekti 0519
lah rumah nya g d bagusin,klw d dobrak orang jahat gmana??
Cherlly: dia kan punya sistem yg bisa menghasil kan uang dan bisa buat beli rumah baru kaka
nanti di tunggu bab selanjut nya kaka semakin seru nanti nya,saya lagi mikir untuk bab selanjut nya biar lebih menarik😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!