NovelToon NovelToon
My Professor, Wo Ai Ni

My Professor, Wo Ai Ni

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dosen / Komedi
Popularitas:60.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.

Gen 8 klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan-jalan Berdua

Pagi itu langit Taipei cerah dengan angin musim gugur yang sejuk. Di bawah deretan jembatan Chongxin Bridge Flea Market, ratusan kios berjajar menjual barang antik, piringan hitam, mesin tik tua, lukisan, hingga tumpukan buku yang menguning dimakan usia.

Leerant berjalan lebih dulu sambil tersenyum. "Aku yakin tempat ini akan jadi surga buatmu, Kate."

Katerina menoleh heran. "Surga?"

"Ya. Tapi bukan surga belanja pakaian... surga buku."

Begitu memasuki lorong pertama, mata Katerina langsung membesar. Aroma kertas tua memenuhi udara. Jemarinya spontan menyentuh punggung-punggung buku bersampul kain yang sudah pudar.

"Leerant… lihat ini."

Dia mengangkat sebuah edisi klasik Jane Eyre dengan ilustrasi tahun 1930-an. Wajahnya benar-benar berbinar seperti anak kecil menemukan hadiah.

Leerant hanya diam memperhatikan. Selama ini dia mengenal Katerina sebagai dosen bahasa Inggris yang elegan dan tenang. Namun di pasar loak itu, sisi lain perempuan itu muncul, penasaran, antusias, dan penuh kegembiraan.

Mereka berpindah dari satu kios ke kios lain.

"Permisi, boleh saya lihat yang ini?" tanya Katerina dalam bahasa Mandarin yang membuat Leerant tidak perlu menjadi penerjemah.

Penjual tua itu mengangguk ramah. "Silakan Nona. Saya tidak menduga Anda cukup bagus bahasa Mandarinnya."

"Xie Xie," jawab Katerina.

Di balik tumpukan buku, Katerina menemukan beberapa judul yang membuat napasnya tertahan.

* The Picture of Dorian Gray cetakan awal abad ke-20

* Kumpulan puisi W.B. Yeats

* Edisi bahasa Inggris The Analects of Confucius dengan catatan tangan pemilik lamanya

"Oh… luar biasa." Dia memeluk buku-buku itu di dadanya sambil tersenyum lebar.

Leerant tertawa kecil. "Aku belum pernah melihatmu sebahagia ini."

Katerina menatapnya dengan mata berbinar. "Orang lain mungkin bahagia menemukan perhiasan. Aku bahagia menemukan buku yang berhasil bertahan puluhan hingga ratusan tahun."

Mereka kemudian duduk di bangku kayu dekat kios teh. Katerina membuka halaman pertama salah satu buku langka itu dengan sangat hati-hati.

Di halaman dalam tertulis tinta yang mulai memudar:

To Eleanor, Christmas 1927.

Katerina mengusap tulisan itu perlahan. "Bayangkan, lebih seratus tahun lalu seseorang menghadiahkan buku ini kepada orang yang ia sayangi. Dan namanya nyaris mirip dengan Tante Elle."

"Tante Elle?" beo Leerant bingung.

"Tante Eléonore, istrinya Oom Billy yang neurosurgeon terkenal. Tapi ini Eleanor bukan Eléonore." Katerina tersenyum melihat buku-buku itu.

Leerant tersenyum hangat. "Dan sekarang buku itu menemukan pemilik baru. Kamu memang berbeda, Kate."

Katerina menoleh, lalu tertawa pelan. "Bukan pemilik. Penjaga berikutnya."

Kalimat itu membuat Leerant memandangnya lebih lama. Di tengah hiruk-pikuk pasar loak Chongxin Bridge, dia menyadari bahwa kebahagiaan paling tulus terkadang hadir dari hal sederhana, melihat orang yang kita sayangi menemukan harta karun yang benar-benar berarti baginya.

"Di saat orang lain menganggap buku-buku itu sampah, tapi kamu berbeda. Padahal sudah ada banyak platform membaca online," ucap Leerant usia mereka membayar buku-buku itu. Katerina menolak dibayari Leerant namun pria itu memaksa. Akhirnya Leerant yang menang dengan mengatakan dompet Katerina ketinggalan.

"Kalau kamu bawa aku ke butik branded, aku akan memilih keluar. Bosan lho. Tapi kalau tempat seperti ini, dan aku menemukan harta karun seperti ini? Tidak akan aku lewatkan!" gelak Katerina.

"Kita jalan-jalan dulu ya? Siapa tahu ada yang menarik perhatian kita," ajak Leerant.

"Boleh!"

Katerina mengikuti Leerant berkeliling pasar loak yang cukup ramai di hari Minggu ini dan musim dingin! Seolah mereka tidak perduli karena yang penting cari barang yang dikoleksi. Katerina melihat Leerant memeriksa kamera jadul dan klasik.

"Satu hal yang susah. Filmnya," ucap Katerina saat melihat Leerant memegang kamera jadul itu.

"Karena Fuji Film dan Kodak sudah tidak berproduksi kan? Kalah dengan yang digital, bahkan ponsel pun sudah memakai kamera yang bersaing dengan kamera DSLR," gumam Leerant.

"Itu benar. Tapi kalau berhubungan dengan seni dan koleksi, itu beda cerita," senyum Katerina.

"Itu benar. Menurut kamu, aku patut beli?" Leerant menoleh ke Katerina.

"Tergantung kebutuhan kamu. Perlu dikoleksi atau hanya untuk sekedar beli." Katerina tersenyum ke arah Leerant.

"Begitu ya." Leerant lalu bertanya harga kamera itu.

Dia pun batal membeli karena tidak cocok dengan harganya. Leerant lalu menggandeng tangan Katerina untuk berjalan-jalan lagi.

"Kok tangan aku digandeng?" tanya Katerina.

"Biar nggak hilang. Lihat, ada banyak orang lho," jawab Leerant santai.

Katerina tersenyum. "Iya deh!"

Mereka pun berkeliling lagi. Dirasa tidak ada yang menarik, Leerant mengajak makan mie bebek Peking halal di area muslim Taipei. Kedai mie bebek Peking itu terletak di sekitar Masjid Raya Taipei di Distrik Daan dan Masjid Kebudayaan Taipei di Distrik Zhongzheng.

Katerina auto lapar mata karena banyak makanan enak-enak di sana. Leerant yang tahu itu, hanya tertawa.

"Kita makan mie bebek Peking dulu baru nanti jajan yang kamu mau. Tenang disini banyak makanan halal," kekeh Leerant yang membawa Katerina ke Distrik Zhongzheng.

"Benar ya? Aku tidak sabar mencicipi semua!" Katerina tersenyum melihat banyaknya tempat makan yang sepertinya enak-enak.

Mereka masuk ke dalam sebuah restaurant dan Leerant memesan makanan mereka. Katerina pun duduk diantara para tamu yang menikmati makanannya.

Tak lama pesanan mereka datang dan Katerina tidak sabar memakannya. Mata coklatnya terbelalak dan menatap Leerant.

"Ini enak!" ucap Katerina tertahan.

"Enak kan?" Leerant tersenyum ke arah Katerina.

"Aku bisa makan banyak ini," kekeh gadis itu.

"Sungguh? Kamu tidak masalah makan banyak?" tanya Leerant.

"Tinggal nge-gym, selesai," balas Katerina.

Leerant tertawa. "Ingat, masih ada camilan lho. Jadi kita makan satu porsi aja."

"Ah iya!" tawa Katerina.

Keduanya pun memakan mie bebek Pekingnya dan Leerant mengetahui lebih banyak soal Katerina. Dia memang gadis dari keluarga kaya raya tapi tidak masalah keluar masuk pasar loak dan makan di tempat seperti ini. Tidak seperti Emerald yang harus di restauran high end.

Papa, Mama, bagaimana aku tidak jatuh cinta dengan dosenku sendiri?

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Teuing Saha🙃
Astaghfirullah, uang segitu kalau dipakai buat beli bakso, bisa buat seumur hidup itu
D_wiwied
hutang segitu banyaknya hanya utk judi,, ga sayang uangnya pa ya 🤔 yo pantes wae dia niat banget merencanakan kecelakaan wong nilai asuransine jg gede
Noey Aprilia
Aku ga mau ngitung k rupiah,lieurrr.....
😇😇😇....
tp yg psti,mreka hrus byar nyawa dgn nyawa.....😡😡😡
amilia amel
ya Allah parah banget ternyaman keluarga Ma
awesome moment
astaghfirullah. mmg pelaku Ma5 (ma lima) tu g bkl.an brenti klo blm mokat. s7 dgn cara kate dan kelg reeves membalas. mrk pindah dunia dgn cara yg mrk pilih. mrk pilih judi mk mrk akan pindah dunia dgn judi. 👍👍👍
Marsiyah Minardi
Ngeri kali ya hutang judi sebanyak itu
Palingan si Theo di sikat habis ala ala triad
awesome moment
😄😄😄q ngabrut. dasar y. manusia social butterfly tu mmg di luar BMKG. Iseng lho y. coba2. isenge mmg tiada tara
Elsa Fanie
AQ pusing ngebayangin uang segitu banyak 🤦🤦🤦😁😁😁😁😁✌️
Meeta Baggio
Gilee...hutang judi nyaa bener2 luar biasa yaa si Theo,
awesome moment
enaknya tu org digmn.in y? bisa g c klo dicelupin j ke kolam piranha. kek.model celupin buah ke coklat leleh.
Sayem Sayem
yassalam baru ketauan belange si muka cwek yg dediam maen judi BKN sekedar hobi cm mau asah otak ny makin licin bin licik apa gak y🤔🤔🤔🤔
Teuing Saha🙃
Opa Macan menakjubkan
Elsa Fanie
aaaa JD kangen opa macan bon cabe 🥺🥺
Uniie Gentra
akhirnya yura sama daniel ga jadi childfree ya🥳
Ani
asal njeplak aja kalau ngomong🤣🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Heleehh.....
opa bon cabe mh cma iseng,mngkn lg gabut....mkanya maen smp k macau....🤣🤣🤣
D_wiwied
harap dimaklumi Kate, pesona cewek Pratomo tdk bisa diabaikan.. cm mmg si Lee terlalu kecepetan ibarat masalah blm selesai udah bikin masalah hati 🤭🤣🤣
Septi Lahat
hah,, Hoshi muka cewek tyt oh tyt,, tpi bukan judi yg merusak kali ya,, maklum kdg memang perlu bergaul dg org2 dri berbagai side😁😁😁,,
Kate mgkin leerant belum harus dijawab skrg tpi dia jujur n tulus pdamu..
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
tor cerita kayleen di sebelah msh blm up ya?

Yura dan Daniel ga jd child free ya?
Teuing Saha🙃
Ternyata Tristan sudah mempersiapkan semuanya. Tristan pasti paham betul kalau paman dan bibinya tahu yg sebenarnya, semua pasti akan dirampas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!