NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Sebuah Pijatan dan Keadaan Darurat

Ruang persiapan biologi itu terasa semakin panas, seolah oksigen di dalamnya telah menguap dan digantikan oleh aroma maskulin yang memabukkan.

Bayu menatap tajam ke dalam mata Bu Rina yang kini sudah sepenuhnya sayu dan berkabut oleh hasrat.

Napas wanita dewasa itu terdengar memburu, memantul di dinding ruangan yang sempit.

"Ibu sedang sakit," ucap Bayu dengan suara rendah yang menggetarkan.

"Biar saya bantu meredakan panasnya."

Tanpa menunggu persetujuan lebih lanjut, Bayu melepaskan pergelangan tangan Bu Rina.

Kedua tangannya kini bergerak naik, menyentuh lembut pundak guru biologi itu.

Suhu tubuh Bu Rina terasa membakar telapak tangannya, namun giok hijau di tangan kanan Bayu justru menyerap panas itu dan mengubahnya menjadi energi yang menenangkan.

"Ah..."

Bu Rina kembali mendesah pelan saat jari-jari kuat Bayu mulai memijat titik saraf di sekitar tengkuk dan pangkal lehernya.

Setiap tekanan dari jari Bayu terasa seperti aliran listrik kecil yang menyengat langsung ke pusat sarafnya.

Pikiran logis Bu Rina sebagai seorang guru sudah hancur lebur sejak beberapa menit yang lalu.

Dia tidak peduli lagi bahwa pemuda di depannya ini adalah muridnya sendiri.

Yang dia tahu, sentuhan Bayu adalah satu-satunya hal yang bisa meredakan rasa panas dan kosong di perut bagian bawahnya.

"Bayu... tanganmu... Engh... enak sekali rasanya," bisik Bu Rina tanpa sadar, suaranya bergetar menahan nikmat.

Bayu hanya tersenyum miring.

Dia memajukan tubuhnya hingga lututnya berada di antara kedua paha Bu Rina yang sedang duduk di tepi meja.

Jarak wajah mereka kini hanya tersisa beberapa sentimeter.

Hembusan napas Bayu menyapu lembut bibir Bu Rina yang sedikit terbuka.

Tangan kanan Bayu meluncur turun dari leher, menyusuri garis kerah kemeja Bu Rina, lalu berhenti tepat di atas perutnya.

Jempol Bayu menekan sebuah titik saraf di ulu hati dengan gerakan memutar yang sangat pelan.

Eugh!

Tubuh Bu Rina melengkung karena refleks, punggungnya menegang hebat.

Rasa nikmat yang luar biasa meledak dari titik yang ditekan Bayu, menyebar ke seluruh aliran darahnya.

Pertahanan terakhir guru muda itu akhirnya runtuh total.

Kedua tangan Bu Rina langsung melingkar erat di leher Bayu, menarik wajah pemuda itu hingga bibir mereka akhirnya bertemu.

Cup.

Ciuman itu awalnya ragu-ragu, namun dalam hitungan detik berubah menjadi liar dan penuh tuntutan.

Bu Rina melumat bibir Bayu dengan rakus, seolah dia adalah orang kehausan yang akhirnya menemukan mata air di padang pasir.

Bayu membalas ciuman itu dengan dominan.

Lidahnya menerobos masuk, mengabsen setiap sudut mulut gurunya dan membelit lidah wanita itu dengan ritme yang memabukkan.

Mhhh... nghh...

Slurp...

Suara kecapan basah dan desahan tertahan mendominasi ruangan sempit tersebut.

Tangan Bayu tidak tinggal diam.

Dia menyusupkan tangannya ke balik kemeja kerja Bu Rina, mengusap punggung mulus wanita itu dengan sentuhan yang membakar.

Sensasi hangat dari giok di telapak tangannya membuat Bu Rina semakin gila.

Wanita itu meremas rambut belakang Bayu, tubuhnya bergesekan gelisah mencari kelegaan yang lebih dalam.

"Tolong, Bayu... di dalam sini rasanya panas sekali," racau Bu Rina di sela-sela ciuman mereka.

Tangan wanita itu mulai bergerak nakal, mencoba membuka kancing seragam Bayu dengan jari-jari yang gemetar.

Bayu menatap wajah gurunya yang memerah dan dipenuhi keringat gairah.

Dia tahu, hanya butuh satu dorongan lagi dan mereka berdua akan melewati batas yang tidak bisa ditarik kembali.

Bayu perlahan menurunkan tangannya, menelusuri pinggang Bu Rina dan bersiap menyentuh bagian yang paling sensitif.

Namun, tepat di saat suasana sudah berada di puncak ketegangan...

Brak! Brak! Brak!

Suara gedoran brutal di pintu ruang persiapan membuat keduanya tersentak kaget.

Ciuman mereka terlepas seketika.

Bu Rina menarik napas panjang, matanya terbelalak panik seolah baru saja disiram seember air es.

Kesadarannya kembali ditarik paksa ke dunia nyata.

"Bu Rina! Bu Rina ada di dalam?!" teriak sebuah suara dari balik pintu.

Itu adalah suara Pak Anton, guru olahraga yang biasanya bersuara lantang.

"Gawat, Bu! Tolong cepat ke lapangan! Pak Kepala Sekolah tiba-tiba pingsan dan kejang-kejang!"

Wajah Bu Rina langsung memucat.

Dia buru-buru mendorong tubuh Bayu menjauh, tangannya gemetar hebat saat merapikan kemejanya yang berantakan dan rambutnya yang acak-acakan.

"I-iya, Pak Anton! Saya keluar sekarang!" balas Bu Rina dengan suara yang dipaksakan agar terdengar normal.

Bu Rina menatap Bayu dengan tatapan campur aduk.

Malu, takut, namun di sudut matanya masih tersisa sisa-sisa hasrat yang belum tersalurkan.

"Bayu, ibu... ibu harus pergi. Lupakan apa yang baru saja terjadi," bisik Bu Rina cepat, tidak berani menatap mata muridnya.

Bayu hanya berdiri dengan tenang.

Dia merapikan seragamnya yang sedikit kusut, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan.

"Kepala Sekolah kejang-kejang? Kalau begitu, saya akan ikut melihatnya," ucap Bayu datar.

"T-tapi kamu..."

"Saya mungkin bisa membantu, Bu. Ingat, saya tahu beberapa titik saraf," potong Bayu sambil berjalan mendahului Bu Rina menuju pintu.

Cklek.

Bayu membuka pintu, mengabaikan tatapan heran Pak Anton yang melihatnya keluar dari ruang persiapan bersama Bu Rina.

Tanpa membuang waktu, Bayu mempercepat langkahnya menuju lapangan utama sekolah.

Di tengah lapangan basket, kerumunan murid dan guru sudah terbentuk.

Suasana sangat kacau dan panik.

Di tengah kerumunan itu, tubuh tambun Pak Kepala Sekolah tergeletak di atas lantai semen yang panas.

Mulutnya mengeluarkan busa putih, matanya mendelik ke atas, dan tubuhnya kejang-kejang hebat.

Dokter sekolah, seorang pria paruh baya berkacamata, tampak berlutut di sampingnya dengan wajah pucat pasi.

"Minggir! Beri ruang! Jangan berkerumun!" teriak dokter sekolah itu sambil mencoba melonggarkan dasi Kepala Sekolah.

"Dokter, bagaimana ini? Ambulans masih terjebak macet di jalan raya!" seru salah satu guru panik.

"Detak jantungnya sangat lemah. Ini serangan jantung mendadak, tapi kejangnya tidak normal. Saya tidak membawa peralatan yang cukup ke lapangan!" balas dokter itu frustrasi.

Natasha juga ada di barisan depan kerumunan, menatap ngeri pada tubuh pria tua yang sedang meregang nyawa itu.

Tiba-tiba, Bayu menyerobos masuk melewati kerumunan.

"Minggir," ucap Bayu dengan suara berat yang anehnya membuat murid-murid di sekitarnya refleks membuka jalan.

Bayu berjalan lurus menghampiri tubuh Kepala Sekolah.

"Hei! Apa yang kamu lakukan? Mundur! Ini bukan tontonan anak-anak!" bentak dokter sekolah saat melihat Bayu berjongkok di dekatnya.

Bayu mengabaikan bentakan itu.

Mata tabib dewanya dengan cepat memindai tubuh Kepala Sekolah.

Aliran darah yang tersumbat di area dada dan saraf otak yang kacau tergambar jelas di dalam kepalanya seperti diagram menyala.

"Ini bukan sekadar serangan jantung biasa, ada penyumbatan akut di arteri utama dan syaraf vagusnya tertekan keras," ucap Bayu tenang.

Dokter sekolah itu melongo.

Dari mana anak SMA ini tahu istilah medis serumit itu hanya dengan melihat sekilas?

"Kalau Anda menunggu ambulans datang sepuluh menit lagi, pria ini akan mati membusuk di lapangan ini," lanjut Bayu.

"Jaga bicaramu, anak sialan! Menjauh dari pasienku!" dokter itu mencoba mendorong bahu Bayu.

Tep!

Bayu menepis tangan dokter itu dengan keras hingga pria paruh baya itu terjengkang ke belakang.

Seluruh lapangan terkesiap.

Natasha menutup mulutnya tak percaya melihat keberanian Bayu.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Bayu mengangkat kedua tangannya.

Dia memfokuskan energi dari giok hijau ke ujung jari telunjuk dan jari tengahnya.

Tuk! Tuk! Tuk!

Dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata orang awam, jari-jari Bayu menusuk tiga titik krusial di area dada, leher, dan bawah telinga Kepala Sekolah.

Itu adalah teknik akupunktur kuno Penghancur Sumbatan Aliran Darah.

"Apa yang kamu lakukan?! Kamu bisa saja membunuhnya!" teriak dokter sekolah bangkit berdiri dengan marah.

Namun, belum sempat dokter itu bertindak, sebuah keajaiban terjadi.

Kejang-kejang di tubuh Kepala Sekolah perlahan berhenti.

Busa di mulutnya tidak lagi keluar, dan warna kulitnya yang tadinya membiru perlahan kembali normal.

Kepala Sekolah itu tiba-tiba menarik napas panjang dan rakus, seolah baru saja ditarik keluar dari dalam air.

Uhuk! Uhuk!

Dia terbatuk pelan, matanya mulai berkedip normal dan menatap langit dengan linglung.

Keheningan total menyelimuti seluruh lapangan.

Tidak ada satu pun murid atau guru yang berani bersuara.

Mereka baru saja menyaksikan seorang murid miskin yang sering di-bully, menyelamatkan nyawa Kepala Sekolah hanya dengan tiga sentuhan jari.

Bayu berdiri perlahan, membersihkan debu dari lutut celananya.

Dia menatap dokter sekolah yang masih mematung dengan mulut terbuka lebar.

"Pasien Anda sudah stabil. Silakan lanjutkan tugas Anda saat ambulans datang," ucap Bayu dingin, lalu berbalik pergi membelah kerumunan yang masih membeku.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!