NovelToon NovelToon
The Doctor’S Darkest Obsession

The Doctor’S Darkest Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Gangster / Dokter
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Satu malam tragis mengubah seluruh hidup Liana. Niat hati ingin menolong seorang pria yang tak berdaya tetapi lelaki itu menutup matanya dan mengambil kesucian liana sebagai satu-satunya jalan keluar. Trauma dan kalut, ia melarikan diri dan berharap takdir tidak akan pernah mempertemukan mereka lagi.
Namun, takdir punya rencana lain. Beberapa bulan kemudian, Liana melangkah ke rumah sakit dengan hati hancur untuk mengakhiri kehamilan yang tak diinginkannya. Di sana, Kenzo melihat wanita yang akan menolongnya malam itu.
Liana tidak tahu bahwa di balik jas putihnya, Kenzo adalah pemimpin geng motor yang disegani dan tak kenal ampun dan lelaki yang telah melakukannya dengannya. Mengetahui Liana mengandung darah dagingnya, Kenzo tidak akan membiarkan wanita itu pergi.
Perburuan pun dimulai—bukan hanya untuk mengklaim anaknya, tapi juga untuk memiliki Liana seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Liana menatap wajah calon suaminya yang masih tampak pucat namun penuh keyakinan itu dengan tatapan pasrah.

"Jadi, kita nggak jadi belanja?" tanya Liana lirih, meratapi impiannya yang gagal untuk berburu es krim dan pizza pagi ini.

Kenzo menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Tidak ada belanja hari ini. Kamu harus istirahat, semua keperluan akan diurus di sini."

Kenzo kemudian melangkah ke ambang pintu dan berteriak memanggil dua anak buah kepercayaannya.

"Willy! Mario! Kesini!"

Begitu keduanya datang dengan sikap siap, Kenzo langsung memberi perintah.

"Pesan catering terbaik sekarang juga. Ingat, harus makanan sehat dan bergizi, tidak ada makanan instan atau cepat saji. Urus dalam waktu satu jam."

"Siap, Bos!" jawab Willy dan Mario kompak, lalu segera berbalik untuk melaksanakan tugas dadakan tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ, Kenzo kembali merogoh ponselnya untuk memanggil tim MUA (Makeup Artist) profesional ke mansion.

Setelah itu, ia melangkah menuju sebuah lemari besar yang terkunci rapat di sudut kamar.

Dengan hati-hati, Kenzo mengeluarkan sebuah kotak besar dan membukanya, menampilkan sebuah gaun pengantin putih klasik yang sangat anggun dan terawat rapi.

Ia membawa gaun itu dan menyerahkannya ke pelukan Liana.

"Pakai ini untuk akad kita nanti. Ini gaun pengantin milik mendiang ibuku," ucap Kenzo.

Suaranya mendadak bergetar, dan sebutir air mata tampak mengalir melewati pipinya yang tegas sebelum ia buru-buru menyekanya dengan punggung tangan.

"Semoga pakaian ini cukup untukmu. Kalau nggak cukup, kita cari yang lain."

Tepat setelah momen emosional itu, wajah Kenzo tiba-tiba kembali berubah tegang.

Perutnya yang sempat mulas tadi tampaknya kembali bergejolak hebat dan tidak bisa ditoleransi lagi.

Tanpa sempat berkata apa-apa lagi, Kenzo berbalik dengan cepat dan berlari masuk ke dalam kamar mandi, melanjutkan urusan buang air besarnya yang sempat tertunda.

Brak!

Pintu kamar mandi tertutup rapat.

Liana yang masih mendekap gaun pengantin itu di dadanya hanya bisa melongo menatap pintu kamar mandi.

Ia mengerjapkan matanya, merasa setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja disaksikannya.

"Pemimpin gangster, bisa menangis juga ternyata?" gumam Liana pelan pada dirinya sendiri, menyadari sisi rapuh yang tersembunyi di balik sosok kejam Kenzo.

Satu jam kemudian, markas Black Cobra yang biasanya garang mendadak berubah menjadi sibuk dan penuh hiruk-pikuk.

Tim MUA pilihan Kenzo akhirnya tiba. Mereka langsung menggelar peralatan rias di kamar atas dan mulai mendandani Liana dengan sangat teliti.

Di bawah sentuhan tangan-tangan profesional, wajah lelah Liana perlahan tersamarkan, digantikan dengan riasan natural yang membuat aura keibuannya terpancar begitu anggun.

Sementara itu di lantai bawah, Willy dan Mario bergerak secepat kilat.

Dekorasi akad nikah yang sederhana namun elegan bermotif bunga putih sudah terpasang rapi di aula utama.

Aroma harum dari hidangan catering sehat yang dipesan khusus pun sudah memenuhi seisi mansion, menggugah selera siapa saja yang menciumnya.

Bunga juga sudah kembali. Ia menuntun masuk seorang pria paruh baya bersahaja yang mengenakan peci hitam—pamannya, sang penghulu yang akan menikahkan pasangan itu.

Namun, di tengah atmosfer yang mulai sakral, ketenangan itu mendadak hancur berantakan. Pintu gerbang depan dihentak terbuka dengan kasar.

Kania melangkah masuk dengan mata melotot, memandang dekorasi bunga dan meja akad di tengah aula dengan wajah syok.

"Ada apa ini?!" tanya Kania setengah berteriak, suaranya melengking tinggi penuh tuntutan.

Mario yang kebetulan sedang merapikan kursi penghulu menoleh, lalu menjawab dengan wajah polos tanpa dosa, "Bos mau menikah, Kania. Hari ini juga."

Mendengar jawaban itu, jantung Kania serasa berhenti berdetak.

"M-menikah? Tidak mungkin!" Kania menggeleng-gelengkan kepalanya dengan histeris, menolak keras kenyataan pahit ini.

Tanpa memedulikan tatapan sinis dari anggota geng motor lainnya, Kania langsung berlari menaiki anak tangga menuju lantai dua.

Ia menerobos koridor dan langsung membuka pintu kamar utama.

Di dalam kamar, Kania terpaku. Ia melihat Liana yang sudah berdiri anggun mengenakan gaun pengantin putih klasik milik mendiang ibu Kenzo.

Liana terlihat begitu cantik jelita bak seorang ratu sesungguhnya, membuat rasa iri dan dengki di dada Kania semakin membakar jiwanya.

"Ada apa kamu ke sini?"

Suara bariton yang dingin dan berat itu seketika memecah keheningan.

Kenzo keluar dari arah ruang ganti dengan jas hitamnya yang sudah rapi, melangkah tegap menghalangi pandangan Kania dari Liana.

Tatapan Kenzo begitu menusuk, tajam, dan penuh peringatan.

Kania mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, menatap Kenzo dengan mata yang mulai berkaca-kaca karena emosi.

"Aku ingin kita bicara berdua, Kenzo. Sekarang," ucap Kania dengan nada mendesak.

Kenzo melirik Liana sekilas, memastikan calon istrinya itu baik-baik saja, sebelum akhirnya ia kembali menatap Kania dengan datar.

Guna menghindari keributan di depan Liana yang sedang hamil, Kenzo akhirnya menganggukkan kepalanya.

"Ayo di bawah," ucap Kenzo dingin, lalu melangkah mendahului Kania menuju ruang kerja pribadinya di lantai bawah untuk menyelesaikan urusan masa lalu mereka sekali dan untuk selamanya.

Di dalam ruang kerja pribadi yang kedap suara, Kania menjatuhkan harga dirinya sepenuhnya.

Di hadapan pria yang selama bertahun-tahun dipujanya, ia perlahan luruh ke lantai marmer yang dingin.

Kania berlutut di hadapan Kenzo, mencengkeram ujung celana kain pria itu sembari menangis sesenggukan dengan bahu yang terguncang hebat.

"Kenzo, aku mohon... batalkan pernikahan gila ini. Jangan nikahi wanita rendahan itu," ratap Kania dengan suara bergetar, air matanya merusak riasan tebal di wajahnya.

"Aku sangat mencintaimu, Kenzo. Sejak dulu, hanya ada kamu di hatiku! Apa kamu lupa seberapa setianya aku mendampingi kamu dan Black Cobra? Aku selalu ada di tiap tetes darah yang kamu tumpahkan untuk geng ini! Aku yang lebih pantas menjadi ratumu, bukan dia!"

Kania mencoba memanipulasi Kenzo, mengungkit setiap peluh dan kesetiaan masa lalu yang pernah ia berikan untuk kelangsungan geng motor tersebut, berharap hati sang pimpinan akan melunak.

Namun, Kenzo berdiri bergeming bak patung es. Ekspresi wajahnya sama sekali tidak tersentuh oleh air mata Kania.

Dengan perlahan namun tegas, Kenzo menarik kakinya mundur, memaksa cengkeraman tangan Kania terlepas begitu saja.

Jawaban Kenzo sangat menohok, dingin, dan langsung menusuk tepat ke ulu hati Kania.

"Bangun, Kania. Jangan buat dirimu terlihat semakin menyedihkan," ucap Kenzo dengan suara bariton yang datar namun sarat akan penegasan mutlak.

"Aku tidak pernah memintamu melakukan semua itu untuk Black Cobra. Dan dengar ini baik-baik: aku tidak pernah, dan tidak akan pernah memiliki perasaan lebih kepadamu. Bagiku, kamu tak lebih dari sekadar rekan di masa lalu. Tidak kurang, tidak lebih."

Kania mendongak dengan tatapan tidak percaya, hatinya hancur berkeping-keping.

Kenzo memperbaiki letak kerah jas hitamnya, lalu tersenyum sinis, menyindir tentang peristiwa beberapa bulan lalu tanpa menyadari bahwa wanita di bawah kakinya inilah dalang utama di balik malam terkutuk itu.

"Kalau bukan karena malam kecelakaan itu, aku mungkin tidak akan pernah sadar bahwa takdirku sudah terkunci bersama Liana. Seseorang mungkin berniat buruk mencelakaiku malam itu, tapi lucunya, kejadian di semak-semak dekat gudang itu justru mempertemukanku dengan wanita yang sekarang membawa darah dagingku. Jadi, menyerah lah. Keputusanku sudah mutlak. Liana adalah ratuku, dan hari ini, ia akan resmi menjadi istriku."

Tanpa memedulikan Kania yang semakin histeris terduduk di lantai, Kenzo berbalik memunggungi wanita itu dan melangkah lebar keluar dari ruang kerja, menutup pintu dengan dentuman keras yang menandakan akhir dari harapan Kania.

Dilanda rasa gelisah yang teramat sangat di kamar atas, Liana tidak bisa tenang.

Pikirannya terus melayang memikirkan apa yang dibicarakan Kenzo dan wanita dari masa lalunya itu.

Didorong rasa penasaran, Liana diam-diam turun ke lantai bawah dengan gaun pengantin yang disingkap sedikit agar tidak menimbulkan suara langkah kaki.

Ia membuntuti mereka hingga berdiri tepat di luar ruang kerja pribadi Kenzo yang pintunya ternyata sedikit renggang.

Dari balik celah itu, sebuah hantaman kenyataan yang begitu keras menghantam dada Liana.

Ia mendengar dengan sangat jelas seluruh isi pembicaraan mereka—termasuk konfirmasi langsung dari mulut Kenzo tentang "malam di semak-semak dekat gudang" yang dipicu oleh jebakan obat perangsang dan kecelakaan.

Di dalam ruangan, sudut mata Kania yang tajam mendadak menangkap bayangan ujung gaun putih Liana di balik celah pintu.

Otak licik Kania langsung berputar cepat. Melihat celah untuk menghancurkan pernikahan ini, Kania sengaja memprovokasi Kenzo dengan suara yang dikeraskan agar terdengar sampai ke luar.

"Jadi kamu tetap mau menikahinya, Kenzo?! Sadarlah! Kamu menikahi wanita miskin itu bukan karena cinta!" provokasi Kania dengan nada meremehkan yang amat kentara.

"Kamu melakukan ini semua hanya karena 'kecelakaan obat' sialan itu dan demi 'tanggung jawab anak' di rahimnya, kan?! Kalau bukan karena obat itu, kamu tidak akan sudi menyentuh wanita murahan seperti dia!"

Deg

Kenzo menatap wajah Kania yang keceplosan bicara seperti itu.

"Jadi, kamu yang melakukannya?"

"Iya, aku mencintaimu Kenzo. Batalkan pernikahan ini, Kenzo."

Di balik pintu, hati Liana seketika mencelos. Rasanya seperti dihantam godam tak kasat mata hingga dadanya terasa sesak dan pasokan udara di sekitarnya mendadak hilang.

Kalimat Kania yang mengonfirmasi bahwa Kenzo menikahinya hanya karena efek obat dan rasa tanggung jawab atas janin di rahimnya membuat harga diri Liana runtuh berkeping-keping.

Liana merasa sangat terhina. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini luruh membasahi pipi yang baru saja dirias indah.

Di mata mereka, dirinya tak lebih dari sekadar objek pelampiasan obat dan tawanan tanggung jawab.

Ia merasa begitu murahan dan hancur, menyadari bahwa dirinya hanyalah korban dari ego egois kedua orang di dalam ruangan tersebut—Kania dengan jebakan obatnya, dan Kenzo dengan pemaksaan tanggung jawabnya yang sepihak.

1
Bunga Andthea
triple hp dungs kak
Bunga Andthea
yok yok bisa up lagi
seru ni
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Alex
sweet bgts
Bunga Andthea
seru
up lgi kkak
Bunga Andthea
double up dungs kak
my name is pho: ok kak
total 1 replies
Muft Smoker
jgn terpengaruh dg omongan ulat bulu tu liana ,, org yg terpojok biasa ny akan melakukan berbagai macam cara tuk menang ,, meski dg cara licik sekali pun 😒😒😒😒
Muft Smoker
aaaaaa meleleh adek bang ,,
Alex
oh sweet bgtsss
Muft Smoker
nah kan di marahin ma mak ,, makany jgn punya fikiran mcm2
Muft Smoker
jgn mcm2 kania ,, liana mungkin org biasa ,, tp anggora black cobra semua melindungi serta menghargai dirinya ,,
Muft Smoker
lanjuuut kaak ,,
Muft Smoker
lanjuut kaak ,, makiin seruuuu
Muft Smoker
ngeri juga yx ,, jd incaran ketua gangster ,, 😲😲😲😲😲
Muft Smoker
lanjuuut kak
Bunga Andthea
ayok kak up lagi
Bunga Andthea
up lgi yuk kak
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
baru Kali ini dapet cerita ketua geng motor profesi ny dokter kandungan ,,
biasa ny kn CEO perusahaan ,,

tp aq suka ma cerita ny kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!