NovelToon NovelToon
Takhta Kaisar Agung

Takhta Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:564
Nilai: 5
Nama Author: rlll0411

Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

    "Apa! Apa  yang kamu katakan, apakah kamu bercanda?!"

     Tiba-tiba teringat akan sesuatu, Tian Hu menyemburkan teh yang hendak diminum olehnya, berteriak dengan ekspresi tidak percaya.

    "Tentu saja tidak, dan adik junior berkata bahwa ia memperoleh warisan Dewa Timur! Dengan kekuatan di atas Raja Dewa Zeus!"

     Kedua mata Tian Hu membelalak, dengan ekspresi ngeri yang luar biasa.

     Apakah memang semudah itu mendapatkan warisan dewa?

    Dan yang diperoleh Qian Yu adalah Dewa dari Timur! Betapa beruntungnya anak ini?

    Setelah menyesuaikan kondisinya, lelaki tua tersebut berdiri, berjalan kearah Qian Yu dengan sangat lambat, seolah disetiap langkahnya menanggung beban sebuah gunung, kakinya juga gemetar, tidak mampu berjalan lagi.

    Melihat itu Qian Yu dengan sigap menopangnya, dan membatu gurunya berdiri tegak.

     "Yu kecil, tidak disangka bahwa yang menyebabkan fenomena alam hari ini adalah muridku, dan yang tak terduga bahwa murid paling bodoh dan tidak berguna, berhasil mendapatkan warisan dewa sekuat itu."

    Qian Yu yang mendengar perkataan tersebut, wajahnya berubah jelek, apakah ini Guru yang mengajariku?

    Hati kecil Qian Yu terasa ditusuk dengan menyakitkan, bisakah jika ingin mengutukku dengan ucapan yang halus? Bahkan ia sebagai gurunya, berbicara dengan terang-terangan!

     "Haha~ itu hanya keberuntungan kecil yang diperoleh murid kecil ini."

    Qian Yu tertawa canggung, seolah ingin berbicara sesuatu, tapi dengan paksa Qian Yu menahannya.

     "Hah, baiklah, sayangnya umur semua makhluk hidup terbatas, aliran waktu berjalan tanpa henti, tidak ada yang mampu lolos darinya."

      Sang Master menghela nafas berat, dan berbicara dengan suara yang dipenuhi oleh kesedihan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, seolah semua keluhannya dilontarkan dalam satu kalimat.

     Mendengar perkataan tersebut, Qian Yu memiliki firasat yang tidak menyenangkan, seolah-olah mengetahui semuanya, tapi tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi.

     "Xian'er, muridku yang baik, keluarlah, aku akan membicarakan sesuatu dengan Xiao Yu."

     "Baik, Master."

     Yun Xian'er, dengan wajah bingung, mendengar perkataan Sang Master, hanya bisa patuh padanya.

     Beberapa saat kemudian, ketika Yun Xian'er benar-benar keluar ruangan, Master berjalan menuju tempat duduknya yang sederhana, Qian Yu yang melihat itu ingin membantunya.

     "Master, saya akan membantu."

      "Tidak perlu, Xiao Yu, aku bisa melakukannya sendiri."

     Sang Master tidak ingin Qian Yu memopangnya, bahkan jika Qian Yu membujuknya lagi, ia tetap kekeuh dengan pendiriannya.

     "Dulu saat aku masih muda, aku berkelana sendirian, dan bahkan dalam situasi hidup mati, aku bisa keluar darinya dengan tekat yang kuat, sudah beberapa kali aku merasakan sangat dekat dengan nafas kematian, tapi aku juga bisa lolos darinya."

      Meskipun berjalan dengan gemetar, seolah akan jatuh kapanpun, Sang Master tetap dengan sekuat tenaga berusaha hanya untuk duduk di atas kursi rotan yang sederhana.

      "Xiao Yu, ingat ini, saat berkelana ataupun berada dalam pertarungan, ada suatu saat dimana semua orang di sekitarmu tidak bisa membantu, hanya dengan mengandalkan diri sendiri dan semangat pantang menyerah, kamu bisa mendaki puncak,

     Dan melihat, betapa luasnya dunia ini sesungguhnya, bahkan jika kamu Anak Tuhan, dan pendapat warisan dari dewa yang kuat, pada akhirnya hanya akan jatuh dalam jurang yang dalam, saat itulah kamu akan melihat kegelapan total,

     Merenungi apa tujuan hidupmu sebenarnya?"

     Sang Master berkata lagi, setelah ia duduk, dari perkataannya, Qian Yu merasakan kejamnya dunia ini, tapi tidak bisa mengartikan apa perkataan Master.

     "Xiao Yu, waktu yang aku miliki sudah dekat."

     Sang Master mengeja setiap kata, dengan nuansa yang penuh kesedihan dan ketidakberdayaan, yang mengandung betapa kejamnya aliran waktu.

     Mendengar itu, Qian Yu terkejut, hatinya terasa perih, dan jantungnya berdetak dengan kencang, setiap detak terdapat gambaran sang Master yang merawatnya dengan penuh kehangatan.

     "Ma- Master! Apakah benar-benar tidak ada tanaman spiritual ataupun harta yang bisa membantumu?"

      "Tidak."

     Sang Master hanya menggeleng pelan, mengungkapkan ketidakberdayaan dirinya, sudah berapa banyak tanaman dan obat spiritual yang di cobanya?

     "Apakah benar-benar tidak ada harapan lagi? Selama murid mampu, Aku akan melakukan apa saja demi menyelamatkan Sang Master!"

     Qian Yu panik, dan berbicara dengan tekat yang tidak tergoyahkan.

     "Muridku yang baik, luka yang kumiliki sangat parah, bahkan sekarang, kondisi tubuhku lebih buruk dari orang biasa yang berumur seratus tahun.

      Luka yang kumiliki mengikis lautan spiritual sedikit demi sedikit setiap harinya, tingkat Kultivasi saya juga menurun perlahan, bahkan tubuh tua ini sudah membusuk.

     Bisa hidup sampai saat ini, sudah merupakan keberuntungan bagiku dan juga batas bagiku.

     Memiliki kalian berlima, murid yang berbakti, sudah merupakan kebahagiaan terbesar yang dimiliki orang tua ini."

     Nada suara Sang Master berubah-ubah, bernostalgia dengan masa lalu, memiliki empat murid perempuan dan satu murid laki-laki, hidup ini sudah cukup.

     Para murid yang dimiliknya pada masa lalu semuanya melupakan dirinya, orang tua yang sakit parah, pada titik ini dirinya hanya memiliki lima murid.

     Dengan Yun Xian'er yang memikul jalan pedang yang dimilikinya, semua ilmu pengetahuan tentang cara berpedang, tidak peduli sulit atau yang sederhana.

     Sebagai yang Tertua, ia memberikan segalanya, dan untuk murid lainnya, dirinya hanya membingbing mereka, supaya tidak tersesat dan menemui jalan buntu.

      Dan tidak pilih kasih dalam melatih setiap orang, semuanya diperlakukan olehnya dengan adil.

      "Xiao Yu, setelah memperoleh warisan para dewa, bakatmu akan melambung tinggi, Master yakin, namamu di masa depan pasti akan bergema."

      "Xiao Yu, maafkan orang tua ini tidak bisa mengajarimu dengan benar, waktu yang kumiliki hanya tersisa beberapa jam lagi."

      Sang Master masih tetap mempertahankan senyumannya yang ramah, benar-benar seorang tua yang baik hati.

     "Master, aku bisa memberikan Master warisan dewa!"

1
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
lanjut🙏😍
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
up lanjut💪
Hadi Hadi
bantai🙏
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪
Hadi Hadi
good😍
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
mantap💪😍
Hadi Hadi
mantap💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!