Aira Anastasia mengalami kecelakaan dan begitu ia bangun,ia terbangun di tubuh antagonis yang akan mati tragis,dan memiliki nama yang sama dengannya,akankah Aira bisa menghindari nasib nya??ataukah ia justru akan mati untuk kedua kalinya??
nantikan kelanjutan kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri Aira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketakutan aira
Hari berlalu sudah hampir empat hari,Aira mengikuti Fatih,menemani Morgan lomba kimia,namun selama berada di tempat perlombaan,hatinya cemas dan gelisah,
ia sudah bertindak sangat waspada selama ini,ia juga sudah merubah alur hidupnya,ia tidak lagi mengejar Morgan,tidak membully Anita,
tapi kenapa alurnya masih berputar kearah yang sama,di dalam buku saat lomba selesai adalah hari Kematian nya,
mungkinkah alurnya hanya kacau saja tidak berubah sama sekali??jika begitu bukankah semua usahanya selama ini sia-sia saja??
[alur sialan!!!gue udah menghindar sejuah mungkin,bahkan gue gak pernah ganggu kedua tokoh utama,tapi tetap aja gue yang diincar,]
[gue gak mau mati konyol cuma gara-gara laki-laki sialan, sikopat kayak Morgan,bagiamana ini???]
Aira berkeringat dingin, tubuhnya menegang setiap kali Morgan menjawab soal Dnegan benar,dan semakin dekat Dnegan kemenangan,
Membuatnya semakin khawatir dan gelisah,hatinya mencelos, tubuhnya lemah,benarkah pada akhir nya dia akan mati seperti di dalam novel aslinya??
Satu jam menunggu pengumuman dewan juri,serasa satu abad yang aira rasakan,hatinya gelisah tak karuan,
Belum lagi beberapa hari yang lalu,ia bertemu Dnegan Anita, kehadiran gadis itu justru semakin membuat nya takut,
Pada nyata nya Anita memang ikut karena Morgan yang memintanya ,apakah kali ini juga sama??cinta di antara kedua nya masih sama seperti di dalam novel??
Awalnya ia berfikir selama tidak ada Anita,dia tidak akan memprovokasi sang tokoh utama pria,
Tapi kini Anita berada di sini,sudah pasti akan terjadi seperti di dalam buku,
Aira meremas tangan Fatih kuat,membuat lelaki itu menatap gadis nya heran,sekujur tubuhnya dipenuhi keringat,dan gemetar,
"kamu kenapa??"tanya Fatih lembut
"gak papa kak,cuma lagi gak enak badan aja"sahut Aira berusaha tenang,
Namun Fatih sangat jeli,ia melihat gadisnya gelisah dan tidak tenang,ikatan di matanya semakin dalam,namun ia tetap tenang,
[saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi,kali ini tolong percaya sama saya!!!]
Fatih terlihat semakin tenang,tapi bagi siapapun yang mengenalnya,mereka tau ini adalah ketenangan sebelum datangnya badai,
Aira yang melihat ketenagaan Fatih bergidik ngeri, hawa dingin menyebar ke seluruh ruangan,membuat sesak nafas,
"kak Fatih aku ke toilet sebentar ya"bisik Aira lirih
Fatih menatap Aira Dnegan tenang,lalu mengangguk kan kepalanya ringan,"jangan lama-lama "
Sementara Morgan di tengah podium,semakin serius Dnegan soal-soal yang ada,tekadnya tidak goyah,kali ini harus menang,
dia akan menunjukkan pada Aira,bahwa dia juga pemuda yang pintar,walaupun tidak sehebat guru pembimbing nya itu,tapi masih layak untuk diperjuangkan,
Morgan tau selama ini Aira selalu mengagumi pak Fatih,karena kepintarannya,meskipun ia tau mustahil untuk mengalahkan guru pembimbing nya itu,
[Aira gue gak perduli apapun yang terjadi,Lo harus jadi milik gue,gua bakal bikin tunangan Lo gak sepadan Dnegan gue,dalam hal apapun, agar Lo bisa lihat siapa yang lebih baik]
Selama ini dia yang salah mengerti,ia pikir selama ini mencintai Anita,karena gadis itu selalu bersama nya,dia juga tidak pernah membiarkan siapapun membully nya,
sekarang saat semuanya terlihat jelas,ia sudah memahami perasaan nya,dia tidak mencintai Anita,dia hanya kasihan sama gadis itu,karena ia tau bagaimana kerasnya hidup yang gadis jalani,
walaupun mereka telah menikah secara siri,selama ini ia tidak pernah menyentuh gadis itu,seujung kukupun,
Meskipun ada kejadian tidur bersama,ia sangat yakin kalau dia tidak pernah menyentuh gadis itu,saat itu dirinya sadar sesadar-sadar nya,
[tunggu gue Ra,gue bakal buktiin semuanya ke Lo dan yang lain, kalau gue cuma cinta sama Lo!]
selama ia bertanding ia berusaha menekan egonya untuk menemui gadis itu,hanya fokus Dnegan soal dan pembahasan ujian,agar ia tak mengecewakan gadis itu
"Aira tunggu"ucap Anita di depan gedung tempat lomba di adakan
"Lo ngapain disini??"tanya Aira waspada
Ia melangkah mundur menjauhi Anita,memastikan jaraknya aman,
"gue cuma mau nemenin suami gue salah??gue yang harusnya tanya ngapain Lo disini??bukanya Lo bilang gak suka kak Morgan??"apa selama ini Lo cuma lagi main tarik ulur saja??"ucap Anita sinis
"CK CK CK kayaknya Lo udah benar-benar gila deh,gue disini sebagai asisten pak Fatih,bukan buat ngikutin Morgan,ohh satu lagi gue emang gak suka dia,karena di banding tunangan gue,Morgan kalah jauh"sahut Aira dengan angkuhnya
"CK ak usah belagu Lo!!!!mungkin Lo bisa nipu orang lain tapi gue gak bisa Lo tipu!!! jelas-jelas di mimpi Lo sangat mencintai kak Morgan sampai ngejar-ngejar dia!!!"geram Anita tangannya mengepal erat menahan segala emosi,
Ia tak terima Dnegan keadaan yang saat ini, seharusnya yang di keluarkan dari sekolah adalah Aira,tapi malah dirinya
Kalau bukan karena Aira bermain curang apa lagi??dia gak percaya kalau Aira tak mencintai kak Morgan,
Mendengar ucapan itu, Aira hanya menggelengkan kepalanya ringan, langkahnya tenang menghampiri Anita"gue bukan Lo yang hanya berpusat pada satu cowok,hanya karena dia tampan dan kaya, gue bisa cari yang lebih segelanya dari dia"bisik Aira lirih di telinga Anita,
"dan satu lagi,gue gak butuh semua itu,karena gue udah punya segalanya,bukan kayak Lo miskin!!!"sambung Aira angkuh
seringai tipis muncul di sudut bibirnya,ternyata menyenangkan menjadi antagonis ,ia bisa bertingkah seenaknya,dan tidak akan ada yang mengkritik,
Anita menatap kearah Aira Dnegan penuh kebencian,mukanya merah padam karena amarah,"Lo jahat banget jadi orang,dia itu udah punya istri,kenapa masih gak mau lepasin "jerit Anita membaut semua orang menoleh kearahnya Dnegan bisik-bisik menghujat Aira,
[CK playing victim banget jadi orang,]
Semua orang kini berada di pihak Anita,mengagap Aira adalah pelakor tidak tau malu,semua orang memginanya tidak tau malu,membuat Anita tersenyum lebar,dia akan menghancurkan nama baik Aira,
Aira hanya mengangguk kan kepalanya ringan,menerima semua hinaan dan cacian itu,ia tidak mengelak atau membela diri,membuat anita semakin merasa di atas angin,
Melihat Aira yang tidak bisa membela diri,Anita semakin berani,"tolong lepaskan suami saya kak,demi anak dalam kandungan saya"ucap Anita mendramatisir keadaan
membuat orang yang tidak tau asal usulnya,semakin menghina Aira dan bersimpati padanya,
kerumunan ibu-ibu itu memaksa Aira untuk minta maaff dan melepaskan suami dari wanita ini,namun Aira hanya diam Dnegan tenang,tanpa membalas satupun hinaan dari mereka,atau membela dirinya sendiri,.........