NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Jantung Jenny berpacu 10 kali lebih cepat, ia akui selama ini ia dekat dan juga bersahabat dengan Galen. Namun di dalam benaknya, ia tidak pernah terpikirkan, jika Galen berniat untuk melakukan hal yang buruk padanya.

Jenny benar benar memasang wajah syok dan juga terkejut, perihal fakta yang saat ini ada di depan matanya.

Sementara Zionathan Vector sang Tuan muda terus menatap ke arah wajah cantik Jenny tanpa berkedip sedikit pun.

"Ternyata kamu itu kelihatan cantik dalam keadaan apapun Jenny! Tidak sia sia selama ini aku menunggu momen ini. Momen dimana kamu itu berada di dalam kungkungan ku dan berada di posisi yang tidak berdaya seperti ini," gumam Nathan dalam hatinya.

Kedua bolanya mata nathan nampak terus menatap ke arah bola mata Jenny yang baginya seperti sebuah kado terindah yang Tuhan berikan.

Jenny sendiri nampak menutup mulutnya dengan telapak tangannya, ia terlihat fokus untuk mendengarkan percakapan yang di lakukan oleh Galen dan juga Ricard.

"Ternyata Galen kamu! Padahal aku sudah mulai nyaman saat berada di dekat mu! Kenapa kamu itu tega? Kenapa Galen?" gumam Jenny dalam hatinya, sembari mengingat beberapa momen manis saat dirinya pergi bersama dengan Galen.

Waktu itu Jenny pergi bersama dengan Galen di acara outing class, buka Jenny dan juga Galen yang hanya pergi berduaan saja.

Air mata terlihat luruh membasahi ke dua pipi Jenny. Hal itu sungguh membuat Nathan benar benar merasa tidak tega, melihat gadis yang begitu di cintainya itu menangis dan mengeluarkan air mata.

Nathan sampai melupakan buang air kecilnya? Apakah buang air kecil itu hanya sebuah modus?

Nathan terlihat mengusap air mata yang luruh dan membasahi ke dua pipi mulus Jenny.

"Jenny kamu menangis? Kenapa? Apa karena kamu itu kecewa dengan Galen?" tanya Nathan polos.

Jenny yang beberapa hari ini memang dalam keadaan terguncang dan harus menghadapi banyak kesulitan. Akhirnya ia pun tumbang, ia nampak menangis dan memeluk Nathan tiba tiba. Karena sekarang ini ia sudah tidak kuat menghadapi kehidupannya yang awalnya itu indah dan juga baik baik saja, berubah suran seperti sekarang ini.

Ia benar benar membutuh kan sebuah tumpuan untuk berdiri.

Deg

Jantung Nathan benar benar di buat berhenti berdetak, kala gadis yang ia cintai sejak lama sekarang tiba tiba memeluk dirinya. Bahkan Jenny benar benar menangis di pelukannya.

Nathan sebenarnya ingin mengelus elus punggung Jenny, namun ntah kenapa sulit bagi dirinya untuk mengendalikan tangannya itu saat ini. Akhirnya ia memilih untuk mengangkat tangannya itu ke udara.

Hening, hanya terdengar suara isakan tangis Jenny yang terdengar lumayan pelan.

"Kenapa gue mendengar ada suara cewek menangis di kamar mandi ini!" Celetuk seorang laki laki yang masuk ke dalam kamar mandi.

Jenny terlihat langsung membulatkan matanya. Lalu ia menatap ke arah tuan mudanya.

Nathan pun sontak juga melihat ke arah Jenny, akhirnya membuat pandangan ke duanya itu beradu, bahkan hembusan nafas Jenny maupun Nathan terasa saling bersahutan.

Terlihat Nathan mulai mendekatkan bibirnya itu ke arah bibir Jenny, iya itu naluri Nathan seketika.

Namun untungnya kesadaran Nathan itu segera kembali, saat Jenny menjauhkan tubuhnya dari tubuh Tuannya.

"Maaf Tuan, saya belum pernah berciuman sebelumnya. Jadi saya benar benar menjaga ciuman pertama saya," kata Jenny dengan wajah takut.

"Apa? Apakah Jenny belum pernah berciuman sebelumnya? Bukankah ia sangat dekat dengan Galen? Ternyata, memang pantas jika kamu itu di sebut primadona sekolah ini. Karena kamu benar benar membuat semua orang kagum Jenny." gumam Nathan dalam hatinya, sekarang ia nampak menatap gadis yang ada di depannya itu dengan tatapan kagum.

"Tuan Nathan, maaf maksud ku Tuan Vector," panggil Jenny.

Lantas Nathan terlihat membuyarkan lamunannya. Ia menatap Jenny dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Bukankah kata anda, anda itu mau buang air kecil! Maaf jika ucapan saya tidak sopan, tapi bel istirahat seperti nya akan berbunyi sebentar lagi! Aku takut kalau di dalam kamar mandi nanti akan ramai." tegur Jenny dengan suara yang terdengar sopan, bahkan berkali kali ia terlihat melihat ke arah jam yang ada di tangannya.

"Astaga, kenapa dengan ku? Kenapa bisa aku itu lupa buang air kecil?" gumam Nathan dalam hatinya.

Lantas Jenny pun membalikkan badannya, guna melihat ke arah lain. Nathan pun buru buru membuka kancing celananya, ya sekarang ntah kenapa ia bisa membuka celana nya sendiri dengan cepat.

Jenny hanya diam mematung, bahkan di otaknya terus terngiang-ngiang wajah almarhum ayahnya yang setiap pagi dan juga malam selalu menemani dirinya. Ia masih tidak menyangka jika ayahnya itu sudah tiada dan juga tega melakukan hal yang sekejam itu.

"Jenny, aku sudah selesai. Ayo kita keluar dari sini!"

Jenny hanya menjawab ajakan Tuannya itu dengan menganggukkan kepalanya.

Lalu keduanya pun terlihat keluar dari dalam kamar mandi.

Untung di dalam kamar mandi sudah sepi, memang terdengar suara guyuran air yang terdengar dari dalam bilik kamar mandi.

"Ayo Tuan, kita segera pergi dari sini!"

Dengan langkah kaki yang terlihat begitu cepat, Jenny pun terlihat menarik tangan tuannya.

Saat sampai di depan pintu toilet, baik Jenny maupun Nathan kepergok petugas kebersihan.

Bahkan orang yang yang berpakaian petugas kebersihan di SMA Taruna itu, nampak menatap Jenny dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

"Jenny, sudahlah jangan pedulikan petugas kebersihan itu! Ayo kita segera pergi dari sini! Kita ke ruang kepala sekolah saja, kita bersantai di sana!"

"Ta - tapi Tuan Vector ... Bagaimana dengan pelajaran kita? Nanti kita bisa ketinggalan pelajaran!" tegur Jenny.

"Santai saja Jenny, kepala ku sekarang pusing!"

Jenny lantas menghentikan langkah kakinya, untung kondisi koridor sekolah saat ini benar benar sepi.

"Tuan, saya mohon jangan seperti ini! Saya takut jika Tuan tidak memahami pelajaran yang di ajarkan oleh guru. Saya bisa bisa akan mendapatkan hukuman dari Nyonya Vina. Tolong Tuan Vector, saya mohon jangan seperti ini!" Jenny benar benar memohon, bahkan ia merasa benar benar putus asa. Terbesit sebuah rasa takut yang mendalam di dalam hatinya.

"Jenny, jangan memohon seperti ini! Tenanglah, aku janji tidak akan berpura pura bodoh hari ini!" Nathan terlihat langsung menutup mulutnya.

"Apa?" beo Jenny dengan ekspresi wajah bingung.

"Sudah lah Jenny, ayo ikut aku ke ruang kepala sekolah! Mamah ku sudah memesan banyak makanan untuk ku, jika sekarang kita kembali ke kelas. Kamu hanya akan mendapatkan cacian dan juga pandangan yang buruk dari teman satu kelasmu itu! Asal kamu tahu Jenny, selama ini ada sebuah kamera kecil di bangku tempat mu duduk, dan kamera itu aku yang memasangnya. Aku tahu, teman teman mu itu baik padamu hanya sebuah topeng. Teman teman yang kamu anggap sahabat di kelas jajaran murid pintar hanya mendekati mu, karena mereka ingin menjadi populer seperti mu! Jika tidak ada kamu, mereka akan meludahi tempat duduk mu itu! Kalau tidak percaya, nanti akan aku buktikan!"

"Hah." Lagi lagi Jenny hanya bisa melongo mendengar penuturan tidak masuk akal yang di katakan oleh tuannya.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!