NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Bagaimana jadinya jika seorang gadis bermata batin harus terikat dalam pernikahan dengan mafia berdarah dingin?

Aiko Kurogawa sudah cukup tersiksa dengan "kutukan" Indigo yang mengalir di darahnya. Namun, demi terhindar dari dunia kelam keluarganya, ia terpaksa menerima perjodohan dengan Ren Tachibana. Pria kejam yang hidupnya hanya didorong oleh dendam.

Awalnya, Aiko hanya ingin bertahan hidup. Namun, tinggal di sisi Ren membuat hidupnya kian mencekam. arwah-arwah penasaran tak pernah berhenti berbisik di sekitar pria itu, mengungkap satu per satu rahasia kelam dari masa lalu.

Kini, Aiko dihadapkan pada pilihan sulit.
Tetap diam demi menyelamatkan nyawanya sendiri, atau menggali kebenaran yang ternyata mengikat takdir mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 14

"Ibu...?" bisik Aiko parau, air matanya menetes melewati pipinya. Ia mempercepat langkahnya, mengabaikan segala peringatan Chiyo tadi. Tangannya kini sudah berada hanya beberapa senti dari gembok besi.

Tap. Tap. Tap.

Suara langkah kaki yang berat dan tegas, mendadak menggema dari arah koridor belakang, memecah keheningan mistis di tempat sepi tersebut. Suara bisikan gaib dari balik pintu seketika lenyap, bersamaan dengan melesat mundurnya cairan hitam dari ruangan itu.

Aiko tersentak, dengan cepat menarik kembali tangannya dan membalikkan tubuhnya dengan jantungnya yang kini berdegup kencang.

Di ujung lorong yang temaram, sesosok pria bertubuh tinggi berdiri dengan jubah mantel hitam yang masih melekat di tubuhnya. Ren Tachibana menatap istrinya dari kejauhan. Sepasang matanya yang tajam tampak berkilat berbahaya di bawah remang cahaya lampu dinding.

"Apa yang sedang kau lakukan di sana, Aiko?" tanya Ren, suaranya bergema di sepanjang lorong sepi yang memisahkan mereka berdua.

Aiko tetap berdiri tegak di depan pintu paviliun yang terkunci oleh rantai besi, mencoba mengatur napasnya agar tidak terlihat gentar. Namun, sudut matanya yang masih menyisakan bekas air mata akibat mendengar bisikan gaib ibunya tadi tidak bisa sepenuhnya ia sembunyikan dari tatapan tajam pria itu.

Ren menghentikan langkahnya tepat dua langkah di depan Aiko. Hawa dingin yang selalu mengelilingi pria itu seketika meredam kehangatan dari tusuk konde di pinggang Aiko. Matanya yang tajam beralih dari wajah Aiko, melirik sekilas ke arah gembok besi yang berkarat, sebelum akhirnya kembali mengunci pandangan pada sepasang mata istrinya.

"Aku bertanya kepadamu, Nona Kurogawa," Tanya Ren lagi. "Apa yang sedang kau lakukan di depan ruangan terlarang ini? Kupikir ingatanmu cukup bagus untuk mengingat perintahku agar tetap diam di kamar."

Aiko menelan ludah dengan susah payah, "Aku hanya sedang berjalan-jalan untuk merenggangkan kaki seperti yang kukatakan pada pengawalmu, Tuan Ren. Aku tidak tahu kalau berjalan di dalam rumah suamiku sendiri harus menggunakan peta penunjuk arah."

Mendengar jawaban yang bernada memancing itu, Tanpa peringatan, tangan kanannya bergerak cepat mencengkeram pergelangan tangan Aiko. Hingga ia tersentak maju membuat jarak tubuh mereka berdua semakin dekat.

"Jangan bermain kata-kata denganku," desis Ren, matanya berkilat penuh amarah yang tertahan.

Di dalam kepala Ren, sebuah ingatan berdarah belasan tahun lalu mendadak berputar. Di balik pintu kayu yang dirantai inilah, ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri tubuh kedua orang tuanya yang terkapar dengan bersimbah darah.

"Kau seharusnya tahu tempat ini dilarang untuk siapa pun di kediaman ini." ucap Ren setengah berbisik dengan amarah yang tertahan.

Aiko meringis sedikit karena cengkeraman tangan Ren pada pergelangan tangannya terasa semakin kencang. Namun, bukannya mundur, Aiko justru mendongak, menatap lurus ke dalam sepasang mata milik suaminya.

"Jika tempat ini hanyalah sebuah gudang tua yang kotor dan terbengkalai, mengapa kau tampak begitu ketakutan, Ren?" pancing Aiko. "Sesuatu... sesuatu yang besar dan mengerikan pernah terjadi di dalam ruangan ini, bukan? Dan mungkin itu ada hubungannya mengapa kau begitu membenci keluargaku."

Ren tertegun sejenak. ia melepaskan cengkeraman tangannya dengan sentakan kecil, lalu terkekeh sinis. "Kau sangat pintar menebak, Istriku. Tapi sayang sekali, rasa penasaranmu yang berlebihan itu bisa mempercepat harimu untuk menyusul ibumu ke liang kubur."

Mendengar kata 'ibu' disebut dari mulut Ren, tubuh Aiko bergetar halus. "Apa maksudmu?"

Ren maju satu langkah lagi, merundukkan tubuhnya sedikit hingga wajahnya berada sejajar dengan telinga Aiko. "Kau pikir aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan? Kau sengaja bertingkah aneh, berpura-pura tahu banyak hal tentang rahasia klan ini, agar aku kehilangan fokus. Apakah ini perintah dari Hiroshi Kurogawa? Ayahmu sengaja mengirimmu ke sini untuk memata-matai titik kelemahan klan Tachibana?"

Aiko mengerutkan keningnya, merasa tuduhan Ren sudah melenceng jauh dari kenyataan. "Aku tidak pernah bekerja untuk ayahku. Pernikahan ini bahkan sebuah paksaan yang paling kubenci!"

"Aku tidak peduli kau membencinya atau tidak," potong Ren cepat. "Yang perlu kau tahu adalah, saat ini Daichi sedang berada di Kyoto Barat. Dia sedang mengaduk-aduk seluruh latar belakang masa kecilmu, dan mencari tahu rumor apa pun tentang ibumu yang sudah meninggal itu. Jadi, jika kau menyembunyikan sesuatu dariku, sebaiknya bersiaplah. Karena begitu Daichi kembali membawa bukti, topeng kebohonganmu ini akan kuhancurkan sendiri."

Mendengar nama Kyoto Barat disebut oleh Ren, jantung Aiko seketika mencelos. Kenangan masa kecilnya yang terisolasi di rumah saat kecil, kepulan asap dupa, serta wajah pucat ibunya sebelum meninggal karena sakit misterius seolah berkelebat kembali.

Beban pikiran yang menghantui itu, berpadu dengan kondisi fisiknya yang masih sangat lemah setelah menyerap energi hitam Ren, membuat pandangan Aiko tiba-tiba mengabur. Lorong yang sunyi itu terasa berputar hebat.

"Kau..." Aiko berusaha membuka suara, namun suaranya tercekat di tenggorokan.

Lutut Aiko mendadak kehilangan kekuatan untuk menopang berat tubuhnya sendiri. Kesadarannya perlahan menghilang dan tubuhnya limbung, jatuh bebas ke arah dada pria di hadapannya.

Ren tersentak kecil saat merasakan bobot tubuh Aiko yang sepenuhnya bersandar padanya. Namun, tepat ketika kulit telapak tangan Ren menyentuh kulit leher dan punggung Aiko yang terbalut yukata tipis, sebuah sensasi aneh mendadak menyengat tubuhnya.

Jantung Ren berdegup sangat keras hingga dadanya terasa sesak.

Ren menatap wajah Aiko yang kini terpejam dalam dekapannya. "Sialan," batin Ren mengumpat pelan. Ada rasa kesal yang mendalam di hatinya karena tubuhnya selalu memberikan reaksi aneh dan tidak terkendali setiap kali bersentuhan secara fisik dengan wanita dari klan Kurogawa ini. Di matanya, Aiko hanyalah pion politik yang dikirim Hiroshi, namun mengapa kehadirannya selalu mengusik kewarasannya?

Tanpa membuang waktu lebih lama, Ren menyelipkan satu lengannya di bawah lutut Aiko dan mengangkat tubuh lemas istrinya itu ke dalam gendongannya.

Sepanjang perjalanan kembali ke kamar utama, Ren tidak bisa mengalihkan pandangannya dari tusuk konde yang terselip di ikat pinggang Aiko. Benda itu sempat memancarkan hawa hangat yang samar.

Ren menggeser pintu kamar utama dengan sebelah kakinya, lalu membaringkan tubuh lemas Aiko di atas kasur lantai dengan sedikit kasar. Ia menarik selimut tebal dan menyelimuti tubuh Aiko yang perlahan mulai menggigil kedinginan.

Ren berdiri tegak di samping tempat tidur lantai, menatap lurus ke arah dua pengawal yang kini berdiri tegang di ambang pintu.

"Awasi dia," perintah Ren dengan nada tegas.

"Baik, Tuan Besar!" jawab kedua pengawal itu serentak dengan tubuh membungkuk dalam.

Ren melangkah keluar dari kamar, Dengan satu gerakan tangan yang kasar, ia menggeser pintu kayu itu hingga tertutup rapat, menguncinya dari luar.

Ketika Ren berjalan menyusuri lorong tengah menuju ruang kerjanya, ia menghentikan langkahnya. Ia mengangkat tangan kanannya, dan menatapnya cukup lama, ia masih bisa merasakan sensasi hangat dan getaran aneh saat mendekap Aiko tadi.

"Sebenarnya permainan apa yang sedang kau mainkan bersama ayahmu, Aiko Kurogawa?"

1
PrettyDuck
malah jadi aiko yg diiencer 😮‍💨
PrettyDuck
ngerinya gess 😫
PrettyDuck
kira2 kalo yakuza berkhianat hukumannya apa yaa~ 🥴
PrettyDuck
dan salah mencari kawan juga 🤭

makanya om kenji, baek2 jadi orang.
ber partner sama orang licik ya resiko gini, ikutan dikhianati 🥴
PrettyDuck
iss iblis bener emang si kaito ini.
di mana2 jadi pengkhianat 🥴
RahmaYesi
Jujur, aku suka cerita mafia mafia gini. Tapi, aku sangat amat lemah dan mengingat nama Karakter... 😂🙏

Semangat.....
PrettyDuck
kenapa mereka segitu pinginnya yumi mati sih? 😭😭
harusnya ren nih yg lihat adegan ini 🥴
PrettyDuck
lah? mereka penjahatnyaa??
PrettyDuck
waduh. aiko punya nasib yang sama gak? gak bisa berumur panjang. dia kan punya kemampuan kayak ibunya tuh 😭
PrettyDuck
ooo berarti kalian tuh waktu kecil udah pernah ketemu 🥺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
jujur aja aiko. drpd kamu dituduh mulu. lagian dia juga sdh jd suamimu dan terlihat peduli padamu juga
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
huaaa menegangkan sekali. dua duanya harus di buat selamat ya Thor. jangan bikin aku nangis
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terngiang ngiang enggak tuh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aku galau gais. aku takut Aiko terluka tapi aku juga tidak rela Ren terluka juga😭
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
haduuuh nih org ya. apa perlu diliatin penampakan di sekitar situ
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
susyaah ya kalo orang curigaan mulu.
Suhadhanie Nur Ezah
boleh ke minta lebih episod....jln cerita bagus....
PrettyDuck
berarti dulu tachibana sama kurogawa bestie ya? kenapa jadi musuh?
apa jangan2 hiroshi ngira bapaknya ren sengaja ngebunuh yumi, terus hiroshi ngebunuh pasutri tachibana?
hanya perkiraanku 🙏
🌺⃟ SasMaya: ada di bab selanjutnya kak 🤭
total 3 replies
PrettyDuck
kayak aiko suka muntah darah 🥺
PrettyDuck
ooo ternyata sengsaranya karena ke-indigo-an dia 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!