NovelToon NovelToon
Ranjang Terlarang Suami Sahabatku

Ranjang Terlarang Suami Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Cerita Ini bersifat fiktif belaka!

Kais Arfan Syailendra melakukan kesalahan satu malam dengan Anisa Syafa sekertaris nya sekaligus sahabat dari istrinya.

Kais menjerat Anisa dalam hubungan rumit dengan tujuan membongkar pengkhianatan yang di lakukan Marsya istri Kais bersama Bagas tunangan Anisa.

Bagaimana Kais membuat Anisa tetap disisinya dan membongkar rahasia masalalu mereka? ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emosi Kais ( Revisi)

Anisa duduk di meja kerjanya berusaha untuk fokus pada pekerjaan nya.

Dia teringat saat pulang dari kantor bersama Kais ke apartemennya. Susah payah Anisa menolak untuk tetap Kais, laki-laki itu selalu berhasil membuat dirinya tunduk padanya.

" Aku suami mu Nis, aku berhak untuk atas dirimu melebihi siapa pun." ucapan Kais membuat Anisa terdiam dan terpaksa mengikuti ucapan suaminya.

Sampai di apartemen, Anisa pun langsung meminta untuk beristirahat. Saat tengah malam, Anisa yang terbangun karena ingin buang air kecil. Dia melihat Kais tak ada di sampingnya.

Karena penasaran, Anisa pun keluar dari kamarnya menuju dapur untuk sekedar mengambil minum untuk stok di kamar.

Namun tiba-tiba belum sampai di dapur, telinganya mendengar suara Kais terdengar begitu dingin bicara pada seseorang di balik telpon genggamnya.

" Terus ikuti mereka. Jangan sampai kehilangan jejak. Dapatkan bukti sebanyak mungkin untuk membuat mereka tak berani berkutik. Sudah saatnya saya segara akhiri semuanya."

" Belum saatnya Anisa tahu, saya nggak bisa langsung bilang ke dia apa yang sebenarnya terjadi."

"Hemmm...saya tahu, permainan mereka harus segera di akhiri."

Ucapan-ucapan itu membuat Nisa bertanya-tanya apa yang sebenarnya Kais bicarakan di telpon dengan seseorang di balik telpon nya. Apalagi saat mendengar namanya di sebut oleh Kais, pastinya menambah rasa penasaran itu kian besar.

Tok tok tok

Anisa tersadar dari lamunannya saat mendengar sebuah suara ketukan.

Ternyata Rendi mengetuk meja kerjanya dan menyodorkan sebuah paper cup ke arahnya. "Melamun? Sampe nggak dengar sudah di panggil-panggil dari tadi."

"Ngagetin aja deh, apa itu?' dengan wajah kesal Anisa menatap ke arah paper cup yang ada di tangan Rendi dan kemudian menatap ke wajah Rendi.

Rendi sedikit membungkukkan tubuhnya dan bicara dengan lirih pada Anisa. "Nih, dari suami tercinta." Rendi meletakkan paper cup yang dia bawa ke atas meja kerja Anisa.

Sedangkan Anisa tiba-tiba saja melebarkan matanya terkejut dengan ucapan Rendi barusan.

"Kamu____

"Tenanglah, semuanya aman. Aku nggak akan pernah bocorkan rahasia kalian." Setelah itu, Rendi pun melangkah pergi meninggalkan Anisa yang kini hanya bisa diam saja menatap kepergian Rendi.

...----------------...

Sementara itu, Marsya menggenggam erat ponselnya yang tertera sebuah nomer yang terus-menerus menghubungi dirinya. Banyak pesan yang Marsya dapat dari nomer ponsel Bagas.

Setelah kejadian semalam, Marsya bertolak ke Singapore untuk melakukan pemotretan.

Iya ingat saat dimana dirinya kacau setelah keluar dari kantor Kais. Dia berjalan beriringan dengan ibu mertuanya yaitu Sekar.

"Kamu akan tetap seperti tidak terjadi apa-apa? Saya akan lihat sampai dimana kamu akan terus menjadi pembohong. Kamu tentu sadar apa yang terjadi pada dirimu adalah ulah kamu sendiri. Membunuh darah daging sendiri itu juga kejahatan." ucapan itulah membuat Marsya tak bisa lagi berpikir jernih.

Kata-kata ibu mertuanya membuat dirinya takut akan sebuah hal. Takut akan di tinggalkan. Selama ini dia tidak pernah ada di posisi untuk di tinggalkan. Kais laki-laki sempurna dan wanita mana pun ingin memiliki suami seperti dia. Namun sebuah kebohongan merubah semuanya dari awal mereka menikah.

"Ya Tuhan , kenapa aku lakukan kesalahan itu lagi. Aku sudah mengecewakan Kais dari awal, tapi dia masih mau mencoba untuk bertahan.Tapi, kalau saat ini dia tahu apa yang terjadi pada ku dengan Bagas, aku yakin dia pasti tidak akan lagi mau mempertahankan hubungan ini.Marsya, kenapa kamu bod*h sekali.." Marsya benar-benar di buat frustasi karena kejadian semalam dengan Bagas. Jika Kais tahu, dia yakin suaminya itu tidak akan mempertahankan pernikahan mereka lagi.

Di Jakarta, Bagas dia buat merasa salah pada Marsya dan juga Anisa. Perasaan nya lebih merasa bersalah pada Anisa yang saat ini masih menjadi kekasihnya.

Walaupun memang Anisa sekarang jarang bertemu dengan nya tapi, kekasihnya itu tak banyak menuntut dan tak banyak bertanya. Bahkan Anisa selalu mendukung kariernya.

Saat pertama kesalahan bersama Marsya itu terjadi, Bagas sangat merasa bersalah pada Anisa. Apalagi saat melihat dia wanita yang bersahabat itu saling peluk dan saling tertawa bersama.

Bagas bisa membayangkan bagaimana reaksi Anisa jika tahu rahasia besar itu. Rahasia yang Bagas yakin akan terbongkar suatu saat nanti. Anisa pastinya akan marah bahkan wajah kecewa Anisa dapat terbayang di benak Bagas.

Bagas meraih ponselnya dan beberapa kali menghubungi Anisa. Namun sayangnya tak ada jawaban dari Anisa. Saat berusaha untuk menghubungi nomor Anisa tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya.

:Marsya

( Aku akan baik-baik saja, fokuslah pada Nisa. Aku beberapa hari di Singapore.)

Pesan itu membuat Bagas kembali menuliskan sebuah pesan.

Bagas:

( Baiklah, kita akan bertemu setelah kamu balik ke Jakarta. Akhirnya benar-benar merasa bersalah padamu. )

Marsya

( Tenanglah, tidak akan pernah terjadi apa-apa dengan ku. Selama semuanya tersimpan rapat dan hanya kita berdua yang tahu.)

Pesan yang di kirimkan Marsya itu setidaknya membuat hati Bagas sedikit lega. Walaupun tak sepenuhnya dia rasakan. Apalagi saat ini dia belum tahu kabar Anisa.

...----------------...

Pulang dari kantor, Kais membawa Anisa makan di sebuah restoran mewah yang ada di salah satu kawasan elite Jakarta.

Kais yang berjalan beriringan dengan Anisa meraih tangan perempuan cantik itu. Namun Anisa sempat menepis tangan Kais. Hal itu membuat Kais menatap tajam ke arah Anisa.

"Kenapa, mau marah?" Anisa menatap tajam ke arah Kais.

"Kamu ini kenapa, aku cuma mau gandeng tangan istri ku sendiri apa itu salah?"

"Istri kedua yang di rahasiakan saja bangga. Itu sama saja pelakor." gumaman Anisa yang masih terdengar di telinga Kais membuat laki-laki itu merespon ucapan Anisa.

Kais menarik tangan Anisa sampai tubuh Anisa merapat ke tubuh Kais.

Lalu Kais berbisik di telinga Anisa dengan penuh penekanan. "Dengar sayang, siapa orang yang berani bilang begitu padamu, kasih tahu aku..hemm? Jangan sampai aku lempar orang itu ke tengah lautan. Sampai aku dengar ada orang yang mengatakan kamu 'pelakor' aku akan buat dia tak lagi hidup di negara ini." Anisa hanya bisa diam dan kemudian kembali mengikuti langkah Kais yang membawanya ke sebuah restoran.

Sampai di sebuah ruangan private, mereka pun makan malam dengan tenang. Tak ada percakapan, hanya ada suara denting alat makan yang mereka gunakan. Bahkan terlihat Kais lebih fokus pada ponselnya.

Anisa dapat melihat mimik wajah Kais yang berubah-ubah. Bahkan Anisa melihat Kais seperti menahan emosi yang sepertinya siap meledak kapan saja. Rahang Kais yang terlihat mengeras dan tangannya menggenggam erat sendok yang dia pegang, matanya pun terlihat memerah.

Hanya ada satu pertanyaan di benak Anisa, ada apa dengan Kais sampai reaksinya seperti itu?

Bersambung

1
Nar Sih
marsha ternyata gk tulus baik nya sama anisa ,bnr,,psngn yg ribet🤣
ᴍɪᴍɪ💋🅢🅐🅛🅢🅐🅑🅘🅛🅐👻ᴸᴷ: dari awal niatnya udah gak bagus sekarang dapet karmanya senjata makan tuan justru Kail tergila-gila sama Anisa🤣🤣sok2 an jadi istri yang baik tiap ada masalah larinya ke Bagas selingkuhan nya itu emang cocok mereka
total 1 replies
Irma Luthfah
heh,, ternyata sifat marsya begitu . baik ternyata cuma kedok doang
Irma Luthfah
terlalu mengulur waktu kais ini
Nar Sih
jdi gak sbr nunggu kebongkar nya hubungan mereka
Nar Sih
seharus nya kmu jujur kais ,biar gk semakin slh phm ,sblm anisa bnr,,pergi dri mu
Nar Sih
seperti nya ibu mertua mu kurang suka dgn mu nisa
Arum Dyah
ayo kais buruan ambil keputusan mau gmn
Nar Sih
kais ..bnr kta org tua mu klau emg udh gk bisa diterus kan rmh tngga mu dgn marsha ya buruan di selesai kan biar cpt jls
Arum Dyah
yg satu udh putus... yg satunya bakal cerai
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
pasti yg sedang dilihat kais adalah marsha dan selingkuhan nya
Nar Sih
lebih baik sgra terbongkar sja ,perselingkuhan dan tuker psngn nya biar sgra jelas kemana tujuan masing,,🤣
Nar Sih
kpn perselingkuhan marsha dan arga kebongkar di dpn anisa ,walau mereka sama ,,selingkuh biar ramai klau saling tau
Nar Sih
msih ngk ngerti dgn maksut ucapn sekar pada nisa
Azril Ali
Sekar ngmng gitu bt Marsya...tp Anisa tersentil..akn ucpn sekr
Azril Ali
knpa kais msh g cerita,ma Anisa..JD buat bingung Anisa..
Nar Sih
harus nya kmu jujur sja kais sama anisa tentang bagas dan marsha biar status anisa yg tunangan nya bagas sgra berahir gk di gsntung lgi
Nar Sih
awal mungkin slh marsha dan bagas yg mulai selingkuh duluan sampai kais marah gantian dgn anisa yg tunangan nya bagas dan marsha istri nya kais ,ini cerita kak puspa jdi tukar psngn ya😂
Irma Luthfah: ini yg punya kendali kais ya kan thor?
total 2 replies
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
psangan yg sama,,,lupa diri dan dosq🤣🤣
Irma Luthfah: tuh kan masa lalu mereka gimana. pantesan kais begituuu ke anisa, dia udah di kecewakan sm s marsya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!