NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sanksi di Bawah Terik Matahari

Angga dan Rangga melototkan matanya

" Ren jangan bilang lo" Ucap Rangga menggantung kan katanya menatap tak percaya

" Ya jika gue gak menghindar tadi mungkin gue udah mehok"jawab Rendi bergidik ngeri membayangkan belati itu menancap di kepalanya

" Makanya liat dulu kalo mau bertindak " Ucap Angga pada Rendi meskipun ia juga sedikit ngeri

" Ya gimana gue gak curiga coba, dia aja pake baju semua warna hitam kan dikira yang ngga-nggak " Ucap Rendi pada keduanya

" Ya mikir lagi dong, nggak mungkin kan kalo maling ataupun musuh masuk kerumah orang dengan santainya.jika itu maling atau musuh mungkin mereka akan berjalan dengan hati-hati dan tak menampakkan diri " Ucap Rangga panjang lebar

" Sudah-sudah lebih baik kembali ke kamar masing-masing " Ucap Angga pada keduanya

" Bentar dulu ini gue mau ke dapur mau ambil minum, soalnya gue haus dari tadi " Ucap Rendi berjalan menuju dapur

Sedangkan Angga dan Rangga menuju kamar masing-masing

Pagi hari yang begitu cerah semua mahluk hidup melakukan tugasnya masing-masing

Arumi membantu maid untuk membawa sarapan mereka ke meja makan

" Pagi aunty " Sapa Rendi dan Rangga bersamaan

" Pagi mommy" Ucap Angga pada mommynya

" Ya pagi juga, ayo duduk sambil tunggu yang lainnya turun " Ucap Arumi sedangkan Angga dan temannya hanya mengangguk dan duduk di kursi

Tap.. Tap.. Tap

" Pagi mah " Ucap Elzia turun dari tangga

" Pagi juga sayang " Ucap Arumi sambil tersenyum tipis

Tap... Tap... Tap...

Suara langkah kaki bara terdengar sehingga mereka menoleh ke arah tangga

" Pagi om" Ucap ucap Rendi dan Rangga bersamaan

"Hm" Dehemnya kemudian duduk di kursi kepala keluarga

Bara menatap Elzia sehingga Elzia juga menatapnya

" Bukankah Eliza sudah pulang? " Tanya Bara datar

" Iya pah " Jawab Elzia se adanya

"Lalu dimana dia? " Tanya Bara lagi

"Aku disini ada apa mencari ku " Ucap datar seseorang dari pertengahan tangga

'Astaga bagaimana kami tidak merasakan kedatangan nya ' batin ke empat orang tersebut siapa lagi kalo bukan Arumi, Angga, Rangga dan Rendi sedangkan Bara dan Elzia mereka biasa-biasa saja

" Tidak ada, duduk dan makanlah " Ucap Bara datar dan diangguki Oleh Eliza. Kemudian Eliza duduk disamping Elzia dan Rangga ia berada di tengah-tengah keduanya

Elzia sudah memberi tahu pada yang lainnya jika kursi itu memang tempat favorit bagi Eliza. Sebab itulah Angga dan temannya tidak mau duduk di kursi tersebut, apalagi Rendi yang memang sudah merasakan nyawanya hampir hilang tadi malam jadi dia duduk di tengah Rangga dan Angga

Mereka makan dalam keheningan tidak ada keributan sama sekali di Ruang makan tersebut

Eliza sudah selesai sarapannya ia bangkit dari duduknya

" Aku berangkat " Ucap Eliza datar dan pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban yang lainya

" Aku juga sudah selesai, dan aku langsung berangkat " Ucap Elzia juga dan bangun dari duduk nya

" Hati-hati ya di jalan jangan kebut-kebutan " Ucap Arumi pada anak tirinya ini

" Iya mah " Ucap Elzia kemudian mengambil tas dan kunci motornya

Begitu juga dengan Angga dan yang lainnya mereka langsung pamit dan menuju sekolah yang berbeda dari sekolah Eliza dan Elzia

Sesampainya si Sekolah Eliza dan Elzia memarkirkan motornya masing-masing begitu pula Arkana dan teman-temannya

"Pagi buk ketos " Ucap Dimas menyapa Eliza, sedangkan yang di sapa tak menggubris membuat sang empu mengerucut kan bibirnya kesal

Eliza hanya melewati mereka saja sedangkan Elzia mendatangi teman-temannya

" Wah lama gak ketemu makin cantik aja nih besty gue " Ucap vitri terkekeh

" Siapa dulu dong Elzia si paling cantik membahana " Ucapnya narsis, membuat mereka yang ada disana memutar bola matanya malas

" Beberapa hari gak ketemu ternyata kewarasan lo itu makin hari makin menghilang ya " Ucap Kiara sedangkan yang lainnya tertawa mendengar ucapan Kiara

" Udah yo masuk bentar lagi bel bunyi " Ucap Resti pada yang lainnya

Semuanya mengangguk dan menuju kekelas masing-masing

Sedangkan di parkiran Arkana dan yang lainnya masih belom masuk, mereka masih bersantai sambil menunggu bel bunyi. Mereka tidak berani bolos karena ada Eliza, bahkan jika dia anak presiden pun tidak akan di ijinkan bolos,untuk apa sekolah jika terus bolos, lebih baik gak usah sekolah sekalian

" Mending kita masuk dari pada kita di parkiran gak ada manfaat nya sama sekali" Ucap Rayan pada yang lainnya, sedangkan Arkana berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kelas

" Eh main tinggal aja tu pak ketu " Ucap Deon kesal

" Lah ditinggal? " Ucap Dava dan Dimas bersamaan

" Udah nyusul dari pada di hukum ketos ntar Jadi Ribet " Ucap Dava kemudian menyusul Arkana dan yang lainnya

Mereka berlima berjalan melewati koridor, disana masih banyak murid-murid berlalu lalang

" Dengar-dengar katanya ada murid adkel loh anak pindahan"

"Iya katanya sih kelas sebelas "

"Anak barunya itu cewek kalo di dengar-dengar "

"Moga aja cantik ya biar sekolah kita Nambah cecannya "

"Iya buat gantiin kak Eliza dan yang lainnya kalo mereka udah lulus nanti "

"Udah yok masuk kelas ntar ada kak Eliza kita bisa kena hukum"

Begitulah ocehan para anak kelas sebelas, yang bergosip tentang anak baru

Di sisi lain...

Arkana dan yang lainnya sampai di Ruangan mereka mulai duduk di kursi masing-masing

Tringg.. Tringg... Tringg..

Bel masuk telah berbunyi menandakan seluruh siswa memulai pelajaran nya masing-masing

Di kelas Ipa 1

Drrrtt....

Ponsel milik Eliza berbunyi

"Hm"

".... "

"Baik"

Tut..

" Bu saya kekantor kepala sekolah " Ucap Eliza datar, sedangkan guru tersebut hanya mengangguk, jika bertanya maka tidak akan mendapat jawaban yang puas dari murid kulkasnya yang satu ini

Eliza keluar dari kelasnya, dan berjalan menuju kantor pak kepala sekolah

Eliza melewati koridor dan menuju di kantor pak kepala sekolah.

Ketika sampai di kantor pak kepala sekolah, Eliza langsung mengetuk pintu

Tok.. Tok.. Tok..

"Masuk"

Ceklek

Terlihatlah wajah datar nan dingin itu muncul di balik pintu tersebut.

Eliza berjalan menuju meja pak Handoko dan seorang gadis yang pastinya anak pindahan

" Za tolong antarkan Anaya ke kelas sebelas IPA 2" Ucap pak Handoko sedangkan Eliza mengangguk dan berjalan keluar

"Ikuti aku" Ucapnya datar nan dingin

Sedangkan gadis yang mengikuti Eliza hanya menundukkan kepalanya karena takut setelah mendengar suara Eliza, ia berjalan di belakang sedang Eliza berjalan di depan

Tok... Tok.. Tok..

"Saya mengantarkan anak baru kekelas ini " Ucap Eliza datar kemudian langsung pergi tanpa menunggu jawaban

Sedangkan guru yang mengajar tersebut hanya bisa menghela napas panjang. Sudah tidak diherankan lagi dengan anak muridnya ini yang menjabat sebagai ketua osis

" Silahkan masuk " Ucap guru tersebut lalu berjalan meninggalkan Anaya

Sedangkan Anaya berjalan mengikuti guru tersebut hingga ia berada di depan kelas

" Ayo perkenalan nama mu, asal sekolah mu dari mana? " Ucap guru tersebut sambil menatap kesamping

"H_hai perkenalkan nama aku Anaya kalian bisa panggil aku naya atau yang lain, aku pindahan dari SMA bramur, mohon untuk kedepannya dan bimbingan nya " Ucap Anaya tersenyum manis agar semua orang akan terpana dengan senyuman nya

" Silahkan kamu duduk di dekat zoya " Ucap guru tersebut sedangkan Anaya hanya mengangguk dan berjalan menuju tempat duduknya

"Baiklah mari lanjutkan catatan kalian tadi " Ucap guru tersebut sambil memperhatikanmu para muridnya

Anaya duduk di samping zoya, yaitu gadis manis pipi bulat dan hidung mancung namun ia sedikit agak cuek

" Hai nama aku Anaya " Ucap Anaya sambil menyodorkan tangannya untuk memperkenalkan diri

" Udah tau " Ucap zoya cuek tanpa menjabat tangan Anaya, sedangkan Anaya tersenyum canggung dan menarik tangannya kembali

"Nama kamu siapa? " Ucap anaya lagi

" Lo gak mungkin tuli kan " Ucap zoya kesal,sejak tadi ia sudah tak menyukainya, ditambah lagi harus duduk disampingnya dan banyak bicara pula.

" Y_ya buat kita dekat aja " Ucap Anaya gugup

"Lo lebih baik diam deh ya, atau berkenalan sama yang lain masih banyak yang mau berteman sama lo, gue paling gak suka orang yang terlalu banyak omong, berisik" Ucap zoya kesal, kemudian ia berdiri dari duduknya

Guru yang mengajar tadi sudah keluar dari kelas makanya zoya keluar kelas

Zoya berjalan menuju koridor dengan wajah kesal, ia langsung membuka gudang dan berjalan menuju sofa lalu ia membaringkan diri, setelah beberapa menit akhirnya ia tertidur

Ceklek

Pintu gudang terbuka dan terlihatlah wajah datar nan dingin

" Bangun" Ucapnya datar sambil membangunkan zoya yang tertidur pulas

Sedangkan zoya, ia merasa terusik sehingga ia membuka matanya dan bersirobok dengan mata tajam dan dingin

Ia membelalak lebar saking terkejutnya, bagaimana ia bisa lupa bahwa tidak bisa membolos, semua ini gara-gara anak baru itu yang telah membuatnya kesal, ia langsung menundukkan kepalanya karena tidak berani bersitatap dengan Eliza

Eliza hanya menatap dingin adik kelasnya ini ia tadi bejalan-jalan untuk memeriksa murid yang bolos.

"Kelapangan dan hormat sampai jam istirahat" Ucapnya dingin, dan langsung pergi dari sana

Sedangkan zoya ia sudah merosotkan kakinya.

"Kenapa aku bisa lupa akan hal ini AAHHKKK" Teriaknya prustasi

Zoya berjalan menuju lapangan dan langsung hormat ke bendera. Ingin lari dari hukuman nya pun tidak bisa, sebab itu akan memberatkan hukuman nya lagi

Beberapa menit kemudian.

Kring.. Kring...

Bel istirahat pun berbunyi, banyak siswa-siswi berjalan menuju kantin untuk makan, sedangkan zoya juga langsung pergi dari lapangan dan menuju kantin, banyak murid-murid yang menatapnya aneh, karena keringat yang membasahi baju seragamnya

Disisi lain

Terlihat Anaya sedang membersihkan alat tulisnya, ia menghampiri murid yang paling belakang

"Hai mau ke kantin nggak" Ucapnya Ramah dan tersenyum manis

"Maaf ya naya, aku gak bisa ikut soalnya aku udah bawa bekal" Ucap gadis itu sambil menunjukkan bekalnya

"Tapi aku belum tau letak kantinnya dimana? " Ucap anaya sedikit sedih

" Ketua kelas!! " Teriak gadis itu sehingga orang tersebut menoleh kebelakang

"Ada apa Riya? " Ucap Ketua kelas tersebut

"Anak baru ini ingin ke kantin dan mengajakku, namun aku sudah membawa bekal, jadi bisa kah kau mengantarkannya ke kantin? " Ucap Riya sambil membuka kotak bekalnya. Sedangkan Ketua kelas tersebut hanya mengangguk dan berdiri dari duduknya

"Ikut gue " Ucapnya berjalan menuju kantin sedangkan anaya berjelan di belakang

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku .. di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka ♡
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!