NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETENANGAN SEBELUM BADAI

​Suasana di koridor utama Gedung Administrasi Akademi Astra Nusantara pada H-1 Turnamen Seleksi benar-benar luar biasa padat. Ratusan murid dari berbagai kelas berdesakan di depan layar holografis raksasa untuk melakukan pendaftaran ulang dan verifikasi data kontrak Astra mereka. Di tengah kerumunan itu, sebuah area mendadak mendadak menjadi lengang seolah-olah ada medan magnet yang memaksa orang-orang untuk menjauh karena segan.

​Penyebabnya tidak lain adalah Volt.

​Anak serigala yang dulunya kecil dan sering diejek itu, kini berjalan dengan langkah lambat dan penuh wibawa di samping Arkan. Wujud barunya setelah menembus Level 11 benar-benar mengintimidasi: tubuhnya yang kini seukuran motor sport diselimuti bulu biru tua pekat yang sesekali memercikkan aliran listrik statis. Setiap kali cakar peraknya menyentuh lantai marmer gedung, terdengar bunyi derik halus yang membuat murid-murid di sekitarnya menelan ludah ngeri.

​"Arkan, lihat di layar sentuh pendaftarannya," Sky menyenggol lengan Arkan, menunjuk ke arah panel digital di depan mereka. "Tahun ini akademi membuka 2 pilihan format turnamen: format 1vs1 untuk kategori Solo, dan format 2vs2 untuk kategori Tim. Kita tentu saja langsung ambil yang 2vs2."

​Arkan mengangguk, jarinya bergerak cepat menekan tombol konfirmasi pada panel holografis tersebut, mendaftarkan namanya dan nama Sky ke dalam sistem administrasi kategori 2vs2. "Format yang menarik. Setidaknya kita bisa langsung maju bersama sejak babak pertama."

​"Hei, lihat siapa yang datang. Si anak ampas dari jalanan ternyata masih berani memunculkan wajahnya di sini," sebuah suara sinis yang sangat familier memotong pembicaraan mereka dari arah belakang.

​Kevin, didampingi oleh 3 orang kroninya, berjalan mendekat dengan dagu terangkat tinggi. Namun, langkah kaki Kevin mendadak terhenti total tepat 2 meter di depan Arkan. Tatapan matanya beralih dari Arkan ke arah Volt yang kini merendahkan tubuhnya, mengeluarkan geraman rendah yang menggetarkan udara koridor.

​Wajah Kevin langsung memucat drastis saat melihat angka digital holografis yang melayang di atas kepala Volt.

​[ LEVEL 11 ]

​"L-Level 11?! Bagaimana mungkin?!" salah satu kroni Kevin berteriak tertahan dengan mata melotot. "Bulan lalu serigala itu bahkan belum menyentuh Level 3!"

​Kevin mengepalkan tangannya hingga gemetar, mencoba menyembunyikan rasa syok yang luar biasa di dalam hatinya. Dia menatap Arkan dengan pandangan penuh kebencian. "Jangan sombong dulu, Arkan! Di turnamen besok, level tinggi tidak menjamin kemenangan apa pun jika Astra milikmu tidak memiliki dukungan teknik warisan dari keluarga elit. Astra liar tetaplah Astra liar, tidak akan pernah bisa menandingi kemurnian garis darah kami!"

​Arkan hanya menatap Kevin dengan tatapan datar yang dingin, seolah-olah sedang melihat badut yang sedang mengoceh di pinggir jalan. Dia menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang sarat akan penghinaan. "Kalau begitu, kita lihat saja besok di arena, Kevin. Kuharap Astra milikmu tidak pingsan duluan sebelum sempat mengeluarkan teknik warisan yang kamu banggakan itu."

​"Kamu...!" Kevin menggeram marah, namun dia tidak berani melangkah lebih dekat karena Volt sudah memperlihatkan taring petirnya yang berkilau tajam. Dengan mendengus kesal, Kevin dan kroninya akhirnya berbalik dan pergi menjauh dengan terburu-buru.

​Sore harinya, untuk meredakan ketegangan mental menjelang hari besar, Sky mengajak Arkan keluar sejenak dari lingkungan akademi. Mereka pergi ke sebuah kafe bertingkat yang cukup mewah di sudut perbatasan Distrik Komersial kota. Dari lantai 2 kafe tersebut, mereka bisa melihat pemandangan Kota Megapolitan yang mulai temaram di bawah langit senja.

​Namun, ketenangan mereka tidak bertahan lama. Baru saja pelayan mengantarkan 2 cangkir minuman, sesosok pemuda dengan setelan jas merah marun yang elegan berjalan menghampiri meja mereka. Pemuda itu memiliki sepasang mata merah yang tajam dan memancarkan aura panas yang samar dari tubuh manusianya—sebuah ciri khas dari pengguna elemen Api murni.

​"Jadi ini tempatmu bersembunyi, Sky? Menghabiskan waktu dengan seorang Kontraktor tanpa latar belakang di tempat seperti ini?" ucap pemuda itu dengan nada suara yang sangat angkuh.

​Sky mendongak, dan ekspresi wajahnya langsung berubah menjadi sangat dingin. "Ignis. Apa yang kamu lakukan di Indonesia? Bukankah kamu seharusnya berada di cabang utama?"

​Ignis, yang ternyata adalah sepupu jauh Sky dari cabang Keluarga Flamewing—salah satu dari 7 Keluarga Elemen Purba yang sangat berkuasa di belahan dunia lain—tertawa kecil dengan nada meremehkan. Dia melirik Arkan dari atas ke bawah dengan pandangan penuh penghinaan. "Aku datang untuk menyaksikan Turnamen Seleksi besok. Orang tua kita di dewan pusat sangat mempertanyakan keputusanmu, Sky. Bagaimana bisa seorang pewaris utama dari Keluarga Skyborn memilih anak jalanan tanpa nama sebagai rekan tim 2vs2? Tindakanmu ini benar-benar mencoreng nama besar elemen Angin purba!"

​Arkan hanya diam, bersandar di kursinya sambil menatap Ignis dengan tenang. Dia tahu betul bahwa ini adalah bagian dari benturan politik antar-keluarga elit.

​Sebelum Arkan sempat berbicara, Sky mendadak berdiri dari kursinya. Hentakan kakinya memicu gelombang angin 30% elemen manusianya yang sangat pekat, membuat jilatan hawa panas di sekitar tubuh Ignis langsung padam seketika. Seluruh cangkir dan sendok di atas meja kafe bergetar hebat akibat tekanan spiritual Sky yang tiba-tiba meluap.

​"Jaga bicaramu, Ignis!" ucap Sky dengan nada suara yang begitu penuh wibawa dan dingin, sepasang mata jernihnya berkilat tajam seperti bilah kristal milik Zephyr. "Arkan adalah rekan tim pilihan yang aku tentukan sendiri. Di mataku, bakat dan kekuatannya jauh lebih berharga daripada ratusan anak manja dari keluarga cabang Flamewing seperti kamu!"

​Ignis sedikit tersentak mundur, terkejut merasakan kepekatan elemen angin Sky yang ternyata jauh lebih kuat dan stabil daripada yang dia perkirakan.

​Sky melangkah maju, menatap sepupunya itu dengan pandangan mengintimidasi. "Kembalilah ke tempat dudukmu yang nyaman di tribun VIP besok, Ignis. Dan pastikan matamu terbuka lebar, karena Arkan dan aku adalah orang-orang yang akan membuat nama Keluarga Skyborn meroket dan membungkam mulut sombong dewan pusat di turnamen besok!"

​Ignis mengatupkan rahangnya rapat-rapat, wajahnya memerah menahan malu karena beberapa pengunjung kafe mulai berbisik-bisik melihat mereka. Dengan pandangan penuh ancaman yang diarahkan terakhir kali kepada Arkan, Ignis akhirnya berbalik dan pergi meninggalkan kafe tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.

​Sky mengembuskan napas panjang, lalu kembali duduk di kursinya dengan wajah yang sedikit kesal. "Maaf ya, Arkan. Orang-orang dari 7 Keluarga Elemen memang selalu menyebalkan dan menganggap diri mereka adalah pusat dunia."

​Arkan menatap Sky, lalu tersenyum santai sambil meminum minumannya yang mulai mendingin. "Tidak apa-apa, Sky. Malah pembelaanmu tadi membuatku semakin tidak sabar untuk bertanding besok."

​Arkan mengepalkan tangan kirinya di bawah meja, merasakan lempengan logam kuno di dalam saku jaketnya yang memancarkan kehangatan pasif ke seluruh tubuh manusianya. Dengan Volt yang sudah berada di Level 11, kapasitas energinya yang melimpah, dan Sky yang berdiri kokoh di sampingnya sebagai rekan setara, Arkan tahu bahwa H-1 ini adalah batas akhir dari ketenangan mereka. Mulai besok, di bawah sorot lampu Stadion Utama Akademi, Duo Badai Petir dan Angin ini akan resmi dilepaskan untuk mengobrak-abrik seluruh tatanan kaku dunia para elit.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!