NovelToon NovelToon
Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: PandaMaiden

Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mila, perempuan yang telah bersuami itu mampu menggetarkan hatinya hingga membuat dia mencari tahu seperti apa kehidupan yang sedang di jalani Mila bersama suaminya. "Mila, kau tak pernah bahagia kan hidup bersama suamimu itu?" tanya Andra menatap serius Mila. "Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" sentak Mila. "Ceraikan saja suamimu dan jadilah istriku, kau akan kujadikan ratu dalam hidupku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Minta Beras

Bab 14

Minta Beras

Andra memasuki rumahnya sambil bersiul riang, di tangannya menggenggam paper bag kecil berisi hadiah yang telah dipilihkan oleh Mila di mall tadi.

"Ma, Mama ..." Teriak Andra sembari mencari mamanya ke ruang tengah.

"Ada apa sih, Ndra, tumbenan kamu teriak-teriak manggil Mama." Sungut bu Maya yang baru keluar dari ruang baca.

"Aku mau kasih sesuatu buat Mama, nih!" Chandra menyerahkan karakter terbaik tersebut.

Bu Maya mengeluarkan kota beludru berwarna merah dan membukanya. "Apa ini, Nak?"

"Hadiah kecil buat Mama," ucapnya santai.

"Bagus sekali, ini buat Mama?" Bu Maya memastikan.

Mata wanita itu memancarkan cahaya kebahagiaan karena hal ini jarang sekali putranya itu lakukan untuk membuatnya senang.

"Tumben kamu kasih mama hadiah," heran bu Maya.

"Ini sebagai tanda terima kasih aku ke Mama, karena Mama udah ngasih kebebasan buat aku."

"Gimana, Mama suka tidak sama hadiahnya," lanjutnya.

"Mama suka, suka banget. Kamu ternyata jago pilih perhiasan buat wanita, ya. Padahal hal ini sangat langka kamu lakukan." Puji bu Maya.

Andra tersenyum puas melihat ibunya sangat suka dengan hadiah yang dipilihkan oleh Mila, dan dia pun menjadi semakin yakin jika Mila sangat cocok untuknya dan nantinya cocok juga sama sang ibu.

"Hitung-hitung aku lagi latihan Ma. Biar nanti tidak grogi pas nikah," ujarnya.

Bu Maya langsung menatap wajah putranya yang tampak sangat bahagia. Dalam hati wanita itu ada sedikit rasa cemas tapi sejujurnya dia pun yakin dengan pilihan putranya tersebut bisa membuat Andra bahagia.

"Kamu beneran mau nikah cepat?" Tanya sang ibu.

"Kalau semuanya sudah selesai aku pasti akan langsung menikahinya, Ma." Yakin Andra.

"Kalau begitu jangan lupa bawa ke rumah biar mama bisa mengenalnya lebih jauh. Tapi itu semua harus benar-benar sudah bebas," tekan bu Maya.

"Siap Mamaku sayang. Kalau begini kan aku jadi semakin yakin. Berkat dukungan dari Mama. Aku pasti akan membuat semuanya jadi lebih mudah."

"Jangan yang aneh-aneh loh," kata sanga ibu.

*

Sementara itu di rumah Bu Lisa Arjun baru saja tiba dengan wajah kusut dan lelah. Malam ini dia akan tidur di rumah ibunya karena rumahnya sudah gelap tidak ada cahaya lampu.

"Ma! Bukain pintu!" Teriak Arjun sambil mengetuk-ngetuk pintu.

Tak berapa lama boleh saya membukakan pintu. "Nggak usah teriak Mama juga denger Jun. Kayak di hutan aja kamu buat," sungut bu Lisa.

"Mah aku lapar mama masak apa hari ini." Arjun langsung menuju ke dapur dan pembuka tudung saji.

Di meja makan hanya ada telur dadar dan sambal koret. Sedangkan nasi hanya ada sisa sedikit.

"Hanya ada itu, Mama tidak ada uang buat belanja lauk," kata Bu Lisa.

"Yaelah Mah emang uang Mama beli bedak kemarin langsung habis?"

"Ya habis dong, kan bedak skin care Mama mahal."

Karena perut Arjun sudah sangat keroncongan dia pun makan apa yang ada di meja itu tanpa protes lagi.

"Tolong buatin kopi ya Ma, kepala aku sakit banget seharian ini nungguin Mila malah dia nggak nongol."

"Kopi lagi nggak ada, adanya teh doang."

Sisa ngeteh pagi tadi, karena bu Lisa memang tidak ngopi.

"Ya udah deh, itu aja."

"Memangnya kamu habis dari mana sih, makannya kayak orang kelaparan tujuh hari tujuh malam." Ejek bu Lisa.

"Aku dari kantornya Mila Ma, pagi tadi aku udah nemuin dia tapi dia malah ngusir aku. Jadi aku tungguin dia di basement. Dan aku tidur di mobilnya." Terang Arjun panjang lebar.

"Berhasil kamu minta uang sama dia?"

"Engak ma, dia nggak mau kasih uang buat bayar listrik itu. Makanya aku pas pulang langsung ke sini."

"Ya ampun, beras Mama habis loh. Belikan besok, Jun."

"Ya elah, Ma. Belum juga sehari aku di sini udah di mintain beras aja," sungut Arjun.

"Kalo kau mau makan batu ya tidak apa-apa, besok pagi tinggal pungut depan teras," ujar bu Lisa seraya berlalu meninggalkan Arjun.

Hais.

Arjun baru saja akan menikmati rokok karena selesai makan. Ponselnya bergetar dan bunyinya nyaring.

"Halo, ada apa Roy?" Sapanya.

"Ada kabar bagus coy, buruan ke sini. Ntar gue share loc," kata Roy di seberang sana.

"Ada apa sih, buruan bilang." Arjun malah jadi penasaran.

"Udah datang aja dulu, lo ga bakalan nyesel pokoknya. Buruan ya, gue tunggu sekarang. Ga pake lama."

Klik

Arjun menatap layar ponselnya yang mati, karena Roy telah memutus sambungan. Pria itu penasaran akan hal yang di infokan oleh sahabatnya.

"Ada apa sih sebenarnya?" Arjun penasaran.

Pria itu segera meraih kunci motor dan meninggalkan rumah bu Lisa. Sebelum keluar dari gang, Arjun mengecek ponselnya apakah Roy sudah mengirim lokasi yang dimaksud atau belum.

Ternyata lokasi baru saja dikirim oleh Roy dan langsung saja Arjun membuka alamat tersebut. Dengan Google map pria itu langsung memacu motornya ke lokasi.

Tak butuh waktu lama akhirnya Arjun sampai di lokasi yang dituju dan tampak Roy yang sedang menunggunya disebuah warung kopi pinggir jalan.

"Akhirnya sampai juga lo," sapa Roy.

"Ada apaan?" Arjun menghampiri Roy dan ikut duduk di warung tersebut.

"Tentu ada informasi yang sangat penting dong bro!" Kata Roy.

"Jangan kebanyakan bacot, buruan dah apaan." Arjun semakin kepo.

"Informasi ini tidak gratis ya bro," jawab Roy dengan santai.

"Lo kayak sama siapa aja sih. Asu!" Arjun merogoh kantong jaketnya dan mengeluarkan sebungkus rokok yang tadi sempat dia beli.

"Nih, iseph sampe muncung lo dower," kesal Arjun.

Hahahh

Roy tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kesal sahabatnya. Tapi dia tidak menolak rokok yang telah disodorkan di hadapannya.

"Nih lo liat baek-baek." Roy menggeser ponselnya yang tengah menampilkan sebuah video.

Sahabat Arjun itu tadi sedang mengantar penumpang ke alamat yang saat ini sedang mereka singgahi. Namun, begitu Roy hendak putar balik, dia melihat sosok yang cukup dia kenal di samping rumah penumpangnya tadi.

"Wah ... Pucuk di cinta, ulam pun tiba."

Roy langsung mengambil ponsel dan merekam sesuatu yang dia temukan. Begitu selesai langsung pergi dan mampir ke warung kopi.

Tak sabar untuk memberi info, dia gercep menelepon Arjun agar segera datang.

Arjun pun membuka galeri yang terbuka. Sebuah video berdurasi satu menit. Dia langsung mengklik dan terlihatlah pohon mangga besar, di bawahnya ada sosok wanita cantik dengan rambut sepunggung tengah menenteng sampah.

"Ini serius kan Roy? Lo nggak ngasal kan?" Tanya Arjun.

Mata pria itu tampak berbinar bagai mendapat durian runtuh.

"Memangnya yang lo liat itu hantu? Lo tau kan itu siapa? Dasar pe'ak," kesal Roy.

1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh aku deg2 an nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
HiaTus: 😍makasi akak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga rencananya berhasil.....amin 🥰
HiaTus: aminn🙏
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍
Elisabeth Ratna Susanti
waduh ibu mertua macam apa ini pengen tak getok pake high heels nih😄
Rani
numpang iklan 🙏
Elisabeth Ratna Susanti
ish! main tampar saja nih orang
NyonyaMuda
jangan galau lagi mila, cepat tinggalkan saja si arjun💪
NyonyaMuda
senangnya sapat traktiran😍😍
NyonyaMuda
pak wagio ngarep banget deh😄
NyonyaMuda
pak andra harus cepet ungkapin ke mila🤭
Elisabeth Ratna Susanti
setuju, jangan aneh2 ya 😄
Santai Dyah
bner mila nurut aja jgn berdebat dengan andra
HiaTus: biar nanti cepet di halalin
total 1 replies
Santai Dyah
jhat nya bu lisa ngetawain mila yang jatuh
HiaTus: iya, mereka keterlaluan
total 1 replies
Santai Dyah
sabar vio mungkin kk kmu lg bhagia mknya brisik
HiaTus: 🙏🙏betul itu
total 1 replies
Santai Dyah
enaknya bisa numpang mndi di tawarin mkn pula si mila
HiaTus: rejeki nomplok🤣
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
jangan bawa2 roman, roman nggak salah 😄
Elisabeth Ratna Susanti: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
waduh cowok apaan ini? bayar listrik aja nggak bisa 🫣
HiaTus: kan dia pengangguran🤣
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!