💸Sugar Mommy Online💸
Lulus kuliah jadi pengangguran, sampai umur 28 tahun pun masih nganggur, nikah gak ada calon, kerja di perusahaan gak ada koneksi, bikin usaha sendiri gak ada modal. Langganan Melolo, tontonan dracin dapat cuan receh yang bermimpi jadi istri CEO tampan dan media sosial-- tempat live nya gege-oppa-phi-akang tampan yang bermodalkan tap-tap layar dan spam komentar.
Itulah Lusi, atau gadis melar yang olahraga cuma niat dalam hati--- yang bernama asli Zhu Lusi Arsana. Anak yatim-piatu blasteran Cindo.
Hingga entah dia beruntung atau memang sudah takdir nya, sesuatu mengubahnya~
***
Mohon jangan hanya sekedar mampir, bacalah sampai tuntas agar penulis juga bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas 🥹🤧
***
Jika alur sedikit menyimpang dari judul dan sinopsis maka mohon maaf 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Pulang Untuk Menonton Live Tiktok
Menjelang jam 21:00.
Lusi berhenti gerakan yang menguras tenaga dan keringat itu. Dia menyimpan kembali barbel kecil yang di angkat nya.
"Keu ingin berhenti? Apakah sudah lelah?" Rayy yang memantau nya di belakang langsung melontar kan pertanyaan datar dengan sedikit ejekan yang dapat di rasakan dari intonasi bicaranya.
Dia pikir wanita itu terlihat berbeda tadi begitu bertekad untuk berolahraga sampai meminta pengaturan diet ekstrim untuknya, benar-benar membuatnya langsung salah fokus dan mengejek.
Lusi memutar bola matanya, dia mengusap wajahnya yang berkeringat dengan handuk. "Ada satu lagi syarat nya, kamu bisa membuat jadwal kapan saja asalkan jangan jam 7 malam keatas. Untuk selanjutnya di sesuaikan"
Rayyan mengangkat alisnya, ternyata salah mengira. Dengan sedikit canggung ia mengangguk menyetujui, tepat saat Lusi bersiap-siap akan pergi. "Tunggu, ambil ini." Ia menyerahkan sebuah kartu nama kepadanya.
"Aku akan mengirimkan jadwal nya malam ini"
Lusi menatap kartu nama itu selama beberapa waktu hingga akhirnya mengangguk. Setelah berpamitan untuk sekedar formalitas, dia langsung pergi tanpa menoleh.
Rayyan menatap kepergian nya sambil mengerutkan kening, dia tidak mengerti. Saat pertama bertemu perempuan itu terlihat antusias dan sangat ingat dia menjadi pelatihnya. Dia sudah yakin itu semua karena ketertarikan fisik, namun setelah berlatih dia tidak mencoba mendekatinya ataupun menggoda nya.
Berbeda dengan perempuan-perempuan lalu yang pernah di ajarkan nya. Penilaian nya terhadap Lusi kini naik satu tingkat lagi.
.
[ Tuan, kenapa kamu memperlakukan target seperti itu? ]
Seolah sistem ada di atas kepalanya, Lus melirik ke atas dan kembali fokus berjalan. Kali ini dia memesan taxi karena terlalu jika harus berjalan pulang, baru setelah dia duduk di kursi penumpang dia menjawab pertanyaan sistem.
'Meskipun dia itu terlihat dingin dan dengan wajah tampan nya membuat nya seperti CEO di dracin. Namun baru pertama kenal saja aku tahu jika dia juga orang yang menyebalkan. Terlihat dari caranya berbicara dan mengejek, dia pasti memiliki tingkat narsis yang tinggi saat memberikan peraturan tidak boleh menyentuh tanpa izin nya.'
Sistem mengerti, namun sebagian inang Sugar Mommy nya. Dia harus mengumpulkan tingkat rasa suka dari target nya, namun sebelum sistem memberikan wejangan kepada host nya. Dia tiba-tiba merasakan tingkat rasa suka Rayyan meningkat kepada host nya, sistem terdiam....
[ Baiklah tuan rumah, namun sistem juga harus mengingatkan selain menyelesaikan misi sistem. Kamu juga harus membuat target mu memiliki rasa suka kepada mu ]
[ Tolong segera ikat mereka sebagai target mu ]
Lusi mengiyakan dalam hatinya, cara mengikat target yang sistem maksud sebenarnya adalah dengan memberikan target hadiah, karena sebagian pemilik sistem Sugar Mommy tugas nya adalah menyenangkan berbondong-bondong nya (target-target yang terpilih) dan memberikan mereka hadiah yang mereka suka. Saat ini baru Lin Chen yang terikat, dan mengenai Kay dan Rayyan dia belum melakukan apapun karena mereka baru bertemu hari ini.
Sampai apartemen, Lusi dengan langkah yang loyo segera masuk kamar mandi dan membersihkan badan. Lalu setelah nya mengenakan pakaian tidur nya, dia menjatuhkan diri ke atas ranjang, rasanya benar-benar lelah.
Jika tidak ingat berondong-- maksudnya target baru nya sedang live, ia mungkin akan segera tidur. Namun karena saat di mobil melihat notifikasi nya, dia segera membuka aplikasi Tiktok dan masuk ke dalam room nya.
Lusi berbaring setengah tengkurap di atas ranjang sambil memegang ponselnya.
Begitu masuk ke ruang siaran Lin Chen, rasa kantuk yang tadi hampir membuat matanya terpejam langsung menghilang.
Seperti biasa, tema siarannya masih ASMR. Namun kali ini bukan suara hujan, mengetuk meja, atau gerakan tangan relaksasi.
Di layar, Lin Chen sedang melakukan ASMR makanan Suara krauk... krauk... dari makanan ringan yang sedang dikunyahnya terdengar jelas melalui mikrofon berkualitas tinggi.
Jumlah penontonnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar sembilan puluh orang lebih. Namun sudah meningkat cukup banyak dari yang kemarin malam ia lihat pertama kali.
Tatapannya Lusi lalu sepenuhnya tertuju pada sosok di layar. Hari ini Lin Chen memperlihatkan lebih banyak bagian dirinya dibanding biasanya.
Meski kamera masih sengaja diposisikan hanya menampilkan bagian bawah wajah hingga lehernya, itu sudah cukup bagi Lusi untuk melakukan penilaian.
Rahangnya tegas, garis wajahnya tajam. Kulitnya bukan putih pucat seperti Li Zhenyu yang terlihat bersih dan lembut seperti tokoh utama drama kampus. Sebaliknya, warna kulit Lin Chen cenderung sawo matang sehat, seolah terbiasa berolahraga atau menghabiskan waktu di luar ruangan.
Lehernya kuat, sesekali saat ia meraih makanan, lengan yang masuk ke dalam kamera memperlihatkan otot yang jelas namun tidak berlebihan.
Ditambah dengan rambut hitam yang terlihat panjang jatuh kedua sisi dekat telinganya, keseluruhan penampilannya memberikan kesan pria dewasa yang tenang dan maskulin.
Lusi mengangguk puas.
Jika Li Zhenyu adalah adik laki-laki tampan yang membuat orang ingin melindunginya, maka Lin Chen adalah tipe pria yang membuat orang merasa aman berada di dekatnya.
"Tidak heran nilainya delapan puluh sembilan." gumamnya pelan.
Semakin dilihat, semakin enak dipandang. Maka tanpa ragu lagi, Lusi langsung membuka fitur pembelian koin. Puluhan juta rupiah mengalir keluar dari rekeningnya dengan sangat lancar.
Kalau beberapa hari lalu seseorang mengatakan ia akan menghabiskan uang sebanyak ini untuk seorang pria di internet, Lusi pasti mengira orang itu gila.
Namun sekarang, dia merasa cukup bahagia melakukannya. Sebelum mengirim hadiah, Lusi mengetik komentar terlebih dahulu.
"Hello little Lin Chen~"
Komentarnya langsung tenggelam di antara komentar lainnya. Butuh beberapa menit sebelum akhirnya Lin Chen melihat nama pengguna yang sangat familiar itu. Gerakan tangannya berhenti sejenak, kemudian suara rendahnya terdengar dari mikrofon.
"Hello, Sugar Mommy Online."
Ia sedikit menundukkan kepala ke arah kamera.
"We meet again."
Suara itu terdengar pelan sesuai konsep ASMR, namun tetap berat dan jelas.
Kolom komentar langsung ramai.
"Sugar Mommy Online datang lagi!"
"Sultan muncul!"
"Sponsor utama kita sudah hadir!"
Beberapa akun yang ingat bahwa akun sultan Sugar Mommy Online inilah yang memberikan hadiah besar kepada penyiar ini..Lusi yang mendengar sapaan itu langsung tersenyum lebar. Entah kenapa, suasana hatinya menjadi sangat baik, ia segera mengetik lagi.
"Little Lin Chen, I'm very curious about your face. If you dare to show your face, I'll send you gifts just like last time."
(Lin Chen kecil, aku sangat penasaran dengan wajahmu. Kalau kamu berani menunjukkan wajahmu, aku akan memberimu hadiah seperti terakhir kali.)
Begitu komentar itu muncul, kolom komentar langsung meledak.
"Aku setuju!"
"Tunjukkan wajahmu!"
"Kami juga penasaran!"
"Ayolah, hanya sebentar!"
"Bahkan Sugar Mommy penasaran!"
Banyak penonton sebenarnya sudah lama ingin melihat wajah Lin Chen. Bagaimanapun juga, dia dikenal sebagai teman asrama Li Zhenyu.
Namun aura keduanya sangat berbeda.
Li Zhenyu terlihat seperti siswa teladan yang tampan dan bersih. Sedangkan Lin Chen, meskipun hanya memperlihatkan setengah wajah, sudah memberikan kesan pria dewasa yang jauh lebih maskulin.
.
semangat terus ya~~~😋😋😋
semangat terus ya~~~/Grin//Grin//Grin/
semangat terus/Proud//Proud//Proud/
semangat terus ya~~~/Hey//Hey//Hey/