NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Arumi dan Rani sudah sampai di lapangan. Mereka berdua siap untuk menjemput rezeki. Mereka berdua pun mengeluarkan dagangan yang akan mereka jual hari ini.

" Ini sepertinya nggak setengah kilo tepung deh"

" Satu kilo tepung. Ibuk aku bilang ramai kok nanti orang-orang di lapangan. Dan lagi disini juga ada anak-anak ngaji"

" Oh iya ya, aq lupa kalau Deket sini ada TPQ"

" Makanya aku tambah lagi buat adonannya"

Arumi mulai memasukkan adonan bakwan ke dalam minyak yang sudah panas. Arumi menggoreng sampai warnanya menjadi kuning keemasan.

Saat Arumi sedang sibuk menggoreng bakwan. Ada dua orang santri menghampiri tempat jualan mereka.

" Kak mau beli telur gulung sama minuman"

" Telur gulungnya berapa?"

" Dua, minuman satu yang rasa strawberry"

" Terus temannya mau beli apa?"

" Bakwan dua, minuman rasa jeruk satu"

" Tunggu ya, kakak buatkan dulu telur gulung sama minumannya" kata Rani.

Rani senang karena baru beberapa menit mereka sampai di lapangan, pembeli dagangan mereka sudah ada.

Arumi tersenyum melihat sahabatnya bersemangat. Ia pun juga ikut semangat menggoreng bakwannya.

" Ini telur gulung sama minuman rasa strawberry. Dan ini bakwan sama minuman rasa jeruk"

Dua santri itu memberikan uang pada Rani masing-masing memberi uang tiga ribu rupiah.

" Makasih ya, sering-sering jajan di tempat kakak"

Uang pun masuk ke dalam laci penyimpanan. Tidak berselang lama datang lagi beberapa pembeli. Sekarang yang membeli dagangan mereka anak-anak voli.

Salah satu dari pemain voli menggoda Arumi. Bahkan laki-laki itu mengeluarkan gombalan ala buaya darat. Tapi Arumi tidak tergoda sedikit sama anak laki-laki itu.

" Nanti malam aku main ke rumah kakak ya"

" Sekolah dulu yang bener, baru pacaran" kata Rani.

" Kakak galak banget sih"

" Sama anak kecil modelan kamu nih harus jadi galak"

" Nanti jodohnya jauh lho Kak"

" Kakak tau kalau jodoh kakak masih jauh. Kalau jodoh kakak udah dekat, nanti kakak kasih undangan "

Teman-teman lelaki itu tertawa, karena rayuannya tidak mempan.

" Kakak nggak asik"

" Tapi menurutku kakak ini asik" kata teman lelaki itu.

" Tuh dengerin "

Arumi hanya menjadi pendengar. Ia memang tidak bisa mengobrol seperti itu dengan lelaki. Karena ia tidak bisa memulai obrolan terlebih dahulu.

" Aku mau latihan dulu ya Kak, bye kakak cantik dan kakak galak "

" Main pergi-pergi aja, bayar dulu gorengan sama minumannya"

" Oh iya lupa. Aku makan bakwannya tiga, telur gulungnya satu sama minum satu"

" Lima ribu "

Anak laki-laki itu memberikan uang kertas sepuluh ribu pada Rani.

" Kembaliannya lima ribu, terima kasih "

" Sama-sama "

Teman-temannya yang lain pun segera membayar jajanan mereka. Karena sebentar lagi mereka akan mulai latihan.

" Anak muda zaman sekarang"

" Emang kamu udah tua Ran"

" Kalau ngobrol sama mereka aku berasa tua"

" Nggak tuh, kamu malah terlihat seumuran sama mereka"

" Bisa aja kamu mujinya"

Saat sedang asik mengobrol mereka kedatangan ibuk-ibuk, kira-kira usia ibuk itu sekitar enam puluhan lebih.

" Permisi "

" Iya, mau beli apa Buk"

" Ibuk mau pesan seratus bakwan "

" Banyak amat Buk, tapi ini cukup nggak ya"

" Kayanya nggak cukup deh Ran, soalnya udah kejual lumayan banyak juga tadi"

" Seberapa cukup aja, nanti ibuk cari tambahan yang lain"

" Emang nggak apa-apa Buk"

" Nggak apa-apa "

" Sebentar ya Buk, saya goreng dulu. Silakan duduk Buk"

Arumi menggoreng semua sisa adonan bakwannya. Sedangkan Rani mengajak ibuk itu mengobrol.

" Ibuk darimana?"

" Dari kampung sebelah"

" Jauh juga ya Buk. Kesini dalam rangka apa Buk?, atau ibuk punya saudara di kampung sini"

" Nggak, ibuk mau ada acara amal di tempat teman ibuk"

Rani baru tau ada acara amal di kampungnya. Apa acara amal itu khusus untuk orang kaya aja.

" Sepertinya jualan kalian enak-enak"

" Nggak tau juga Buk, coba ibuk cicipi aja"

Ibuk itupun mencicipi bakwan yang sudah di goreng Arumi.

" Gimana Buk?"

" Enak, garamnya pas dan juga crispy. Pantas saja banyak yang beli"

" Alhamdulillah Buk"

" Apa kalian juga terima pesanan?"

" Kami belum pernah terima pesanan Buk. Tapi kalau ada yang mau pesan untuk acara,bisa "

" Nanti saya kasih tau teman-teman saya untuk pesan gorengan sama kalian "

" Makasih Buk sudah mau bantu promosikan gorengan kita"

" Sama-sama, gorengan kalian ini memang enak. Semoga nanti kalian bisa jual banyak "

" Aamiin, makasih doanya Buk "

Arumi sudah selesai menggoreng semua adonan bakwannya. Sekarang ia menghitung jumlah semua gorengan yang sudah ia goreng tadi.

" Total semuanya ada tujuh puluh delapan, Ran"

" Gorengannya nggak cukup Buk, sisa tujuh puluh delapan"

" Nggak apa-apa, ibuk ambil semua"

" Beneran Buk"

" Iya, bungkus aja semuanya"

" Alhamdulillah, terima kasih Buk"

Rani membantu Arumi memasukkan bakwan ke dalam kantong plastik. Rani juga membungkus saos dan juga cabai rawit.

" Tadi ibuk makan bakwannya satu"

" Yang itu nggak usah bayar Buk"

" Nggak apa-apa, nanti kalian rugi lho"

" Dimakan satu nggak akan bikin rugi Buk"

Arumi memberikan kantong plastik yang sudah berisi bakwan tadi pada si ibuk. Dan ibuk itu memberikan uang kertas seratus ribu.

" Kembalinya Buk, dua puluh dua ribu. Terima kasih "

" Sama-sama. Oh iya kalau ibuk mau pesan untuk acara, ibuk hubungi kemana "

Arumi dan Rani juga bingung, mereka berdua tidak punya ponsel.

" Kami jualan setiap sore di sini Buk. Jadi ibuk datang aja kesini "

" Baiklah, kalau ibuk nggak bisa datang, nanti ibuk suruh anak atau supir ibuk yang datang kesini"

" Baik Buk"

" Kalau begitu ibuk permisi dulu"

" Iya Buk, sekali lagi terima kasih"

Ibuk itu pergi ke tempat mobilnya yang di parkir kan tidak jauh dari tempat Arumi berjualan.

" Apa kita harus beli ponsel ya Rum"

" Mau beli pake apa Ran, pasti harga ponsel juga mahal "

" Iya sih, mungkin ada sekitar dua jutaan "

" Dapat darimana duit sebanyak itu"

" Apa kita kredit aja"

" Jangan, pasti bunganya besar"

" Nanti kita pikirkan bagaimana caranya. Kalau orderan banyak setiap hari nggak apa-apa kita beli ponsel. Tapi kalau cuma sedikit kan percuma juga beli ponsel Ran"

" Iya sih, semoga aja lha banyak yang pesan jualan kita"

" Aamiin semoga aja"

Karena gorengan mereka sudah habis. Arumi membersihkan tempat adonan bakwan tadi. Ia tidak ingin Rani membawa peralatan kotor ke rumahnya.

" Rum, aku minta tolong sama ibuk aku untuk buatkan buku tabungan untuk kamu"

" Emang bisa Ran"

" Bisa, kamu berikan KTP kamu sama ibuk aku. Nanti biar ibuk aku yang urus"

" Nanti malam aku bawa KTP nya ke rumah kamu"

" Iya, nanti kalau bukunya sudah jadi biar aku aja yang simpan. Kalau di rumah kamu bahaya "

" Iya Ran "

Arumi senang karena iya akan punya buku tabungan. Semoga ia cepat bisa menyewa ruko untuk menjahit baju. Kalau bisa ia ingin tinggal di ruko saja nanti.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian banyak-banyak 💞 💞

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!