Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27 Hal Mengejutkan
Setelah mendapatkan satu barang unik berupa hadiah dari Gina membuat Amanda tampak melihat barang-barang unik lainnya, sampai akhirnya Amanda menemukan sesuatu yang paling unik menurutnya, hampir sama dengan hadiah yang diberikan Gina.
Jika Amanda mendapatkan patung wanita yang memakai kimono yang sangat unik dan Amanda juga tertarik pada patung wanita yang memakai jas.
"Ini untuk kamu," ucap Amanda membuat Gina membalikkan tubuh.
"Hadiah dariku," lanjut Amanda.
"Apa ini hari Natal sampai-sampai kita harus bertukar hadiah?" tanya Gina.
"Aku jika ingin memberikan hadiah kepada wanita yang mau berteman denganku dan terlebih lagi wanita yang memberikan pekerjaan untukku dan terlebih lagi selalu memperlakukanku dengan baik," jawab Amanda membuat Gina tertawa kecil.
"Aku akan sangat tersinggung jika kamu tidak mengambilnya," ucap Amanda yang membuat Gina tersenyum dan mengambil hadiah tersebut.
"Baiklah Amanda, kalau begitu hadiahnya aku terima," sahut Gina.
Keduanya sama-sama tertawa kecil, mungkin merasa lucu dengan kerandoman keduanya yang tiba-tiba saja bertukar hadiah.
"Hmmm, ayo kita mencari hal-hal yang unik lagi!" ajak Amanda membuat Gina menganggukkan kepala.
Kedua wanita itu melanjutkan perjalanan mereka dengan memasuki tokoh yang satu dan tokoh yang satu untuk mencari hal-hal yang unik daripada membeli pakaian atau tas branded.
Di tengah Amanda yang melihat-lihat benda-benda yang terbuat dari kaca, Gina saat ini justru sedang berbalas pesan.
"Amanda!" tegur Gina membuat Amanda membalikkan tubuh.
"Kenapa?" tanya Amanda.
"Hmmmm, aku boleh tidak pamit terlebih dahulu, ternyata pacarku ada di dekat sini, pekerjaannya sudah selesai dan kami ingin makan malam bersama," ucap Gina tampak ragu mengatakan permintaannya karena takut Amanda marah.
"Its oke, kamu pergilah kencan bersama pacar kamu," ucap Amanda ternyata tidak menganggap hal itu sebagai masalah besar.
"Kamu sendiri bagaimana? kita bahkan janji makan malam bersama. Apa kamu ikut saja kencan denganku?" tanya Gina tiba-tiba saja menawarkan.
"Kamu ini aneh sekali mengajakku untuk kencan bersama kamu dan juga pacar kamu. Aku pasti hanya menjadi kambing congek saja, sudahlah kamu sebaiknya makan malam bersama dengan pacar kamu dan nanti aku bisa pulang sendiri, lagi pula tempat ini tidak jauh dari hotel aku tidak akan tersesat," ucap Amanda.
"Yakin kamu tidak marah padaku?" tanya Gina merasa tidak enak.
"Tidak Gina, sudah pergilah kasihan jika pacar kamu harus menunggu terlalu lama," ucap Amanda.
"Baiklah, aku benar-benar minta maaf sudah mengacaukan hari ini, baiklah kalau begitu aku langsung pergi saja! Kamu hati-hati ya," ucap Gina berpamitan membuat pemandangan menganggukkan kepala.
Gina langsung buru-buru keluar dari toko tersebut. Amanda menghela nafas dan tiba-tiba saja pandangan matanya tertuju pada salah satu meja dan terdapat paper bag berwarna pink.
"Gina belanjaan kamu ketinggalan?" panggil Amanda dan ternyata Gina sudah terlebih dahulu buru-buru dan sampai tidak mendengar teriakan Amanda.
"Astaga...." Amanda mengambil paper bag tersebut dan memilih untuk menyusul Gina keluar dari tokoh itu.
Saat sudah berada di luar dan tiba-tiba saja langkah Amanda terhenti ketika Gina menghampiri kekasihnya yang menunggunya di pinggir mobil.
Amanda kaget melihat pria tersebut tak lain adalah Reno yang saat ini di peluk Amanda.
Dan ketika pelukan itu dilepas oleh Gina keduanya tetap saling berkecupan bibir yang membuat Amanda semakin kaget dengan mata terbelalak.
"Kamu tiba-tiba sekali membuat janji, padahal aku sedang jalan-jalan bersama dengan temanku," ucap Gina tampak begitu manja sekali berbicara dengan Reno.
"Maaf sayang," ucap Reno mengusap pucuk kepala Gina.
"Ya sudah sekarang kita sebaiknya makan malam. Ayo!" ajak Reno membuat Gina menganggukkan kepala dengan Reno membuka pintu mobil mempersilahkan kekasihnya masuk.
Reno melihat ke arah toko tersebut dan untung saja Amanda menyadari dengan cepat menyadari dan langsung bersembunyi. Kemudian Reno memasuki mobil di kursi pengemudi dan langsung pergi.
Amanda keluar dari tempat persembunyiannya, melihat kepergian mobil itu.
"Hah!" Amanda mendengus kasar dengan menjebak rambutnya ke belakang.
"Apa aku tidak salah lihat Reno yang tak lain bersama dengan Gina, jadi Reno adalah kekasih Gina, apa Gina tidak mengetahui bahwa Reno sudah beristri, tidak mungkin tidak mengetahui," Amanda berbicara sendiri masih sangat kaget dengan apa yang telah dia lihat.
"Ternyata rumah tangga yang tampak harmonis, dengan istri dan memiliki anak yang lucu tidak sesuai dengan apa yang aku lihat, pada kenyataannya laki-laki bajingan itu berselingkuh ..... Hah!" umpat Amanda tersenyum miring dengan geleng-geleng kepala.
Ada fakta yang menarik yang membuatnya tiba-tiba saja semangat dan merasa ada kemenangan di dalam hidupnya, ketidakadilan yang selama ini ditekankan kepadanya mulai adil ternyata, tapi dapat indah apa yang terlihat dari luar.
*******
Karena Gina sekarang sedang bersama pacarnya, jadi mau tidak mau Amanda harus kembali pulang sendirian, tetapi sayangnya dia harus berjalan melewati toko-tokoh yang masih buka di malam hari, memang bukan hanya Amanda saja yang berjalan banyak orang-orang yang berjalan sepertinya.
"Bagaimana jika Sisil tahu, pria yang sangat dia cintai yang sudah menikah dengannya, memberikan anak yang lucu kepadanya dan ternyata memiliki selingkuhan. Apa yang membuat Reno harus berselingkuh dari Sisil. Apa Sisil sudah tidak enak lagi seperti apa yang diucapkan dulu kepadaku, dia jijik kepadaku dan tidak sudi menyentuhku, tetapi baguslah jika laki-laki itu berselingkuh dan artinya Sisil mendapatkan pembalasan yang setimpal,"
"Dia akan hancur dan menggelegar ketika mengetahui suaminya berselingkuh, mungkin dia akan bunuh diri sama seperti apa yang aku lakukan waktu itu, bagaimana hancurnya diriku atas perbuatan mereka, seenaknya berselingkuh di depanku, memamerkan hubungan mereka tanpa rasa malu dan bahkan tidur di depan mataku,"
"Tidak heran, jika laki-laki biadab itu juga melakukan hal yang sama. Tetapi kenapa Gina harus mau bersama dengan laki-laki yang sudah memiliki istri, aku belum mengenalnya cukup lama, tetapi dari cara berbicaranya, pembawaan dirinya, Gina adalah wanita yang sangat baik, tidak mungkin juga Gina tidak mengetahui bahwa Reno belum memiliki istri dan sementara Dia sangat mengetahui struktur keluarga itu," Amanda sejak tadi tidak berhenti berbicara ini dan itu.
"Amanda dengan perselingkuhan ini yang artinya kamu sudah memiliki satu kemenangan, tinggal menunggu waktu maka kehancuran mereka satu persatu akan dimulai!"
"Keserakahan dan tidak bersyukur kalian akan menjadikan pembalasan yang setimpal untuk kalian semua, kalian benar-benar akan mendapatkan kehancuran yang tidak ternilai harganya dan ini baru yang dinamakan keadilan untukku," ucap Amanda dengan tersenyum miring.
Bersambung......