NovelToon NovelToon
Pangeran Bertopeng

Pangeran Bertopeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyelamat / Perperangan
Popularitas:277
Nilai: 5
Nama Author: Anand Mehra

Sudah genap dua puluh tahun pangeran Syah Hang diungsikan. Kini saatnya dia harus kembali ke Kerjaan untuk mengambil hak tahtanya yang sedang diperbutkan oleh dua saudara tirinya. Yaitu Pangeran Hang Djie dan Hang Tsu anak dari selir ayahnya. Karena keserakahan dari selir Tsu En, pangeran asli pewaris tahta harus terasingkan. Tapi takdir kebaikan akan selalu mencari jalannya. Hingga sampailah di hari pangeran Syah Hang pewaris tahta asli kembali dan mendapatkan tahtanya dan memimpin Kerjaan dengan kebijaksanaan.

Tapi kedua saudara tirinya tidak mau tinggal diam. Keduanya bersekutu untuk menjatuhkan pangeran Syah Hang dari tahtanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anand Mehra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Pewaris Kipas 102 part 3

Putri Zhang Haire fokus pada pangeran muda Syah Hang alias pangeran bertopeng. Senyum tipis pun merekah di bibir merah delima miliknya. Debaran jantungnya berdebar lebih kencang saat tangannya menyentuh dada bidang milik sang pangeran bertopeng.

Ada sesuatu yang telah terjadi di hati putri Zhang Haire. Meski belum bisa memaknai sesuatu itu, namun putri Zhang Haire merasa nyaman ketika berada di dekat pangeran bertopeng itu.

"Pasti tuan putri sedang menghayal bersama pendekar bertopeng itu kan" More membuyarkan fokus putri Zhang Haire.

"Jangan sembarangan bicara More" putri Zhang Haire mencebikkan bibirnya.

"Tapi pasti tuan bertopeng itu sangat tampan. Meski bertopeng aku tau dia sangat tampan" More malah meracau sendiri tentang pangeran Syah Hang.

"Dasar ganjen. Aku menyesal memiliki dayang yang ganjen sepertimu" putri Zhang Haire menutup telinganya.

"Anda pasti cemburukan tuan putri" More malah semakin bertingkah dengan melambai-lambaikan tangannya ke pangeran bertopeng.

Di atas panggung sana, pangeran bertopeng berdiri tegap dengan tenang. Hembusan angin meniup rambutnya yang panjang sebahu dengan diikat keatas. Pandangan matanya fokus pada kipas sakti 102 yang kini berada di pendekar Xhan dari balik topengnya. Sementara Wang Wei, sang pendekar Golok Kembar telah diperintahkan untuk melawan pangeran Syah Hang.

Hanya dengan satu kali tepukan tangan, pendekar golok kembar mengangguk menerima perintah perdana menteri Dong Zhang.

"Masih ada satu pendekar lagi yang ingin menjajal kemampuan anda tuan bertopeng"

"Tuan Dong Zhang. Jika masih ada lagi yang ingin menjajal kemampuan hamba, silahkan biarkan mereka maju bersama-sama sekaligus"

"Sombong sekali" pendekar Xhan merasa geram hingga gigi-giginya saling gemertakan.

"Pendekar pencuri, apakah anda masih sanggup bertarung lagi?" kembali pangeran bertopeng memprovokasi pendekar Xhan.

"Kurang ajar!! Biar ku habisi sekarang kau pendekar bertopeng yang sombong!!" pendekar Xhan sekuat tenaga mencoba menyerang pangeran bertopeng.

HIIIAAATTT....... WUUUSSHHH.....

Serangan dari pendekar Xhan berakhir sia-sia. Tak satupun serangannya bisa menyentuh tubuh pangeran bertopeng. Dan itu membuat dirinya semakin geram.

"Dia bukan lawan anda tuan Xhan. Biar aku yang melawannya" Akhirnya Wang Wei pun turun ke panggung pertandingan.

"Pendekar golok kembar. Senang bisa bertemu dengan anda"

"Awas pangeran!!"

Wai Hang berteriak ketika melihat pendekar Xhan mencurangi pangeran Syah Hang dengan melemparkan jarum beracun dari kipas 102.

Di waktu bersamaan juga, pangeran bertopeng mengetahui serangan curang dari pendekar Xhan. Hanya dengan membalikkan badannya, serangan jarum beracun milik pendekar Xhan dihindarinya. Dan......

ZAAAPP...... JLEEEBB......

HHUUUUEEEKKKK.....!! Pendekar Xhan memuntahkan darah segar.

Karena tendangan lutut dari pangeran bertopeng mendarat di perut pendekar Xhan.

"Perbuatan anda bukan perbuatan seorang kesatria tuan Xhan" pendekar Wang Wei membantu pendekar Xhan untuk turun dari panggung.

"Aku lah lawan anda Pendekar bertopeng" Wang Wei kembali melompat ke panggung pertandingan.

Dua golok dengan dua mata golok yang berbeda terhunus kuat di tangan. Di badan goloknya terukir motif raja naga bermahkota yang menambah keindahan estetikanya.

"Golok kembar Raja Naga Utara" Wai Hang memperhatikan dua golok yang berada di tangan Wang Wei.

"Golok legendaris yang pernah diperebutkan oleh para pendekar tepi barat utara" Iblis Shiu pun melompat turun ke panggung pertandingan.

"Aku juga ingin menjajal kemampuan anda tuan bertopeng" ujar Iblis Shiu dengan senyuman pemikatnya.

"Iblis Shiu, apa anda juga ingin memenangkan sayembara ini?" Wang Wei terkekeh menyepelekan.

"Sepertinya aku juga tertarik" pendekar seruling emas pun akhirnya ikut andil dalam pertandingan.

"Ini tidak adil, maka aku pun harus ikut sebagai penyeimbang kalian para pendekar kerdil" Wai Hang pun turun ke panggung pertandingan.

Situasi menempatkan pangeran Syah Hang dalam posisi dikeroyok. Hal itu membuat Wai Hang harus ikut turun tangan.

"Panglima..."

Wai Hang memberi isyarat supaya pangeran Syah Hang diam. Dan pangeran Syah Hang alias pangeran bertopeng pun menurutinya.

"Tiga lawan satu, itu bukan pertarungan seorang pendekar. Tapi pecundang" Wai Hang menghunus pedangnya.

"Siapa kau? aku belum pernah mendengar tentangmu wahai pendekar pedang tua" Iblis Shiu mengejek Wai Hang.

"Siapa lagi pendekar itu?" putri Zhang Haire memperhatikan Wai Hang yang datang dan terlihat berpihak pada pangeran bertopeng.

"Sepertinya pengawal atau teman pendekar bertopeng itu tuan putri" More lagi lagi sok lebih tahu.

"Jangan mengarang More"

"Siapapun aku, itu tidak penting untuk kalian" Wai Hang benar-benar siap dengan pedangnya.

"Sombong sekali pendekar pedang tua ini. Biar aku yang akan membungkam mulutnya" Iblis Shiu langsung menyerang Wai Hang.

TAP....TAP....TAP......

Serangan dari Iblis Shiu memicu pecahnya pertempuran antara pendekar yang lainnya. Wang Wei pun menyerang pangeran bertopeng dengan golok kembarnya. Bahkan pendekar seruling emas pun ikut menyerang pangeran bertopeng.

Golok kembar Wang Wei berkali-kali menyambar tubuh pangeran bertopeng. Tapi pangeran muda Syah Hang alias pangeran bertopeng sangat lincah menghindarinya. Tak hanya itu, serangan-serangan dari pendekar seruling emas pun tidak ada satupun yang mengenai pangeran bertopeng.

"Apa hanya sebatas itu kemampuan kalian?" pangeran Syah Hang mengejek Wang Wei dan pendekar seruling emas.

"Bedebah!! Rasakan ini!!" Wang Wei kembali menerjang pangeran bertopeng dengan kekuatan penuh. Dan....

ZAAAAP.....ZAAAAPP.... SIIIUUUUUTTTT .....

BLAAARRRR......!!

Bertubi-tubi serangan golok kembar Wang Wei selalu lolos, bisa dihindari oleh pangeran bertopeng. Dan sekali saja pangeran bertopeng memukul, langsung telak menghantam dada Wang Wei.

"AARRGGHHH....!!'

Wang Wei menyemburkan darah segar dari mulutnya. Dan itu sontak membuat pendekar seruling emas pun mengurungkan serangannya. Ia tidak mau bernasib sama seperti Wang Wei si pendekar golok kembar.

"Sambaran golok kembar Wang Wei, bisa dengan mudah dihindarinya" perdana menteri Dong Zhang kembali terperangah melihat ketangkasan pangeran bertopeng.

Giliran Wai Hang yang melawan Iblis Shiu. Beberapa kali pedang tuanya hendak menggores kulit si Iblis Shiu. Hanya saja Iblis Shiu memang bukan pendekar sembarangan. Justru Wai Hang yang sudah terkena satu pukulan dari Iblis Shiu.

"Hanya sebatas itu kemampuan mu pendekar pedang tua" Iblis Shiu tertawa meremehkan.

"Aku belum serius" Wai Hang mengeluarkan jurus pamungkasnya.

Kali ini Wai Hang melompat tinggi ke udara, dan membebaskan pedang tuanya itu ke bayangan Iblis Shiu. Dan.....

BRUUUGHHHT.....

Tubuh Iblis Shiu terhuyung dan limbung jatuh ke lantai gelanggang.

"Jurus pedang pengikat Sukma!" teriak pendekar Xhan dengan mata melotot.

Semua penonton pun ikut terkesiap. Bahkan suara gaduh dan riuh yang sedari tadi terus menggema langsung hening.

"Jurus itu, jurus milik pengawal kusus raja Dinasti Hang" perdana menteri Dong Zhang terpaku di tempatnya.

"Dia juga tidak kalah hebat dari pendekar bertopeng" More bersorak kegirangan.

"MORE!!" bentak putri Zhang Haire dengan menarik lengan dayangnya.

Perdana menteri Dong Zhang pun menoleh ke putri dan dayang putri semata wayangnya itu.

"Lain kali, jaga mulutmu More" putri Zhang Haire berbisik ke dayangnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!