NovelToon NovelToon
TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

*Novel dengan Alur Sat Set dan Bab Pendek.*


Junee tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Ben Pratama.

Anak culun yang dulu ia tolak di SMA, sekarang jadi CEO muda yang dingin dan sukses. Ketika panti asuhan tempat Junee mengabdi terancam digusur, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran Ben: Menjadi istri kontraknya selama satu tahun. Tidak ada cinta. Hanya kesepakatan.


Begitu pikir Junee. Tapi tinggal serumah dengan Ben ternyata tidak sesederhana itu. Setiap tatapannya penuh teka-teki. Setiap sikapnya seperti menyimpan amarah yang belum selesai.


Junee mulai bertanya: Apakah Ben benar-benar membencinya? Atau selama ini, ia salah paham tentang alasan penolakan itu? Satu tahun. Satu kontrak. Satu kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Pertanyaannya… apakah hati mereka masih bisa diperbaiki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Saling Mengungkapkan.

Setelah kepergian Bu Ratna, suasana di penthouse terasa berbeda.

Tidak ada keributan, tetapi tidak benar - benar tenang.

Junee menyadari terjadi keanehan di tempat mewah itu.

Ben memang membelanya di depan Bu Ratna. Tetapi, ada sesuatu yang di simpan oleh pria itu. Dan membuat sikapnya sedikit berubah.

Seharian Ben di kantor, dan tidak berkabar sama sekali. Biasanya setiap pukul 11 siang, pria itu akan mengirim pesan. “Apa kamu sudah makan?”

Namun hari ini tidak ada.

Pukul 8 malam Junee memutuskan untuk datang ke kantor pria itu di lantai 45. Junee membawa bubur ayam untuk makan malam.

Mbak Rina mengatakan. “Pak Ben dari jam 5 di ruang kerja, Bu Junee. Sama sekali tidak keluar.”

Junee mengetuk pintu.

“Masuk.” Suara Ben terdengar datar.

Pria itu duduk di atas kursi kerjanya, dengan laptop menyala di atas meja. Tapi Ben tidak melakukan apapun.

“Ada apa, Junee?” Tanya pria itu,

Junee meletakkan bubur di atas meja.

“Kamu belum makan ‘kan? Aku buatkan bubur ayam. Makan dulu selagi hangat.”

Ben menatap pada bubur, kemudian beralih pada Junee.

“Kan bisa tunggu aku di rumah.”

“Memangnya kamu mau pulang jam berapa? Semenjak kepergian ibu, aku merasa kamu berubah, Ben.” Junee duduk di seberang meja pria itu.

Ben mengerutkan keningnya.

“Berubah seperti apa, Junee?”

“Dingin. Seperti 10 tahun lalu. Apa kamu juga mengusir aku pelan-pelan?” Ucap Junee pelan.

“Tidak ada yang seperti itu, Junee.” Bantah Ben dengan cepat.

“Lalu? Kenapa kamu diam sejak pagi? Biasanya meski sibuk, kamu selalu menyempatkan mengirim pesan.”

Ben kemudian berdiri, ia melangkah ke arah jendela besar. Menatap indahnya gemerlap Jakarta di malam hari.

“Junee.” Panggilnya pelan.

“Kamu ingat ‘kan waktu di lapangan sekolah 10 tahun yang lalu?”

Jantung Junee tiba - tiba berdegup kencang mendengar pertanyaan itu.

“Ingat, Ben.”

“Waktu itu aku pulang, aku tidak bisa tidur sampai 3 malam. Aku pikir kamu menolak aku, karena aku anak tukang parkir. Aku pikir kamu malu.” Ucap Ben menerawang jauh.

“Aku pikir, kalau aku tidak menjadi orang kaya, kamu tidak akan pernah melihat aku lagi.”

Junee bangkit dari tempat duduknya, kemudian menghampiri sang suami.

“Ben…”

“Jadi aku memutuskan untuk berubah, Junee. Aku bekerja 18 jam sehari. Aku membuang semua yang membuat aku lemah. Aku menjadi orang yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Tapi, setelah aku sudah menjadi orang seperti itu… aku malah tidak tau caranya bicara sama kamu.” Imbuh Ben lagi.

Junee pun tak kuasa menahan air matanya.

Pantas saja Bu Ratna sekarang membenci dirinya. Ben benar - benar berubah karena penolakan yang ia berikan.

“Ben, aku menolak kamu waktu itu bukan karena malu. Aku takut kamu hancur sama aku. Ayah aku stroke, Ibu berjualan kue dari jam 4 pagi. Aku tifak punya apa-apa untuk dijanjikan ke kamu. Dengan menolak kamu, aku mengira bisa membebaskan kamu memilih gadis lainnya.”

Ben memutar tubuhnya.

“Hancur? Junee, aku sudah hancur saat kamu menolak aku. Justru aku akan sangat bahagia jika kamu menerima aku, Junee.”

Junee mengusap air matanya.

“Aku memang salah, Ben. Aku pikir, aku kamu akan kuat. Ternyata aku malah membuat kamu sakit 10 tahun.”

Ben melangkah mendekat ke arah Junee.

“Kamu tau tidak, waktu kamu datang kemari untuk meminta tolong soal panti. Aku marah sama kamu. Aku pikir kamu datang hanya karena aku sudah menjadi orang kaya. Tapi waktu aku tau kamu rela menikah kontrak demi anak-anak itu… aku baru mengerti. Kamu todak pernah berubah, Junee. Kamu masih Junee yang dulu. Yang suka mengorbankan diri untuk orang lain.”

Ben mengusap air mata Junee.

“Tidak ada yang perlu memaafkan dan dimaafkan. Aku yang salah karena menyimpan dendam selama 10 tahun ini.

Aku yang salah karena membuat kamu merasa harus menjual diri kamu.”

Junee kemudian memeluk pria itu dan Ben pun membalasnya.

“Janji tidak akan dingin lagi, Junee.” Ucap Ben kemudian.

“Boleh dingin sama orang lain. Sama aku jangan.” Ucap Junee.

“Hmm.. hanya sama kamu dan anak - anak.”

---

Pukul 9 malam mereka kembali ke penthouse.

Semuanya kini terasa lebih ringan. Ben tidak lagi menyimpan kenangan masa lalunya yang menyakitkan.

Begitu pula dengan Junee. Wanita itu merasa lebih tenang setelah mendengar cerita dari sang suami.

Mereka siap untuk menjalani rumah tangga normal, tanpa kontrak dan tanpa dendam masa lalu.

“Mau mandi bersama?” Tanya Ben sembari menaik turunkan alisnya.

Junee menggelengkan kepalanya. “Aku sedang datang bulan.” Ucap wanita itu pelan.

Ben mengangguk paham. Ia mengusap kepala sang istri. Kemudian pergi ke kamar mandi.

Junee pergi ke ruang ganti untuk menyiapkan piyama pria itu.

Sepuluh menit kemudian, Ben pun selesai membersihkan diri. Junee membantu pria itu menggunakan piyamanya.

“Belajar menjadi istri yang baik, biar di sayang sama Bu Ratna.” Gurau Junee.

“Suami kamu itu aku, Junee. Kenapa kamu harus terlihat baik di mata ibu?” Ben memicingkan matanya.

“Kan restu orang tua itu adalah perwakilan restu Tuhan. Kalau ibu kamu tidak merestui kita. Maka Tuhan juga —

“Tuhan sudah pasti merestui kita. Kalau tidak, untuk apa Tuhan mempertemukan kita kembali? Bahkan setelah 10 tahun?” Potong Ben.

Junee mengangguk ragu.

“Sudah. Jangan memikirkan ibu lagi. Dia sebenarnya baik. Hanya saja, trauma dengan masa lalu. Aku yakin, ibu itu sayang sama kamu.” Ben mengusap kepala sang istri.

“Iya. Ibu memang sayang sama aku. Dulu, aku sering hutang bakso sampai seminggu. Sama sekali tidak marah. Aku saja yang sudah keterlaluan membuat kamu kecewa sampai —

“Jangan di bahas lagi. Kita sepakat untuk menutup buku lama. Mari kita buka halaman baru, Junee.”

Junee menganggukkan kepalanya.

“Aku ke kamar mandi sebentar. Tunggu di kamar saja.” Ucap Junee kemudian.

Ben pun menurut. Ia menunggu Junee sembari memeriksa email melalui ponselnya.

Lima belas menit kemudian Junee kembali ke kamar dan sudah menggunakan piyama tidur.

Ben pun menyimpan ponselnya. Lalu menyiapkan ruang untuk sang istri merebahkan diri.

“Selamat tidur, istri.” Ben mengecup kening Junee.

“Mimpi indah, suami.” Balas Junee.

Ben pun meraih tubuh wanita itu agar merebah di dalam pelukannya.

1
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Hennyy exo
wow awal yg bagus thor
Naufal Affiq
gak usah dengar ocehan si arga ini ya jun,ingat jun ada ben yang selalu mencintaimu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
jangan di ingat masa lalu yang penyakit kan,entar timbul masalah baru ben,ingat ben masa depan lebih indah dari pada masa lalu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga kedepan nya hubungan mu dengan suami mu lebih baik lagi ya junee
merry yuliana
crazy up ya kak
Author Amatir🍒: Satu bab lagi masih nyangkut kak..
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor seru ceritanya
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!