Bai Ren, transmigrator dari Bumi, dipindahkan ke dalam dunia novel beladiri yang penuh dengan para kultivator.
Di dunia yang asing namun familiar itu, Bai Ren diberikan misi untuk membangun sekte terkuat dengan cara membual.
[Ding!!]
[Hadiah penyelesaian tiba!]
[Satu bualan Anda akan dikonversi menjadi kenyataan!]
Apa yang akan kamu lakukan jika bualanmu menjadi kenyataan?
Tentu saja, aku akan semakin rajin membual!
Semakin banyak membual, semakin kuat jadinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 : Merekrut murid (13)
Wanita itu terkejut saat Bai Ren menahan kepergiannya.
Dengan keringat mengalir di dahinya, wanita itu mencoba melepaskan tangan pemuda yang tak dikenalnya itu.
"M-Maksud Anda apa, Tuan?"
"Aku tanya siapa kau?"
Wanita itu tidak mengerti maksud Bai Ren, dan Jiang Diyi pun merasa bingung dengan tingkahnya yang tiba-tiba itu.
Alasan mengapa Bai Ren menahannya, karena dia merasa ada sesuatu yang janggal dengan wanita ini.
Awalnya Bai Ren sedang menggunakan Divine Eye untuk menilai lebih jauh kondisi tubuh Jiang Diyi, namun ketika pelayan itu datang mengantarkan pesanannya, mata Bai Ren mendeteksi adanya racun di dalam makanannya.
Ketika Bai Ren memikirkannya, ia tidak bisa menemukan alasan bagi seseorang untuk meracuninya.
Pertama, dia baru berpindah ke dunia ini pagi tadi, sehingga tidak mungkin ia memiliki musuh dengan dendam sedalam itu.
Kedua, satu-satunya pihak yang pernah ia singgung hanyalah Jian Xin. Tapi menilai dari reputasi dan sifatnya secara langsung, Jian Xin bukanlah tipe orang yang akan menggunakan trik semacam ini.
Satu-satunya jawaban yang bisa dipikirkan Bai Ren adalah Jiang Diyi lah target sebenarnya orang ini.
Hal ini semakin memperkuat dugaan Bai Ren jika Jiang Diyi memang memiliki musuh, dan kemungkinan pihak yang mencoba meracuni mereka dan yang menghancurkan core miliknya adalah orang yang sama.
"Jadi, kau tidak mau menjawabnya?"
Pada saat itu, Bai Ren mengeluarkan aura Martial Spirit bintang tujuh miliknya.
Meskipun core miliknya hancur, Jiang Diyi masih bisa merasakan kekuatan yang dipancarkan calon masternya itu.
"B-Bintang tujuh..."
Jiang Diyi tidak menyangka jika perkataan Bai Ren adalah benar adanya.
Tadinya, ia hanya menganggap Bai Ren sedang membual jika ia lebih kuat dari Tetua Lan Hua dan Tetua Jian Xin, tapi sekarang... Rupanya memang begitulah kebenarannya.
Melihat adanya pertarungan yang pecah, para pelanggan termasuk pemilik kedai, kocar-kacir meninggalkan tempat dan menyisakan mereka bertiga di dalam.
Pelayan wanita itu yang mulai merasakan panik karena tanpa sengaja menyinggung seorang ahli tersembunyi, akhirnya mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya.
Dalam sekejap, ia melepaskan diri dari cengkeraman Bai Ren menjaga jarak di antara keduanya.
Wanita itu ingin kabur, tapi dia sadar dengan kesenjangan kekuatan di antara keduanya, itu hanya menjadi usaha yang sia-sia.
Itu sebabnya ia memilih bertaruh dan bertarung secara langsung dengan Bai Ren, sambil menunggu celah untuk melarikan diri.
Wanita itu kemudian melepas kamuflasenya.
Saat ini ia telah berganti dari setelan pelayan ke setelan serba hitam layaknya assassin.
Meskipun pakaiannya serba hitam, namun wajah cantiknya tetap terpancar meski saat ini ia memasang wajah garang karena waspada pada apa yang mungkin akan dilakukan Bai Ren.
Bai Ren yang tetap tenang, mencoba menilai kekuatan musuh dengan Divine Eye miliknya.
'Martial Spirit bintang lima puncak, kah?'
'Dia lebih lemah dari si Jian Xin, tapi tetap lebih kuat jika dibanding dengan kekuatan asliku.'
'Ah, ini dilema... Belum setengah hari dan aku telah terlibat dalam pertarungan hidup mati pertamaku.'
'Aku bahkan belum mendapatkan waktu yang cukup untuk level up.'
'Haruskah aku kabur saja?'
'Tidak, situasi ini sangat menentukan keberhasilan misi.'
'Jika aku entah bagaimana bisa menangani wanita ini, maka Jiang Diyi pasti akan segera mengakuiku sebagai masternya.'
Dalam diam, Bai Ren menyusun rencana.
Pertama-tama, dia menggunakan poin stat miliknya dan menambahkan 30 poin ke dalam stat fisik.
Saat ini secara fisik, Bai Ren sudah setara dengan Martial Spirit bintang enam. Ini adalah modal yang bagus untuk menghadapi lawan di hadapannya.
Bai Ren kemudian memfokuskan qi miliknya ke telapak kakinya, bersiap melakukan Void Light Step.
Lengan kanannya yang saat ini berada di balik pinggangnya, juga telah dialiri qi yang membentuk Void Sword Technique.
Bai Ren berencana menyelesaikan ini dalam satu serangan.
Meski Bai Ren ingin mencoba menangkap wanita itu hidup-hidup dan mengorek informasi darinya, tapi melihat probabilitasnya yang rendah, Bai Ren memutuskan bermain cepat dan aman.
Dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata, Bai Ren telah berpindah dari tempatnya berdiri ke belakang wanita itu.
Terkesiap, wanita itu mencoba mengelak secepat yang ia bisa.
Usahanya berhasil, namun karena kecepatan dan perbedaan kekuatan fisik, ia tidak berhasil lolos tanpa luka.
Lengan kanannya terbelah.
Darah mengucur deras saat ia mencoba menahan pendarahannya dengan tangan satunya.
'Orang ini berbahaya.'
Meskipun ia tahu jika berhadapan secara head to head dengan Martial Spirit bintang tujuh akan sulit, tapi wanita itu masih percaya diri dengan kecepatannya.
Namun sekarang, wanita itu menyadari jika di hadapan kekuatan absolut, trik apa pun tidak ada gunanya.
Sekarang ini, wanita itu fokus mencari celah untuk kabur alih-alih mencoba melawan ataupun bertahan.
'Ah!'
Tatapan wanita itu jatuh pada Jiang Diyi.
Ia berpikir jika ahli di hadapannya ini pasti memiliki hubungan dengan Jiang Diyi, itulah yang membuatnya berniat memanfaatkan Jiang Diyi sebagai sandera dan kabur dari tempat ini.
Tapi sayang, rencananya terbaca.
Bai Ren mengibaskan lengannya.
Sebuah qi tak kasat mata meluncur lurus menuju kedua kaki wanita itu.
Tidak sadar akan bahaya yang datang, wanita itu tidak menghindar dan...
*Crash!!
Kedua kakinya terpotong dan wanita itu tertelungkup di tanah.
"A-Apa..."
Tak tahu apa yang baru terjadi padanya, wanita itu mengalami shock, tak mampu memproses kondisinya saat ini.
"Pantas saja kau menggunakan trik sampah seperti ini, ternyata kau memang selemah ini, ya?"
[Ding!!]
[Poin stat +1]
Bai Ren mendekati wanita itu yang sudah terkapar di tanah.
"Kukira kau akan menghiburku, tapi baru dua serangan dan kau sudah tertidur?"
[Ding!!]
[Poin stat +1]
Wanita itu hendak memaki namun tak bisa.
Harga diri dan semangatnya telah hancur, hanya perasaan takut akan kematian yang saat ini membanjiri dirinya.
"Aku akan meninggalkanmu seperti ini jika kau memberitahuku dari mana afiliasimu."
[Ding!!]
[Poin stat +1]
"A-Aku..."
Tepat ketika wanita itu hendak mengatakan sesuatu, mulutnya dipenuhi busa dan tewas di tempat.
Bai Ren yang melihat ini, mencoba mencari tahu lebih lanjut dengan Divine Eye miliknya.
"Hmm, teknik mencabut nyawa, ya? Sepertinya organisasi di belakangnya sangat teliti soal kebocoran rahasia."
Bai Ren merasa kecewa namun juga lega karena pertarungan berakhir cepat dan tidak ada kerugian yang terjadi padanya.
Jiang Diyi yang menyaksikan pertarungan itu dari kursi VIP, merasa terkesima dengan penampilan Bai Ren.
Hanya butuh dua gerakan untuk mengalahkan seorang Martial Spirit bintang lima puncak.
Bahkan jika kau memang unggul dalam hal basis kultivasi, namun mampu mengalahkan lawan hanya dengan dua gerakan tetaplah sesuatu yang impresif dan tidak semua orang bisa melakukannya.
Inilah yang membuat Jiang Diyi menaruh rasa hormat pada Bai Ren.
Sementara itu Bai Ren terdiam saat ia menerima spam dari sistem.