Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
"Apa apa ini?" panik Rangga yang melihat barang - barangnya yang sudah berhamburan di luar rumah.
"Pah ini kenapa?" panik Hopi
"Papah" teriak Gebi ibu kandung Livy
"Ada apa ini mih?" tanya Rangga
"Tiba - tiba ada rentenir, katanya si livy gadai sertifikat rumah sama rentenir itu Pih" lirih Gebi
"Apa!!" kaget Rangga
"Dia hutang 11 miliar, dan ini udah waktunya dia bayar Pih. Tapi sekarang dia ngilang mamih udah coba telpon dia tapi tetep gak di angkat" adu Gebi
"Pantesan pih dia kabur tadi, ternyata dia gadai sertifikat rumah" ujar Hopi
"Hah!! Kalian ketemu sama si livy tadi, kalian tau dong Tempat tinggal dia, kita langsung ke sana aja sekarang, ayo" buru - buru Gebi
"Kita kehilangan jejak mih tadi, jadi kita gak tau rumah dia sekarang" balas Rangga
"Akhhh si*lan. terus ini gimana?" tanya Gebi
"Hopi. Coba kamu tanya sama mamah kamu, mungkin dia bisa bayarin rumah ini. Kan dia sekarang jadi l*nte petinggi - petinggi penting kan, pasti uangnya banyak dong" lanjut Gebi
"Tante aja lah yang ngomong, kalo aku yang ngomong pasti mamah marah" balas Hopi.
Keluarga ini memang sangat aneh, orangtua Livy masih bersama namun memilik selingkuhan masing - masing yang anehnya mereka terlihat akur dan damai sudah seperti keluarga.
Orangtua Livy juga kadang kalau mereka saling rindu mereka akan romantis namun jika mereka sedang tidak akur mereka akan kembali ke selingkuhan mereka masing - masing dengan suka rela.
**
Beberapa Hari Kemudian
"Udara dingin banget, sekarang udah 10 Drajat pantesan dingin banget" ujar Gita
Gita melihat ke arah luar apartemen nya, kaca mengembun karena hawa dingin.
Gita sudah memasukan semua kursi dan pot - pot bunga yang ada di taman kecilnya agar tidak mati.
Suara notifikasi pemberitahuan tamu yang datang berbunyi, Gita membuka ponselnya dan melihat siapa yang akan datang ke unit apartemen nya dan ternyata yang akan datang adalah pak Edward.
Gita pun mengklik persetujuan dan lift pun terbuka setelah Gita menyetujui kedatangan pak Edward.
Ting!
Pintu lift terbuka.
Tok... Tok...
Gita dengan santai bejalan dan membuka pintu untuk pak Edward
"Selamat pagi pak" ujar Gita
"Pagi nona. Mohan maaf nona Gita saya mengganggu waktunya, di rumah istri saya terlalu banyak merebus jagung, jadi saya ingin memberi untuk nona juga" ucap pak Edward sembari memberikan jagung rebus kepada Gita
"Ih makasih pak. jadi ngerepotin gini" balas Gita sembari mengambil jagung rebus yang di berikan pak Edward
"Masuk - masuk pak" ajak Gita
"Tidak usah nona. Saya akan kembali saja ke rumah, hari ini suhu semakin menurun jadi saya tidak berani kemana - mana, keluar juga hanya mengantar makanan ini untuk nona" ucap pak Edward
"Baik kalo begitu. Oh iya tunggu sebentar pak" balas Gita
Gita masuk ke dalam rumah, dan beberapa detik kemudian dia kembali lagi.
"Pak ini ada telur ayam, saya beli terlalu banyak. Kalo saya simpan terus terlalu lama takutnya busuk, jadi buat bapak aja. jadi ini Buat bapa aja ya dan ini juga ada beras sama makanan Frozen untuk tambahan stok makanan bapa sama keluarga" ucap Gita
"Makasih sekali nona" balas pak Edward
"Pak. Karena sekarang baru perubahan suhu lebih baik bapa habisin uang buat beli makanan, takutnya akan ada terjadi sesuatu yang terjadi, saya juga merasa kan akan ada sesuatu pak. Jadi lebih baik kita bersiap dari sekarang, utamakan Makanan yang tahan di Suhu ruangan pak. Makanan kering seperti mie instan dan juga jangan lupa air mineral" ujar Gita
"Baik nona. Nanti saya usahakan dengan anak saya belanja lebih banyak lagi" balas pak Edward
"Baik pak. Dan Satu lagi pak, papah saya dan keluarga barunya akan terus datang ke sini menganggu saya, karena mereka tinggal tepat di gedung sebelah jadi saya harap bapak bisa bertindak dengan tegas. jangan melihat saya sebagai anak beliau tapi ingat bagaimana dia memperlakukan saya ya pak. Saya tidak mau berurusan dengan dia lagi, saya ingin hidup dengan damai sekarang" balas Gita
"Baik nona. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk melawan pak Reza. Kalau begitu terima kasih untuk stok makanan nya, saya permisi" pamit pak Edward
Gita hanya mengangguk, pak Edward pun masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah tepat di bawah unit apartemen Gita.
Gita menutup pintu dan masuk ke dalam rumah kembali, dia mengambil 2 buah jagung rebus dan sisanya dia masukan ke dalam ruang dimensi.
Ting!
Pintu lift terbuka pak Edward pun langsung keluar dan masuk ke dalam unitnya, dari lantai 2 sampai lantai 19 di setiap lantai hanya memiliki 2 unit apartemen sedangkan di lantai 20 tempat tinggal Gita hanya ada 1 unit apartemen saja.
Cklek
"Eh pak Edward, dari mana pak?" ucap Irma tetangga pak Edward
"Saya dari atas mbak, dari nona Gita" jawab pak Edward
"Oh. pak Edward kayanya baru belanja ya, banyak banget lagi" ujar Irma
"Iya. Buat stok di rumah mbak, saya dapat bocoran dari teman saya. Katanya akhir - akhir ini banyak sekali bencana alam yang aneh, jadi untuk berjaga jaga saya membeli makanan cukup banyak" balas pak Edward
"Ah begitu ya pak. Memang akhir - akhir ini suhu terus menurun ya pak, di negara ini kan gak ada musim dingin tapi sekarang dingin banget. Hujan udah selesai tidak ada tapi suhu malah terus turun" ucap Mbak Irma
"Iya mbak, jadi saya menyetok makanan untuk itu. Lebih baik mbak juga menyetok persediaan makan, makanan kering aja kaya biskuit, mie instan air mineral. Takutnya terjadi sesuatu lebih banyak lebih baik, toh kan kalo ada stok makanan kalau tidak terjadi apapun juga kita masih bisa memakannya" penjualan pak Edward
"Benar juga pak. Yaudah kalo gitu saya mau belanja dulu ya pak, terima kasih sudah kasih tau berita penting ini jadi saya tau deh bisa berjaga jaga" balas Mbak Irma
"Iya mbak. Sama - sama"
Mbak Irma pun langsung turun untuk berbelanja, sedangkan pak Edward masuk ke dalam rumah.
Cklek...
"Eh pak, bapak pergi belanja sendirian lagi? Bukanya mau di anter sama Abang Zeda?" tanya Seli anak kedua pak Edward
"Engga. Ini semua dari nona Gita, tadi dia kasih sama bapak, pas bapa kasih jagung rebus" jawab pak Edward
"Wih banyak banget pak" kaget Bu Nila istri pak Edward
"Iya tadi di kasih nona Gita. Bu telurnya rebus aja buat persediaan makanan ya, masukin ke dalam kulkas kalo udah di rebus" perintah pak Edward
Untungnya keluarga pak Edward sangat menghormati pak Edward jadi saat pak Edward memerintah dan menjelaskan juga mereka langsung paham dan menurut saja.
"Iya pak. Wah baik banget nona Gita ya, kita beruntung" ucap Bu Nila
"Beruntung sekali Bu. Abang di mana dek? bapa mau pergi sekarang buat belanja lagi, lebih cepat lebih baik" ujar pak Edward
"Abang ada di kamar pak, sebentar aku panggilin dulu" balas Seli
Pak Edward pun hanya mengangguk.
"Bu, di ruang penyimpanan apa aja yang belum ada?" tanya pak Edward
"Mie instan kayanya kurang deh pak, mie instan, air mineral, sabun, sampo, sikat, gigi semuanya aja tambah pak. Lebih banyak lebih bagus kan" jawab Bu Nila
"Oke kalo begitu. Nanti akan ada orang yang ganti pintu, bapa transfer sisa uangnya ke ibu ya nanti ibu bayar" ucap pak Edward
"Iya pak. Hati - hati, jangan lama" balas Bu Nila