Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik pesantren yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.
Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.
Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
customer aneh
Satu tahun berlalu, hari hariku yang dulu amat teramat sunyi kini telah ramai, Aleea bukan lagi seorang introvert dan Aylin bukan lagi satu-satunya teman berkeluh kesah. Aku punya punya mereka yang mau bermimpi, aku punya mereka yang mau berdiri sendiri, aku punya mereka yang memiliki keinginan dan mau mengupayakan. Mereka kini menjadi separuh dariku, ketiga Team Alea berjalan lancar, kontennya di media sosial banyak yang viral hingga terkadang mereka kewalahan untuk membuat pesanan customer dan jadwal yang mereka inginkan bentrok dengan customer lain, studio juga kini menerima panggilan untuk foto Wedding dan prewed hingga ke luar kota, sedangkan montir Alea kini juga menerima pelatihan teknik mesin untuk anak anak yang mau terjun kedunia itu, aku selalu memantau mereka setiap pagi terkadang mereka bercerita kejadian lucu tadi pagi, atau Omelan customer bahkan ada customer yang hanya pesan sudan payment tapi barangnya tidak di ambil, namun kembali lagi aku juga mengajarkan mereka untuk mengatur uang dan loyalitas pekerjaan, agar apa yang kita kerjakan dan lakukan akan bertahan lama.
Dear Alea aku alihkan ke ibu dan asistennya ila, jujur aku kewalahan ketika harus mengontrol sekolah harapan dan ketiga Team Alea, ibu sempat menawarkan seseorang untuk menemaniku karena ibu tau aku juga menulis novel, seperti asisten pribadi namun kembali lagi bukan tidak mau, aku berfikir aku masih bisa menghandle, karena pelatihan mereka di bawah pantauan ku.
Aku duduk di meja kamarku, aku membuka buku catatan yang hampir penuh dengan coretan, sudah 3 tahun buku ini bersamaku, sejak aku menjadi manusia yang sunyi hingga mau tidak mau harus keluar dari zona itu, aku membuka halaman demi halaman, mengingat setiap kejadian dengan kata yang pernah aku tulis.
" sudah selama ini ternyata, terimakasih sudah mau mencoba" gumamku sambil mengelus kepalaku sendiri.
Sekelebat aroma parfum tercium di hidungku, aku menoleh mencari arah aroma itu, tapi ini di kamarku, tidak ada siapapun disini kecuali aku, dan aku teringat, melihat ke arah laci yang masih terbuka saat aku mengambil buku catatanku. Dua amplop hitam itu yang membuat aku melangkah untuk memenuhi hari setiap waktu hanya untuk berpaling dari perasaan Aneh yang tidak menentu. aku mengambil nafas berat dan meraih dua amplop itu di tanganku, parfum itu kembali tercium membawa puzzel ingatan yang membawa aku kepada seseorang yang memiliki aroma parfum ini.
" apa kabarnya? Aku tidak pernah mendengar gosip apapun setelah ia pergi saat itu" gumamku dengan mengeluarkan amplop itu dari plastik. Dia benar-benar menghilang kali ini, aku tidak mendengar beritanya dan juga tidak pernah tau kabarnya, biarlah dia belajar toh aku juga tidak berharap banyak. aku membuka kembali dua amplop itu, membaca isinya yang aku sudah lupa. Aku sedang mengulang ulang isinya lalu ingin makan ayam bawang goreng dan sambal terong buatannya, membuatku jadi lapar, bukan hanya isi dari suratnya, aku juga lupa kalau dia pandai memasak.
Aku berjalan kedapur, ada ibu dan Abah yang sedang makan di meja makan, aku mengintip makanan apa yang mereka santap, lalap tahu rupanya, mereka mengajakku untuk join bersama, sebenarnya aku mau tapi aku tidak suka tahu, jadi aku mengoreng tempe dan join dengan Abah dan ibu. Baru saja aku duduk mereka sudah selesai makan, jadi aku makan sendirian tapi Abah dan ibu tetap duduk disini meski mereka sudah selesai.
" mbak aleea, dua hari lagi Abah dan ibu ada tamu " ucap ibu
" lalu Bu? Siapa tamunya? " tanyaku sambil mengunyah
" teman lama Abah " suara abah menimbrung, aku mengangguk karna mulutku penuh
" mbak aleea ada waktu Ndak?" tanya ibu
" emmm...memangnya kenapa Bu?" tanyaku menoleh ke arah ibu, itu kan tamu mereka tapi kenapa tanya apa aku ada waktu.
" kan Leea sekarang terkenal dimana-mana, beritanya masuk televisi, teman Abah ini salah satu fans leea tau " ucap Abah menjelaskan.
" masa si bah... jadi temen Abah mau ketemu aleea gitu maksudnya?" tanyaku setelah menelan makanan di mulutku.
" iya... Jadi mbak Alea punya waktu Ndak?" tanya ibu memastikan
" bisa di atur Bu... Nanti kalau temen Abah datang tapi leea Ndak ada di rumah, Abah sama ibu telpon aja" jawabku santai sambil menyuap lalapan.
Hari telah berganti, hari ini ada meeting dengan Bupati dan pak Agus terkait perkembangan sekolah harapan, pak Agus bercerita salah lulusan angkatan pertama yang sudah pulang ke Flores mendirikan bengkel yang sama dengan sistem serupa, ini kabar gembira aku tidak bisa menahan untuk tersenyum anggun, mungkin jika bercermin tepi bibirku sampai ke telinga, ini sebuah kebanggan, dia pulang dengan ilmu yang ia pelajari sendiri dan membuka lapangan kerja di tempatnya lahir. Aku melihat video yang ia kirim kepada pak Agus, aku meneteskan air mata karena aku lihat spanduk bengkelnya ada tulisan " dari sekolah harapan dan Team Alea kami ada " tulisan itu tecetak di bawah nama bengkelnya. Aku mengusap air mataku, rasa bangga memenuhi dadaku sampai aku merasa sesak kerena terlalu penuh.
" terimakasih mbak aleea, sudah mau membantu anak anak muda di negeri ini, memang skala kecil tapi siapa sangka anak yang terlantar disini kini pulang dan membuka lapangan kerja di tanah lahirnya " ucap pak bupati padaku, makin tak terbendung air mata ini, aku malu karena tidak bisa berhenti menangis. dan aku mendengar tawa kecil dari pak Agus dan bupati yang melihatku masih mengusap air mata.
Setelah meeting selesai aku mengistirahatkan diri di kantor studio aleea, beberapa mobil terparkir di depannya, Alhamdulillah tempat ini tidak pernah tidak ada pelanggan, aku membuka pintu depan dan melewati ruang ruang studio yang tertutup, saat melewati tangga aku melihat sepasang kekasih tengah melakukan foto prewed di luar studio, senyum malu-malu mereka membuat aku Tanpa sadar juga tersenyum kecil.
" apa aku juga begitu nanti?" gumamku sambil menaiki tangga.
aku membuka ruang kantorku, di atasnya sudah ada laporan studio yang kemarin, aku mengecek lembar demi lembar dan juga ada permohonan foto prewed tiga bulan lagi di masjid raya syekh Zayed solo Surakarta. Aku mencari nama customer yang merequest Team Alea ini untuk mengabadikan momen pentingnya disana. Namun itu hanya surat persetujuan untuk melakukan perjalanan kesana, harusnya ada nama customernya.
" assalamualaikum diki, bisa ke ruangan saya" telfonku pada salah satu staff reservasi
Tok tok tok ( suara pintu di ketuk )
" masuk " perintahku
" iya mbak aleea, ada yang bisa saya bantu?" tanya dikit
" ini surat persetujuan untuk saya memang tidak telampir nama customer ya, biasanya kan ada, ini juga tidak ada nomor contactnya, kamu Ndak salah ta?" tanyaku sambil menunjuk kertas yang ada di depanku
" mboten salah kok mbak aleea, customernya memang request untuk tidak di tulis namanya maupun contact personnya, tapi jangan kawatir saya ada nomer telpon orang tuanya, cuma tidak saya masukkan ke keterangannya, maaf mbak aleea" terangnya
Feelingku kemana-mana, kenapa dia tidak mau di tulis namanya, apa jangan-jangan dia berselingkuh dari istri sah, bisa bisa kalau Sampai istrinya tau, dia akan mencari bukti dan nama baik studio ini akan tercemar dengan kasus perselingkuhan.
" kamu yakin diki, bagaimana kalau customer ini memiliki selingkuhan?" tanya ke Diki dengan suara berbisik
" eh astaghfirullah mbak... Iya ya... Kok aku ga kepikiran" ucap Diki kaget dengan statementku
" tapi.. Kemaren dia datang sama orang tuanya kok mbak, saya lihat KTPnya juga masi umur 25 tahun"
Aku masih berfikir ini penipuan, aneh sekali jika tidak berselingkuh kenapa sampai menyamarkan nama, memang sepenting dan seterkenal apa dia.
" oh ya... Orang tuanya bilang bahwa biaya transportasi dan penginapan akan di tanggung pribadi, jadi nanti tim kita di jemput gitu mbak, jadi mbak aleea Ndak usah menyiapkan transportasi dan biaya lainnya buat kita nanti" ucap Diki
" ini masih aneh dik di kepalaku aku yakin dia berselingkuh, kamu juga Ndak inget namanya padahal sudah lihat KTPnya, saya Ndak mau tanda tangan ini, kamu konfirmasi dulu ke orang tuanya agar tidak merugikan nama studio nanti " ucapku menyerahkan map yang berisi surat persetujuan tadi ke Diki.