NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:148.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Kirana tampak gelisah sambil merapikan tatanan hijabnya di depan cermin. Pikirannya masih dipenuhi oleh rencana besar malam ini, sementara Yuda sedang memakai jam tangannya dengan tenang.

"Ini nggak apa-apa, Mas?" tanya Kirana, suaranya terdengar cemas. Ia menoleh ke arah suaminya, mencari kepastian.

Yuda menghampiri Kirana, lalu mengusap bahu istrinya dengan lembut untuk menenangkan. "Nggak apa-apa, sayang."

"Kalau Tiara nggak mau?"

"Ya sudah, nggak usah kita paksa," jawab Yuda tegas namun tetap lembut.

"Menikah itu ibadah seumur hidup, kita hanya membukakan jalan. Selebihnya biar Tiara yang menentukan."

Kirana menghela napas panjang, hatinya masih merasa berat. "Tapi nanti nggak enak sama mereka..."

"Itu urusan belakang. Kebahagiaan anak-anak yang paling penting. Jangan sampai kita mengulang kesalahan dengan memaksakan kehendak."

Yuda melirik ke arah jendela yang menghadap ke depan rumah. Sebuah mobil asing tampak baru saja memasuki halaman.

"Sudah, ayo. Mereka sudah sampai di depan," ajak Yuda sambil menggandeng tangan Kirana.

Kirana mengangguk pelan, mencoba mengatur napasnya agar tampak tenang saat menyambut tamu penting mereka malam ini.

Saat Yuda dan Kirana baru saja melangkah keluar dari kamar mereka, langkah mereka terhenti di ujung tangga. Di saat yang bersamaan, pintu kamar sebelah terbuka, memperlihatkan Arka dan Lilis yang juga baru saja keluar.

Lilis tampak sedikit menunduk dengan wajah yang masih terlihat bersemu merah, sementara Arka berjalan di sampingnya dengan raut wajah yang lebih segar.

"Eh, kalian sudah siap?" tanya Yuda sambil tersenyum melihat anak dan menantunya.

"Sudah, Yah," jawab Arka singkat.

"Lilis, ikut Ibu sebentar ya," ucap Kirana dengan nada sedikit mendesak namun tetap lembut.

Lilis sempat menoleh ke arah Arka dengan tatapan bingung, namun Arka hanya mengangguk kecil, memberikan izin. Kirana langsung mengajak Lilis menuju kamar Tiara yang berada tak jauh dari sana.

"Ada apa, Bu?" bisik Lilis saat mereka berjalan di koridor lantai atas.

"Bantu Ibu bujuk Tiara ya, Lis. Dia sepertinya masih di dalam kamar, belum mau keluar. Ibu ingin kamu yang bicara pelan-pelan sama dia," jawab Kirana sambil mengetuk pintu kamar putrinya

Arka dan Yuda yang ditinggal di depan tangga hanya saling lirik. Yuda menepuk bahu putranya. "Biarkan urusan perempuan diselesaikan perempuan, Ka. Ayo kita turun, tamu kita sudah menunggu di ruang tamu," ajak Yuda, membawa Arka.

Tiara masih duduk di tepi ranjang dengan rambut yang terurai berantakan, sama sekali belum menyentuh hijab atau pakaian rapi yang sudah disiapkan di atas kasur. Matanya sembap, menunjukkan bahwa ia baru saja meluapkan emosinya sendirian.

Pintu terbuka pelan, Kirana masuk diikuti oleh Lilis. Langkah Kirana terhenti saat melihat putrinya masih dalam kondisi yang sama seperti satu jam yang lalu.

"Kok belum siap-siap, Sayang?" tanya Kirana dengan suara selembut mungkin.

"Siap-siap buat apa, Bu? Buat dipermalukan?" suara Tiara meninggi, bergetar karena marah dan kecewa.

"Kenapa tidak ada yang beri tahu Tiara dari awal? Kenapa semuanya serba rahasia begini? Tiara merasa dipermainkan oleh keluarga sendiri!" Tiara mulai berjalan mondar-mandir di kamarnya.

"Ibu sama Ayah tahu kan kalau Tiara belum mau menikah? Tiara masih punya mimpi, Tiara belum siap mengurus rumah tangga! Kenapa tiba-tiba ada tamu datang untuk melamar tanpa persetujuan Tiara?"

Kirana mencoba mendekat. "Tiara, dengerin Ibu dulu, Nak..."

"Nggak, Bu! Tiara nggak mau denger!" potong Tiara cepat.

"Apa semua perempuan di keluarga ini harus menikah tanpa suara? Apa Tiara nggak punya hak untuk bilang tidak sebelum orang itu datang ke rumah kita? Tiara kecewa sama Ibu, kecewa sama Ayah!"

Lilis yang sejak tadi diam di ambang pintu, perlahan melangkah mendekat. Ia menyentuh lembut lengan Tiara, mencoba menyalurkan ketenangan.

"Tiara... tenang dulu ya," ucap Lilis lirih.

"Lilis tahu kamu kaget, Lilis juga tahu rasanya ada di posisi yang serba mendadak seperti ini. Tapi tolong, jangan marah dulu sama Ibu dan Ayah. Beliau melakukan ini karena sayang sama kamu."

Tiara menepis pelan tangan Lilis, meski sorot matanya sedikit melunak melihat ketulusan Kaka iparnya. "Kamu enak, Lis, Mas Arka orangnya baik. Tapi Tiara? Tiara bahkan nggak tahu siapa laki-laki di bawah itu! Bagaimana kalau dia orang jahat? Bagaimana kalau Tiara nggak bahagia?"

"Tiara, Ayah dan Ibu tidak akan mungkin memilihkan orang jahat untuk putrinya," bujuk Lilis lagi.

"Cobalah untuk turun dulu, temui mereka. Mbak punya hak untuk bicara nanti di bawah. Tapi setidaknya, hargai niat baik Ayah yang ingin memperkenalkan kamu dengan cara yang terhormat. Lilis akan temani kamu di samping, ya?"

Setelah perdebatan panjang di kamar, akhirnya Kirana, Lilis, dan Tiara melangkah turun menapaki anak tangga satu per satu. Tiara tetap menunduk, jemarinya saling bertautan dengan erat di depan tubuh, menyembunyikan wajahnya yang masih menyisakan rona kemerahan akibat tangis.

Di ruang tamu, formasi keluarga sudah lengkap. Yuda duduk diapit oleh Zayn dan Aira. Kenan juga ada di samping Aira, tampak lebih serius dari biasanya, menyadari bahwa malam ini adalah momen penting bagi saudara perempuannya. Beberapa tamu yang mengenakan batik rapi tampak duduk di sofa seberang, membuat suasana semakin sakral.

Begitu rombongan perempuan itu sampai di ruang tamu, pandangan semua orang tertuju pada mereka. Arka yang melihat istrinya langsung mengkode untuk duduk di sampingnya, mengulurkan tangan sedikit agar Lilis segera mendekat.

Lilis berjalan dengan anggun dan duduk tepat di sisi Arka. Arka sempat melirik wajah istrinya seolah bertanya melalui tatapan mata, "Bagaimana kondisinya?" yang hanya dibalas Lilis dengan anggukan kecil.

Sementara itu, Kirana mengantarkan Tiara untuk duduk di kursi yang masih kosong di dekat Yuda. Keheningan sempat menyelimuti ruangan sejenak, hanya terdengar suara detak jam dinding yang seolah berpacu dengan detak jantung Tiara yang semakin kencang.

Yuda berdeham pelan, memecah kesunyian. "Alhamdulillah, karena semua sudah berkumpul, mari kita mulai pembicaraan malam ini," ucap Yuda.

Pria paruh baya bernama Alvin berdeham pelan. Ia melirik ke arah Yuda sambil tersenyum lebar, sementara istrinya, Rahma, mengangguk ramah ke arah Kirana.

"Sudah tidak asing lagi yah," ucap Alvin membuka pembicaraan. "Karena memang dari mereka kecil kita sudah seperti keluarga. Hubungan kita lebih dari sekadar teman lama."

Yuda tertawa kecil, membenarkan ucapan sahabatnya itu. Namun, Tiara tetap bergeming, matanya masih terpaku pada lantai, mencoba menebak ke mana arah pembicaraan ini.

"Kita tunggu sebentar lagi ya. Pemain utamanya belum juga muncul," ucap Rahma sambil melirik ke arah pintu.

Tak lama setelah kalimat itu terucap, terdengar suara langkah kaki yang tegas mendekat. Bersamaan dengan itu, seorang pria gagah dengan batik motif modern yang sangat pas di tubuhnya muncul di ambang pintu.

"Assalamu’alaikum, maaf terlambat," ucap pria itu dengan suara berat yang sangat khas.

Mendengar suara yang begitu familiar di telinganya, Tiara langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke arah sumber suara. Matanya membulat, jantungnya seakan berhenti berdetak sesaat.

"Liam..." bisik Tiara nyaris tak terdengar. Tubuhnya kaku.

Sedangkan Lilis juga sedikit terkejut. Ia menutup mulutnya dengan telapak tangan di balik cadar, lalu melirik ke arah Arka. Ingatan masa lalu berputar cepat di kepala mereka. Tiara, Lilis, dan Liam dulu adalah teman dekat semasa SMP. Mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama, namun komunikasi mereka terputus total sejak lulus dan menempuh jalan hidup masing-masing.

Liam berdiri di tengah ruangan, tatapannya langsung terkunci pada Tiara. Ada senyum tipis yang penuh arti di wajah pria itu, sementara Tiara masih terpaku, tak menyangka bahwa sosok yang dulu begitu dekat dengannya kini kembali dengan cara yang paling tidak terduga, sebagai calon suaminya.

1
Sri Supriatin
seneng ada kemajuan buat Hana 😍😍🙏🙏
Sri Supriatin
kayanya hamidun tapi g ngidam...janinnya sembunyi🤭🤭🤭
Sri Rahayu
Lilis gundah gulana siapa pr bernama Alia yg chat Arka....kok Arka ga jelasin ke Lilis siapa itu Alia 😇😇😇...lanjut Thorr 😘😘😘
Karmina Karmina
alhamdulilah
akhirnya Hana bisa memaafkan da menerima Ilham
bahagia selalu Hana dan Ilham
Sri Supriatin
Semoga cepat tumbuh janinnya lilis n arka 🙏🙏😍😍
Sri Rahayu
kok Arka jd MANJA bgt...jgn2 Lilis bener hamidun sprt kata Hana 🙃🙃🙃😇😇😇 lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
bagus Elham...kamu gentleman memilih pergi meninggalkan semua demi mempertahanksn kel kecil mu
Yati Susilawati
arka nggak ngasih tau tempat kerjanya?
Yati Susilawati
murid tk ada ujiannya?
Nice1808
jangan ada bibit pelakor ya thor, awas aja🤣🤣🤣
Nice1808
apa bibit pelakor thor🤣🤣
Sarinah Quinn
Hana gak usah keras kepala deh biar bagaimanapun elham Sd mau bertanggungjawab. gemas deh sama Hana jadi gak respect 😤
Aghitsna Agis
tjor jgn ada yg ganggu rumahtangga arka lah
Shabrina Darsih
good job elham benr2 tamggung jawab ke Hana berani melepaskan semua fasikitas dr ayah nua
Sri Supriatin
slmt Arka n Lilis semoga lancar menjalani ngidam😍😍
Aghitsna Agis
selamst srka lilis udah dapet titipan dari allah semiga dapat menjaga amanahnya
Sri Rahayu
aku jg bahagia mas Arka 🤩🤩🤩 atas kehamilan Lilis...semoga sehst trs sampe lahiran nanti...selamat ya Arka dan Lilis... lanjut Thort😘😘😘
Sri Rahayu
wah jgn badai lagi yg hrs dilalui Hana...dia uda bnyk melewati badai bekerja keras utk ibu dan adiknya...semoga dia akan bahagia bersama Elham...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
sebaiknya saling memaafkan...kan Elham uda menyadari kesalahan nya, meminta maaf dan mau bertanggung jaeab...damai ajalah...lanjut Thorr😘😘😘
Dar Pin
semoga bsdainya cepat berlalu beri kesempatan untuk Ilham menebus dosa nya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!