[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membersihkan Sampah Masyarakat
[Ding!]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Menumpas keberadaan Preman Jalanan, minimal buat cacat permanen 100 preman sebelum tengah malam!]
[Hadiah: 2 Kali Peningkatan Tahapan Kultivasi, Sebuah Istana Tersembunyi, 3 Cincin Penyimpanan Yang Dapat Menyimpan Segalanya Kecuali Makhluk Hidup, 1 Cincin Ruang Yang Didalamnya Terdapat Gudang Senjata - Gudang Tumbuhan Spiritual - Gudang Pil Sistem - semuanya dalam jumlah tidak terbatas.]
[Hukuman: Jika gagal menyelesaikan Tugas kali ini, Host akan kehilangan kedua orangtua angkat untuk selamanya.]
Baru juga bangun tidur, tapi Karina sudah mendapati Tugas yang berhadiah luar biasa besar, tapi ada resiko besar yang harus ditanggung jika gagal menyelesaikan Tugas pemberian Sistem.
"Sistem, apa aku boleh menolak Tugas kali ini?"
[Ding!]
[Tugas Sistem bersifat wajib dilakukan, jadi Host wajib melakukan dan menyelesaikannya jika tidak ingin menerima hukuman.]
"Baiklah, Tugas ini akan aku selesaikan! Apapun yang terjadi, aku nggak mau kehilangan mereka yang begitu tulus menyayangiku, meski aku bukanlah putri kandung mereka!~"
"Tetapi Sistem, aku butuh bantuanmu untuk mencari lokasi dimana para preman berkumpul, jadinya aku nggak perlu bersusah-payah mencari keberadaan mereka!"
[Ding!]
[Host tinggal mengikuti arah yang akan Sistem tunjukkan, dan di tempat itu Host akan bertemu dengan banyak Preman yang selama ini telah membuat resah banyak orang.]
Karina menganggukkan kepalanya, dan karena hari ini masih benar-benar terlalu pagi, dia masih memiliki banyak waktu untuk bersiap sebelum pergi menjalankan Tugasnya.
Memakai pakaian yang nyaman untuk bergerak, pagi ini Karina berencana mengendarai motornya menuju lokasi yang akan ditunjukkan oleh Sistem, dan selain memakai helm yang menutupi seluruh bagian wajahnya, dia juga akan menggunakan masker penutup wajah untuk semakin menyamarkan identitasnya.
Melihat penampilannya kini yang siapapun bakalan sulit mengungkap identitasnya, Karina tersenyum puas.
Sebelum pergi, Karina menyempatkan diri pamit pada Sophia dan Adrian.
Melihat putri mereka buru-buru pergi, keduanya langsung tau jika ada Tugas penting dari Sistem yang harus dikerjakannya.
Jika itu dulu mereka mungkin akan sangat khawatir, tetapi kini mereka sedikit lebih tenang melepas kepergian Karina yang akan mengerjakan tugasnya.
Karina saat ini sangat kuat, apalagi ada Sistem yang selalu melindunginya.
Menyaksikan kepergian Karina, keduanya hanya bisa berharap sang putri kembali dalam keadaan baik.
*
"Ternyata nggak jauh dari tempat tinggalku terdapat sarang preman."
Lokasi pertama yang ditunjukkan oleh Sistem hanya berjarak kurang dari 4 kilometer dari tempat tinggalnya, membuat Karina sangat bersemangat pergi ke lokasi itu.
Bukan datang sebagai tamu yang mengetuk pintu baru masuk setelah tuan rumah membuka pintu dan mempersilahkan masuk.
Karina yang datang sebagai tamu tak diundang, dia langsung saja menghancurkan pintu gerbang kokoh menuju sarang para preman.
"Wush!... Brak!..."
Kekuatan angin yang dahsyat menerbangkan pintu gerbang yang seluruhnya terbuat dari besi.
Melihat tak lagi ada yang menghalanginya, Karina langsung saja mengendarai motornya masuk ke sarang preman.
Lima pria dengan tubuh dipenuhi tato, mereka keluar dari sebuah bangunan begitu mendengar suara ribut yang berasal dari pintu gerbang.
Melihat pengendara motor menerobos masuk sementara kondisi pintu gerbang sudah tak berada di tempatnya, mereka langsung menyambar potongan besi, menggunakannya untuk menyerang penyusup yang masih duduk di atas motornya, tepat di halaman sebuah rumah empat lantai yang menjadi sarang para preman.
Di sisi Karina...
Melihat lima preman berlari ke arahnya sambil memegang potongan besi mirip tongkat, Karina tersenyum di balik penutup wajahnya, dan dengan gerakan sangat cepat dia melompat dari motornya, dimana sosoknya langsung menghilang seolah menyatu dengan angin.
Begitu sosoknya kembali terlihat, lima preman yang datang mendekat sudah dibuat tergeletak tak berdaya, dimana Karina telah membuat mereka mengalami cacat permanen, setidaknya itu adalah hasil dari penilaian Sistem.
"Mmm, masih kurang sembilan puluh lima preman yang harus aku buat cacat permanen!"
Meninggalkan kelima preman yang butuh pertolongan cepat sebelum mereka menghembuskan napas terakhir. Karina yang tau dimana keberadaan para preman yang sedang berkumpul, dia langsung saja pergi ke tempat itu.
[Ding!]
[Tempat ini dihuni lebih dari 200 preman. Harap Host membuat mereka semua minimal mengalami lumpuh permanen untuk mendapatkan hadiah tambahan!]
"Aku sangat suka hadiah tambahan, jadi aku pasti mendapatkannya!"
Semangat Karina semakin berlipat ganda begitu mendengar adanya hadiah tambahan yang akan diberikan Sistem padanya.
Langkah kakinya begitu cepat, menuju ruangan yang di dalamnya terdapat puluhan preman.
Bukan hanya pria, tapi ada juga para preman wanita yang ternyata jauh lebih kejam daripada para pria yang ada si sekeliling mereka.
"Brak!"
Pintu ruangan langsung hancur berkeping-keping begitu ditendang Karina, dan tanpa menunggu kata-kata mutiara keluar dari mulut busuk para preman, dia cepat menyerang mereka satu demi satu, tanpa memberi kesempatan pada lawan menyerang balik.
Gerakan Karina sangat cepat, dimana dalam satu tarikan napas dia bisa melakukan lebih dari 100 kali gerakan, dan semuanya adalah gerakan yang bertujuan melumpuhkan musuh.
Bukan sekedar melumpuhkan musuh, tapi dengan kekuatan akar spiritual api miliknya, Karina membakar seluruh jaringan otot di tubuh para preman yang telah dia pukuli, membuat mereka semua mustahil bisa kembali hidup normal seperti sedia kala.
Mereka semua hanya preman biasa, dan meski banyak dari mereka adalah orang-orang terlatih. Menghadapi kultivator seperti Karina, yang ada mereka hanya akan menjadi samsak hidup bagi wanita itu.
Kurang dari 5 menit lebih dari enam puluh preman, baik pria ataupun wanita, mereka dibuat terkapar tak berdaya oleh Karina.
"Saatnya pergi ke tempat selanjutnya!"
Masih ada dua ruangan lain yang harus Karina masuki, dan hanya butuh tak lebih dari 20 menit, lebih dari 200 preman dirubah Karina menjadi sekumpulan orang cacat permanen, bahkan ada belasan dari mereka dalam keadaan koma, begitu dekat dengan kematian.
Berdiri di atas tubuh pria berperut buncit yang merupakan sosok pemimpin di sarang preman yang baru diacak-acak, Karina tersenyum puas karena bukan hanya berhasil menyelesaikan Tugas Sistem, tapi dia juga berhasil membersihkan sampah masyarakat.
"Aku akan pergi dari sini, dan untuk kalian semua, nikmati saja hidup yang nggak akan seindah sebelumnya!"
Karina pergi, meninggal beberapa orang yang masih sadar, dimana mereka terkejut begitu tau ternyata yang menyerang tempat mereka adalah seorang wanita, dan lagi itu dilakukan seroang diri.
"Tunggu saja ketua tertinggi mengetahui apa yang terjadi di tempat ini. Wanita itu nantinya hanya akan menjadi mainan ketua tertinggi!"
Suara lirih terdengar dari salah satu preman yang memiliki posisi cukup tinggi, tapi setelah mengucapkan semua itu, dia pingsan, dan tak tau kapan kembali sadar.
Karina sendiri sudah pergi jauh meninggalkan sarang preman.
Sebenarnya dia ingin membakar tempat itu, tetapi mengingat tempat itu berada di tengah permukiman padat penduduk, dia urung melakukannya.