NovelToon NovelToon
Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.

Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.

Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.

Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.

Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14.

Tangan Esther berhenti mengelus pipi Jack, begitu ia mendengar apa yang dikatakan Jack.

Esther mengedipkan matanya, ia tidak menyangka Jack memiliki sikap kekanak-kanakan.

Di saat usianya masih delapan tahun, ia sering memperlihatkan sikap manja seperti itu kepada orang tuanya kalau ia terluka.

Melihat usia Jack, sepertinya lebih pantas kalau ia memanggil Jack dengan panggilan Paman.

"Tuan, sepertinya kamu hanya berpura-pura saja!"

Esther menarik tangannya dari mengelus pipi Jack, tapi Jack dengan cepat menahan tangannya.

"Aku tidak berpura-pura, tiupan angin akan meredakan kulit yang panas menjadi dingin" jawab Jack semakin mendekatkan wajahnya, dan menekan telapak tangan Esther pada pipinya.

Esther kembali berkedip mendengar jawaban Jack, dan ia pikir memang benar jawaban Jack.

"Oh!"

Dengan polosnya ia pun mendekatkan wajahnya untuk meniup pipi Jack.

Cup!

Tiba-tiba bibirnya dicium Jack, saat akan meniup pipi Jack.

Mata Esther membulat dengan lebar.

Ia begitu terkejut tiba-tiba di kecup Jack, yang ternyata memang benar hanya berpura-pura saja.

"Tu.. Tua! kamu ternyata memang mesum!!"

Esther mengangkat tangannya untuk menampar kembali wajah Jack, tapi tangannya dengan begitu mudahnya di tangkap Jack.

"Lepaskan! dasar mesum!!" wajah Esther memerah oleh amarah.

"Tidak akan!" Jack merengkuh pinggang Esther, dan menarik tubuh Esther merapat padanya.

Akibatnya lilitan handuk yang membalut tubuh polos Esther terlepas, dan bagian dadanya yang tidak memakai apa pun terlihat.

"Aaaa... jangan lihat! tutup mata Tuan!!!" jerit Esther dengan suara melengking.

Mata Jack melihat benda kembar bulat miliknya, dengan mata yang terlihat nanar.

"Aku sudah melihatnya!" jawab Jack tersenyum, dan nyaris tertawa melihat Esther yang panik.

"Aaaa... dasar mesum! mesum!!!" tangan Esther menarik ke atas handuknya yang merosot.

Dan melilitkan handuk dengan tergesa-gesa, dengan raut wajahnya yang semakin memerah.

Jack sangat menyukai suasana, yang ia rasakan saat ini.

Rasanya sangat menyenangkan menggoda Esther, dan melihat Esther marah, membuat wajah Esther terlihat semakin cantik.

"Kenapa ditutup? aku ingin melihatnya lagi!" goda Jack, yang semakin merasa senang menggoda Esther.

"Tidak mau! tidak mau! sana pergi!!!" Esther mendorong dada Jack dengan kuat.

Jack mengeratkan rangkulan tangannya pada pinggang Esther, "Sudah, jangan berontak lagi! rambutmu belum kering, sini aku keringkan! nanti kamu masuk angin, dan bayi kita di dalam sini jadi ikut masuk angin!"

Jack mengelus perut Esther lembut.

Jack kemudian meraih pengering rambut, lalu kembali mengeringkan rambut Esther, yang sudah mulai mengering.

Esther yang ingin kembali mengamuk, seketika diam dengan patuh mendengar apa yang dikatakan Jack.

Ia pun diam saja membiarkan Jack mengeringkan rambutnya.

"Sudah kering, sekarang pakai baju! tubuhmu sudah mulai dingin!" Jack meraih pakaian tidur yang diberikan pengasuh untuk di pakai Esther.

"Biar aku saja!"

Esther menyambar pakaian itu dari tangan Jack, tapi Jack lebih cepat dari Esther.

Jack menghindari tangan Esther, dan tangan Esther hanya menangkap angin.

"Jangan melawan! bersikap baiklah, aku sudah berbaik hati memakaikan bajumu!"

Esther merasa kesal mendengar apa yang dikatakan Jack, membuat ia pun dengan cepat menyambar pakaian itu dari tangan jack, di saat Jack lengah.

Jack yang tidak sempat menghindar, tangan Esther dengan kuat mendorong dada Jack dengan kuat.

Tubuh Jack pun jatuh terbaring ke atas tempat tidur, dan Esther dapat terlepas dari kungkungan Jack.

"Esther! berhenti!!" teriak Jack melihat Esther yang berlari masuk ke dalam kamar mandi.

Ia sangat khawatir dengan janin dalam perut Esther, melihat Esther berlari begitu cepat, yang bisa saja membuat perut Esther berguncang.

Brak!

Esther menutup pintu kamar mandi, dan menguncinya dari dalam, agar Jack tidak dapat masuk.

Jack menghela nafas melihat pintu kamar mandi yang tertutup.

Ia pun berdiri di depan kamar mandi, mondar-mandir menunggu Esther dengan tidak sabaran.

Pintu kamar mandi terbuka, dan Jack dengan cepat meraih tangan Esther.

"Kamu ini! membuat aku sangat khawatir sekali! lain kali jangan berlarian!!"

"Aku tidak ingin Tuan memakaikan pakaianku!"

"Kenapa memangnya? setiap inci tubuhmu sudah kulihat, dan lagi pula kamu akan menjadi istriku! untuk apa kamu malu!"

"Tentu saja aku malu! kita belum menikah! apa Tuan sudah terbiasa melihat tubuh polos wanita, makanya Tuan tidak merasa malu sama sekali!"

Mendengar apa yang dikatakan Esther, tangan Jack dengan cepat meraih tubuh Esther, dan mengangkatnya ke dalam gendongannya.

"Aaa.. !!" Esther menjerit kecil, dan reflek mengalungkan lengannya merangkul leher Jack.

"Kamu gadis yang pertama, yang telah kulihat tubuhnya tanpa pakaian! aku memiliki suatu penyakit, sehingga tidak sembarang wanita berdekatan padaku!"

Esther terdiam mendengar apa yang dikatakan Jack, yang membuat ia pun seketika penyakit apa yang dimiliki Jack.

"Lain kali jangan bertelanjang kaki di mana pun di dalam Mansion! dan jangan berlarian seperti tadi, mengerti?"

"Mm.. !" jawab Esther pelan.

"Bagus! sekarang istirahatlah!"

Jack meletakkan tubuh Esther ke atas tempat tidur, lalu menarik selimut dan menyelimutinya.

"Aku akan mengoleskan obat lagi, apakah terasa perih saat terkena air?" tanya Jack, saat ia kembali melihat lebam pada pergelangan tangan Esther.

"Aku sudah terbiasa!" jawab Esther, "Aku tidak merasakan perih!"

Jack mengeratkan gerahamnya mendengar jawaban Esther.

Ia bisa membayangkan setiap hari Esther pasti mendapatkan penindasan dari Bibi Esther.

Jack mengolesi obat lebam pada pergelangan tangan Esther, begitu juga pergelangan kaki Esther.

"Istirahatlah!"

Jack menutup pintu kamar dengan pelan, saat ia keluar dari dalam kamarnya.

"Tuan, Paman anda datang ingin bertemu dengan Nona Esther!" Butler Li memberitahu Jack, saat Jack akan menuruni anak tangga.

"Untuk apa mereka ingin bertemu dengan istriku! memangnya siapa mereka, begitu ingin tahunya mengenal Ibu dari anak-anakku!!" Jack merasa kesal mendengar laporan Butler.

"Mereka tidak percaya, kalau bayi dalam kandungan Nona Esther bukan darah daging Tuan!"

"Huh! tidak penting apa mereka percaya atau tidak percaya, mereka tidak memiliki hak mengenal Esther! aku akan menemui mereka!"

Di aula utama Mansion, keluarga Pamannya dan ke dua orang tuanya, terlihat sedang bicara serius satu sama lain.

Mata Pamannya, beserta istri Pamannya dan sepupunya, seketika nanar melihat ia melangkah menuruni anak tangga.

Mata mereka mencari seseorang dibelakang Jack, yang sangat ingin mereka ketahui.

"Hanya kamu saja?!" tanya Edison.

"Kenapa? Paman mengharapkan siapa yang turun bersamaku?" tanya Jack dengan acuh tak acuh.

"Bukankah kamu bilang telah menghamili seorang gadis? apakah hanya sandiwaramu saja, agar Williams tidak berhak yang menjadi ahli waris Sebastian?!"

"Kalau pun memang sandiwara! aku tetap tidak akan menyerahkan grup Sebastian kepada Williams!" jawab Jack dengan begitu tenangnya.

Ia meletakkan tubuhnya duduk ke sofa, dan menyilangkan satu kakinya ke atas kaki satu lagi.

Lalu memandang keluarga Pamannya itu dengan dingin.

Bersambung.........

1
vania larasati
lanjut
partini
Jack dah tau harusnya antisipasi lah aduhhh bikin gumussss aja sih kamu CEO 1/2 ons🤦🤦🤦
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
💝F&N💝
esther, kau harus mempertahankan jack. jack itu sudah bucin sama kamu. kamu jangan merasa rendah. jack sangan mencintai kamu. kau harus tau itu
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
vania larasati
lanjut
partini
aaihhhh ini mah si Jack nya aja nya yg goblok udah tau Kunti bogel
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Endang Sulistiyowati
bukannya Jack ga bisa berdekatan sama perempuan, karna hidungnya yg sensitif?
partini
ini Jack yg lolos bodoh lemot bin bodoh aihhh kenapa CEO ogeb semua
partini: dua" mah itu kalau belum di ucapkan belum sah kata cinta
total 4 replies
partini
hemm pasti bikin masalah,, insting suami biasanya rada" kalau udah kena baru reaksi
Mineaa
hadeech.....melda....melda.....
cari penyakit aja kamu.....😡
partini
masa Tidak saling mencintai belum nyadar aja kalian berdua ,,wihhhh tahan sekali ga di sentuh Ampe lahiran
Reni Anjarwani
lanjut thor
Anita Rahayu
karma itu namanya buat anaknya kena autisme biar di buang sama keluarga william😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Anita Rahayu
Ayo dong cepet buat si verot di siksa di hotel prodeo karna udah mau bhnuh ester😠😠😠😠😠🙏🙏🙏🙏
partini
kasih bodyguard bayangan dong Mr Jack biar istri mu mana, Secara banyak ygbga suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!