NovelToon NovelToon
KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang wanita yang bernama Karamel, di detik-detik kematiannya, sebelum menutup mata, dia melihat sosok pria berlari menuju ke arahnya dan langsung memeluknya dari api yang berkobar.

Pria itu adalah mantan suaminya yang dia ceraikan, pria yang sudah dia sakiti. Tapi pria itu masih datang untuk menolongnya, tapi sayang sekali, Karamel sudah tidak bisa bertahan, nafasnya sudah sudah berat dan matanya sudah mulai tertutup.

Tapi, ada suatu hal yang terjadi dan sulit dimengerti. Karamel kembali hidup di masa lalu, di mana dia masih menjadi seorang Istri.

Dengan kesempatan kedua yang dia dapatkan, tentu Karamel tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

Mampukah Karamel membalas semua luka yang dia dapat kan di kehidupan pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Putus Asa

Kara sedang duduk bersantai di balkon, dari atas dia bisa melihat Arka yang sedang memohon kepada Satpam untuk masuk.

Jika di masa lalu, Kara sudah mengamuk dan menghukum satpam itu, atau bisa jadi dia langsung memecatnya, Karena kedatangan Arka adalah hal yang paling dia tunggu-tunggu.

Arka berteriak untuk meminta Kara keluar, dia ingin berbicar berdua. Tapi Kara tidak meresponnya, kemudian Arka mengeluarkan kata-kata andalannya.

Dia berjanji akan menerima cinta Kara jika dia mengembalikan rumah dan barang-barang miliknya. Dia juga mengatakan, apapun yang Kara minta akan dia wujudkan.

"Heheh beli rumah saja tidak mampu! kata Kara dengan pandangan mengejek. Arka terlihat seperti pengemis.

Bisa dipastikan, para sahabatnya tidak ada yang mau membantunya, jika Kara juga tidak membantunya, maka Pamannya harapan terakhirnya.

"Usir dia! Berisik sekali!" pinta Aruna pada Satpam menggunakan intercom.

"Baik Nyonya!"

Satpam segera mengusirnya, bagaimana mungkin ada seorang pria tidak tahu malu, Dulu di kejar-kejar, sekarang dia yang mengejar dan meminta seperti orang Bodoh.

***

Kara turun ke bawah, dia ingin memasak makan siang untuk Tama. Tapi baru saja membuka kulkas, seorang pelayan memberi tahunya ada seorang gadis yang memohon untuk bertemu.

Alis Kara mengerut, tidak mungkin Sarah kan? Dia masih di Rumah Sakit. "Dia tidak mengatakan namanya?"

"Tidak, dia cuman berkata, kalau dia dan Nyonya sudah bersahabat dari kecil.!" jelasnya sedikit ragu-ragu, karena hal itu cuman disampaikan oleh Satpam.

Kara mematung, dia segera melepas apronnya, dan meminta Koki untuk melanjutkan masakannya.

Kara duduk di ruang tengah dan menghubungi satpam untuk membiarkannya masuk.

"Kar, kau hampir lupa dengan masalah ini!" Kara menegur dirinya sendiri, karena hanya fokus balas dendam pada Arka dan Sarah.

Kara menunggu dengan perasaan campur aduk, gadis yang datang bernama Sisil, di masa lalu juga ada momen ini. Tapi dia malah langsung mengusirnya tanpa menanyakan tujuannya.

klek

Pintu terbuka, terlihat seorang pelayan membuka pintu dan meminta seseorang untuk masuk, yang tak lain gadis yang bernama Sisil.

Sisil langsung berlutut di depan Kara, "Kar tolongin aku! Ibuku harus dioperasi. Aku sudah tidak ada uang lagi!" katanya to the point.

Kara terkejut melihat Sisil bersujud di kakinya, dia memintanya untuk duduk di sofa tapi Sisil menolak sebelum dia berjanji untuk membantunya.

"Aku tidak aku menolongmu jika kamu seperti itu,!" Kara menatap Tubuh Sisil yang sangat jauh berbeda.

Dulu, Sisil gadis yang ceria dan bertubuh sempurna. Tapi sekarang terlihat tidak terurus, tubuhnya sangat kurus dan wajahnya juga kusam.

Sisil beranjak dan duduk di sofa, dia menatap Kara dengan ragu-ragu. Dia takut Kara jijik dan mengusirnya, dia sudah putus asa, tidak tau ke mana lagi dia harus meminjam uang.

Dia sudah ada angsuran di Bank, utang di tetangga, bahkan dia sudah kasbon di tempat kerjanya untuk dua bulan.

Sisil mengingat Kara, tapi Kara tidak lagi menganggapnya sahabat, Kara tidak mau melihatnya. Tapi demi kesembuhan ibunya, dia menahan malu dan memutuskan untuk datang ke rumah Kara.

Kara sangat ingin memeluk sahabatnya itu, tapi masih ada hal yang lebih penting. "Ceritakan perlahan!"

"Enam bulan yang lalu, ibuku ditabrak lari saat pulang kerja. Ada pendarahan di kepala, dan harus dioperasi!"

Operasi pertama berjalan lancar, dan biaya yang Sisil kumpulkan berasal dari tabungan dan barang-barang di rumahnya dia jual.

Operasi kedua, Sisil terpaksa menjual rumah, dan mengutang sana-sini. Dia mencari kos-kosan yang murah untuk tinggal. Tapi untuk hidup, juga butuh makan dan kebutuhan lainnya.

Karena sibuk mengurus semua itu, pekerjaannya di kantor jadi terbengkalai, sampai dia dipecat karena sudah mendapat SP 3.

Saat ini dia bekerja di laundry dan warung makan, dia hanya mengatur jadwalnya saja secara bergantian.

Sisil menceritakan semua itu dengan manahan tangis, "Kar! Aku tau kamu membenciku. Tapi aku mohon bantu aku untuk kali ini saja!" Suaranya tersendat.

Air mata Kara juga sudah menetes, dia sudah berusaha untuk menahannya, tapi air matanya tak terbendung lagi.

Jika dia tidak menolongnya seperti di masa lalu, Ibu Sisil tidak bisa bertahan lagi. Dan satu bulan kemudian Kara akan mendengar kematian Sisil karena bunuh diri. Dari berita yang menyebar, Sisil tidak mampu hidup dengan utang yang sangat banyak.

"Berdiri di situ!" pinta Kara sambil menunjuk arah depan.

Sisil sedikit gelisah, takut Kara memintanya pergi, dia berdiri sambil menunduk. Sisil sudah melakukan semua yang bisa dia lakukan, jika Kara tidak ingin membantunya, maka dia hanya bisa pasrah dengan kondisi Ibunya.

Kara beranjak dan mendekat, "Angkat kepalamu!"

Sisil menurut, dia mendongak dan matanya langsung bertatapan dengan Kara. Sisil tentu bingung, karena Kara menatapnya dengan penuh penyesalan dan kesedihan.

Kara memeluk Sisil dengan tubuh bergetar, "Maaf, Maafkan aku!"

Badan Sisil mematung, apa yang terjadi? Kenapa Kara memeluk dan meminta maaf kepadanya? Apa Kara tidak bisa membantunya?

"Jangan minta maaf! Mungkin bukan rejeki Ibuku.!" ucapnya dengan sedih. Jadwal operasi yang ketiga adalah besok lusa.

Kara tidak merespon, dia masih memeluk Sisil dengan erat. Di masa lalu, dia sangat menyalahkan dirinya yang begitu jahat. Tapi, kenapa Sisil tidak mencari Tama?

Kara melepas pelukannya, dan mengajak Sisil untuk ke dapur. Dan Kara memintanya untuk makan siang bersama.

Sisil benar-benar dibuat bingung, dia makan sambil sesekali melirik Kara. Dia merasa Kara yang ada di depannya, adalah Kara sahabatnya yang dia kenal.

Kara pura-pura tidak melihat semua tingkahnya, dia makan tanpa bicara, tapi pikirannya dipenuhi dengan banyak kalimat.

Setelah makan siang, Kara meminta Pak Rudi untuk mengambil tasnya di kamar, dan dia mengirim VN ke Tama.

Dia meminta maaf, karena bukan dia yang memasak untuk makan siangnya, dan dia juga memberitahu tahu Tama, jika dirinya akan pergi ke Rumah Sakit.

Tidak perlu dijelaskan siapa Sisil, karena Tama juga mengenalnya.

Sisil hanya bisa diam dengan bingung, kenapa hubungan mereka terlihat begitu harmonis? Apa Kara sudah menerima pernikahannya? Sisil ikut senang jika hal itu terjadi.

"Ayo kita ke Rumah Sakit sekarang!" ajak Kara.

"Kar, kamu mau bantu aku?" tanya Sisil. Dia tidak mendengar Kara yang meminta izin kepada Tama, karena dia memikirkan sikap Kara yang berbeda.

"Ya.!"

Sisil kembali ingin bersujud, tapi Kara menghentikannya. Sisil hanya bisa mengucap terima kasih, karena Kara datang sebelum dia menerima kenyataan.

Keduanya naik mobil dan menuju Rumah Sakit, Sisil duduk dengan perasaan campur aduk.

Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Kara Tidak membencinya lagi? Apa Kara benar-benar sudah menerima Tama?

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo langsung komen yaa 🙏🙏

Sebelum UP sdah dibaca berulang-ulang kok. Tapi masih ada juga yang lolos dari pandangan..😭
Sulati Cus
typo mulu😅
Fii: Hai kk. maksih sudah komen😍🙏
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Fii
maksih kk sudah komen..
sering2 yaa kalau ada typo😍😍
neni onet
typo ini heii, Sisil lah, koq Sarah 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
neni onet
penasaran banget, seberapa jahat duo pasangan Sarah dimasa lalu sampai Kara begitu banyak melakukan kesalahan dimasa lalu 🫣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mamta Okta Okta
lanjut thor
Fii
aahh typo.. makasih sudah komen😍🙏
neni onet
siapakah Aruna /Bye-Bye/
Fii: Aruna PU di novel LINTAS DIMENSI. jangan lupa mampir yaa🙏😍
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjit up lagi thor
Mamta Okta Okta
lanjut thor 💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪🙏🙏
Mamta Okta Okta
lanjut thor crazy up semangat 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!