NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

"Apa kau ingin mamah membu-nuhku akibat kau tak kunjung kembali ke rumah?." Kalimat tersebut sontak saja mengalihkan perhatian Sonia ke sumber Suara, di mana saat ini Tomi sudah berdiri beberapa langkah dihadapannya.

"Mas Tomi....."

"Ayo pulang!." Seru Tomi kemudian berbalik badan dan melangkah dari posisinya.

"Sebaiknya anda pulang bersama tuan, Nona! Untuk mobil anda, biar nanti saya perintahkan orang untuk menjemputnya!." Ujar asisten Azam saat menyadari kebingungan di wajah Sonia.

"Baiklah." Ketimbang berdebat, Sonia memilih menurut dan segera menyusul Tomi, begitu pula dengan asisten Azam, yang nampak berjalan beberapa langkah dibelakang Sonia.

Asisten Azam membukakan pintu mobil untuk Sonia, sementara Tomi sudah lebih dulu berada di dalam mobil. Sonia menatap sungkan pada Tomi, sebelum mengayunkan langkah masuk ke dalam mobil suaminya itu.

Menyadari sikap diamnya Tomi, Sonia merasa tidak enak hati karena telah membuat pria itu kerepotan mencari keberadaannya. Ya, Sonia berpikir alasan mengapa Tomi repot-repot mencarinya pasti karena perintah dari ibu mertuanya, bukan karena keinginan Tomi sendiri. Lagipula setelah kembalinya sang kekasih dari masa lalunya, Sonia tak yakin jika Tomi masih punya waktu untuk sekedar memikirkan dirinya.

"Maaf ...." Hanya itu yang terucap dari mulut Sonia setelah mobil yang dikemudikan oleh asisten Azam mulai melaju dengan kecepatan sedang.

"Lain kali berpikirlah sebelum bertindak! Pikirkan perasaan orang lain yang mengkhawatirkan mu!." Balas Tomi dengan pandangan lurus ke depan, tanpa menoleh pada lawan bicaranya.

"Aku akan meminta maaf pada mamah dan papah karena sudah membuat mereka mengkhawatirkan aku." Kata Sonia yang berpikir kedua mertuanya lah yang mengkhawatirkan dirinya. Tak ada sedikitpun di benak Sonia bahwa Tomi pun mengkhawatirkan dirinya, sehingga asisten Azam yang masih dapat mendengarnya hanya bisa menggeleng pelan.

"Apa anda pikir hanya tuan dan nyonya besar saja yang mengkhawatirkan anda, Nona? Jika benar anda berpikir demikian, maka anda salah besar Nona Sonia, karena faktanya tuan Tomi lah yang lebih cemas saat tahu anda tidak ada di rumah." Tentunya asisten Azam hanya mengucapkan kalimat tersebut dalam hati sana, tanpa berani mengucapkannya secara terang-terangan. Pria itu tak ingin dianggap terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga tuannya.

Beberapa saat kemudian, Mobil yang dikemudikan oleh asisten Azam tiba di rumah. Dari balik kaca mobil Sonia menyaksikan sosok gadis cantik tengah berdiri sambil tersenyum menatap ke arah mobil Tomi.

"Dia Azira, adik perempuanku satu-satunya. Dia tengah melanjutkan pendidikannya di Singapore dan setiap liburan semester pasti Zira akan kembali ke tanah air." Tutur Tomi saat menyadari Sonia menatap ke arah Zira.

Sonia mengangguk paham. Gadis yang usianya hampir sepantaran dengan dirinya tersebut kelihatannya baik, begitulah kira-kira kesan pertama yang disimpulkan oleh sonia ketika melihat paras cantik adik iparnya tersebut.

"Hai kakak ipar..." Seperti dugaan Sonia, gadis bernama Zira tersebut menyapanya dengan senyum ramahnya. Gadis itu bahkan langsung melingkarkan tangannya pada lengan Sonia.

"Hai...."

"Jangan kekanak-kanakan, Zira!." Tegur Tomi saat melihat sikap adiknya pada Sonia, yang menurutnya sedikit manja seperti anak kecil.

"Bukannya kekanak-kanakan mas, ini pertanda aku sedang mendekatkan diri pada kakak iparku." Balas Zira dengan santainya. "Lagipula kakak ipar saja tidak keberatan iya kan kakak ipar? Lalu kenapa malah mas Tomi yang sewot?." Sambung Zira dan itu berhasil membuat Tomi menghela napas panjang dibuatnya.

"Ayo masuk, kakak ipar!." Masih dengan posisi melingkarkan tangannya pada lengan Sonia, Zira mengajak Sonia masuk ke dalam rumah, meninggalkan Tomi yang nampak menatap keduanya hingga menghilang di balik pintu utama.

"Tumben Nona Zira cepat akrab pada orang baru, Tuan." Komentar asisten Azam sembari menatap ke arah pintu utama.

"Mungkin dia lagi kesambet." Tomi mengangguk, membenarkan ucapan asisten pribadinya tersebut, sebelum akhirnya ikut mengayunkan langkah menuju ke arah pintu utama.

"Rupanya Kakak iparku sangat cantik dan juga masih muda. Tadinya aku pikir mas Tomi menikah dengan perawan tua akibat putus asa tak kunjung menikah." Zira yang jarang sekali terlihat serius tersebut kembali melontarkan kalimat asal yang membuat gadis itu mendapat teguran dari sang ibu.

"Jangan bicara seperti itu, Zira! Kamu bisa diamuk sama mas mu kalau sampai dia dengar." Zira langsung tertawa mendengar kata-kata ibunya.

"Hahahah....mamah bisa saja."

Tawa Zira berangsur surut menyadari kedatangan Tomi di ruang tengah. Nampaknya gadis itu takut juga jika sampai ucapan ibunya kesampaian.

"Zira... biarkan kakak iparmu ke kamar dulu! Lagian mbak Sonia kan baru saja pulang, dia pasti capek." Kata ibu pada putri bungsunya.

"Baiklah, mamahku sayang."

"Pergilah ke kamar kalian, kakak ipar! Tapi nanti kita ngobrol-ngobrol lagi di kamar aku, boleh kan?."

"Baiklah." Sonia mengangguk dengan senyum manisnya.

Setelahnya, Sonia pun berlalu menuju kamarnya. Kehadiran Zira seakan membawa warna tersendiri di kehidupan Sonia. Setidaknya di rumah itu ia punya teman baru. Mungkin dengan kehadiran Zira, kedepannya kehidupan Sonia akan lebih bersemangat karena memiliki teman yang hampir seumuran dengannya.

Tak lama berselang, Tomi pun menyusul langkah Sonia menuju kamar.

Menyadari Tomi masuk ke kamar, Sonia pun bertanya apakah pria itu ingin disiapkan pakaian ganti, mengingat setiap kali pulang kerja baik ia maupun Tomi pasti akan mandi. Tomi pun mengiyakannya, sebelum berlalu ke kamar mandi. Setelah menyaksikan tubuh Tomi menghilang di balik pintu kamar mandi, Sonia pun mendudukkan tubuhnya di sofa dengan lemas. Ingatannya akan sosok wanita cantik dikantor siang tadi kembali menari-nari di benak dan pikiran Sonia. Ya, wanita mana yang tidak terluka jika faktanya kini wanita dari masa lalu suaminya kembali, tidak terkecuali Sonia. Sekalipun ia sadar betul jika Tomi tidak mencintainya, namun Sonia pun tak bisa menerima jika alasan perpisahan mereka karena kembalinya wanita dari masa lalu Tomi.

"Dia hanyalah masa lalu mas Tomi, sementara aku adalah istri sahnya, lalu kenapa aku harus takut dengan keberadaan wanita itu?." Sonia merasa tidak punya pilihan lain selain menguatkan hatinya, mengingatkan diri sendiri akan posisinya sebagai istri sah seorang Tomi Andrean. Terlebih, Ia dan Tomi telah melakukan ritual selayaknya pasangan suami-isteri.

"Aku tidak boleh menyerah, kecuali mas Tomi yang memintaku pergi dari kehidupannya." Lagi, gumam Sonia.

Lamunan Sonia buyar begitu saja mendengar suara derit pintu kamar mandi. Terlihat Tomi berjalan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan selembar handuk yang dililitkan pada pinggangnya.

Tomi melirik sekilas pada pakaian ganti yang telah disiapkan oleh Sonia untuknya, sebelum mengalihkan pandangannya pada Sonia.

"Terima kasih." Ucap Tomi.

Sonia hanya meresponnya dengan seulas senyum, sebelum berlalu menuju kamar mandi.

1
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
Syarifah
Penajam Paser Utara Kaltim Thor 🙏
Lia siti marlia
iya tom kamu harus hati hati sama c cili jaga sonia dengan baik kalau sampai terjadi lagi bisa bisa kamu gak ketemu sama sonia untuk waktu yang tidak bisa di tentukan ....halo kak aku dari garut jabar 🥰
Dwi ratna
Cilapop kak alias Cilacap, tau gk daerah itu? hehehe 🫣🫣🫣
Delvyana Mirza
Iya Tom,si ulat bulu,da punya rencana yang menjijikkan,yang membuat kesal,
Uba Muhammad Al-varo
begitu cintanya Tomi ke Sonia, membuat dia melakukan segala supaya Abil mau beri ijin Tomi membawa Sonia pulang ke rumahnya 💪💪💪
Lentera Aksara
lucu ih Tomi demi istri apapun dilakukan🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hahaha semangat terus tom demi luluhin hati abil dan merjuangin istri dan calon anak mu
Lusi Hariyani
wuih g main2 efort y tomi buat jemput sonia...ksh pelajaran dl si tomi abil biar g ulangi lg
secret
lihatlah abil perjuangan kawanmu itu, jgn smpe dia stress beneran karena terus dihalangi ketemu istrinyaaa🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!