Baru 3 tahun usia pernikahan Audy Danita dan Faiz Wiratama sudah dilanda berbagai konflik. Padahal diawal pernikahan semua berjalan baik dan romantis. Hingga akhirnya ketika sudah hadir buah hati mereka, keadaan di dalam rumah semakin berubah tidak menentu. Yang seharusnya kehadiran seorang anak menjadikan sebuah keluarga semakin harmonis, namun yang terjadi malah sebaliknya. Faiz jadi jarang di rumah. Pulang kerja telat dan sesampai di rumah selalu sibuk dengan gadgetnya. Sehingga Audy merasa Faiz tidak memperhatikan dia dan anak-anaknya lagi. Audy pun menyadari mungkin Faiz bosan terhadapnya karena kini penampilan tidak secantik dulu lagi. Audy full mengurusi rumah dan anak-anak saja setelah Faiz menyuruhnya resign dulu setelah menikah. Apa yang membuat Faiz berubah? Akan kan Audy mempertahankan rumah tangganya setelah kerap ribut dan Faiz menyebut kata "cerai"? Atau Audy berusaha untuk kembali menjadi dirinya sendiri seperti masa lajang sehingga banyak yang mengaguminya walaupun bergelar istri? Berakhir Talak kah rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah dwi julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Faiz tak mengisi daya baterai ponselnya. Karena sudah mengantuk berat ia sengaja tak menyalakannya sampai besok pagi.
Lagi pula jam selarut ini pasti Cindy sudah tidur.
Pagi hari sebelum berangkat kerja Faiz menyalakan ponselnya.
35 panggilan tak terjawa Audy. 2 Panggilan Video. 2 pesan whatsapp dari Citra.
Audy hanya menelponnya sebanyak itu tapi tak ada pesan atau chat yang ia kirim kan.
Hanya ada pesan dari Citra yang mengatakan ada sarapan yang ia beli dan di letak kan di kursi teras kamarnya.
Faiz mau menghubungi kembali Audy tapi hari ini ada urusan kantor yang harus ia selesaikan apalagi gara-gara mati lampu semalam ia tidur larut sehingga pagi ini cukup terburu-buru.
Sementara Audy kesal karena disaat darurat seperti ini Faiz malah tak bisa dihubungi. Pikiran Audy pun sudah seburuk-buruknya pada Faiz. Walaupun sebenarnya feelingnya benar. Audy merasa Faiz tidak berniat untuk memperbaiki hubungan mereka.
Semalam Cindy panas tinggi. Awalnya Audy mengira demam biasa. Tapi Cindy semakin gelisah dan meracau karena panas nya terlalu tinggi. Saat Faiz tak bisa dihubungi, Audy menelpon Devin. Devin yang menemani Audy mengantar Cindy ke rumah sakit. Ternyata Cindy terkena infeksi sehingga harus di rawat.
Sampai siang hari jam makan siang pun Faiz tak kunjung membalas panggilannya. Saat ini Audy malas untuk chat dengan Faiz. Seharusnya Faiz sadar jika Audy sudah banyak menghubunginya berarti ada sesuatu yang penting. Dulu 3 panggilan tak terjawab saja Faiz sudah langsung menelpon balik.
Audy merasa geram sekali. Marahnya memuncak. Tapi ia mencoba tetap tenang karena Cindy lebih butuh perhatiannya.
"Mama.. Cindy mau minum obatnya sama papa. Tangan Cindy sakit ma." Cindy menunjuk ke arah infus di tangannya.
"Sabar ya.. Nanti papa pulang. Papa lagi kerja jauh, Nak. Cindy sama mama ya minum obatnya." bujuk Audy.
"Cindy mau papa aja, Ma.." Cindy masih menolak. Audy membujuknya setengah mati karen sudah waktunya minum obat. Cindy ini keras kepala mirip sekali seperti Audy.
Audy mulai kesal dan menangis karena Cindy tak bisa dibujuk.
Tok.. tok.. tok..
"Selamat siang, Cindy cantik." Devin datang menjenguk Cindy.
"Devin, kok gak bilang mau ke sini?" tanya Audy sambil menyeka airmatanya.
"Kok mama nangis sih?" tanya Devin ke Cindy.
"Cindy bikin mama sedih om, gak mau minum obat sama mama." jawab Audy.
"Kenapa gak mau minum obat? Nanti tangannya disuntik terus loh." kata Devin sambil mengusap rambut Cindy.
"Cindy mau sama papa, Om." jawab Cindy polos.
"Kalo sama oom mau gak?" tawar Devin.
Cindy mengangguk manja.
Akhirnya Devin yang menyuapi obat untuk Cindy. Audy semakin terluka. Kenapa disaat Cindy membutuhkan papanya yang ada malah orang lain yang lebih perhatian.
Setelah jam besuk habis, Devin berpamitan.
"Gue balik dulu ya. Kalo ada apa-apa telpon gue aja." pamit Devin.
Faiz masih belum bisa menghubungi Audy. Lagipula ia merasa bahwa jam seperti ini Audy sedang sibuk dengan pekerjaannya dan Cindy pasti di rumah omanya.
Citra mengirimkan pesan whatsapp mengajak makan siang bersama. Tapi Faiz menolaknya karena ia benar-benar sedang sibuk.
Setelah waktu senggang Faiz memilih untuk makan siang sendiri. Tiba-tiba hatinya mengingat Cindy. Ada rasa ingin segera pulang, tapi pekerjaannya masih ada yang harus segera diselesaikan.
..
so baik..
jgn konflik trs Thor yg di sajiin bosen yg bacanya
aku jdi ikut emosional