NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*7

Keesokan harinya, semua kembali berjalan seperti biasa. Irza dan Asha sama-sama melakukan rutinitas mereka seperti hari-hari sebelumnya.

Memang, masalah perjodohan tidak hilang. Bahkan, masih sangat mengganggu hati mereka berdua. Terutama, bagi Asha tentunya. Tapi, dunia tetap berputar. Hidup masih tetap berlanjut. Hari harus tetap dijalani.

Untuk Asha, ditambah dengan permintaan dari kedua orang tuanya yang seolah sangat memohon agar Asha tidak mempermalukan mereka. Mau tidak mau, dengan hati yang sangat berat, Sha harus terima. Dia harus menjalani semua itu walau hatinya sangat tidak menginginkan.

"Ma, Pa. Aku berangkat sekarang."

"Lho, Sha. Ini masih sangat pagi kok udah mau berangkat aja." Sang mana angkat bicara.

"Iya, Ma. Semua gara-gara libur kemarin. Ada tugas yang harus aku siapkan pagi ini. Jadi, harus berangkat pagi-pagi sekali biar terkejar tugasnya."

"Oh ... gitu. Baiklah. Hati-hati di jalan ya, Nak."

"Mm."

Setelah selesai bersalaman dengan kedua orang tuanya, Sha pun berangkat ke kampus. Sejujurnya, gadis itu berangkat pagi bukan hanya karena tugas yang sudah tertinggal. Melainkan, ada alasan lain yang membuatnya harus pergi duluan. Yaitu, karena tidak ingin berangkat ke kampus bersama papanya. Dia masih belum sanggup jika membicarakan prihal perjodohan yang membuat separuh hidupnya menghilang.

Taksi online yang Asha tumpangi akhirnya berhenti di depan sebuah kampus ternama. Gadis itu turun, lalu berjalan dengan langkah santai tapi berat. Berat karena beban di hati yang tak kunjung berkurang walau hanya sedikit saja.

Beberapa langkah berjalan, Sha tiba-tiba berhenti. Dia berdiri tegak di depan kampus, lalu melepas napas berat. "Hah .... "

Ingin sekali Asha mengeluh habis-habisan pada dunia yang sudah cukup kejam padanya. Namun, keluhan sebanyak apapun tidak akan mampu mengubah apa yang telah takdir tuliskan buat dia. Karena kenyataan tetaplah kenyataan. Tidak akan berubah seperti mimpi yang akan hilang saat seseorang telah terjaga.

"Ayolah, Ashanti .... Kamu bisa. Jalani hidup seperti biasa. Seperti tidak terjadi apa-apa. Anggap saja mimpi. Iya, mimpi yang tidak akan jadi nyata. Akan hilang saat kamu terbangun nanti."

Sekali lagi, gadis itu melepas napas berat secara perlahan. Kemudian, berniat untuk melanjutkan langkah kaki yang sempat terhenti.

Namun, baru juga ingin beranjak, sebuah suara menyentuh telinga Asha.

"Sha .... "

Suaranya lembut. Sangat lembut seolah Asha adalah hal yang paling berharga dan sangat rapuh. Harus sangat berhati-hati saat memanggilnya. Karena hanya dengan volume suara saja bisa membuatnya retak atau bahkan pecah.

Sontak, Asha menoleh dengan cepat. Seketika, mata itu langsung melihat sesosok manusia yang sangat tidak ingin Asha temui. Siapa lagi dia kalau bukan, Irza.

"Astaga. Kenapa malah bertemu dia?" Bibir Asha bergumam pelan seolah baru saja bertemu masalah besar.

"Apakah hariku tidak cukup menyedihkan sebelumnya sampai aku harus bertemu dia sekarang?" Lagi, Asha bicara dengan nada pelan pada dirinya sendiri.

Tatapan itu, tatapan tidak suka atau bahkan merasa jijik akan kehadirannya. Irza bisa melihatnya dengan sangat jelas dari mata Asha. Namun, pria itu berusaha mengabaikan pandangan Asha untuknya. Irza tetap melangkah maju.

"Ashanti .... "

"Astaga." Sekali lagi, Sha berucap sambil menahan perasaan. "Iya, ada perlu apa?"

"Boleh bicara?"

"Kenapa bertanya? Bukankah sekarang kamu sudah bicara padaku?" Ketus Asha.

Sejujurnya, itu bukan niat Sha yang sesungguhnya. Hanya saja, reflek dari hati yang tidak suka. Asha tidak bisa menyembunyikan rasa itu dengan sangat baik. Karena kenyataannya, dia memang tidak suka Irza.

Entahlah. Awalnya perasaan Asha biasa saja. Tapi setelah perjodohan itu menghampiri hidupnya, perasaan itu langsung datang. Mungkin karena dia tidak suka pada pemaksaan dalam hubungan. Bukan karena tidak menyukai Irza sepenuhnya.

"Sha ... maksud aku bukan itu," ucap Irza dengan nada khasnya. Nada lemah lembut yang membuat Sha sungguh sangat-sangat tidak sabar.

'Astaga ... ya Tuhan ... tolong selamatkan aku dari pria ini. Dia bikin aku gak sabar banget jadinya,' ucap Sha dalam hati.

"Bisa bicara cepat gak sih? Langsung ke intinya gitu? Bisa? Aku orangnya gak cukup sabar ya. Kalo mau bicara, jangan belit-belit. Ngomong langsung pada poin pentingnya."

Irza langsung menunduk. Tangannya seketika reflek memainkan ujung kemeja biru yang sedang membalut tubuh kurusnya dengan sangat rapi.

"Aku ... ingin minta maaf." Perlahan ia mengangkat wajah. "Karena ... perjodohan yang telah kedua keluarga buat. Aku minta maaf, Ashanti."

"Untuk apa? Untuk menyadarkan aku bahwa kenyataan tidak akan pernah bisa diubah begitu?"

"Bu-- bukan gitu, Sha. Maksud aku-- "

"Nggak perlu. Irza, nggak perlu. Pernikahan itu akan tetap terjadi apapun alasan yang kamu berikan padaku. Kecuali, kamu bisa batalkan perjodohan itu, baru aku merasa senang."

Lagi, Irza kembali menundukkan wajahnya.

"Maaf ... Sha. Itu ... gak akan bisa. Karena ... perjodohan itu mama papa yang buat. Bukan aku yang minta."

"Kalau begitu ya sudah. Jangan bicara dengan ku lagi. Karena bicara pun gak akan ada gunanya."

Selesai berucap, Asha ingin beranjak meninggalkan Irza. Dia langsung memutar tubuh dengan cepat. Wajah kesalnya terlihat dengan sangat jelas.

Namun, langkah Asha kembali terhenti saat Irza melontarkan beberapa kata.

"Sha. Kamu benci aku?"

Satu pertanyaan yang langsung membuat Asha kembali menoleh. Saat itu, Asha bisa melihat dengan sangat jelas manik mata Irza yang terlihat berkaca-kaca. Wajah penuh akan rasa bersalah. Raut terluka yang tidak bisa di sembunyikan.

Asha ingin bilang tidak saat melihat kehancuran yang pria itu perlihatkan. Tapi yang meluncur dari bibirnya malah kata-kata yang lain. Berbeda dengan apa yang hatinya ingin katakan.

"Tidak. Mana mungkin aku berani membenci tuan muda keluarga ternama seperti kamu. Aku tidak punya kekuatan sedikitpun untuk melakukannya. Sama sekali tidak punya."

Irza menunduk. Dia ingin bilang bagaimana perasaannya pada Asha. Tapi bibirnya tidak bisa bicara lagi. Gemuruh di hatinya terlalu kuat. Manik matanya terlalu perih. Jangankan bicara, mengangkat wajah saja Irza tidak berani.

Sementara itu, Sha tidak ingin lagi tetap di sana. Kali ini, biar badai sekalipun yang datang menyapa, dia akan tetap melangkah. Karena yang paling ia inginkan saat ini hanyalah menghilang dari pandangan Irza.

Irza melihat punggung gadis itu pergi meninggalkannya. Air matanya ingin sekali jatuh, padahal sudah ia tahan dengan susah payah.

"Aku suka kamu, Sha. Sangat suka," gumamnya pelan setengah berbisik.

Buliran bening itu beneran jatuh. Irza menyekanya dengan cepat. Hatinya terluka, batinnya kecewa. Tapi niatnya untuk memiliki masih tetap ada. Walau penolakan secara nyata jelas Asha berikan, tapi dia tidak ingin menyerah. Walau perih dan pilu, ia ingin tetap bertahan.

"Aku akan menunggu mu melihatku, Sha. Walau butuh sepuluh tahun lagi untuk itu, aku akan tetap menunggu. Walau hanya sebatas melihat saja, aku juga tidak akan menyerah."

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!