NovelToon NovelToon
SOUL POWER MANIFESTASI

SOUL POWER MANIFESTASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: vheindie

Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.

Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.

Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.

Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Sepuluh Binatang Spiritual

Di hutan yang sunyi dengan rimbun berbagai jenis pohon menjulang tinggi nan kokoh sehingga sinar matahari hanya mampu sedikit menerangi melalui celah kecil dedaunan dan itu menambah suasana lebih menyeramkan. Namun dua sosok melangkah santai menelusuri jalan mengarah ke bukit lumut yang jaraknya tinggal tiga kilo meter di depan mereka.

"Apa ranselmu masih mampu menampung batu spiritual lagi?" Tanya Vincent yang memperhatikan barang bawaan milik Adrian yang semakin banyak.

"Sepertinya masih cukup, karena tas khusus pemberian kesatria kerajaan ini mempunyai daya tampung yang lebih banyak dari segi bentuknya," jawab Adrian sambil memasukkan batu spiritual terakhir. Ia merasa telah melakukan keputusan tepat saat memilih ikut bersama Vincent dari pada menunggu di dekat gerbang ataupun kembali ke kelompok prajurit.

'Hehe... Aku bisa kaya kalau terus mengikutinya.' gumamnya tersenyum lebar.

Setelah berhasil mengalahkan dua kelompok binatang spiritual dalam perjalan. Kini tak ada lagi binatang spiritual yang menghadang atau mengganggu keduanya secara langsung, hanya ada tatapan buas dari jarak tertentu namun tidak berani melakukan penyergapan seperti dua kelompok sebelumnya.

Vincent sangat berbaik hati dalam berbagi hasil buruannya, dimana porsi enam persen untuk dirinya dan empat persen untuk Adrian. Tapi ia sedikit mengultimatum bahwa setiap tumbuhan obat akan jadi miliknya sendiri.

'Sewaktu di sekte aku hanya mengetahui beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan ramuan, namun berkat bimbingan ratu Lily dalam ilmu pengobatan dan alkimia. Ternyata di sini banyak sekali tumbuhan yang bisa kubuat untuk berbagai jenis ramuan, sepertinya rencanaku sedikit berubah.' Vincent tersenyum sambil memasukan bunga bertangkai ungu yang baru dipetiknya.

"Jadi ini bukit goa lumut? Pancaran energi yang mengelilingi bukit ini begitu menyeramkan. Aku hampir tidak bisa bernafas, padahal jarak kita masih seratus meter." Adrian gemetar dan berkeringat dingin melihat bukit goa lumut dari dekat.

"Kau tunggu dan berjaga-jaga saja di sini. Biar aku yang pergi," ucap Vincent sambil menyerahkan pedang yang sudah dia perkuat dengan batu spiritual tingkat tiga.

"Tenang saja. Selain binatang spiritual tingkat tiga ke atas, tidak ada yang akan mendekatimu."

Adrian sedikit lebih tenang setelah mendengar penjelasan Vincent. Setelah menyerahkan pedang, ia melesat dengan kecepatan tinggi menuju goa bukit lumut.

"Kecepatan yang luar biasa! Siapa dia sebenarnya? Kekuatannya sangat tidak masuk akal bagi seorang kultivator tingkat body strength pada umumnya. Apa dia menyembunyikan kultivasi aslinya? Tapi memangnya ada teknik yang bisa menyembunyikan tingkat kultivasi?" Gumam Adrian penuh tanya menatap takjub Vincent yang pergi dalam sekejap mata.

Vincent tiba kurang dari satu menit, kemudian memandang goa yang tingginya sekitar lima meter dengan lebar sekitar sepuluh meter.

"Permisi..! Bolehkah saya masuk?!" Teriaknya. Tak ada jawaban, hanya ada suara menggeram dan gemerutuk gigi.

Seperti sedang melakukan gerakan pemanasan. Ia melenturkan kaki, kemudian meregangkan tangan, selanjutnya melompat-lompat, sedetik kemudian berhenti dan melakukan kuda-kuda dengan tangan mengepal sekuat tenaga.

"Teknik raja pohon: TINJU SERIBU TANGAN."

Ribuan tangan melesat ke dalam goa lumut. Raungan keras disusul suara ledakan langsung menggema sampai keluar hingga terdengar sampai pemukiman warga dan getarannya sampai dirasakan oleh Adrian yang berada dibawah bukit.

"Pertanda apa lagi ini?!" Seru Ah Jun terlonjak menatap ke arah bukit lumut.

Kelompok Ah Jun maupun prajurit kerajaan langsung memandang ke arah bukit saat raungan binatang spiritual terdengar begitu menyeramkan, bahkan tim logistik sebagian ada yang gemetar ketakutan. Detik berikutnya mereka melihat beberapa binatang spiritual terbang ke arah bukit.

"Sial... Apa mereka tau rencana kita? Sehingga memperkuat pertahanan disatu titik?" Ucap kesatria Sergei menebak fenomena yang sedang terjadi.

"Kalau benar. Bukankah akan semakin sulit menaklukan goa lumut?" Timpal Fred.

"Haruskah kita meminta bantuan pasukan Duke Vigo selaku penguasa di wilayah barat?" Sarannya kemudian.

"Akan sulit dan memakan waktu cukup lama. Karena meminta bantuan pada pasukan Duke yang dipimpin para kesatria bulan, tingkat bahayanya minimal harus berada dilevel A dan sekte kabut yang menjadi pelindung wilayah barat harus menurunkan para tetuanya. Namun level bahaya goa lumut yang dilaporkan oleh Wedana distrik Durma adalah level C dan sekarang kemungkinan meningkat menjadi level B. Jadi opsi terbaiknya adalah meminta bantuan pada prajurit karesidenan terdekat," jelas kesatria Sergei.

Ketika mereka masih mengamati keadaan dan kemungkinan yang terjadi. Vincent yang saat ini berada didepan goa lumut sedang disibukan oleh binatang spiritual yang mengepungnya dari belakang dengan tingkat yang paling rendah berada dilevel tiga. Di depannya ada sepuluh binatang yang sebelumnya berhasil mengatasi teknik tinju seribu tangan.

Vincent mengamati sepuluh binatang tersebut.

"Serigala api, kera putih, dua ekor katak garis emas, dua iguana ekor gergaji, landak jarum es, akan jadi perpaduan merepotkan dengan si serigala. Astaga... Ada macan bertaring tombak segala, untung dia berada ditingkat empat. Ah... sial ada rusa tanduk tingkat empat. Oh... Ada kau juga ternyata, bagaimana keadaanmu boy?!"

"Hehe... Ini akan jadi pertarungan melelahkan, tapi darahku mendidih karena semangat."

"Untuk meramaikan pesta, aku tidak ingin kalian semua berebut melawanku yang seorang diri ini. Jadi...Wahai prajuritku... Keluarlah dan bantai lawan kalian tanpa ampun," ucap Vincent merapal mantra pemanggil pada prajurit bonekanya dan muncul lah sepuluh sosok manusia kayu lengkap dengan senjata ditangan mereka.

"Karena tempat ini terlalu sempit, mari kita bertarung di tempat yang lebih luas! Itupun kalau kalian punya nyali!" Seru Vincent tertawa. Ia pun melesat meninggalkan sepuluh binatang spiritual tingkat atas dengan cara memprovokasi. Tanpa berpikir dua kali mereka pun mengejarnya, karena mereka pun tidak ingin merusak goa yang menjadi sumber kekuatan para penghuni hutan goa bukit lumut tersebut.

"Baiklah para binatang jalang. Mari kita bertarung sampai titik darah penghabisan untuk menentukan siapa pemenangnya." ucapnya ketika sampai di atas bukit goa lumut.

SULUR PENJERAT

SPEAR

TINJU SERIBU TANGAN

Dalam menghadapi sepuluh binatang spiritual tingkat empat dan lima yang diantaranya terdapat si burung hantu yang sempat ia hadapi sebelumnya. Vincent semakin serius dengan menggunakan seni bela diri kuno dan tiga teknik raja pohon di waktu bersamaan.

Teknik spear melesat menuju dua katak beracun dan landak jarum es. Dan dengan sigap ketiga binatang spiritual tingkat empat tersebut melakukan perlawan. Dua katak beracun memblokir sulur penjerat dengan lidah layaknya cepeti, sementara landak jarum es melepaskan semua duri menyambut tombak kayu tersebut.

Lalu sulur penjerat mengejar kera putih, dua ekor iguana dan si burung hantu. Keempatnya pun tidak tinggal diam. Sang kera putih melompat mundur sambil membuka mulut kemudian bola energi muncul dan dengan teriakan keras, ia memuntahkan energi yang melesat layaknya laser. Ledakan pun terjadi dan menghancurkan sulur yang mengejarnya. Namun beberapa detik kemudian sulur tersebut kembali tumbuh dan mengejarnya.

Dua iguana menggunakan ekornya yang tajam memotong setiap sulur yang mendekat padanya. Sementara si burung hantu yang pernah berhadapan dengan Vincent sepertinya lebih berhati-hati dari pada yang lain. Ia memilih menjauh lebih dulu sebelum melakukan penyerangan.

Sementara serigala rambut api, macan bertaring tombak dan rusa bertanduk logam mendengus menyambut tinju seribu tangan yang mengarah ke arah mereka tanpa gentar sekalipun.

Pertarungan antara Vincent dan prajurit kayunya melawan para binatang spiritual semakin sengit. Kilatan senjata yang beradu dengan cakar maupun taring binatang spiritual menimbulkan suara ledakan dan percikan energi yang terlihat dari kejauhan bahkan sampai ke area penduduk yang berada di luar area selatan tempat dimana goa lumut berada.

1
angin kelana
pengunaan istilahnya kek kurang masuk ke dunia kultivasi pakai istilah inggris.
vheindie19: Terimakasih kak untuk masukannya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!